Cinta Senior Galak

Cinta Senior Galak
Eps -105 Biarkan Goresan Pisau#


__ADS_3

Dela masih menutupi tubuhnya dengan selimut meringkuk seperti kedinginan, tubuhnya bergetar, diiringi suara tangisan yang sedikit meringis, Reynal yang berniat untuk membangunkan Dela untuk jemaah ia urungkan.


" Lala..."


" Sakit Ta.."


" Iya tahan ya, Tata cari obat nyeri habis persediannya"


" Tata..., pem****t Lala habis" ucap Dela lirih yang menahan sakit.


" Huuuhh...Habis ya, nanti dibeli sekalian" ucap Reynal yang membuang nafas beratnya, lalu mengusap punggung Dela pelan.


" Tata keluar dulu ya, beli keperluan Kamu, kamu tahan sebentar ya" ucap Tata yang langsung menyambar jaket jeans nya lalu pergi dengan mengambil kunci motornya.


Reynal melajukan motornya hingga sampai parkiran, disebuah apotik, tadinya ia akan ke market mengingat obat pereda nyeri untuk Dela habis ia berhentikan motornya di sebuah apotik yang buka 24 jam, untungnya tidak ramai karena memang masih sepi dan subuh, Reynal mengambil dua bungkus pem******t, dan pereda nyeri kusus wanita.


" Duh... belanja bulanan mas, untuk adeknya ya?" tanya sang penjaga kasir, Reynal hanya lemparkan senyumnya.


" Salam ya mas, sama yang berjaket biru" ucap sang kasir yang mengarahnya.


Reynal kembali tersenyum membuat penjaga kasir itu salah tingkah." kebetulan yang berjaket biru, sudah miliki teman hidup mb" ucap Reynal yang selesai membayar belanjaannya.


" Gak apa jadikan aku yang kedua" ucapnya memohon dengan senyum centilnya, Reynal lalu mengambil Bungkusan belanja dan permisi, dengan senyum penuh arti, sementara penjaga kasir hanya senyum dan tersipu malu.


Reynal lalu meletakkan bungkusan di jok motor dan melajukannya sedikit kencang, ia tak ingin Dela menunggunya lama. Reynal membuka pintunya dan segera kedapur mengambil air hangat dan masuki kamar, tak ada yang berubah Dela masih merebahkan badannya dikasur dengan posisi miring sambil memegangi perutnya.


" Lala..., Ini minum Dulu " ucapnya yang tak tega melihat Dela kesakitan, Reynal memasukan obat kemulut Dela, dan memberi minumnya.


" Ayo kekamar mandi dulu"ucap Reynal yang menggendong Dela ke kamar mandi, lalu meninggalkannya, Reynal membersihkan ranjangnya dan mengganti sepreinya yang gelap, tak lama Dela keluar dan menaiki ranjang lagi, dengan wajah sembabnya.


" Sudah istirahat dulu, Tata harus solat dulΓΉ" ucap Reynal Dela hanya diam dan hanya menggenggami perutnya yang belum hilang.


Reynal sudah mengambil wudhu dan laksanakan solat walau telat tapi masih ada waktu untuk solat, Reynal sengaja menundanya, karena tadak tega melihat Dela menahan sakit lebih lama.


Usai solat Reynal mendekatkan dirinya ke Dela mencium pipi dan dahinya lalu mengusap punggung Dela, Dela yang mendapat perlakuan seperti itu, Dela bahagia dan nyaman, Namun tak ia pungkiri rasa sakit mengalahkan segalanya, Reynal masih mengusap-usap perutnya hingga tak terasa ia kembali tertidur.


Reynal sudah biasa, sejak dulu Dela memang seperti itu,memanggilnya dan bersikap manis dan penurut saat ia sedang kedatangan tamu seperti saat ini, Reynal akan direpotkan oleh dirinya, hingga ia harus batalin kencan bersama Fia ataupun teman osisnya, beda lagi saat ia usai dengan tamunya ia akan berubah, ia cuek jutek bahkan tak perduli dengan apa yang terjadi selama seminggu.


^ kelinci Tata yang penurut, disaat seperti inilah kamu terkadang menyadarkan ku bahwa aku merinduimu, disaat seperti inilah aku tau jika kamu tidak bisa jauh dari ku, aku yakin cinta itu ada untukku ^ Gumamnya yang memandangi wajah ayu Dela yang buat Reynal ingin memilikinya.


