
" Lo lepas gak !!
" Lo sengaja ya !!
" Kalo iya emang kenapa, lo tunangan gue" ucap Reynal santai.
" Mana ada tunangan tapi jalannya dengan orang lain " ucap Dela yang berusaha melepaskan diri dari pelukan Rien juga Reynal yang tadi sengaja tangan Reynal memeluk Dela, tanpa Dela sadari.
Dela lari ke arah dekat sawah, duduk disebuah pondokan lalu menanggis,
Dela teringat lima tahun silam yang membuatnya sangat menyayat hatinya.
"Maaf apa kamu Dela?" tanya seorang laki- laki jangkung berkulit sedikit gelap mirip seperti Reynal.
Dela menoleh ke arah suara dan hanya menganggukan kepala.
" Boleh duduk disini?" tanyanya lagi, dan kembali dapat anggukan oleh Dela.
" Nih untuk kamu, " kata lelaki itu, memberikan setangkai mawar putih yang indah.
" Untuk apa?" tanyanya.
" Mawar putih konon ceritanya lambang, kesetiaan, maka dari itu banyak anak remaja seusia kita, memilih mawar putih untuk lambang kesetiaan.
" Gue lagi gak butuh ini" kata Dela.
" Ambillah untukmu, anggap aja, itu untuk mengingatmu akan kesetian,terhadap orang yang kamu cinta, atau orang yang sedang kamu nanti." ucap laki-laki yang kurang lebih sepantarannya.
" Kenapa harus gue?" tanya Dela heran
" Aku liat kamu sedang menanggis, itu membuat aku pedih melihatnya. Aku Bastian, Aku sepupu Rey" ucapnya.Dela mengangguk.
"Apa hubungan lo, gue bukan nangisi lo," ucap Dela.
" Kamu betul, karena aku memang bukan siapa- siapa, aku hanya tadi tidak sengaja aja liat kamu disini, aku tau kamu, kamu hanya milik Rey " ucapnya, Dela hanya diam memandang sawah yang luas disana.
" Apa boleh gue menanggis?" tanya Dela.
" Boleh, tidak ada yang melarang, setiap orang ada titik rapuhnya Dan lelah, termasuk laki-laki. hanya saja laki-laki masih bisa sembunyikan, kerapuhannya dihadapan orang lain, dan akan menanggis di tempat yang tepat" Jelasnya.
" Kenapa Lo lebih dewasa, ketimbang Rey kalau dilihat lo lebih muda dari Rey?" tanya Dela ingin tau.
" Dewasa itu gak bisa diukur dari umur, muda atau tuanya Del, tapi bagaimana kita menyikapinya" jawab Bastian.
Dela diam dan mencerna ucapan dari Bastian, " jadi menurut lo gue belum dewasa gitu?" tanyanya lembut.
" Gak, kamu sudah cukup dewasa, hanya kamu terlalu pintar menyembunyikan rasa sakit, yang selama ini kamu pendam, kenapa tidak kamu ceritakan saja ke kak Ray atau sahabat kamu satunya si Aldo". ucap Bastian.
" Tunggu - tunggu-, kenapa lo tau gue, kenapa lo tau masalah gue, jangan-jangan Lo-," ucap Dela terhenti.
" Jangan mikir yang aneh-aneh, aku hanya bisa melihat dan menebak aja dari kamu nanggis tadi , dan itu seperti tekanan, sedangkan kamu dan Rey-, ucap Bastian
" Fyuuh...-,"
" Entahlah Bas.., gue juga gak ngerti, gue sangat terluka, saat itu hingga kini, dan gue sudah memilih untuk melepaskannya-, hingga gue sudah memilih untuk menyayangi orang lain. gue berfikir untuk tidak menunggunya lagi" ucap Dela.
" Aku faham, siapa sih yang gak kecewa tunganannya pilih gadis lain-" ucap Bastian.
"Tunggu deh, kamu tau dari mana tentang gue dan sahabat gue Aldo, jangan lo bilang hanya tebakan lo" ucap Dela yang tiba - tiba bertanya ke Bastian.
