
Hari ini Reynal sudah berada dibengkel miliknya, karena ia akan memberikan hak para karywan atau pegawainya yang ada dibengkel ataupun showroom.
Sementara Dela berada di kelas, hari ini ia sangat menikmati setiap penjelasan Dosennya, dan kemudian memberikan tugas ke mahasiswa.
" Del..." panggil Sesilia
" Hem" jawab Dela ysng hanya mendehem
" Bisa?" tanya Sesilia
" Mudah-mudahan" jawab Dela enteng.
" Nyontek-" rengek Sesilia.
" Boleh nih" ucap Dela yang memberikan jawanannya.
" Hem maunya, usaha dong kaya gue yang buat salinan tugasnya" cibir Fahri ke Sesilia.
" Sama aja..." ucap kedua gadis sedikit teriak, dan kemudian mendapat teguran dari sang dosen membuat dua gadis itu mengeluarkan gigi kelincinya.
Usai mengerjakannya, Dela duduk dan mainkan ponselnya, dengan memandangi luka yang tak terlalu berbahaya atau besar, namun Dela senyum-senyum sendiri.
//Bisa manis juga tu kuda_Dela//
Mengusap punggung tangannya mengingat hal kemarin yang sempat Reynal lakukan begitu manis menurutnya, karena melihat kekewatiran untuk dirinya.
" Ngapa lo senyum-senyum sendiri, gak jelas banget" tanya Fahri.
" Gak papa, kepo loh... "ucap Dela d3ngan sedikit senyuman.
" Yee ditanya juga" kesel Fahri.
Triing..!!
Bunyi nada pesan dari pomsel Dela,
Kuda galakπ
Nanti pulang kita ke panti
Pesan singkat dari Reynal, membuat ia semakin mengulum senyumnya, Tak lama dosen kembali masuk, dan menjelaskan beberapa materi kuliyah.
Dela melihat jam tinggal beberapa menit, tetapi matanya tak dapat menahannya rasa kantuknya menyerang tanpa ia sadari ia sudah tertidur dikelas hingga kuliyah berakhir, kedua temannya Sesilia dan Fahri mendekatinya, berniat membangunkannya.
^ Bisa-bisanya dia tidur dikelas^ gumam Fahri
" Udah kita banguni aja kasihan kalau harus tinggal disini sendirian" titah Sesilia.
" Del bangun.. kita sudah selesai nih mata kuliyahnya" panggil Sesilia yang menggoyangkan badannya.
" Iya duluan aja, gue nunggu seorang " ucapnya.
" Bener, soalnya gue gak bisa temani lo, gue ada janji sama mama gue, hari juga hujan lo Del" jelas Sesilia.
" Iya..., gak apa pulang gih, Fahrk suruh antar lo aja" ucapnya yang masih pejamkan matanya.
Mendengar ucapan Dela, dan meyakinkan untuk pulang, namun kekeh gak ingin pulang, Sesilia dan Fahri pasrah dan akhirnya meninggalkan Dela di kelas.
Setelah keduanya pergi, Dela melanjutkan tidur, dengan menekuk dua tangannya sebagai penompang kepalanya.
Dabarel yang tak sengaja lewat kelasnya, berbalik melihat gadis yang tidur sendiri dikelas, Dabarel duduk di samping Dela, menyibak rambut Dela dan mengembangkan senyumnya, memandangi wajah Dela yang sendu, damai, adem itu yang terlihat oleh Dabarel.
^ Maaf gue lancang mandangi lo gini^ ucapnya.
^ Apa bisa gue gapai lo Del, lo orang pertama yang buat gue, mengagumi wanita selain ibu gue^ imbuhnya.
Cukup lama Dabarel menemaninya, kemudian memberikan sesuatu untuk dikenakan dirinya, Dabarel menyelimutinya dengan jaket, karena diluar sedang turun hujan, dan cuaca cukup dingin, Dela sendiri tak terlalu hiraukan hujan diluar sana, baginya dengan tidur membuat merasa masalah yang dihadapi hilang seketika.
^ Makasih Ta, Lala masih ngantuk^ hanya gumaman itu yang ia lontarkan dengan setengah sadar, namun tak berniat membuka matanya.
