Cinta Senior Galak

Cinta Senior Galak
Eps - 131 Tak Terbatas Oleh Waktu#


__ADS_3

Semua tenang semua duduk dengan khusuk walau Rayhan yang ketar-ketir menghadapi bukan takut tapi menuju gerbang pernikahan sama aja melamar pekerjaan, mungkin lebih gampang melamar pekerjan ketimbang melamar anak orang, begitulah Rayhan berfikir.


" Kak.., gugup, nih minum dùlù lalu baca shalawat dan istigfar." Reynal memberikan minum.


" Emm " ucap Rayhan seraya menunduk.


Lima belas menit akhirnya ijab kabul di mulai, Rayhan menggenggam tangan sang Bunda sebagai penguat, " Bunda selalu do'akan kamu Ray, semangat" ucap sang Bunda.


Dela pun tau jika sang kakak lagi dilanda kegugupan ia maju lalu mencium pipi Rayhan " itu ciuman semangat kak"ucapnya sambil menyegir kuda.


" Sayang... Tata yang suami kamu loh" merasa cemburu.


" Iya, ini untuk kamu mas" Dela mencium pipi Reynal.


" Ih Bunda genit" ucap Dava yang berada dipangkuan Reynal.


" Ini untuk anak Bunda " ucap Dela yang mencium pipi kiri dan kanan Dava.


" Mommy Sayang" peringat Reynal.


" Iya Dava lupa Daddy" ungkap Dava


Dela yang mendengar protesan dari Reynal memutar bola matanya malas, karena ia ingin dipanggil Bunda bukan Mommy.


Terdengar ucapan Rayhan begitu lantang dengan satu nafas membuat yang mendengar terharu bahagia , begitupun Dela yang mendengarkan ucapan satu nafas ia teringat saat Reynal menikahinya dirumah sakit saat ia bangun dari koma dan saat itu Daren pergi meninggalkan dirinya selamanya.


" La..." usap Reynal dipipi Dela.


" Lala ingat kita dulu"


" Iya, Mas pun begitu"


" Tapi beda..."


" Iya Tata tau, waktu itu waktu yang tidak tepat untuk kita, maafkan aku" bisiknya,


Reynal memeluk tubuh Dela dari samping sambil memangku Dava.


// Maaf La, jika Tata tak dapat memberi kebahagian apa-apa saat itu , tapi Lala harus tau saat itu Tata gak ada pilihañ, walau nyatanya Lala kembali ke Tata_Reynal//


//Tapi Tata janji akan bahagiakan Lala dan keluarga kecil kita_Reynal//


" Mommy nangis?" tanya Dava yang saat itu mengeluarkan air matanya seakan tau apa yang sedang dibicarakan Reynal.


" Mommy bahagia sayang " bisik Reynal ke telinga Dava.


Mereka semua bersalaman tanpa terkecuali, Dava lari lebih dulu sementara Dela sudah merasakan pusing dikepalanya, tubuhnya tak sekuat kemarin-marin sekarang ia dalam mode diam karena menahan pusing serta mual, Dela mengira ini akan terjadi pada Reynal saja tapi ternyata ia pun ikut merasakannya.


" Kak selamat ya" ucap Reynal yang memeluk pinggang Dela.


" Iya Dek..thanks..." ucap Rayhan yang memeluk adik semata wayangnya.


"Tapi kok kalian pada pucet wajahnya?" tanya Rayhan sesaat setelah melepas pelukannya.


" Pusing" ucap mereka barengan.


" Kok bisa ?" yang masih heran, Mereka pun menggeleng tak mengerti.


" Gak tau kak, Rey pusing bau-bauan disini"


" Dedel merasa pusing liat orang banyak Kak" ucap Dedel yang sudah menyenderkan kepalanya dibahu Reynal.


" Yah sudah kalian pulang gih, istirahat minta antar pak Beben aja" ucap Rayhan Yang ikut khawatir.


" Iya kak" ucap keduanya.


Rayhan memanggil Ayahnya untuk memanggil pak Beben , ia menceritakan keadaan adiknya yang sedang tidak baik-baik aja.


" Kenapa Ray?"


" Rey dan Dedel yah, sepertinya mereka kurang sehat."


" Iya Ray, sejak Dela dinyatakan mengandung Rey ikut rasakan apa yang dirasakan Dedel, muntah mual ngidam tak suka bau gitu" cerita sang ayah.


" Semoga aja mereka sabar Yah"


" Iya semoga."


Rayhan memandang kedua adiknya dengan rasa iba, Sang istri Serly pun ikut prihatin.


" Semoga mereka baik-baik aja Bang" ucap Serly yang mengusap-usap lengan suaminya Rayhan menoleh ke istrinya lalu tersenyum manis" tak lupa dengan kecupan kecilnya." Terima kasih dek" ucap Rayhan.


" Yuk kita temui keluarga setelah itu kita kembali kekamar" ucap Rayhan yang menuntun istrinya.