Bastian tertawa." aku gak sengaja aja liat raut wajah kamu, dan semua terbaca jelas, maafin aku" ucapnya
" Sudah jangan nanggis lagi, cantiknya hilang nanti gimana, seorang bidadari surga Sekolah jadi jelek, karena hanya menanggis" ucap Bastian yang sedikit menghibur, Dela tersenyum .
" Thanks, kalau gue dikatakan bidadari" ucap Dela sedikit malu.
" Mau dengar tidak cerita macam-macam mawar serta makna dari setiap warna" kata Bastian dan dapat anggukan oleh Dela.
__ADS_1
Bastian menceritakan satu persatu, sambil godain Dela, yang sedang sedih, Bastian memang bisa baca fikiran orang, tapi bukan itu aja, Rayhan kakak Reynal pun pernah bercerita tentamg hubungan Dela dan Reynal.
Dari jauh Reynal yang sedari tadi mencarinya ternyata dia berada di dekat sawah dan taman mawar milik tantenya, dan disana pula ada Bastian sepupunya, yang sedang bercanda dengan Dela, melihat itu Reynal mengurungkan untuk mendekati Dela.
" Gue mencintai dia, Bas " ucap Dela tiba-tiba sambil memutar - mutar tangkai mawar, dan percuma juga aku pertahankan pertunangan ini, tidak ada gunanya, seperti mawar yang lo bilang mawar putih sebagai simbol kesetiaan, tapi itu hanya simbol, nyatanya tidak ada." jelas Dela.
Bastian faham yang dimksud dengan Dela, lalu ia mencoba untuk menghiburnya, gimana kalau besok kita cari ikan lalu kita bakar,
"Besok-, boleh-, " ucap Dela dengan senyum pesonanya. Bastian pun mengangguk dan naikkan dua jari jempolnya Lalu keduanya tersenyum renyah.
// Kasihan sekali kamu Dela, Rey memang buta, gadis secantik dan serapuh seperti Dela dibiarkan sendiri hingga ia menemukan cintanya,padahal lo orang yang beruntung _Bastian//
" Ayo aku antar kerumah Eyang" ucapnya ke Dela, sambil berjalan lebih dahulu dan Dela mengukutinya dari belakang.
Sesampainya dirumah Eyang, Dela langsung masuk bersama Bastian.
" Sayang , dari mana aja, Rey tadi cari kamu " kata Mama.
"Jalan-jalan aja ma, Dedel cari angin dan bertemu Bastian " jawab Dela sekenanya.
" Sudah Mil, jangan banyak di tanya, kasihan Dedel, ayo sayang makan , Bastian juga sini," ucap Bunda.
" Iya tante, jawab Bastian.
Mereka makan bersama malam ini, Reynal juga sudah berada di sana, ia lebih banyak diamnya sedari tadi.
Reynal , menyuapkan nasi ke mulutnya, sebenarnya ia kasihan dengan Dela yang saat ini dalam posisi membingungkan.
" Aku tau kamu menyesali perbuatan kamu, namun semua itu terlambat, karena ia telah mencintai orang lain, dan biarin ia menjalani kehidupannya, kalau kamu mencintainya. Saranku" kata Bastian lalu ia pamit kepada orang tua Reynal juga orang tua Dela tak lupa Eyang dan kak Rien.
" Del... ingat. besok aku jemput kamu, kata Bastian yang dibalas dengan senyuman Dela.
" Senyum lo , gue gak suka" kata Reynal lalu pamit untuk pergi kekamarnya lebih dulu.
" Suka gue" kata Dela sedikit teriak,
" Up to you " kata Dela yang juga meninggalkan mereka dan balik kekamar Rien.
Para orang tua hanya geleng-gelengkan kepalanya melihat kedua anaknya yang selalu bersikap dingin.
Reynal membuka ponselnya dan ngerjakan pekerjaannya, ^ Lebih gampang pecahin rumus kimia atau fisika ketimbang pecahin masalah gue^ gumannya.
