Cinta Senior Galak

Cinta Senior Galak
Eps -51 Rumah Sakit#


__ADS_3

Reynal mengusap pipi Dela yang tampak memar, Reynal hanya bisa menangisi penyesalan, Reynal lupa bahwa tujuannya kemari adalah untuk pertemukan Dela dan juga Daren.


Melihat kondisi Dela, Reynal tidak bisa buat apa-apa, bahkan ia tak ingin meninggalkan Dela, Bunda yang melihat keadaan putranya mendekat.


" Rey-, " Panggil Bunda


" Bunda" Jawabnya dengan menoleh ke Bunda.


" Iya Rey, makan yuk Bunda temani, sedari tadi kamu belum makan, hari sudah malam" ucap Bunda tang melihat Reynal duduk di kursi dekat Ranjang/brankar Dela.


" Iya sayang makan dulu geh, nanti kamu sakit, siapa yang jaga Dedel" Bujuk Mama


" Rey gak lampar" Ucapnya singat dan tidak menolehkan wajahnya ke Mama ataupun Bunda.


" Rey.. ayo Bunda temani." ucap Bunda lagi


" Gak Bun, ma, Rey belum lapar" jawabnya lagi dengan gelengan kepala.


" Aldo gimana?" tanya Reynal yang mengingat Aldo juga dirawat.


" Aldo sudah baikan sayang" ucap Bunda dengan mengusap kepala putranya.


Diruangan lain Aldo dijenguk oleh calon mama mertuanya, hanya saja mereka tidak kabari Sarah yang sudah masuk Asrama,Maminya melihat Aldo prihatin,huntunglah Aldo baik-baik aja.


" Mom, gimana keadaan Dela?" tanya Aldo ke orang tua Sarah.


" Belum ada perkembangan sayang, kata Dokter yang menangani Dela, Berdoa aja agar Dela segera sadar" jelas Momy Orang tua Sarah.


" Aldo boleh liat keadaannya?" tanya Aldo yang minta bantu duduk.


"Iya sayang" ucap sang momy yang mencium pucuk kepala sang putra.


Mami memanggil perawat untuk membantu Aldo ke kursi roda tapi, Aldo menolaknya ia merasa masih kuat dan ingin berjalan menuju ruangan Dela.


" Aldo bisa sendiri mam" ucap Aldo yang berjalan pelan menuju ICU, Mami-nya mengikuti Aldo dari belakang.


"Dedel-" panggil Aldo yang sudah mendekat Brankar Dela dengan susah payah.


" Maafin gue ya, lo jadi gini, harusnya lu bertemu dengan _," ucapnya terhenti saat usap kepala Dela, Aldo teringat akan Daren yang juga berada dirumah sakit yang sama.


" Rey-, dimana ruangan Daren, ayo bawa kemari Rey, Dedel butuh dia" ucap Aldo yang usap matanya.


" Daren-, astagfirullah, gue lupa, gue akan menemuinya" ucap Reynal yang sudah berdiri.


" Gue titip kelinci gue Do" ucap Reynal dan dianggukin oleh Aldo.


Reynal menemui Daren dan akan menceritakan keadaan Dela yang sebenarnya berharap Daren mengerti.


Sementara ketiga temannya baru mengetahui setelah melihat Chat dari Aldo yang ngabari bahwa mereka berada dirumah sakit, betapa terkejutnya mereka dan bermaksud ingin menjenguk Dela juga Aldo.


" Del... bagun Del, Gue gak ingin kamu kenapa-kenapa, gue yakin lo kuat" ucap Aldo yang mengusap kepala Dela,


" Del..., Daren ada disini, Lo gak mau ketemu dengan dia?" ucap Aldo yang masih mengusap kepala Dela, tetapi Dela masih saja pejamkan mata.


" Cepat bangun Del-,"bisik Aldo yang menggenggam tangan sahabatnya itu.


Cklek


" Sayang, kamu istirahat dulu ya, kamu kan belum pulih sayang, Mama gak mau kamu sakit sayang, Mama gak mau dua anak mama kenapa-kenapa sayang" Ucap sang Mama.


" Iya sayang, yang dikatakan Mama kamu benar , sebaiknya kamu balik ke kamar, yang diperlukan Dedel sekarang doa dari kita, sayang" ucap Mami.