Reynal mengendus-enduskan hidungnya ke tubuh Dela yang membuat Aroma penciumannya semakin buat dirinya Rilex Walau awalnya Dela merasa risih namun ia hanya dapat pasrah.

__ADS_1


Dela membuka ponselnya membuka digrupnya yang terlihat Ramai, beberapa ia baca, dan sesekali ia balas, namun saat ditanya apa dia baik-baik saja ia menjawab ia baik-baik saja.


Dela turut bahagia Rani sudah membaik, setelah dinyatakan diperbolehi pulang.


mengingat Rani,yang kehilangan calon babynya iapun takut bila itu menimpa dirinya.


Sesekali menoleh Reynal yang terlihat nyaman berada disampingnya, sambil menutup wajahnya dicuruk leher Dela.


" Maafkan Lala mas, karena kamu harus rasakan yang harusnya kamu gak rasakan mas " ucapnya lirih.


Tak lama pak Beben berhenti disebuah penginapan yang sudah disewa oleh keluarga besar Darma.


Dela tersenyum, biasanya wanita yang akan manja persis apa yang dilakukan Reynal saat inì, " Aneh " hanya satu kata untuk mengungkapkan segalanya.


" Sayang, sudah sampai?" tanya Reynal.


" Hem..." jawab singkat.


" Bukankah tadi kamu menginginkañ...?" ucapan itu terputus begitu saja


" Apa sih mas , kamu mimpi?" Tanya Dela


" Hah..." cengo Reynal yang melihat Dela biasa aja padahal beberapa jam yang lalu ia merengek memintanya tapi saat ini ia sudah melupakan keinginannya.


" Ayo mas masuk aku benar-bener butuh tidur " ungkapnya yang diangguki oleh Reynal, yang kali ini Reynal yang menggandeng Lengan tangan Dela dengan kencang, lagi-lagi Dela tersenyum dan menggelengkan kepalanya.


Sesampai diranjang, Reynal lari ke kamar mandi untuk membuang isi perutnya dari mulut, Dela yang bodo amat ia memilih untuk tidur karena menurutnya kepalanya sangat pusing dan ia butuh tidur, seperti itulah fikiran Dela.


Reynal bernafas lega isi perut yang sempat ia isi keluar semua, ia hanya bisa tersenyum saat keluar kamar mandi, melihat Dela terlihat sedang tidur dengan suara dengkuran lirih dan teratur.


//Anak Daddy jaga mommy ya sayang_Reynal//


Reynal mengusap perut Dela yang belum terlihat tapi ia yakin jika anaknya bisa mendengar ucapannya.


🐇🐇🐇🐇🐇🐇🐇🐇🐇🐇🐇🐇🐇🐇🐇


Rayhan Sudah berada dikamar khusus pengantin,Rayhan tersenyum lalu mengecup dahi Serly.


" Aku bahagia"


" Aku lebih bahagia.." dengan mengusap pipi ramping Serly istrinya.


" Aku cinta kamu"


" Aku lebih mencintaimu"


" abang lebih dari itu istriku" ucap Rayhan yang sudah merebahkan tubuhnya bersama istrinya Serly.


Rayhan bahagia akhirnya bisa menikahi Serly wanita yang ia cinta wanita yang ia tunggu walaupun Serly tua satu tahun darinya, namun tak menghalagi keduanya untuk menjalani kehidupan di masa depan.


Hingga tak terasa pukul 18.00 wib itu tandanya sore akan berganti malam Rayhan segera mandi dan setelah itu mereka akan menemui para tamu, yang memang mereka undang ke pesta pernikahan mereka.


Sebelumnya mereka berjemaah, untuk yang pertama setelah menjadi sepasang suami istri, Begitu pula Reynal dan Dela yang melakukan hal yang sama , berjemaah sebelum bersiap ke tempat dimana Rayhan dan Serly mengadakan pesta.


Usai urusan dengan Allah selesai Reynal mengecup kening Dela serta usap perut Dela dengan solawat.


" Sehat terus ya anak Daddy, Dan jangan nakal kasihan mommy " ucap Reynal ke perut Dela yang terlihat rata.


" La..." panggilnya.


" Hemm..."dehem istrinya.


" Sudah enakan?" tanya Reynal dengan mengusap -usap pipi Dela.


" Mendingan mas" terangnya.


" Kita gak usah datang aja ya, mas khawatir dengan keadaan kamu"


" Lala gak papa" ucapnya lirih, ia sedih jika benar adanya ia dan Reynal hanya dikamar ini sementara yang laiñ asik berada disana.


" Eh kok nangis sih kelinci mas" , usap Reynal, Dela hanya menggelengkan kepalanya.


" Kita akan datang kesana okey..." Reynal yang mengerti keadaan Dela akhir -akhir ini pelupa dan mudah menangis begitulah tingkah Dela selama ia mengandung.


🐎🐎🐎🐎🐎🐎🐎🐎🐎🐎🐎🐎🐎🐎


Tepat pukul delapan malam, Mereka berkumpul ditempat yang sama dimana Pesta Rayhan diselenggarakan.


