Cinta Senior Galak

Cinta Senior Galak
Eps - 33 Karena Wanita#


__ADS_3

Dela sudah bersama ke empat sahabatnya, dan sudah berada di kelas, bersiap menjadi siswa /i yang tertib mengikuti pelajaran.


Pelajaran Bahasa Inggris dimulai, Dela dan temannya mengikutinya dengan kecuali Mira yang malas-malasan mengikutinya.


" Ih males bingit gue, ikuti pelajaran yang bosankan ini" ucap Mira.


" Ye...ini penting Beb " kata Rani.


" Tapi.. gue malas mikir translite artinya" Ucap Mira sambil mencoret-coret bukunya.


" Mira..Rani suaranya" Tegur Pak Aan sebagai guru mapel Bahasa Inggris.


" Iya pak, Maaf " ucap Rani.


Pelajaran kemudian diterusakan oleh guru bidang study, Rani melihat sahabatnya tersenyum geli, karena bibirnya ia manyunkan.


" Baiklah karena bel sudah berbunyi bapak tutup pelajaran hari ini" ucap pak Aan.


" Baik pak" ucap mereka serentak.dan guru mapel pun keluar kelas.


" Akhirnya, habis juga jam pelajaran ini yang buat otak gue sengklek" ucap Mira dengan senyun sumringahnya, Rani dan Dela tertawa mendengarkan clotehan sahabatnya itu.


" Nanti ke perpus yuk, cari buku untuk belajar kelompok?" ucap Aldo


" Boleh" kata Dela.


" DN cafe ya" kata Mira.


" Jangan " kata Dela.


" Kenapa?" tanya Samir


" Itukan tempat kak Da-ren yang ada gue,gak jadi belajar" kata Dela lirih .


" Tapi kan kita biasanya juga disana Bebeb Dedel" kata Samir.


" Iya Del, lagian tu kafe kaya rumah kita, masa iya pindah tempat" tambah Mira.


" Bukan gitu, kalau dulu gue belum kenal kak Daren, jadi bisa belajar tapi-,"ucap Dela yang sengaja digantung.


" Sebenernya gue setuju dengan Dedel, dirumah gue aja, gimana, lagian dirumah ada mini perpus tu dekat ruang kerja Bokap" ucap Aldo yang mengerti dan paham maksud Dela.


" Lagian pasti seneng Mami gue ada kalian disana." kata Aldo lagi.


" Nah kalau gitu gue setuju, gak repot keluaΕ•in duit, Mami pasti keluarin makanan yang enak-enak tu " kata Rani yang setuju usulan Aldo.


" Oke setuju, kita nanti dirumah Aldo aja" kata Dela yang sudah merangkul bahu Aldo.


Setelah guru bidang study masuk, mereka kembali ke kursinya masing- masing.


Pelajaran demi pelajaran usai hingga bel istirahat, seperti kesepakatan tadi mereka pergi ke perpustakaan untuk meminjam buku untuk tambahan mereka belajar nanti.


Di perjalanan menuju perpustakaan ada beberapa siswa, yang melihat Dela serasa mimisan, tapi Dela begitu cuek dan hanya bercanda bersama empat sahabatnya.


" Apaan si mereka, risih tau walau yang mereka lihat itu Dela, ratunya Sekolah tapi, kita itu ikut risih melihatnya." gerutu Mira.


" Sudah biasa aja oke Markonah" kata Dela dengan gaya santainya.


" Oke Jaenab" kaya Mira yang masih dengan wajah yang ditekuk.


Sesampainya di perpustakaan mereka mulai mencari buku yang akan mereka pelajari nanti.


Tak sengaja, Dela melihat seorang gadis duduk dipojokan dengan keadaan menanggis, Dela merasa iba dan berjalan ke arah gadis itu.


" Hai Dek, lo nggak papa" sapa Dela dan mengeluarkan tisu untuknya, yang kebetulan sisa ia pagi tadi saat sedang menangisi nasibnya.


" Gak papa kok kak, hanya terbawa suasana aja?" kaya gadis itu yang tak lain adalah adik kelasnya.


" Kamu yakin..?"


" Yakin, tapi-," kata gadis itu.


" Tapi kenapa?" tanya Dela dengan mengerutkan keningnya.


" Kak Reynal ternyata sudah miliki pacar, lebih cantik dari gue, dan sepertinya kak Rey menyayanginya, gue sangat menyayanginya kak" kata gadis itu dan itu membuat Dela geli karena kejujuran adik kelasnya.

__ADS_1


" Sabar ya dek, berarti dia bukan jodoh kamu" kata Dela yang mengusap punggung gadis itu, lalu pamit untuk menyusul sahabatnya.