Mengecupnya lalu menyelumuti Dela dengan sayang, lalu beranjak dari ranjang tidur dan pergi kedapur, ia akan perang dengan alat masaknya untuk sarapan nanti.


Dela terbangun saat matahari terpancar dan memantulkan cahayanya lewat jendela , Dela terbangun dan melihat sudah pukul 08.00, Dela tekejut dan segera kekamar mandi tanpa pikir panjang, Dela masuk kamar mandi.


Aahhh !!


Namun Reynal menyunggingkan senyumnya ke Dela saat melihat istrinya panik seperti tadi, Reynal bejalan mendekati Dela dan berbisik" ini milik lo, milik kamu La" ucap Reynal yang membuat Badan Dela bergetar.


Reynal langsung menggendong Dela, berjalan keluar" kamu istirahat aja dirumah aku gak mau kamu rasakan sakit di kampus, aku akan pergi menemui dosen kamu untuk meminta izin" ucapnya Reynal yang cemas dengan keadaan Dela.


Dela masih diam, Dela masih kebayang tadi saat Reynal mandi, padahal sudah biasa melihat Reynal tidak mengenakan baju, tapi pagi ini menurutnya ada pandangan yang berbeda terekspos semua hanya saja mr. juniornya yang tertutupi.


Tuuukhh !!!


" Mikirin apa" ucapnya


" Eng... enggak mikirin apa-apa" ucapnya berbohong sambil usapkan kepalanya yang terasa sakit.


" Jangan kaget, jangan malu, yang ada didiri Tata milik Kamu, bukan milik siapa-siapa" ucapnya santai seolah tau apa yang sedang difikirkan oleh Dela.


" Kamu bohong mas, buktinya tubuh kamu sudah dinikmati orang banyak, terutama Fia gadis yang Kamu cintai" ucapnya lirih tanpa menatapnya.


" Aku minta maaf kalau soal itu, aku saat itu dalam keadaan tak menyadari perbuatan itu, tapi untunglah kamu dan Aldo segera datang, jadi jaranan ku masih aman.


" Jaran?, Aman, maksudnya?" ucap Dela yang tak mengerti apa yang dimaksud dari omongan Reynal yang terakhir.


" Nanti kamu juga tau, sekarang istirahatlah, aku akan mengganti bajuku sebentar" ucapnya yang mengusap kepala Dela dengan penuh kasih.


" Gak kuliah?" Tanya Dela.

__ADS_1


" Harusnya" jawab Reynal.


" Terus..?" ucap Dela yang seakan bertanya kembali.


" Aku gak ingin meninggalkan kelinci ku yang sedang sakit seperti sekarang, dan aku gak akan sia-siakan saat seperti ini" jelas Reynal.


" Kenapa?"


" Karena kelinci ku disaat seperti inì dia manis, lembut dan gemesin" ucap Reynal yang pergi kekamar mandi, Dela yang merasa dadanya mengembang pipinya pun yang ikut mengembang merah karena ucapan Reynal sang suami, ia juga merasa malu, entah kenapa yang dikatakan Reynal benar adanya.


Reynal keluar kamar mandi, dan begitu rapi, berjalan keluar kamar tak lama kembali lagi membawa dua gelas , Satu segelas susu segelas lagi air hangat dan semangkuk sop"


" Mas..."


" Hem..."


" Luka kamu apakah belum pulih?" ucap Dela yang hati-hati.


" Sudah, jangan cemas, aku baik-baik saja hanya saja terkadang terasa nyeri" jelasnya.


" Maafin Lala ya"


" Maaf kenapa, gak perlu minta maaf, sekarang habiskan sarapannya" ucap Reynal yang menyendokkan sup kemulut Dela.


" Lala ingin pergi kekampus, boleh?" ucap Dela lagi.


" Nggak, aku ingin hari ini kamu dirumah"


" Janji deh, Lala baik-baik aja , lagian satu mata kuliyah lagi, hanya dua jam boleh ya" ucap Dela memohon.


" Kepala batu , selalu bantah ucapan Tata" ucap Reynal yang kemudian meninggalkan Dela begitu aja, Dela terdiam di ranjang yang masih mengunyah sup buatan Reynal.


^ Dia marah?, tapi salah gue apa,^ lirihnya.


