
Dela sudah siap dengan seragam Sekolah, Dela masih poleskan wajahnya dengan mekeup naturalnya, membuatnya tampak semakin mempesona.
" La-, baju gue " Pinta Reynal yang baru keluar dari kamar mandi.
" Apa sih-" ucapnya malas.
" Baju gue " Reynal mengulangi
" Ambil sendiri Ta, gue ribet nih " ucapnya tanpa menoleh ke Reynal.
" La lo mau gue hukum " Kata Reynal dengan santai.
" Gue sudah gak takut lagi, dengan lo senior galak, udah kebel gue, dihukum sama Lo " Balas Dela dengan santai pula.
" Yakin-" ucap Reynal.
" Yakin Ta, Ribet lo ambil sendiri kenapa, gue lagi beresi buku nih " ucapnya dengan nada keselnya.
" La pernah dengar gak, melawan suami Dosa ? " Tanya Reynal yang masih berdiri dengan melipat kedua tangannya didada.
" I..ya penah, tapi kan Lo liat gue lagi beresi buku " Ucap Dela lagi.
" La mau dapat pahala gak?, salah satunya siapkan kebutuhan suami Baju, makan-, tanya Reynal sembari menjelaskan.
" Stop-, iya gue kerjain, terus maksud Lo, telanjang dada depan gue apa?, sengaja, buat mata gue gak suci " ucap Dela yang berjalan ke lemari dan mengambilkan baju.
" Lo kan dah tau badan gue dari dulu, yang belum itu...-, Reynal mendekati Dela.
" Jaran gue " bisik Reynal ke telinga Dela dengan sedikit menunduk.
Dela mengeriyit, " Jaran apaan si " ucapnya yang bingung.
" Sudah lupain, lo belum waktunya tau, sekarang buruan siapin Seragamnya, apa mau gue ci-"
" Nih seragamnya" ucap Dela dengan nada kesalnya, namun itu membuat Reynal menyungingkan senyumnya.
" Itu baru istri soleha Tata " ucapnya dengan mengusap kepala Dela, dengan masih menyunggingkan senyumnya.
Reynal mengenakan seragam sekolah, sementara, Dela lanjutkan beresi buku yang mau dibawa, Dela turun lebih dulu makan sarapannya seperti biasa, Roti bakar isi sayuran dan daging, kali ini ada nuget jadi diganti pake nuget dan segelas susu coklat.
" Rey mana sayang" Tanya Bunda yang melihat Dela sudah berada dimeja makan.
" Masih dikamar, bentar lagi turun kok Bun " ucapnya dengan meneguk susunya. Bunda yang mendengar jawaban Dela hanya menganggukin kepala.
" Ayah, boleh gak Dedel bawa mobil sendiri, lagian bentar lagi, Tata pasti sibuk dengan les, tryout untuk siapkan ujian, boleh ya yah " ucap Dela memohon.
" Gak La, Tata gak izini Lala bawa mobil sendiri " ucap Reynal yang sudah berada dibelakangnya.
" Gak gitu tapi Lala , gak mau yang lain liat kita barengan, Lo juga kan sering pulang telat " ucapnya dengan mengembungkan pipinya.
" Lagian tadikan izinnya sama Ayah sama Bunda, bukan sama Tata " ucapnya lirih.
" Tapi Tata suami Lala, jadi-" ucapannya terhenti saat ayah bicara.
" Sudah Rey, Gak apa kalau sekali-sekali, benar kata Dedel, bentar lagi kamu disibukan untuk hadapi ujian akhir sekolah, belum lagi kegiatan osis kamu nak " ucap Ayah, dan itu membuat Reynal kesel.
" Okey, gue izini-" ucapnya dengan memakan Sarapan Rotinya sedikit kasar.
" Terimakasih Yah" ucap Dela dengan girang, dan menjulurkan lidahnya ke Reynal.
" Tapi ingat, jangan ngebut bawanya " ucap Bunda mengingatkan.
" Siaap Bun " ucap Dela dengan pose hormat.
" Ayo La, Tata Entar telat " ajak Reynal.
" Sono lo duluan, gue mau minta antar pak Beben, Boleh kan Bun? " Jawab Dela seraya bertanya ke Bundanya.
" Boleh" ucap Bunda.
" Tapi kan Pak Beben sibuk La-" Ucap Reynal.
" Buuunn " ucap Dela memohon.
" Rey- " ucap Bunda yang mewakili permohonan Dela agar mengizinkannya.