" Kenapa tu bocah?" tanya Samir dengan menujuk dengan dagu.


"Patah hati sama senior galak" kata Dela yang dianggukin oleh mereka.


" Memang tu senior galak buat Baper semua kaum hawa, sampai gue gak kebagian" ucap Samir


" Ngapain cari yang lain kalau yang Dekat aja ada" Kata Aldo yang menyenggol lengan Samir.


" Wah kuda kelinci sudah berani terang-terangan nih" kata Aldo yang sengaja menyindir Dela namun pura-pura membaca.


" Yah namanya kuda larinya lebih cepat dari kelinci yang kecil, jadi sengaja tebar pesonanya, tapi sorry bos kelinci sudah terkunci hatinya Dengan pemiliknya"


ucap Dela.


Namun ketiga temannya hanya mengerutkan arah pembicaraan Dela juga Aldo.


Usai dapat bahan yang mereka cari untuk belajar nanti mereka keluar perpustakaan tentunya setelah pinjam buku.


Reynal memang sedang ditaman belakang karena kedatangan Fia yang tiba-tiba datang menemuinya.


Reynal juga tidak bisa berbuat apa-apa,


namun Reynal meminta, Reno agar mereka menemuinya di taman belakang sekolah, karena ia tak ingin berdua saja atau tak ingin Dela salah paham lagi.


Kalau dipikir, Dela-nya tak perdulikan dengan urusan pribadi Reynal, Tapi Reynal lah yang ingin membatasi jarak kepada Fia atau gadis lainnya.


" Rey... , Doi lo makin nyam_nyam aja" kata Kevin.


" Ingat hargai wanita, lupa?" ucap David.


" Iya Maaf- "


" Sekalipun lo ribut sama wanita lo harus mengalah men"


" Termasuk anak yang suka kena hukum itu?"


" Yoi-,"


" Bagai manapun dia wanita ,walaupun ia sering dihukum karena melanggar peraturan sekolah sekalipun"


Reynal mengepal tangannya keras-keras, menahan emosinya.


// Masya allah , sahabat gue aja bisa besikap dewasa menghargai seorang wanita, sementara gue_Reynal//


Reynal tak menyadari, jika Reynal berjalan menuju kelima Siswa/i yang sedang berjalan sambil bergurau, meninggalkan Fia sendiri bersama sahabatnya.


" Eh..Eh tunggu deh, kak Rey menuju kemari tu" ucap Mira mereka menoleh, melemparkan senyumnya walau segaris, tapi tidak dengan Dela yang membuang tatapannya dengan cuek dan santai.


Reynal menangkap tangan Dela, dan membawanya pergi, Dela terkejut dengan tindakan Reynal melototkan matanya, dan menoleh ke Reynal.


" Apaan sih lo? "


" Gue mau lo nuruti mau gue" kata Reynal dingin.


Reynal Membawanya kemobil, Reynal lalu mendorong Dela masuk ke mobilnya, Reynal juga masuk ke mobilnya dan mengunci mobilnya.


" Kasar banget si jadi cowok" kata Dela kesel.


" Iya gue minta maaf kalau gue kasar, maaf kalau gue gak peka sama lo" kata Reynal mengusap rambut Dela, walau beberapa kali Dela menepis tangan Reynal.


Reynal smirikkan senyumnya, lalu membuka kalungnya, mengambil cincin punya Dela dan menarik lengan Dela lalu memasukan kejari Dela.


" Mau lo buang kemanapun gue akan mencarinya La, gue akan memungutnya" ucap Reynal tanpa mwnolehnya.


Dela hanya diam dan melototkan matanya, ke Reynal yang berhasil menyematkan cicin pertunangan mereka.


" Jangan lagi dibuang gue mohon, walau lo bersama Daren " ucap Reynal.


" Gue gak bisa egois Ta, Rasa yang gue punya saat ini hanya untuk dia, mengertilah" ucap Dela, Reynal tertunduk atas ucapan Dela barusan.


Tok...Tok!!


Terdengar ketukan dari kaca mobil disana sudah ada Fia yang sudah berdiri di pintu.

__ADS_1


" Dia sangat mencintai lo Ta, sayangi dia " kata Dela.


" Tapi-" kata Reynal yang tidak ingin lanjutkan ucapannya.


" Dia berani kehilangan nyawanya, karena sayang sama lo" ucapnya lagi dan membuka pintu yang sudah tak terkunci lagi.


Dela melihat ke Fia, lalu ia berlalu pergi tanpa sepatah kata untuk menyapanya.