Banyak rekan bisnis Baik dari ayah maupun dari ayah Serly sendiri, dan tak lupa para teman dan karyawan Rayhan yang ikut serta hadir diacara penting ini.


Usai kata sambutan dan sepasang pengantin tiba, Mereka dapat menikmati hidangan yang sudah disipkan.


Dela yang sudah melihat salad buah ia segera mengambilnya dengan gercep karena sudah terasa ditenggorokan ingin segera mencicipinya.


Dimejanya terdapat keluarga besar dari Reynal termasuk Eyang yang hadir disana.

__ADS_1


tanpa terkecuali, termasuk Bastian dan keluarga yang turut serta disana.


" Mas..." usai mengambil salad buah dalam piringnya membut beberapa mata melihatnya.


" Iya kenapa?" jawab Reynal lembut.


" Habiskan buah-buahannya Selain buah naga, Lala hanya ingin buah naganya" titahnya


" Sisihkan aja ya, ambil buah naganya aja" jelas Reynal lembut sambil perbaiki kerudung Dela.


" Gak mau mas, kan sayang mubazir jika dibuang, kalau mas gak mau ya udah, Lala berikan ke Bastian aja" ancamnya membuat Bastian tersenyum renyah ke Reynal.


" Jangan, gak perlu" ucap Reynal yang menarik tubuh Dela kepangkuannya.


Dengan menghela nafas sejenak Reynal memakan isi salad tersebut dengan terpaksa, karena isi salad ada beberapa buah yang tak disukainya, bahkan membuat perutnya terasa mual namun ia tahan dari pada Dela harus memberikan saladnya ke Bastian.


" Enak aja diberikan ke Bastian" ucapnya lirih namun masih terdengar oleh Bastian yang memang duduk tak jauh dari mereka.


" Kenapa cemburu lo?" tanya Bastian sinis.


" Bukan, gue masih raguin lo" ucap Reynal tak kalah sinis.


" Mas cepetan ih" ucap Dela yang gak sabar ingin memakan buah naga yang disisakan suaminya, Yang berada disana pun hanya bisa tertawa dengan tingkah keduanya.


" Del lo tambah cantik kenakan hijab kenapa gak dari kemarin gue jadi...."


Dela memang dalam pose lupa hal-hal penting sejak mengandung, entah apa yang terjadi, bahkan ia minta agar disisakan hanya buah naga aja bisa lupa.


" Mas... Bastian ngomong apa sih?, tapi kalau cantik kan dari dulu mas aja yang gak nyadari." bisik Dela.


//Hem memang dah kalau orang salah harus terima _Reynal.//


Reynal terima apa aja kekurangannya di mata istrinya ia tak perduli dengan Ucapan tajam istrinya, seenggaknya ia bisa bersama Dela selamanya.


Khawatir Dela dalam bahaya, itu yang Reynal tunjuki oleh semua orang walau Dela tak menyadari itu, Reynal sudah kerahkan beberapa teman atau lebih tepat anak buahnya ke beberapa titik untuk menjaga Dela.


Sejujurnya ia belum seratus persen percaya dengan Bastian saudaranya yang sempat gila akan Dela bahkan berani mencelakai Dela ataupun orang lain.


Yang nyatanya Bastian memang sudah berubah, bahkan sikapnya yang tiba-tiba dingin.


" Mas..."


" Hem..."


" Ayo buruan Lala sudah sangat menginginkan."


Dengan segera Reynal menelan dan mengunyah beberapa buah yang ada dipiring Dela.


Mata Dela berbinar saat Reynal menyisahkan Buah naga merah dan putih dengan gercep ia menyendokan kemulutnya,Beberapa mata melihatnya tersenyum melihat tingkahnya.


"Dedel..."


" Iya yang...,"


" Gimana enak?"


" Iya enak,yang"


" Syukurlah,Kamu sehat-sehat kan Del" ucap Eyang yang menatapnya.


" Iya yang" ucap Dela adanya, yang buat sang Eyang bernafas lega.


Kata-kata kecil dari eyang pun membuat Dela merasa bahagia," perhatian kecil Eyang buat sejuk dihati ya kan sayang" usap Dela keperut ratanya.


" Tuck!" habis mikirin apa" ucap Reynal menoleh ke Dela yang masih dalam pangkuannya.


" Gak ada mas, kilahnya."


" Yakin??"


" Iya" ucap Dela yang masih ngunyah salad dimulutnya.


" Awas lo ambil istri gue" ancamnya.


" Gue akan ambil dia saat lo buat dia nangis" ucap Bastian jengah walau kenyataanya melupakan Dela sulit ia lakukan, menghindar itu lebih dari segalahnya, setelah ini Bastian akan urus keberangkatanya ke negara Kangguru mungkin disana ia dapat melupakan Dela yang menurutnya sempurna.


Rayhan telah menyapa tamunya, satu persatu, ia begitu bahagia bersanding dengan orang yang ia cintai.


🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃


Bersambung


.


.

__ADS_1


Salam hangat


Tata & Lala


__ADS_2