Cinta Senior Galak

Cinta Senior Galak
Eps- 56 Kita Ada untuk Lo#


__ADS_3

Tok...Tok...!


Terdengar suara ketukan dari luar kamar, Reynal berdiri dan membuka pintu, terlihat sesosok pria yang sudah menyenderkan satu tangannya ke kosen pintu.


" Masih siang dikamar aja lu" cloteh Aldo ke Reynal.


" Sialan Lo" sela Reynal.


" Dedel tidur Rey? " tanya Aldo yang sudah melihat Dela tiduran.


" Iya, habis minum obat, gak lama tidur"


" Kasihan kamu Del" ucap Aldo yang sudah nerobos masuk ke kamar Reynal dan mengusap sisa air mata Dela .


" Milik gue Do"


" Iye milik lo, awas lo gak jaga dia" ucap Aldo nada mengancam.


" Lo mau apa dikamar gue"


" Mau nungguin Dedel la" ucapnya santai.


" Lo lupa barusan bilang apa??"


" Iya milik lo, tapi dibawah sudah ada Rani cs tu, gimana dong?"


" Hem..., lo kan ada"


" Yang mereka cari Dedel bukan gue, salah gue antar Dedel kesini harusnya kerumah Mama" kesal Aldo


" Apa maksud Lo"


" Disini dipawang oleh ketos labil kaya Lo Rey" ucap Aldo yang sudah mencibir." Maksud gue emang kenapa kalau disini?"


" Ya gak mungkin ajakin, mereka masuk kamar lo Rey" Ucap Aldo yang berdiri lalu pergi keluar kamar Reynal, Reynal yang melihatnya hanya diam tak hiraukan Aldo bicara


Aldo kemudian menemui Sahabatnya, yang sudah menunggu Dela, dari Aldo berjalan sepertinya Dela gak bisa ditemui, mereka sedikit kecewa tapi mereka memakluminya.


" Beb..., Dela tidur setelah minum obat " Ucap Aldo ke sahabatnya.


" Ya..., percuma dong kita jauh-jauh kesini"


" Nggak kok kan ada gue, gue temani kalian disini" ucap Aldo yang mewakili Dela.


" Pasti Dedel sedih banget ditinggal Kak Daren" Ucap Mira.


" Pasti dia butuh kita"


" Iya, dia butuh kita, tapi kalian kan juga tau Dedel belum sembuh betul, Bahkan sesusai perjanjian Dela akan diperiksa tiap hari karena kondisinya masih lemah, Dokter akan pasang selang infus kalau memang keadaannya memburuk.


" Kasihan Dedel, eh nanti dulu lo masih hutang penjelasan"


" Soal-"


" Rey sama Dedel?"jelas Samir.


" Masih ingat aja Lo, Lain kali aja deh " ucap Aldo dengan malas.


" Mumpung disini Do " ucap Samir dengan geramnya.


Huft.. !!! Membuang nafas kasarnya Aldo menjawab.


" Mereka sebetulnya sudah bertunangan sudah lama" mulai Aldo yang malas untuk menjelaskan lebih detail.


" What , " mereka terkejut bahkan Rani yang sudah tau tersedak.

__ADS_1


Uhuuk..uhukk...uhuuk


" Pelan-pelan Beb..." Ucap Aldo yang mengusap punggung Rani.


" Eh Bambang, Markonah, bisa tidak biasa aja, gue tersedak nih" ucap Rani


" Iya Maaf, kite terkejut Jaenab" kesel Samir.


" Iya maaf Beb kita gak sengaja" tambah Mira.


Tak lama Bibi datang membawa cemilan dan jus untuk mereka, tadinya niatnya mau liat Dela, tapi Dela masih istirahat, yang dulunya bisa langsung nerobos masuk kekamar tanpa rambu-rambu, sekarang sudah ada rambu-rambunya, Jadi mereka gak bisa sembarang masuk, Akhirnyamereka hanya nΔ£obrol bareng Aldo sedangkan Reynal hanya dkamar menani Dela meski tertidur


Dikamar, Reynal membuka leptopnya, ada yang harus ia kerjakan sambil menunggu Dela bangun, sesekali memijat keningnya mengingat kejadian yang menimpa Dela.


Melihat Dela menggulat, dan membuka matanya ternyata dia sedang berada dikamar Reynal, Dan tampak sesosok Reynal yang sedang fokus dengan Leptopnya.


" Sudah bangun ?" ucap Reynal yang menghampiri.


" Aldo mana?" dengan suara khas bangun tidur lalu duduk.


" Pulang mungkin, kenapa?"


" Gue-"


" Sudah, jangan fikirin yang gak-gak, yang penting sehat dulu " ucap Reynal yang kemudian Dela merebahkan badannya kembali.


" Sore ini Dokter akan datang priksa lo, karena Mama khawatir Lo baru siuman kemarin selama lo dinyatakan Koma" jelas Reynal dan dianggukin Dela, Reynal yang masih berada disamping Dela membenarkan selimutnya.


Dela Memunggungi Reynal, dengan menyembunyikan air matanya ia harus terima kenyataan jika Daren pergi selamanya, dan menikahi Reynal yang sudah membuatnya semakin ketakutan.


//Bee... sebenarnya kamu sakit apa sih, apa selama ini kamu sembunyiin dariku menanggungnya sendiri_Dela//


// Menikah dengan Tata, apa orang itu tau, apa yang akan dia lakukan, setelah tau gue menikah dengan Tata, Gue takut-takut terulang lagi_Dela//


// Gue tau, Lo saat ini rapuh, karena kehilangan Daren, gue juga gak tau La dia sakit apa, yang gue tau dia sudah sakit parah, kala aku menemuinya_Reynal//


Setelah mendengar Reynal keluar menutup pintu, Dela tak kuasa menahan air matanya, ia begitu sedih dengan keadaan ini.


