
Usai mereka dipanti, Reynal membawa Dela pulang, mereka akan bersihkan diri lalu akan pergi kerumah Aldo, Aldo memilih pulang lebih dulusetelah mandi dan mengganti baju milik Reynal tadi. ia sengaja biarkan pasangan pasutri itu, berada dikamarnya, memberi kesempatan mereka untuk bicaΕa Aldo yakin dari Panti tadi ada yang ingin mereka bicarakan meski Dela ingin bicara bertiga tapi Aldo kali ini membiarkan Dela ngomong sendiri ke Reynal baru dirinya.
Reynal yang sudah langsung bersihkan badannya kemudian langsung siapkan air hangat untuk Dela.
" La..., buruan mandi, nanti masuk angin"
" Iya..." ucapnya
" Bibirnya tolong dikondisikan" melihat Dela memanyunkan bibirnya.
" Tata"
BRAAK !!
Bunyi suara pintu dibanting, Reynal yang melihatnya hanya tersenyum sembari gelengkan kepalanya, melihat tingkah istrinya.
Reynal keluar lalu buatkan Geentea untuknya, duduk disofa dengan menyenderkan kepalanya,dan menatap langit-langit, lalu pejamkan matanya sejenak.
" Ta... ayo, sudah siap nih.."
" Tidur kok tidur?"
" Huh nyebalkan ucapnya" , lalu memukul Reynal dengan pelan, tapi Reynal lalu menangkap tangan Dela, lalu menarik dan memeluknya.
" Aku lelah sayang, biarkan seperti ini" ungkapnya.
" Ta..."
Cup " Mas" ucap Reynal yang sudah menyomot benda kenyal milik Dela yang berwarna pink.
" Iya maaf lupa, belum terbiasa"
" Kenapa"
" Mas ngerasa tidak ada yang aneh dengan Fia selama ini?" ucap Dela ragu-ragu.
Deg...
//Lala juga ngerasa ternyata?_ Reynal//
" Udah jangan difikirin, polisi mengawasi dirinya, dan jangan takut ada aku disini" ucap Reynal menenangkannya, walaupun ia sebenarnya juga merasakan hal yang gak beres menurutnya.
" Permintaan kamu, untuk minta dibuatkan Distro baju, sudah didapatkan lokasinya, kamu tinggal isi aja"
" Beneran, secepat ini?" ucap Dela yang menoleh wajahnya ke Reynal.
" Iya La Alhamdulillah " ucap Reynal.
" Makasih " ucapnya yang kemudian memeluk Reynal dengan Erat.
" Ayo Mas kita harus sudah sampe sebelum Bunda ataupun Mama datang"
" Subhanallah, Adem didengarnya"ucap Reynal mendengar ajakan sang istri yang menurutnya langka didengar, mereka oun berjalan mengarah parkiran.
Reynal mengeluarkan sebuah mobil, yang berada diparkiran lalu melajukannya menuju jalan raya ikut gabung dengan kendaraan lainnya.
Dalam perjalanan yang begitu terlihat ramai, mereka hanya diam berdiam diri, lebih tepatnya Dela yang diam tanpa suara, ada beberapa yang mengganjal seakan bertanya namun urung ia tanyakan.
" Kenapa?"
" Eh..em..."
" Kenapa, apa yang kamu fikirin hem" sembari mengusap pucuk kepala Dela.
" Gak..."
" Jangan bohong La, dan jangan tutupi, aku suami kamu, aku akan dengarkan apa yang kamu rasakan dan kamu fikirkan, ayo jawab"
__ADS_1
" Emm...Mas Tata, apa menginginkan baby?"tanya Dela Ragu.
Reynal kembali mengusap kepala Dela dan tersenyum, mendengar ucapan Dela yang tiba-tiba mengatakan hal ini, " kamu kenapa tiba-tiba tanya begitu ?"
" Aku... Em ... gak apa mas?"