Dela segera mandi setelah selesaikan sarapannya dan memilih baju setelah usai mandi bahkan ia tak perduli dengan rasa sakit yang melanda, ^ Dia pikir hanya dia yang bisa marah ^ ucapnya bergeming , lalu Dela menyisir rambutnya dan menggunakan makeup tipisnya.


" Mm mas Tata?" ucapnya sedikit gugup karena terkejut.


" Iya, kamu mau kemana La, apa kamu akan pergi, apa kamu tidak paham dengan keadaan mu, tolong menurutlah paling tidak tiga hari kedepaΓ±, Gue sayang lo gue cinta lo, lo paham gak sih" ucap Reynal yang mendekati dirinya.


" Mas..."


" Kenapa ini yang kamu mau, aku berkata seperti itu"


" Mas... kamu gak ngerti," ucapnya.


" Aku tanya dimana aku gak ngertinya La?, Apa salah aku cemasin istri aku yang lagi sakit, apa aku salah memintanya untuk dirumah istrahat, bukan untuk bekerja bereskan rumah,aku paham keadaan kamu La, aku kenal kamu bukan sehari atau dua hari, berahun-tahun, bahkan saat aku masih bareng Fia, dan gue harus mengalah Demi kamu." ucap Reynal yang menaikkan suaranya


Deg...


//Kenapa ucapan Tata buat aku sangat sakit tapi memang bener ucapnya_Reynal/


Dela tanpa terasa menguarkan air mata, Dela masih terhanyut omongan Reynal yang tiba-tiba membuat hatinya terasa sakit walau semua itu memang bener apa adanya.


" Maafkan aku , aku sudah meninggikan nada bicaraku" ucap Reynal yang sudah memeluk Dela, Dela yang awalnya enggan balas akhirnya ia membalas pelukannya yang begitu hangat.


Reynal sadar jika ia sudah meninggikan suaranya hingga membuat Dela ketakutan, Reynal tidak bermaksud meninggikan suaranya hanya saja ia gak tau cara jelaskan dan meyaminkan ke Dela bahwa ia kini benar-benar menyayangi dan mencintainya.


Reynal berharap tidak ada orang ketiga, biarlah pengalaman pahit selama satu tahun belakangan akan menjadi pelajaran bagi dirinya.Reynal taau dia sudah menoreh luka yang amat dalam dihati Dela, tapi ia berharap dapat perbaiki meski bekas luka itu masih ada.


Sama halnya, Reynal membiarkan luka goresan pisau yang cukup menyayat dan sampai kapanpun pasti tidak akan hilang walau sudah puli, ia juga ingin merasakan apa yang Dela rasakan selama ii, walau lula yang Dela miliki tak terlihat, dan tak berdarah.


Reynal mengecup pucuk kepala Dela dan membawa Dela ke ranjang tidurnya.


" Istirahatlah kelinci Tata, Tata tau kondisi kamu " ucapnya lirih dan menyelimuti tubuh Dela, Dela yang hanya diam dan menurut, sesekali air matanya mengalir dengn cepat Reynal menyekanya.


" Jangan cengeng, udah sini Tata peluk " ucap Reynal yang sudah berada diranjang bersama Dela mengusap perut Dela yang tentunya masih nyeri.


Dela kelelahan menanggis, dan terlalu nyaman sehingga Dela tertidur, begitu pula Reynal, ia sengaja tidak masuk kuliyah ataupun kerja, ia hanya ingin menikmati harinya berdua bersama Dela, walau sebenarnya ia miliki janji bareng Aldo untuk menyelesaikan perkara yang ada selama ini.

__ADS_1


🌹


Reynal merasa kebas ditangannya lalu dengan pelan menarik tangannya memindahkan kepala Dela ke bantal,dengan hati-hati agar Dela tidak terganggu dan bangun.


Reynal pelan-pelan turun ranjangnya , dan keluar kamar, untuk mengambil minum karena terasa tenggorokannya kering, sambil memijit-mijit tangannya yang terasa kebas.


" Lama amat Lo Rey dikamar." Ucap Aldo yang melihat Reynal keluar kamar menuju dapur.


" Sejak kapan lo disini?" tanya Reynal yang menuangkan air kegelasnya lalu meneguknya.


" Sedari tadi, bosen gue nungguin lo, jadi gue samperin kesini" ucap Aldo santai yang sedang menonton acara televisi.


" Dela lagi kedatangan tamu bulanannya" ucap Reynal santai.