Aldo dengan berat hati menuruti kemauan Mama juga Maminya yang memintanya kembali.

__ADS_1


πŸ‡πŸ‡πŸ‡πŸ‡πŸ‡πŸ‡πŸ‡πŸ‡πŸ‡πŸ‡πŸ‡πŸ‡


Ketiga sahabat Dela Rani, Mira dan Samir sudah berada di ruangan Dela, berharap Dela dapat bangun dengan kefatangan mereka.


" Del_, kita percaya lo kuat, cepat buka mata ya Del, kita kangen lo nih" ucap Mira.


" Del-, kita marah nih, karena lo gak mau buka mata, cafe sepi ntar gak ada lo" tambah Samir.


Platak... !!


" Aww, sakit Mir" ucap Samir yang mengusap-usap kepalanya yang sakit karena jitakan dari Mira.


" Lu si ada-ada aja ngomongnya gitu" kesel Mira.


" Maaf gue kan bercanda Mir, biar Dela cepat sadar" ucap Samir yang ikut kesal karena jitakan dari Mira.


" Sudah kita keruangan Aldo yuk" ucap Rani yang tak ingin melihat dua sahabatnya ribut diruangan Dela.


" Beb-, lo cepat bangun, rugi lo lama bangun, oh iya gue tadi sengaja ambil hewan peliaran lo nih, kunang-kunang, gue letakin di nakas ya, cepat bangun kita balapan lagi" Bisik Rani yang sedikit menekankan di akhir kalimatnya,Rani pergi dengan menitikan air matanya lalu menghapusnya dan mereka bertiga berpelukan sebelum akhirnya mereka pergi ke ruangan Aldo.


Tak lama Reynal kembali, dengan wajah lesu serta frustasi, tapi ia harus tetap semangat semua demi Dela, Entah apa yang Reynal bicarakan ke seorang yang berada di lain ruangan itu ia kembali dengan tatapan sayu ke Dela.


Papa Duta melihat Reynal dari kejauhan yang memijit pelipisnya, dan terlihat ia frustasi.


" Makan dulu Rey" ucap Papa.


" Rey gak lapar, Rey mau nemui Lala Pa" ucap Reynal yang masuk kembali ke ruangan yang hanya bisa di jenguk 2-3 orang saja.


Papa yang melihat Reynal hanya gelengkan kepala, lalu duduk dikursi yang disediakan oleh rumah sakit untuk menunggu pasien yang sakit, Reynal membuka knop puntu lalu duduk disamping Dela menatap wajah Dela lekat serta alat medis yang masih terpasang ditubuh Dela.


🐎🐎🐎🐎🐎🐎🐎🐎🐎🐎🐎🐎🐎🐎🐎


Samir, Rani dan Mira sudah berada diruangan Aldo, Mereka membawa beberapa buah tangan dan makanan martabak spesial, Mereka berencana malam ini untuk tidur di rumah sakit, karena gak ingin Aldo merasa sendiri dan bosen berada diruangan yang berbau obat itu.


" Do.., Menurut lo apa ada unsur kesengajaan gitu atau sabotase atas kecelakaan lo " kata Rani menyelidik.


" Sudah, tenang saja kan ini sudah diserahkan ke polusi , jadi kita tinggal tunggu aja"


" Po-li-si Sam" teriak Rani dan Mira, Aldo dan Samir menutup kuping mereka, atas teriakan Kedua gadis itu.


" Teriakan kalian ganggu gendang telinga Beb" ucap Samir.


" Maaf-" ucap mereka bareng dengan unjuk gigi pepsodentnya.


" Udah kita tidur sini aja"


" Besok pagi sekolah gimana?"


" Jangan hawatir mereka besok, gue yang antar pulang"


" Ya sudah kalau gitu" ucap Aldo yang memamerkan gigi ginsulnya.


Mereka begitu girang mendengar jawaban Aldo, orang tua Aldo diminta pulang, karena malam ini Aldo akan ditemani oleh tiga sahabatnya.


Aldo sedikit terhibur, dengan kedatangan tiga sahabatnya, Sarah memang sengaja tidak diberitahu karena akan mengganggu belajar Sarah di asrama, tapi kedua orang tua Sarah sudah datang menemui Aldo.