" Iya-, iya, awas lo telat " ucapnya, yang kemudian berdiri mengambil tasnya, dan bersalaman ke kedua orang tuanya, sementara Dela mengangkat dua bahunya, bebarengan mencibir bibirnya.
__ADS_1
" Ayah antar gimana, bareng sama pak Beben juga " tawar Ayah, Dela begitu senang mendengarnya lalu memeluk sang Ayahnya tanpa sungkan.
" Makasih yah" ucap Re
Tak lama, Dela dan Ayah pamit pergi bareng, karena ayahnya ingin sesekali ngantar anak mantunya, sekalian berangkat ngantor, bunda tersenyum melihat Anak gadisnya, yang tak lain anak mantunya kini.
πππππππππ
// Mana tu anak belum sampai, huh dibilang bareng, masing keras kepala_Reynal//
Reynal memang lagi gusar menunggu istrinya yang tak kunjung datang, //kan gak lucu suami hukum istri sendiri_Reynal//
" Rey..., Gimana soal kegiatan kita " tanya David tiba-tiba yang sudah didekat Reynal membuat Reynal terbangun dengan lamunannya.
" Nanti deh kita bahas saat istirahat di ruang osis" ucap Reynal.
" Tu, bukannya sopir mobil Lo Rey " tanya David, " eh itu ada cewek bar-bar tu, kok bisa diantar sama sopir lo Rey," yang terlihat heran.
Dari kejauhan tampak Dela sedang melambaikan tangannya, lalu masuk ke gerbang Sekolah, Dela langsung berjalan dengan menarik tas ranselnya tanpa beban, Dela melewati Reynal dan David begitu aja.
Reynal bernafas lega, karena memang pergi bareng Ayah, kalau sempat bawa mobil sendiri, bisa main tancap gas aja, tanpa perduli keselamatannya, Reynal menyunggingkan senyumnya dalam diam tanpa diketahui oleh David.
Reynal lalu berjalan pergi untuk berkeliling, sebelum bel masuk, begitu juga David yang mengikutinya namun masih brrtanya-tanya.
" Woi..., Beb..., bawa mobil sendiri nih,
Iya soalnya, datangnya siang gak kaya kemarin" Sapa Samir.
" Diantar pak Beben gue, Do nanti antar Dedel kerumah mama ya, ambil mobil " Ucap Dela.
" Lo yakin sudah gak apa-apa? " tanya Rani.
" Iya, sudah enakan kok " Jawab Dela.
" Okey, kalo lo sudah enakan, ntar gue antar lo kerumah Mama " Ucap Aldo.
Tak lama Bel masuk berbunyi, siswa/i masuk ke kelasnya, masing-masing untuk ikuti pelajaran.
Sekitar tiga jam, mengikuti mata pelajaran yang membuat siswa seketika bosan, namun untungnya bel Istirahat sudah berbunyi.
Triiiinnnngggg!!!
" Ayo ke kantin, Ucap Samir.
" Bentar dong, mekeup gue beneri dulu Sam," Kata Mira.
" Betul , muke gue sudah kaya sampah nih" ucap Rani dan dianggukin oleh Dela.
Usai poles wajahnya, Mereka pergi ke kantin, dengan wajah cerahnya, Aldo dan Rani pesan makan, dan minumnya.
Tak lama Aldo dan Rani sudah datang sesuai pesanan, Dela pilih Soto, untuk menunya dan Sosis panggangnya.
Dela tau ada yang perhatiin tapi, bodo amat, ia lebih pilih cuek, karena itu hal biasa baginya.
Reynal cs baru datang dengan pesona tamvannya, duduk yang tak jauh dari Dela cs, kantin sedikit sepi, karena sebagian usai makan.
" Sejak kapan lo doyan sosis?:" ucap Aldo.
" Sejak dengan Daren " ucapnya santai dengan menggoyangkan mulutnya.
" Del liat Deh, ini kafe DN kan ?, disini dipasang mau ditutup" ucap Rani yang masih mainkan ponselnya, Dela yang melihat menitikan air matanya, ^ kafe milik Daren ingin ditutup.^ Ucapnya lirih.
Mereka berpelukan, untuk menguatkan Dela, " Lo tenang ya, nanti kita cari tau kenapa mau ditutup ya " ucap Rani yang menguatkan.
Aldo tau apa yang harus Aldo lakuin , Aldo chat Reynal mengenai ini, dan melihat Reynal sudah membuka pesan dari Aldo.