" La...., Semua orang yang normal menginginkannya sayang, aku juga inginkan itu, tapi tidak untuk menyakitimu" ucap Reynal dengan santai.
" Apa kamu akan menyayanginya seperti kamu menyayangi anak-anak dipanti tadi?"
" Lebih dari itu sayang," ucapnya yang menatap tajam Dela, Dela mengangguk mengerti lalu kembali fokus ke jalan yang begitu terlihat ramai, begitu pula dengan Reynal.
Akhirnya mereka telah sampai dirumah Aldo yang jaraknya sekitar 25 menitan dari Apartemennya terlihat parkiran masih sepi, itu tandanya mereka belum datang, Dela dan Reynal masuk tak lupa dengan genggaman tangan Reynal yang begitu hangat dan manis.
" Assalamuslsikum...
" Waalaikumsalam...
" Mau nyebrang pak ,digandeng segala." ucap Aldo yang milihat sahabatnya datang bergandeng tangan.
" Berisik lo"
" Lo yang berisik Labil" cibir Aldo
" Sayang, sudah datang?" tanya seorang wanita yang sedang berjalan mengarah mereka.
" I..iya Mi..." Jawab Dela
" Ayo sayang bantu Mami, Alfin dengan kak Aldo ya, Mami mau siapkan makan malam untuk kita " ucap sang mami yang menyerahkan Alfin ke Aldo.
Aldo dan Reynal Asik bermain dengan Alfin sang adik sementara Dela dan Maminya segera menatanya dimeja, beberapa menu sudah disiapkan, semua itu sesuai kesukaannya masing-masing.
Sementara Aldo dan Reynal sudah berada dikamar Aldo, Aldo mengajak Reynal serta adiknya yang berumur 14 bulan ke kamar.
" Rey-, ni lo cek sendiri, pasti lo kecolongan, gue sengaja pulang untuk lo dan Dedel"
" Makasih, lo sahabat gue yang ngerti gue" balas Reynal yang menerima benda pipih dari Aldo.
" Maka dari itu Rey gue langsung kemari, untuk selesaikan masalah lo, gue gak ingin Dela terluka semakin lama, gue sudah curiga kalian setahun ini pura-pura baik bukan?" tanya Aldo yang menyelidik.
" Thanks Do, tapi ada satu masalah lagi"
" Masalah, masalah apalagi, bukannya masalah yang belum tuntas itu tinggal masalah mantan lo yang sedikit gila." ucapnya enteng tanpa difilter
" Gue serius, Bastian ternyata selama ini menyukai Dela, bahkan ia akan ambil Dedel dari gue."
" Astaga Rey, Bastian sepupu lo dekat rumah eyang?, kok bisa?," ucap Aldo yang merasa terkejut.
Reynal tersenyum dan menceritakan apa yang dilakukan Bastian ke Dela, walau tak terlihat namun dari kata-kata Bastian Reynal sangat paham.
Pluk...
" Aaww, " kaget Aldo melihat adeknya Alfin melemparkam mainamnya ke arah sang kakak.
" Adek kakak yang tampan kenapa?"
" Mimi...tutu."
" Apa sih yang dikatakan.?" keduanya bingung.
Cklek...
Suara pintu terbuka mereka menoleh ke pintu dan ternyata Dela " Ayo udah waktunya makan malam, tu Mama sama Bunda sudah datang" ucap Dela yang kemudian menggendong Alfin.
Alfin tersenyum gembira lalu tangannya mengarahkan ke pintu." Iya kita turun temui Mami, ada Mama juga Bunda okey" ucap Dela yang meninggalkan mereka berdua.
" Keliatannya sudah waktunya Rey..." melihat Dela seperti keibuan.
__ADS_1
" Udah ayo , kita temui orang tua kita sekali lagi makasih, nanti gue urus kasusnya."
" Hem...malu-malu... pake ngeles lo" goda Aldo
Mereka berduapun turun dan menemui ke enam orang tua tengah baya yang juga lagi asik ngobrol.