Aldo kadang tersenyum melihat tiga sahabatnya yang lucu dan kocak apalagi Mira dan Samir yang nambah kekocakan mereka semakin seru hingga waktu hampir larut.


Tengah Malam, Rani keluar dan melihat keadaan Dela, karena sulit untuk tidur lagi, memutuskan untuk liatin Dela keruangan Rawat intensive.


Rani dari jauhan melihat sosok yang ia kenal, dan gak asing untuknya, ia berjalan lebih cepat menyusul sosok yang ia lihat sebagai sosok yang ia kenal, tapi langkahnya terhenti saat melihat Samir memanggilnya.


" Beb.. lo cari siapa kok seperti buru-buru?" tanya Samir.

__ADS_1


" Emm- , tadi ada sosok laki-laki yang sepertinya gue ngenalinya" ucap Rani menjelaskan.


" Udah yuk balik lagi ,sudah malam" kata Samir yang menggandeng tangan Rani.


Rani gak jadi keruangan Dela karena Samir memintanya balik ke kamar Aldo dan memintanya untuk tidur.


πŸ‡πŸ‡πŸ‡πŸ‡πŸ‡πŸ‡πŸ‡πŸ‡πŸ‡πŸ‡πŸ‡πŸ‡πŸ‡πŸ‡πŸ‡


Pagi hari Samir bangun segera kekamar mandi dan bersihan diri lalu membangunkan kedua sahabatnya yang masih terlelap tidur, karena sudah subuh, Mereka sholat berjemaah di ruangan itu, Begitu pula dengan Aldo, yang ikut berjemaah, Samir lah yang imamnya.


Usai sholat, mereka menunggu sampai Mami sampai disana, terdengr pintu terbuka, mereka melihat kedua orang tua Aldo yang datang.


" Mami" panggil Aldo.


"Gimana sayang " tanya Mami yang menanyakan keadaan Aldo.


"Sudah enakan Mam" ucap aldo yang mengerti pertanyaan sang Mami.


"Syukurlah" ucap mami yang mengecup kepala Aldo.


" Anak-anak nih tante bawakan kalian bekal, dimakan geh habis itu boleh berangkat sekolah.


" Iih tante jadi repotin, tapi makasih lho tan" ucap Mira ke mami Aldo.


" Iya sama-sama sayang" jawab Mami


Mereka makan tapi tak begitu semangat mengingat keadaan Dela yang masih belum ada perkembangan.


"Kita nanti mampir keruangn Dedel dulu ya sebelum berangkat sekolah " ucap Rani kepada dua sahabatnya.


" Bila perlu Entar malam kita tidur sini lagi" tambah Mira.


" Gak perlu Beb, kalian kesini siang aja ya sepulang sekolah, malam gak perlu" ucap Aldo yang menolaknya.


" Tapi-"


" Bener kata Aldo nak, kalian kan harus sekolah, tante ntar gak enak sama orang tua kalian" ucap Mami Aldo.


" Baiklah tan" ucap Mereka barengan yang sedikit kecewa lalu melanjutkan makannya.


Usai sarapan mereka menuju ruang rawat Dela, Disaat mereka membuka knop pintu terlihat Dela lagi di lap oleh Reynal, itu membuat mereka terkejut dan menutup mulut mereka karena terbuka, Mereka dengan reflek menutup kembali knop pintunya lalu meninggalkan ruangan itu dengan wajah yang masih tak percayanya.


" Kak Rey Gaes"


" Heem...kaya gak ada canggung-canggungnya"


" Ternyata-"


Mereka berasumsi sendiri, entah apa yang ada difikiran mereka semua hanya nerka-nerka berjalan hingga ke parkiran dan meninggalkan rumah sakit.


πŸƒπŸƒπŸƒπŸƒπŸƒπŸƒπŸƒπŸƒπŸƒπŸƒπŸƒπŸƒπŸƒπŸƒπŸƒ


.


.


Bersambung.


.


.


Hai kak tinggalin jejak semangatnya ya.

__ADS_1


salam hangat dari


Reynal & DelaπŸ‘«


__ADS_2