Reynal menoleh Aldo, Reynal pun paham.
πππππππππππππππ
Bel pulang sudah lima menit yang lalu, Dela dan yang lainnya masih berada dikelas, mereka lagi bercanda aja, Dela ikut tersenyum, yah dia coba menutupi kesedihannya, dan masih mencoba berdamai dengan dirinya.
" Lo jadi kerumah Mama" ucap Rani.
Dela menganggukin kepala seraya berkata, " Iya jadi "
" Ngumpul rumah Mama aja yuk, main ps atau apalah, kangen lo Beb," Ucap Samir.
__ADS_1
" Ide bagus tu " ucap Aldo yang dianggukin oleh mereka berempat.
" Cembilan, cepuluh jangan lupa " ucap Mira.
" Beres nanti kita mampir, ke market deh" ucap Rani dan dianggukin Dela.
" Del..., kirim pesan aja ke Rey, lo pulang bareng kita, biar gak khawatir " ucap Aldo yang lagi-lagi Dela mengangguk " Iya Do-" ucapnya.
Akhirnya mereka keluar kelas menuju parkiran, seperti biasa, Aldo bawa motornya, bareng Samir, sementara Mira Rani dan Dela pake mobil Rani.
Kudaπ
π©Gue suru mas Avin ngikuti Lo, hati-hati jangan ngebut.
π© Kalau masih ngebut gue hukum lo.
" Kak Rey, Beb? " Tanya Rani dan Dela mengangguk " Dia kirim orang untuk ikuti kita " ucapnya lirih dan menyimpan ponselnya.
" Gak apa Del, kak Rey hanya khawatir sama Lo " Ucap Mira sambil usap lengan Dela. Dela menoleh dan membalasnya dengan senyum kecutnya.
// Tapi gue risih_ Dela//
// Posesif banget jadi laki_Dela//
" Kak Rey, Aslinya posesif Beb" Ucap Mira menoleh ke kedua sahabatnya.
" Wajar Beb, Kejadian belakangan ini, buatnya jadi gini Beb" ucap Rani yang memang ngerti keadaannya.
Tak Terasa mereka sudah sampai rumah Mama setelah tadi berburu cemilan dan beberapa minuman, melihat Mama mereka berhambur peluk sang mama, Mama yang mendapat kejutan tersenyum bahagia.
" Mama.., Deedel kangen " ucap Dela
" Kita kangen juga" ucap mereka yang ikut peluk Mama
" Apalagi Mama sayang" Jawab Mama.
" Mulai deh drama" Ucap Samir dan Aldo
hanya tersenyum melihatnya dengan gelengan kepala.
" Rey mana sayang?" tanya mama
"Mungkin masih rapat osis atau ada tambahan pelajaran ma " Ucap Dela yang sebenarnya juga gak tau, Mama tersenyum paham.
'" Anak-anak Mama, ayo bantu mama siapkan makan siang" Ucap Mama yang dianggukin oleh mereka dengan senang hati.
Mereka makan siang, kemudian Aldo dan Samir main Ps, sedangkan Dela dan dua sahabatnya berada di kamar bercerita hingga sore dan mereka pun pulang kala Dela tertidur, Mereka enggan bangunkannya, karena kasihan jadi Mereka hanya pamit ke Mama.
Dela bangun dan mandi kemudian kebawah, karena Dua sahabatnya Rani dan Mira tidak ada dikamar, ia mengira sahabatnya ada dibawah.
Setiba dibawah tampak sosok laki-laki yang ia benci tapi telah menjadi suaminya, Reynal duduk ngobrol bareng kedua orang tuanya, sedangkan Dela mencari makan karena lapar.
Karena semua sahabatnya gak kelihatan, kemungkinan sudah pulang, lalu Dela ikut bergabung dengan dua orang tuanya serta Reynal suaminya dengan membawa susu dan cemilan kesukaannya.
" Lo ngpain disini? " tanya Dela.
" Gak papa, kenapa?" jawab Reynal seraya bertanya.
" Gak papa" ucapnya jutek.
Lalu Reynal mendekati Dela, " Jorok lo makan aja bisa berantakan" ucapnya sambil kecup pipinya kiri dan kanan.
Dan perlakuan Reynal nyaris membuat Dela kesal, namun Reynal abaikan toh sah-sah saja, karena Dela istrinya.
πππππππππππππππ
.
.
Bersambung
.
.
Jangan lupa jejak kalian
__ADS_1
Salam hangat
Reynal & Delazπ«π«