" Tuhan tidak adil-, tuhan selalu ambil orang yang gue sayang, sungguh tak adil, apa gue gak berhak bahagia, dengan mengambil orang yang gue sayang" Teriak Dela yang menggema dikamar.


Untungnya mereka tidak dengar karena setiap kamar memiliki kedap suara,Dela menangis saat teringat akan Daren kekasihnya.


Reynal ke dapur membawa satu pitcher kaca kosong, lalu mengisinya.


" Dedel sedang apa sayang? " tanya Bunda.


" Tidur ma, tadi terbangun sebentar nanyain Aldo, oya Aldo mana Bun, terus Mama mana??


" Aldo ada di taman belakang, kalau Mama kamu pulang, nanti kemari lagi bawa pakaian Dedel" ucap Bunda ke putra bungsunya.


" Belum pulang mereka? "


" Belum sepertinya sayang " ucap Bunda yang mengusap lengan Reynal.z


" Kamu yang sabar ya, kamu tau sendiri Dedel gimana, Apa lagi saat ini hatinya rapuh , kamu harus banyak mengala" ucap Bunda ke anak bungsunya.


" Iya Bun " ucap Reynal ke Bundanya, Bunda yang mendengarkannya tersenyum kepada putranya.


" Bun, Rey keatas dulu Bun" ucap Reynal tanpa menunggu jawaban Bunda.


Tak lama Aldo menyusul masuk, dan menyapa sang Bunda.


" Bun, Ado ke kamar ya, Ado ngantuk nih" ucapnya.


" Iya sayang, mana yang lain? " tanya Bunda,

__ADS_1


" Oh, mereka sudah pulang Bun" ucap Aldo yang sudah menerusi jalan kekamar.


Reynal membuka pintu kamar betapa terkejutnya dia, melihat Dela dalam kondisi sekarang, Perban sudah ia lepas dan dilemparkan kesembarang, bahkan rambut yang begitu acak-acakan.


" Lala-" ucap Reynal dengan cepat meletakan pitcher berisi air, Reynal langsung menarik Dela dalam dekapannya,Reynal mengusap punggung Dela, agar lebih tenang.


" Ada gue disini La," ucapnya yang masih mengusap punggung Dela.


" Lo gak boleh lemah, Lo Dela Riani, Lo kuat Lo bisa lewati ini " ucap Reynal yang masih memeluk Dela.


Aldo yang mendengar teriakan segera mendekat karena pintu belum tertutup penuh, Aldo ikut masuk danelihat keadaan Dela.


" Del..., kita ada untuk Lo, kita jalani sama-sama ya, gue tau ini berat tapi gue , Rey, dan yang lainnya ada untuk lo Del" ucap Aldo yang juga mengusap kepala Dela dan sepertinya sedikit tenang.


Aldo yang kemudian mengambil segelas air minum yang tadi sempat dibawa oleh Reynal.


" Minum dulu Del" ucap Aldo yang ia berikan ke Reynal, Dela menurut lalu meneguknya.


" Gimana, Lebih enakan?" ucap Aldo dan dianggukin oleh Dela.


" Dengar gue, Dela Riani, Dela pantang menyerah, gak takut sama siapapun dan gak perduli, abaikan orang tu paham" ucap Aldo, Dela mengangguk mengerti.


Dela ingat Itu kata-kata Aldo , disaat ia merasa rapuh, Dela tersenyum dan menghapus air mata.


" Siap pak profesor Ado" ucapnya sambil memeluk Aldo, Aldo lalu menepuk kepala Dela lembut.


Reynal tersenyum melihat Dela mau tersenyum lagi, walau iri juga ingin dipeluk.


^ Gue suaminya, tapi dia peluk orang yang lain ^ gumamnya.


" Bukan salah gue Rey" ucap Aldo yang mencibirkan bibirnya ke Reynal.


Reynal hanya bisa melototkan matanya ke Aldo, Aldo pura-pura tidak tau.


" Do thanks untuk semuanya , Lo selalu ada untuk Lala" ucap Reynal yang memang patut berterima kasih ke Aldo.


" Santai aja Bro " ucap Aldo yang menepuk bahu Reynal.


" La Mandi dulu, karena nantikan dokter mau priksa lo, dan besok gue gak izini lo sekolah, tapi sahabat lo boleh datang kemari tapi gak boleh masuk kamar " ucap Reynal ke Dela.


" Iya bawel lo" ucap Dela lalu turun ranjang dengan sengaja menginjak kaki Reynal lalu ngacir kekamar mandi.


" Aww..., awas lu gak boleh pinjam baju gue"


" Tata..., iuw..., keluar lo dari kamar gue" ucap Dela.


Melihat itu semua membuat Aldo tersenyum lalu ia berdir dan melangkah keluar, seengaknya Dela sedikit tenang.


" Gak..., ini kamar gue" ucapnya santai.


" La..., gue disini gak ngapa-ngapain hanya-"


" Stop Ta, oke gue tidur kamar kak Rien" ucap Dela ngacir takut Reynal berubah mesum.


Reynal hanya menyunggingkan senyumnya.


^ Gue ada untuk lo La, gue akan buat lo bahagia seperti Daren bahagiain lo^ ucapnya lirih.


^ Maafin gue kalau gue terlamat menyadari kalau lo sangat berarti bagi gue^ tambahnya lagi.


πŸƒπŸƒπŸƒπŸƒπŸƒπŸƒπŸƒπŸƒπŸƒπŸƒπŸƒπŸƒ


.


.

__ADS_1


.


Bersambung


__ADS_2