Tak lama Aldo menelpon Reynal, Reynal langsung menerima telponnya, sementara Dela berada dikamar Rien dan sedang vidio call bersama Daren.
cklek !! bunyi pintu terbuka, Dela hanya menoleh dan balik ke kamera ponselnya.
" Siapa Bee" tanya Daren.
" Kak Rien Boo" jawabnya.
" Boleh kenalan tidak?" tanyanya sambil memainkan sebelah matanya.
" Emm..." Dela sambil mikir.
" Jangan cemburu gitu dong Bee," ucap Daren yang melihat Dela sedikit keberatan.
" Iya Boo..."
" Kak.. em Kak Daren ingin kenalan nih" kata Dela ke Rien.
"Boleh, tapi ada yang cemburu tidak?" tanya Rien. yang mendekati Dela dengan menggoda Dela, yang terlihat sedikit keberatan padahal Dela tau kalau kak Rien sudah bertunangan dan segera menikah.
" Boleh dong kak, masa iya Dedel cemburu sama kakak" ucapnya sambil memberikan ponselnya sementara Dela pamit keluar untuk mengmbil air minum.
Dela kembali dan masuk dengan segelas air minum, dan mendekati Kak Rien.
" Kak Rien..." panggil Dela yang menyenderkan kepalanya di pundak Rien.
__ADS_1
" Iya, Tata lagi kata Rien seolah sudah mengerti apa yang dimaksud dengan Dela.Dela Menggeleng sambil usap air matanya.
" Terus..." tanyanya.
" Dedel cemburu, liat kak Rien asik ngobrol bareng Daren" ucapnya lirih tapi masih terdengar oleh Daren yang membuat Daren tersenyum.
" Masyaallah Bee-, jadi dari tadi kamu cemburu." kata Daren yang mendapatkan gelengan kepala ,
" Jadi ,cemburu tidak nih, goda kak Rien yang dengan sengaja mencolek dagu Dela yang panjang.
" Tau ah.." ucapnya dan vidio callnya dimatikan sepihak, oleh Dela karena sebenarnya Dela sudah malu,bahkan pipinya telah memerah.
Rien semakin semangat menggodanya, yang terlihat Dela habis menanggis karena cemburu.
" Cie cie cemburu sampai mewek lagi" goda Rien yang melihat mata Dela yang sembab.
" La... lo nanggis, siapa yang sakiti lo-," kata Reynal yang tiba-tiba masuk tanpa ketuk Dela menoleh dan membuang wajahnya.
" Ketuk dulu dek, kalo mau masuk.-" ucap Rien yang melihat arah kepintu.
" Maaf kak Rien, Rey tadi panik" ucapnya dingin.
" Panik? "Tanya Rien balik nanya.
" Iya kak, Rey tadi panik " ucap Reynal mengulangi.
" Maksud Rey, pa-nik ka-rena-, sengaja dihentikan dan mendekat ke Dela.
" Karena-,?" tanya Rien yang masih mengerutkan keningnya yang masih belum mengerti maksud sang adik.
" Karena kelinci Rey menanggis" ucap Reynal dengan menatap Dela yang sudah mengalihkan wajahnya kearah lain sejak tadi.
Deg...
Tiba-tiba terasa kena dengan ucapan Reynal,
//Ngapain nih anak mendekat mengarah ke gue_Dela//
Dela tediam dan mematung,serasa berenti bernafas.
"Jangan macem-macem deh lo Ta.." ucap Dela.
" Iya kak, mulai sekarang Rey gak ingin liat Lala nangis atau disakiti, Lala milik Rey kak." ucapnya yang sudah mendekat Dela dengan tatapan begitu tajam, sementara Dela tak dapat berbuat apa-apa.
" Tapi Rey-, ucapannya terhenti.
🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃
.
.
.
Bersambung
.
.
.
Jangan lupa jejaknya say, like dan komentar ya. terima kasih.
Salam hangat 💙
Dela dan Reynal
__ADS_1