" Ay..., kenapa lo tinggalin aku apa karena gadis kesayangan Bunda kamu" kata Fia setelah Reynal keluar.


" Jangan bicara seperti itu, ayo aku antar kemobilmu, sebentar lagi bell" ucapnya.


" Ay... aku tanya kenapa dia ada dimobil kamu Ay" kata Fia yang tiba- tiba mengeluarkan air matanya.


" Kamu jangan salah paham ya Ay, aku akan cerita sama kamu, tapi tidak sekarang, aku hanya ingin fokus dengan ujian ku sayang" kata Reynal dengan mengusap pipi Fia.


" Apa kamu berubah karena dia , apa karena dia gadis pilihan Bunda kamu?" tanya Fia


" Jangan salah paham dulu, ia dia gadisnya Bunda tapi ia juga sudah miliki kekasih dan aku-"


" Cukup, Aku sudah melihatnya" kata Fia yang langsung pergi kemobilnya, kemudian melajukan mobilnya meninggalkan Reynal, Reynal yang melihatnya hanya Diam diri di pintu mobilnya.


// Apa sih yang sebenarnya terjadi, mikir Rey jangan bodoh, lo hadapi mereka berdua_Reynal//


Reynal lalu pergi ke kelas setelah kepergian Fia, dan disana sudah ada sahabat-sahabatnya yang menunggunya.


Sementara Dela pergi ke ruang Uks dengan pejamkan matanya, ia malas masuk kelas. moodnya hilang seketika, hanya gara-gara ucapan Reynal tadi.


Aldo menghampiri Dela yang tengah pejamkan matanya, dengan menutup satu lengan tangannya.


" Del.., lu gak pa-pa, nih es jeruk dan satu candy untuk lo " kata Aldo yang sudah menarik tangan Dela, yang menutupi matanya.


" Thanks Ado ku sayang" ucapnya dengan sumringah.


" Lo harus tuntasin masalah lo dan Rey, juga Daren, Rey cerita ia mau masuk perwira, dan bengkel gue yang pegang" kata Aldo, yang sudah duduk dikursi dekat brankar.


" Yah sudah lo istirahat ge, gue tau lo gak Mood untuk belajar" kata Aldo dan dianggukin oleh Dela.


Aldo lalu kembali kekelas, sementara Dela meneruskan tidurnya, berharap mimpi indah.


Tak terasa Bel pulang berbunyi Siswa/i juga sudah berlompat ria, untuk segera cepat keluar kelas dan bergegas meninggalkan area sekolah, Begitupun dengan Dela Cs, kali ini mereka akan belajar bareng di rumah Aldo


Aldo pamit ke sahabatnya untuk jemput Dela di ruang Uks, karena memang waktunya pulang sekolah.


Dela mengangguk mengerti ia bangun daman digendong Aldo menuju mobilnya, untΓΉk pergi kerumah Aldo.


Aldo mengemudi dengan sigap, Sekarang mereka sudah berada dirumah Aldo , dan akan belajar bersama, setelah tadi mencari buku yang mereka cari, dan akan belajar bersama.


🌿🌿🌿🌿🌿🌿


Reynal sedang berada diruang Kepala Sekolah, bersama Reno, Reynal menyerahkan surat pengunduran diri sebagai osis serta atributnya, dan akan digantikan oleh Reno karena sebagai wakil.


" Ada apa kamu menyerahkan ini semua?" tanya Kepala Sekolah.


" Saya sudah tidak pantas pak" ucapnya menunduk.


" Apa tidak kamu fikirkan lagi?" kata Kepala Sekolah, dan Reynal menggelengkan kepalanya lalu permisi pergi.


//Aku sudah lelah, mungkin ini jadi langkah awal yang baik , Ada perjuangan pasti ada pengorbanan_Reynal //


" Rey... tunggu," panggil Reno.


" Apa lo yakin dengan ini semua?" Tanya Reno lagi.


" Gue yakin." kata Reynal dengan menepuk bahu Reno.


" Semoga pengorbanan lo ada hasilnya, karena gak ada perjuangan gak ada pengorbanan, Kejarlah kalau perlu lo kejar bro" ucap Reno pasrah.


" Thanks.. gue duluan" kata Reynal dan dianggukin oleh Reno, Reynal nekat mengundurkan diri dari osis, demi Dela.


πŸƒπŸƒπŸƒπŸƒπŸƒπŸƒπŸƒπŸƒπŸƒπŸƒπŸƒπŸƒπŸƒπŸƒπŸƒ


.


.

__ADS_1


.


bersambung


__ADS_2