Betapa terkejutnya Reynal disana tampak seorang laki-laki berbadan tinggi tegap yang tak jauh dari dirinya, yang membuat resah, bukan itu saja ternyata ada seorang laki-laki yang ia rindui, ia menghentikan langkahnya lalu menatap seorang laki-laki itu, dengan tajam begitu sebaliknya yang menatap Reynal dengan tajam , mata merekalah yang bicara seakan perang baru saja dimulai.
" Udah liat-liatnya lo gak kangen gue dek" ucap Rayhan, kakak laki-laki Reynal, Reynal yang kemudian menoleh ke arah sumber suara, lalu tersenyum dan mendekat ke Rayhan yang duduk sebelahan dengan Ayah.
" Tentu gue rindui lo Lah kak" ucap Reynal yang memeluk kakaknya.
" Kak Rien gak ikut?, besok bareng Eyang dan Satria, Gue kesini ada kerjaan bareng papa, dan sekalian ajak Bastian" ucap Rayhan.
Reynal tersenyum kecut walau hatinya cemas, mengingat Bastian mengirim pesan beberapa kali.
" Udah kangen-kangennya nanti aja, sekarang ayo kita makan " ucap Mami yang datang mengambil Alfin digendongan Dela,
Mereka semua menuju meja makan, menikmati masakan Mami yang lama tak mereka cicipi karena kesibukan masing-masing.
" Tunggu disini biar Lala ambil nasi untuk kamu mas" pinta Dela namun tangan Dela ditahan oleh Reynal.
" Gak, kamu yang tetap disini, biar aku yang ambil." cegah Reynal, yang tak ingin Dela bertemu dengan Bastian, Dela yang tak tau ia hanya tersenyum renyah dan duduk kembali sambil melihat siaran televisi.
Tak lama Reynal kembali dengan membawa sepiring nasi dan segelas air minum, lalu kembali duduk samping Dela, meletakan gelas samping nakas dan mulai menyendokan nasi untuk Dela.
" Ayo buka mulutnya" titah Reynal dengan senang hati Dela membuka mulutnya.
" Pinter...! " ucap Reynal mengusap kepala Dela dengan sayang.
Dari kejauhan Bastian hanya bisa menatap Dela dari jauh, melihat keduanya baik-baik saja membuatnya semakin panas.
Aldo yang sedari tadi melihat kemudian mendehem, lalu permisi untuk bergabung dengan dua sahabatnya.
" Udah mesra-mesraannya gue cemburu tau.." ucap Aldo yang duduk disamping mereka.
" Eh Do, sini gabung," ajak Dela.
" Ayo buka mulutnya lagi?" pimta Reynal.
" Gak Cukup," menutup mulutnya.
" Kenapa?"
" Dah kenyang "ucap Dela sekenanya padahal tiba-tiba ia tak selera makan aja.
" Ayo sekali lagi" ucap Reynaltapi Dela masih menutup mulutnya.
" Jarang-jarang kita ngumpul gini, makan malam bareng, kebersamaan selalu membuat kita bahagia ya"
" Pasti, semoga kita selalu seperti ini hingga tua" ucap para orang tua yang masih terdengar oleh Reynal, Aldo dan Dela yang berada diruang tengah.
Usai makan mereka ngobrol diruang tengah, yang cukup besar untuk mereka, bercanda saling adu mulut begitulah yang terdengar oleh anak-anak remaja yang berada disana, Aldo dan juga Rayhan mengambil stik ps, mereka mulai main Ps, sementara Bastian berada di dekat Rayhan Tak mau kalah oleh keduanya Bastian membuka ponselnya dan mengeluarkannya dengan memainkan game onlinenya.
Sementara Dela bosan , ia pergi ke kamar tamu, yang kemudian ia merebahkan badannya serta kepalanya yang memang terasa berat.
πππππππππππππππ
.
.
Bersambung
.
.
__ADS_1
Salam hangatπ€
Reynal & Dela.π¦π§