Keduanya tau bagaimana Dela saat datang bulan, Dela tidak mau sama siapa-siapa hanya mau dengan Reynal, Dan sangat Rewel.


" Puasa lo?" tanya Aldo yang melirik Reynal.


" Terus jadi gak nih pergi," tanya Reynal yang melihat Aldo sedang tiduran disofa miliknya tepatnya depan televisi.


" Terserah lo gue nurut" ucapnya yang masih belum bangun.


" Yah sudah gue ambil jaket gue dulu" ucap Reynal yang mengambil jaket kekamarnya dengan hati-hati dia tak ingin Dela bangun karenanya.


Keduanya pergi, yang sebelumnya meninggalkan pesan untuk Dela, karena gak tega untuk banguninya.


Di perjalanan, Aldo dan Reynal banyak yang mereka bicarain dari bengkel, showroom, panti, dan tentunya soal kuliyah mereka, namun keduanya tak meninggalkan urusan awal mereka.


Keduanya tetap memiliki tujuan selain dari pekerjaan mereka, keduanya sepakat akan tuntaskan masalah ini, karena mereka tak ingin Dela yang selalu jadi korban dalam permainan Fia.


Tujuan mereka saat ini ke kantor polisi, dan akan melaporkan bukti yang mereka dapat, disana mereka tidak sendiri, Aldo meminta om Zain, yaitu adik sang mami untuk mengurusnya, karena wewenang dirinya sebagai avokad.


Kurang satu jam mereka berada disana dan akhirnya sedikit lega, mereka akan menyelidiki paling cepat 3-7 hari, untuk mejatuhkan hukuman kepada pelakunya, kemudian mereka pamit meninggalkan kantor yang menurut mereka cukup menguras emosi.


" Rey, AL..., kenapa tidak langsung menceritakan ke om?"


" Maaf om, kemarin kita belum ada bukti kalau dia pura-pura, bukan pura-pura sih sebetulnya tepatnya memang gila" ucap Aldo


" Iya Om, Rey tidak menyadarinya, setahun ini sudah dibohongi dia, Rey kira dia benaran gila dan bahkan sempat beberapa kali ia coba bunuh diri, karena Rey..," ucap Reynal dengan penyesalan.


" Lo masih cinta Rey?" tanya Aldo.


" Dia kekasih gue Do yang nemani gue selama lima tahun belakangan, Rasa iba itu pasti masih ada, apa Lagi gue pilih Dela sebagai pendamping hidup gue" yang membela diri.


" Miris hidup lo" ucap Aldo


" Sudah jangan berdebat, ayo kita pergi dari sini, kamu tenang aja Rey om akan bantu kamu." ucap om zain yang melangkahkan kakinya.


Reynal dan Aldo masuk mobil, setelah om Zain yang telah masuk kemobilnya, barulah mereka meninggalkan kantor kepolisian dan menuju apartemen Reynal.


Mereka tak banyak bicara, mereka dalam pikirannya masing- masing, yang pasti Reynal menyenderkan kepalanya dengan memijit-mijit keningnya yang terasa pening, Aldo yang fokus dengan Jalan hingga tak terasa mereka sudah di apartemen.


Reynal masuk kamarnya dan ternyata Dela masih tertidur, ia tersenyum dan menyematkan kecupan dikeningnya, dan beranjak pergi ke luar menemui Aldo yang sudah buat kopi untuknya, Aldo tak langsung pulang ia masih ingin berada diapartemen milik Reynal sambil menunggu Dela terbangun, lagian semalam mereka belum cerita banyak karena suasana canggung, atas kedatangan Bastian yang menurut Aldo saingan berat Reynal, disisi lain adalah sepupunya sendiri yang ingin perjuangkan untuk Dela yang tak lain istri dari Reynal sepupunya.


πŸƒπŸƒπŸƒπŸƒπŸƒπŸƒπŸƒπŸƒπŸƒπŸƒπŸƒπŸƒπŸƒπŸƒπŸƒ


Bersambung


Jangan lupa like sebagai jejakmu dan komentar sebagai kritik saran...


terima kasih.


Salam hangat ❀


Reynal & DelaπŸ‘«


Aku sebenarnya menginginkan up setiap hari tapi karena pekerjan dan kuliah ku yang sedikit menyita waktu ku. dan terkadang merasa lelah, aku gak bisa up.


maafkan para pembacaku...

__ADS_1


__ADS_2