
Masih ditempat yang sama, mereka masih berada di rumah Aldo, Reynal melanjutkan makannya, dengan piring yang ada ditangannya yang tak lain dari Dela, Reynal menyendokkan nasi beserta lauk yang ia ambil dimeja.
Reynal saat itu hanya diam menahan emosi terlihat mata yang memerah, huntunglah Dela masuk kamar setidaknya ia merasa aman dan tak cemburu.
" Gue mau ngomong ke lo Bas" ucap Reynal lalu berjalan keluar.
" Iya" ucap Badtian yamengikuti langkah Reynal.
" Lo jahat" ucap Reynal yang mengarahkan wajahnya ke depan.
" Maaf" ucap Bastian.
" Kenapa harus dia?" ucap Reynal yang masih menghadap lurus kedepan.
" Cinta itu buta juga tuli Rey, gue hanya mau dia, hanya dia Rey" ucap Bastian
" Tapi lo tau dia istri gue, milik gue"ucap Reynal yang menatap Bastian dengan tajam.
" Sejak kapan?, gue tanya sejak kapan Rey, bahkan lo tidak perduli dengannya, lo hanya bisa sakiti dia, apa salah gue cinta dia?" ucap Bastian.
" Salah karna dia milik gue" ucap Reynal menatap tajam mata Bastian.
Bastian menyunggingkan senyumnya dengan membalas tatapan Reynal " Ya milik lo tapi gue akan bahagiain dia, gue yang akan hapus air matanya dari lo, gue akan ambil dia dari lo" ucap Bastian yang kemudian meninggalkan Reynal sendiri, sementara Reynal hanya bisa berdiri diam hanya menahan amarahnya, menggeratkan genggaman tangannya.
^ Lo berengsek, dan tak akan gue biarkan Lo sentuh milik gue^ Gumamnya lalu ia ikut meninggalkan tempat itu dan melangkahkan kakinya kedalam untuk berkumpul bersama keluarga.
Reynal masuk dan melewati para orang tua yang asik ngobrol, entah apa yang mereka obrolin, yang pasti tak jauh-jauh dari masa muda mereka, Reynal yang melihat ketiganya sudah berada diluar rumah tepatnya di dekat kolam, mereka sedang kumpul dengan nyanyikan lagu diiringi oleh gitar yang dimainkan Aldo, Reynal lalu meneruskan langkahnya, menuju kamar dimana Dela berada.
Rayhan yang melihat adiknya hanya gelengkan kepalanya, lalu melanjutkan nyanyiannya.
Dikamar Reynal mengetuk pintu dan membukanya, ia melihat Dela yang tengah tertidur pulas, ia tersenyum lalu mengecupnya dan mengusapkan tangannya kepipi kanan Dela lalu naik keranjang dan menyenderkan badannya dengan bantal.
Reynal tak ingin mengganggu Dela yang terlelap, ia hanya memandanginya kemudian tersenyum Devil, dengan diam-diam ia aktifkan kamera lalu mengambil foto Dela yang menurutnya lucu.
// Terserah orang mau bilang gue bucin, gue gak perduli_Reynal//
Lalu Reynal memainkan ponselnya kembali entah apa yang ia lakukan, kemudian meletakkan ponselnya dinakas dengan hati gembira yang diiringi senyum sumringahnya yang tak terlihat oleh siapapun termasuk Dela.
// Aku bahagia bila bersamamu Lala kelinciku_Reynal//
Dela menggeliat dan melihat Reynal menatapnya, Reynal mengecupnya dan tersenyum.
" Sudah bagun, kita pulang aja yuk, besok aku ada kuliyah pagi, setelah itu makan siang aku akan ajak kamu ke toko baju kamu" ucap Reynal.Dela tersenyum dan memeluknya.
" Ayo kita pulang" ajak Reynal yang menyibak rambutnya.
" Apartemen" ucap Dela Reynal tersenyum dan menganggukin kepalanya lalu meminta Dela keluar kamar.
" Gendong" Dela manja
" Iya, ayo naik" pinta Reynal, Dela pun langsung naik punggung Reynal dan menyenderkan kepalanya dicuruk leher Reynal.
Mereka keluar kamar, dan menemui keluarga besar mereka yang ngobrolnya tak ada henti- hentinya, Reynal pamit terlebih dahulu kepada para orang tua yang mendadak menjadi gaul muda, asik dengan obrolan absurd nya.
" Mah , bun , mih, Rey Duluan Lala sudah ingin pulang" ucap Reynal yang sudah melanjutkan langkahnya.
Orang tua mereka menghentikan obrolan mereka, dan mengangguk serta mengusap dada, " Semoga yang kita liat seterusnya ya Bun" ucap sang Ayah ,
" Iya pasti yah"
__ADS_1
" Iya aku berharap demikian." mereka hampir barengan.