__ADS_1
Dela mengira yang memberikan jaket itu suaminya Reynal, tapi ternyata bukan, ia seorang laki-laki dingin dan penyendiri, Siapa lagi kalau bukan Dabarel.
Reynal berlari kecil dari parkiran, ia sedikit terlambat , karena ia baru keluar dari kelas, Hujan Reynal mengenakan Hoodie agar tidak membasai tubuhnya, dengan cepat ia samperin Dela kekelas, Reynal yakin Dela menunggunya dikelas itu sudah menjadi kebiasan untuknya, tapi hari hujan Reynal takut Dela kedinginan.
Reynal pagi tadi setelah mengantar Dela langsung pergi ke bengkel, urusannya sudah selesai ia kembali kekampus, niat mau pergi ke panti ternyata hujan, ia pastikan Dela masih berada dikelas.
Reynal sudah berada di depan pintu , tepatnya dikelas Dela, ia mengerutkan wajahnya melihat Dabarel berada disana, bukan itu saja Dabarel Rela melepas jaketnya demi Dela padahal cuaca cukup dingin.
" Ngapain lo disini?" Tanya Reynal ke Dabarel.
" Nemani Dela, kenapa?" tanya Dabarel balik.
" Gue gak suka aja" ucapnya sedikit sinis.
" Harusnya lo terimakasih karena dia, gue temani dan gue jaga, bahkan tak ada lecet satu pun" ucap Daberal yang tak kalah sinis.
" Terima kasih tapi lo harusnya gak usah repot-repot, Karena dia hanya milik gue" ucap Reynal yang menekan kata milik gue.
Dela terbangun dari tidurnya, ia terusik mendendengar suara berada di dekatnya , merasa terganggu menurutnya, tapi saat membuka mata sudah ada Dabarel dan juga Reynal.
" Tata, kak Dabarel disini juga?" yang masih mengucek-ngucek matanya.
" Iya , kakak tadi gak sengaja lewat sini karena hujan, terus melihat lo sendirian dikelas, jadi kakak kesini temani kamu" ucap Dabarel menjelaskan.
" Ooh...makasih kak, berarti inì punya kak Dabarel?" tanyanya.
" Iya gue kasihan pasti lo dingin" ucapnya santai.
Dela tersenyum" Makasih banyak ya kak, ucap Dela yang tak sadar langsung memeluk Dabarel secara spontan, yang berada disampingnya dan Reynal menajamkan pandangannya ke Dela, meminta Dela melepaskannya.
" Jangan peluk-peluk" ucapnya posesif
" Reflek Ta" ucapnya yang sudah manyunkan bibirnya.
" Tapi gak harus gitu juga" ucap Reynal Lalu Dela mengulum senyumnya" Iy maaf, tetapi jangan pasang wajah galak Dong" ucap Dela yang tau sikap Reynal, Reynal seketika menyunggingkan senyumnya, dan mengusap Rambut Dela.
" Nih untuk Lala, ayo " ucap Reynal setengah jongkok menyondongkan bahunya agar Dela menaiki punggungnya, Dela mengangguk, ia tak perduli disana ada Dabarel kakak seniornya.
^ Dasar anak kecil ^ gumamnya.
" Kak Dabarel, Duluan ya makasih sudah nemani gue"ucap Dela sedikit teriak karena Reynal sudah membawanya keluar.
Dabarel duduk dan hanya bisa menatapnya hingga jauh hingga tak terlihat lagi, Daberel pun menunggalkan ruang kelas itu dan mengenakan jaket yang telah dikembalikan oleh Dela.
πππππππππππππππ
Dela sudah berada di mobil, begitu Reynal yang sudah duduk di kursi pengemudi, Reynal lalu menghidupkan mesin dan melajukan mobilnya.
" Sudah belanja?" Tanya Dela yang mengarah ke jok belakang
" Iya, tadi sekalian" Ucap Reynal yang sekilas melirik, kemudian fokus kembali ke depan , mereka melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang karena hujan yang semakin deras.
" Ta.., Lala boleh gak buka toko baju gitu?" ucap Dela yang menatap Reynal sambil memakan permennya.
