
Dela sudah diruangan Bk, dan seperti biasa, Dela dapat buku merah, Betapa kesalnya Dela ke Reynal yang sudah melaporkannya ke Bk,
" Dela.. apa kamu semalam main terlalu larut hingga kamu telat masuk Sekolah" tanya Guru BK.
" Iya Pak"
" Terus, apa kamu tidak dibangunkan oleh mama kamu, atau pasanfg alrm? " tanya Guru Bk
" Tidak, terserah deh, Bapak mau hukum saya apa, atau kirimkan surat panggilan orang tua sekalian juga nggak apa" ucap Dela pasrah.
" Kamu yakin?" tanya Guru Bk.
" Iya" ucapnya dengan malas.
" Sudahkan Pak, terus Bapak mau hukum saya juga setelah tadi, dapat hukuman dari senior galak itu " kata Dela.
Guru Bk itu menggelwng-gelengkan kepala sambil memijat pangkal hidungnya melihat tingkah Dela. " Yah sudah masuk sana" pinta guru Bk.
Guru Bk sudah tau yang dimaksud adalah Reynal, yang memang galak di para junior maupun Senior seangkatannya.
" Siap Pak" kata Dela dengan girangnya
Diluar masih ada Reynal yang menunggu Delakeluar, lalu Dela dengan cepat pergi tanpa hiraukannya, Dela kini sudah berada dikelas, Dela langsung mengikuti pelajaran hingga Bel istirahat.
Dikantin, Dela Cs sudah pesan lima mangkuk bakso dan air es teh.
" Beb...belajar bareng yuk dua minggu lagi ujian nih." kata Mira.
" Boleh tu" kata Rani.
" Gue mah terserah lu pada, gue ngikut aja" ujar Dela.
" Lo dihukum apa sama kak Rey?" tanya Mira.
" Dibawa ke Bk gue sama senior galak itu"
" Terus " tanya Rani.
" Dapat surat panggilan orang tualah" kata Dela enteng.
Aldo dan Samir telah datang dengan membawa bakso dan es tehnya Mereka langsung ambil bakso yang sudah diletakin dimeja.
" Eh tu kak Rey dengan siapa beb? " tanya Mira tiba-tiba, Yang kebetulan melihat Reynal, jalan bersama seorang gadis , mereka lalu menoleh ke arah Reynal.
" Kekasihnya" Ucap Aldo.
" Kok dia disini," kata Samir.
" Nemui pacarnya ." kata Aldo ketus.
Dela melihat sekilas, lalu beralih ke Bakso ia nikmati makannya yang ada dihadapannya.
" Hai-," tiba-tiba ada suara yang menyapa.
" Hai Kak Daren" kata Mira yang mwlihat kedatangan Daren
Deg... // Kak Daren-//
" Hai, boleh aku duduk disini?" tanya Daren.
" Silakan" kata Mereka bareng kecuali Dela yang menundukan kepalanya, karena gugup jantung pun masih merasa kencang ingin berlari.
" Kok kesini, katanya pulang sekolah" tanya Dela Ragu.
__ADS_1
" Gak kuat nahan kangen, jadi bel istirahat kesini" kata Daren sambil acak pucuk kepala Dela, Dela tersenyum berusaha masih bersikap biasa aja .
Kedatangan Daren membuat heboh sekolah, pasalnya Daren yang memang ramah juga tampan membuat kaum hawa terpesona apa lagi dengan senyumnya begitu manis terlihat dengan lesun pipitnya.hantasaja ia tak menghiraukan para kaum hawa yang berusaha mendekatinya.
Sementara para kaum Adam tidak rela kalau bidadari Sekolahnya didekati laki-laki lain, selain mereka, Ada pula yang berbisik serasi dan cocok tapi mereka sedikit tidak merelakan jika bidadari dimiliki orang lain.
Reynal yang mendengar bisik-bisikan dari teman-temannya, tanpa disadari ia mengepalkan tangannya dengan keras,
Sementara Fia yang tak lepas dari tangannya yang menggandeng Reynal tak mengetahui jika Reynal sedang menahan amarahnya.
" Rey..., jaga sikap lo " kata Kevin memberi peringatan karena Reynal sudah bermesraan dikantin, Reynal lalu melepaskan tangan Fia.
" Fi..., Sudah ku katakan kita tidak ada hubungan lagi, Lepaskanlah tanganmu di lengan tanganku." Ucapnya.
" Ay-, kok kamu berubah gini sih " ucapnya lirih.
" Fi... sudah ku katakan, lepaskan-, aku nggak ingin seorang yang sudah menjadi sebagian tanggung jawab ku lebih tersakiti " kata Reynal yanf masih kedengaran oleh Kevin dan yang lainnya.
Reynal berdiri meninggalkan kantin dan juga Fia, yang masih duduk disana,Reynal menuju ruang Osis yang berada di lantai atas, sementara Fia duduk termenung setelah pernyataan Reynal barusan.
// Apa seberharganya dia untuk kamu Rey, apa guna janji kamu Rey selama ini _Fia//
Tak terasa air matanya sudah membasahi pipinya, Fia mengusapnya dengan kasar dan beranjak dari duduknya meninggalkan kàntin.