Reynal membuka kan pintu mobil untuk Dela dan menuruni Dela untuk masuk, kemudian ia buka pintu sebelah kemudinya, dan melajukannya.
Ketiga pemuda yang masih asik mainkan gitarnya, tak melihat Reynal dan Dela pulang, mereka hanya mendengar suara mobil milik Reynal melaju pergi.
" Gue haus , minum dulu deh" ucap Rayhan yang masuk kedalam dan dianggukin oleh mereka berdua.
Suasana canggung pun terasa mana kala Aldo sudah tau jika Bastian menyimpan rasa ke Dela.
" Gimana diluar Al, asik gak disana?" tanya Bastian memecahkan rasa sunyi diantara mereka berdua.
" Asik la Bas, apa lagi bareng cewek sendiri" ucapnya santai. " Lo gimana ?" tanya Aldo balik.
" Biasa aja Al, tanpa orang yang gue sayangi kaya lo" ucap Bastian lirih.
Aldo tersenyum pahit, ia tidak akan menyangka jika Bastian telah menaruh hati ke Dela, istri dari sepupunya sendiri " Gue paham, tapi tak seharusnya lo punya rasa itu, mengertilah itu rasa yang salah" ucap Aldo yang menepuk tangannya dibahu Bastian.
Bastian menganggukan kepalanya, " Gue mengerti, tapi gue gak bisa bohong dengan perasaan ku ini apalagì , liat dia menanggis setahun ini , hati gue seakan teriris dan hati gue ingin bawanya pergi jauh dari Rey?" jelas Bastian
" Jangan nekat deh, kalian bersaudara walau hanya sepupu?"
" Maaf, tapi aku akan perjuangkan cinta gue" ucap Bastian kekeh.
" Serah lo deh Bas, yang pasti gue sudah ingatin lo, jangan sampai lo dan Rey musuhan hanya karena Dedel, yang sudah jelas statusnya istri dia"
" Gue akan lakukan berbagai cara" ucapnya lurus.
" Lo gila, lo sama gilanya dengan Fia" ucap Aldo yang pergi gitu aja meninggalkan Bastian sendiri, ia merasa kesal dengan ucapan Bastian.
// Gak bisa gue diami ini, gue butuh seorang untuk menjaga mereka berdua_ Aldo//
Di halaman luas, Reynal memarkirkan mobilnya, ia tersenyum melihat Istrinya yang tidur pulas membuatnΓ½a gemes, lalu mengusapnya dengan lembut.
Dela terbangun, saat merasa ada benda yang menyentuhnya, membuka matanya lalu menoleh ke Reynal " Sudah sampai?" tanya Dela yang terdengar serak.
" Iya, ayo turun "
" Gak, mau disini aja "
" Udah ayo, Aku gendong lagi mau?"
Tawar Reynal.
Reynal dengan senang hati memanjakan Dela, yang ia rasa penebus dosa masa lalu,dengan menimbulkan rasa yang salah bersama Fia.
Dela lalu mengalungkan kedua tangannya dileher Reynal dan menyenderkan kepalanya dipunggung Reynal// Makasih mas_Dela// yang kemudian kembali mejamkan matanya.
// Iya La, ini kewajibanku,_Reynal// dengan lirih, tapi ntah kedengaran atau tidak oleh Dela.
Tak butuhkan waktu yang lama, ia dan Dela telah sampai di pintu,setelah membukanya Reynal mendudukan Dela di sofa dulu baru ia angkat ke ranjang tidur, ia pun pergi ke kamar mandi, mengambil kain dan membasahinya lalu ia tempelkan ke bagian yang sakit.
Ya ternyata lukanya belum pulih betul, hingga menimbulkan rasa nyeri di bagian petutnya, setelah membawa Dela ke ranjang Reynal langsung membuka bajΓΉ dan segera mencari kain untuk mengompres lukanya yang terasa nyeri.
Ya taΓ±pa Dela tau luka itu sangat menyakitkan, tetapi ia tak ingin menambah beban sang istri yang menurutnya banyak masalah dihudupnya.
//Aku gak akan membebani mu La, termasuk luka sayatan pisau ini,yang terkadang nyeri tiba-tiba, Aku tak ingin kamu hawatirin aku, aku mau kamu tersenyum tanpa air mata lagi, walau pun ada itu air mata kebahagianmu untukku_Reynal//
Reynal masih mengompres lukanya dengan memandangi Dela yang tertidur.