" Boleh, itu pekerjaan positif, asal gak balap lagi aja" ucap Reynal ke Dela tanpa meliriknya
" Itu beda Ta, Itu hobby bukan pekerjaan"
" Iya hobby, tapi mas mu ini was-was, khawatir, cemas" ucap Reynal.
" Iih kamu lebay deh.." ucap Dela yang menepuk lengan Reynal.
" Bukan lebay tapi nyata mas mu ini bisa dibilang bucin sama seorang, yang satu tahun lebih temaninya, walau setahun belakangan diabaikan -" ucap Reynal pede.
" Suami Lala mah lebay dan gak sadar diri" pukul Dela ke bahu Reynal.
" Lebay?" tanya balik
" Iya...Lebainya terlalu pede dengan apa yang ada, Buta mata buta hati, gak sadar diri sudah punya istri tapi keluyuran ke mantan, Apa sesulit itu lupakan mantan yang sudah jalani bertahun-tahun?" ucap Dela seraya bertanya.
__ADS_1
" Jujur si, kata oramg cinta itu buta dan tuli,nah mungkin suami mu ini termasuk dalam daftar itu" ucap Reynal cuek.
" Daftar, menu kali." ucap Dela yang sepontan tertawa.
" Lalu caranya sadar gimana?"
" Setelah melihat orang yang biasa resek tiba-tiba tak perduli" ucap Reynal.
" Nyindir nih ceritanya" cibir Dela.
" Emang ngerasa?" tanya Reynal balik
" Iya" ucapnya cepat.
" Aku gak bilang gitu tapi kalau mau ngerasa-" ucapnya terhenti dan Reynal
Cup..
Kecupan itu sekilas tapi karena Dela terbengong, tak ada respon Reynal tersenyum dan melanjutkannya, kali ini lebih lama, lebih ekstrime karena Reynal menahan curuk leher jenjang Dela agar tak melepaskannya, mereka tersadar kala terdengar bunyi klakson dibelakang. ya Reynal mengambil kesempatan saat lampu lalu lintas menyala merah, namun sayang lampu hijau telah menyala sehingga terdengar bunyi klakson dari pengemudi lainnya
Reynal mengusap bibir Dela yang basah dengan jarinya, Reynal menyunggingkan senyumnya dan melajukan mobilnya kembali sementara Dela jadi canggung dan sedikit salah tingkah.
Reynal memang tak pernah lakuin ini sebelumnya, tapi lebih tepatnya ia sengaja hanya mengecup, atau mengambil bibir Dela yang menurutnya lucu atau menggemaskan.
Selama perjalanan mereka diam dan nikmati, kejadian tadi membut keduanya canggung apalagi ini mereka lakukan dijalan raya, walau hanya dimobil tapi cukup membuat mereka canggung.
" Ta..."
" Mas-"
" I-ya M-as, emm gak jadi deh"
" Kenapa, hem terus kenapa gugup gitu coba?"
" Nggak-,"
" Iya sudah, teruskan makan permennya, ingat sepulang nanti gosok gigi"
" Iya " ucap Dela.
// Sudah lama sangat lama, aku nggak liat kamu seperti ini malu-malu salah tingkah La_Reynal// Melihat Dela Dengan senΓ½uman.
Tak terasa mereka telah sampai di panti tèmpat biasa mereka kesana tempatnya tak terlalu jauh, sehingga mereka cepat sampai , Hujan pun masih turun.
Mereka turun dengan bergandeng tangan menemui bu Rara dan baru menemui anak-anak yang berada diaula, kΓ rena diluar masih hujan.
Dela langsung mencari anak bernama Adel namun tidak menemuinya ia begitu kecewa, lalu ia duduk dengan tenang melihat anak lain bermain, bersama Reynal.
Dela melihat Reynal begitu telaten menyayangi mereka, Reynal begitu menyayangi mereka terbukti mereka sangat menyukai Reynal.
// Apa Tata juga menginginkan dia hadir disini_Dela//
Sambil mengusap perut yang rata dengan mata masih memandangi suami dan anak-anak panti yang tertawa lepas itu.
πππππππππππππππ
.
.
Bersambung
.
.
Salam hangatπ€
Reynal & Dela π¦π§
__ADS_1