" Beb lihat deh, Itu cewek yang barusan duduk, dengan ketos galak tadi, kok dia nanggis " kata Samir yang tidak sengaja
melihat gadis yang bersama Reynal pergi sambil menaggis.
" Marahan kali" kata Rani yang sudah melihat ke arah Fia"
Aldo yang menoleh kebelakang, hanya lihat punggungnya Fia yang sedikit berlari, Aldo lalu meninggikan bahunya, tanda juga tidak mengerti dengan gadis itu.
Daren juga Dela tidak pedulikan sahabatnya bicarakan apa, Daren masih setia mandangi Bidadari Sekolah yang tengah makan.
Deg..Deg.. Deg-!!!
//Oh my god , jangan lakuin ini tiba-tiba, jantung gue tidak bisa dikondisikan, rasa ingin lari_Dela// dengan sedikit bengong.
" Ma-makasih kak " kata Dela dengan menggaruk kepala yang tidak gatal, Daren tersenyum lalu menganggukin kepalanya.
" Besok libur kemana?, kalau mau gimana kbesok pagi kita haiking" kata Samir.
" Boleh juga" kata Rani.
" Oke di villa saya aja" kata Daren menyetujui.
" Setuju, tapi boleh ajak temen tidak? "
" Boleh, pacar pun boleh" kata Daren.
" Membuat Rani matanya berbinar-binar, gue ajak kak Alex boleh dong "
" Iya boleh Ran, saya ajak teman-teman saya juga biar rame dan seru" kata Daren.
" Del..., aku balik ke Sekolah dulu ya, belajar yang bener jadi anak pintar" kata Daren.
" Iya kak, thanks dan Bye sampai ketemu nanti" kata Dela, yang sedang menutupi rasa gugupnya.
Daren tersenyum, ia gemes melihat Dela yang masih meminum air jeruknya.
Daren pamit, sebelum pergi ia memberikan satu Lolipop untuknya.
" Satu aja, nanti sakit gigi" ucap Daren dengan senyuman tak lupa usap pucuk kepala Dela dengan lembut dengan penuh kasih sayang, Dela terdiam sejenak, lalu melempar senyum manisnya ke Daren.
__ADS_1
" Baper-," kata Mira yang tidak ia sadari menggenggam tangan Samir.
" Lepas Mir, gue bukan cowok lo" kata Samir dengan kesel, Mira yang menyadari lalu melepaskannya dengan kerucutkan bibirnya, itu pun membuat mereka tertawa.
Di ruangan Osis Reynal masih berada di dekat jendela mengarah ke lapangan Basket dan Futsal.
^Shitt -, kenapa gue begitu marah melihat Dela bersama kekasihnya, padahal disebelah gue ada Fia, orang yang selama ini buat gue bahagia, walau hubungan gue dengan dirinya sudah berakhir.^ gumannya.
^ Laki-laki itu memang tampan ramah ia juga bisa segalanya, Wajar kalau Dela menyukainya, tapi kenapa hati gue nyesek^ Gumannya.
Reno, David ,Kevin masuk keruang Osis, setelah mereka selesaikan makannya.
" Kenapa lo biarin pacar lo menanggis sendirian si bro?" tanya David yang tidak begitu mengerti urusannya.
" Iya.., lu jahat Rey, buat gue aja kalau lu sudah nggak mau" Tambah Kevin
Reynal hanya menatap mereka berdua bergantian, lalu pergi ke kelas, karena Bel sebentar lagi akan berbunyi.
Ketiga sahabat Reynal mengerutkan keningnya dengan menaikan kedua bahunya, yang tidak mengerti apa yang dilakukan Reynal, mereka lalu menyusul Reynal yang sudah lebih dulu turun dari ruangan Osis.
☘☘☘☘☘☘
Triiinggg..!!! Trriiiiiiiiingggg!!!!!!
Bel panjang telah berbunyi, para Siswa/i belarian keluar kelas. mereka langsung ke area parkir tempat dimana mereka meletakkan kendaraannya.
" Do... Ajak Sarah ge, gue kangen nih, sekalian jemput gue dirumah Bunda"
" Beres, lo jangan lupa izin sama Bunda" Kata Aldo.
" Iya-Iya Berisik lu" kata Dela sambil membuka pintu mobilnya.
Kabari kita-kita besok, kalau sudah mau on the way oke beb" kata Rani dan dianggukin oleh yang lainnya.
Mereka sudah duluan keluar, giliran Dela karena ada janji sama Daren ingin pulang bareng, Daren ternyata sudah berada diluar gerbang yang menunggunya.
Daren meminta Dela untuk naik mobilnya, dan Mobil Dela dibawa oleh sahabat Daren sendiri , Mereka hanya pulang bareng dan tidak sama sekali berniat untuk mampir ke kafe atau jalan.
" Semalam ke kafe?" tanya Daren dan membuat Dela mengangguk cepat.
" Lain kali telpon dulu" kata Daren mengusap kepala Dela.
//Astaga tuhan, kenapa sih kak Daren lakuin ini, meleleh nih hati gue, jantung gue ..oh no_Dela//
Daren semakin gemas lihat tingkah Dela, yang tidak menyangka seorang yang cantik juga cuek ternyata, Dela gadis yang gemesin.
🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃
.
.
Bersambung
.
.
.
tinggalkan jejaknya kk,
thank,
__ADS_1
Dela, Reynal