__ADS_1
//Gue akan kurung lo Kelinciku, maaf aku selalu buatmu kecewa tapi kali ini tidak, aku akan bereskan semua, yang membuat lo sedih, rasa yang salah itu tidak akan ada lagi, aku benar- benar sangat mencintaimu, bukan dia_Reynal//
Dela menggeliat dan matanya terbuka di lihatnya Reynal sedang duduk disofa yang tak jauh dari ranjangnya, dengan menempelkan handuk diperutnya, Dela langsung bangun dan turun ia langsung hawatir dengan Reynal.
" Ta emh mm ...Mas kenapa?" tanya Dela yang langsung mengambil kain yang menempel diperut Reynal, Reynal sontak terkejut yang melihat Dela sudah berada disampingnya
" Ah gak papa La, hanya mengepelnya, kamu kok bangun?" tanya Reynal santai.
" Gak... gak tau"
" Yah sudah kita tidur lagi ayo" Ajak Reynal yang tak ingin istrinya banyak tanya tentang luka sayatan yang dia miliki.
" Tapi??" tanya Dela yang ingin bertanya lagi
" Kuda Lala kuat, kuda Lala baik-baik aja, ayo tidur, kalau gak aku makan habis ni malam" Ucap Reynal, Dela terdiam dan berjalan yang digiring Reynal untuk kembali tidur.
Dela dan Reynal menaiki ranjang, Reynal menyelimuti Dela, dan begitu Reynal menarik selimutnya Reynal langsung memejamkan dua matanya, agar Dela mengikuti pejamkan matanya.
" Emm apa ada yang kamu sembunyikan dari Lala?" tanya Dela yang kemudian mendongakkan kepalanya.
" Gak, sudah ayo tidur, jangan mikir yang macam-macam aku gak suka" ucap Reynal yang mengusap pipi Dela dengan menyematkan senyumnya ke Dela.
Dela membalas senyuman Reynal, lalu memejamkan matanya, Reynal mengusap-usap kepalanya agar Dela tertidur.
πππππππππππππππ
Dirumah keluarga Darma, Rayhan berada di kamarnya, bersama Bastian sepupunya, mereka sudah pulang dari tiga puluh menit yang lalu.
" Bas... besok lo langsung pergi kekampus sendiri aja ya, gue mau langsung ke kantornya papa karena jarak dari rumah ke kantor lumayan jauh"
" Iya... gak apa kak, gue sendiri aja"
" Ayo tidur, sudah malam" ucap Rayhan yang sudah mengganti bajunya dengan baju piamanya dan langsung naik keranjangnya.
" Iya kak, duluan aja gue belum ngantuk" ucapnya yang masih di balkon kamarnya, memandang kota yang lama sekali tak ia kunjungi.
Bastian menghidupkan api dan membakar sebatang Rokok, menghisap dan mengepulkannya.
//Maafin gue saudara, tapi gue mencintai istrimu, gue sudah berusaha hilangkan rasa ini jauh-jauh tapi gue gak bisa, yang ada gue semakin menginginkannya_Bastian//
//Tapi jangan salahkan diri gue, itu semua salah lo, kenapa lo menyakitinya, kenapa lo jahat dengannya, kenapa lo abaikannya, gue tau rasa ini salah, tapi ini bukan mau gue, hati gue lah yang pilih dia_Bastian//
Bastian mengeluarkan uneg-unegnya yang selama ini ia tahan, ia merasa tak adil kenapa hatinya pilih istri dari sepupunya, yang menurutnya Reynal telah menyiakan bidadari yang cantik dan baik hati, dengan keceriaannya Dela dapat menyembunyikan hatinya di depan orang banyak,tapi Tidak dengan Bastian, Bastian tau jika Dela sangat sedih, kecewa namun ia tak bisa berbuat apa-apa, karena ia merasa takdir telah memilihkan Reynal untuk dirinya.
Tapi tidak untuk Bastian yang melihat Dela menderita akan sikap Reynal, hatinya mengiba dan tumbuhlah rasa yang salah itu ditengah-tengah kehidupan mereka.
Sementara Reynal tidak menyadari kesalahan yang ia perbuat, yang membuat Bastian geram dan nekat akan mengambil Dela dari Reynal.
Sudah dua batang Bastian habiskan rokoknya kemudian ia masuk dan bersihkan diri bersiap untuk ikuti Rayhan kedalam mimpi, berharap akan ada jalan keluar setelah ini.
Ia sempatkan memandangi foto Dela lewat ponselnya dan tersenyum licik// Gue yang akan membahagiankamu, gue yang akan membebaskan mu dari dia, laki-laki yang selama ini nyakiti lo_Bastian//.
Meletakkan ponselnya diatas nakas, lalu menarik selimutnya dan mematikan lampunya, Bastian ikut pejamkan matanya.
πππππππππππππππ
Hi semua... , jangan lupa like dan komentar ya, terima kasih dukungannya, maaf lama sekali aku tak up...
salam hangat β€
__ADS_1
Reynal dan Dela.π«