
Matahari sudah perlihatkan wajahnya, dengan menghantarkan cahanya, Dela belum bangun juga, Semua yang ada dirumah Eyang pun sedang sibuk dengan kegiatannya, Eyang yang memilih untuk pergi jalan -jalan kesawah bersama Rayhan dan juga Reynal, serta Rien yang sudah pergi kerja karena ada jadwal operasi, maka Rien pergi lebih awal,sementara Kedua orang tua mereka sedang pergi untuk ke SMA, menghadiri undangan Reoni alumni di SMA mereka.
Sementara itu gadis cantik masih terjaga oleh tidurnya sangat nyaman dan pules, kenapa tidak ada yang berani ganggu ataupun bangunkannya, karena Eyang melarang mereka mengganggu Cucu mantunya.
Ternyata semalam diam-diam Dela menangis bahkan menyalahkan dirinya sendiri, dan ternyata Eyang melihatnya, Eyang pun mengerti yang dirasakannya, walau merasa kecewa atas keputusan mereka.
Dela terbangun setelah matahari memancarkan cahaya yang masuk ke dalam kamarnya, Dela lalu menutup cahaya itu dengan lengannya.
^Jam berapa ini^ keluhnya ,setelah melihat jam Dela terkejut ^What ! ^ teriaknya yang menyadari sudah siang.
Dela menyibak selimutnya dan segera keluar kamar, ternyata perutnya udah mendemo.
^ Aww lapar, duh harumnya, ^ gumannya yang segera pergi ke meja makan karena mencium sesuatu dari meja makan.
Ternyata Reynal sudah pulang, dan ia sengaja pulang untuk buatkan sarapan untuk calon istrinya.
" Sudah Bangun?" tanya Reynal yang menyadari Dela sudah berada disana.
" Kenapa gak mandi dulu sih " ucapnya lagi yang memberikan rotinya serta susu ke Dela.
" Sudah lapar " ucapnya singkat, tapi Reynal hanya tersenyum apa lagi melihat tingkah Dela.
" Lo aneh La" ucap Reynal lembut dengan mengusap kepala Dela, Dela hanya mendongakan kepalanya ke Reynal kemudian melanjutkan makannya.
" Serah Lo" ucap Dela singkat dan itu membuat Reynal tersenyum semirik.
" Lo memang milik gue dan akan selalu bersama gue" ucap Reynal yang masih melihat Dela makan sarapannya. walaupun Dela tak menghiraukan keberadaannya disana.
Tentu saja, Reynal bisa bicara begitu, karena tak ada penolakan ketika Reynal, melakukan sesuatu untuk dirinya, tanpa disadarinya, rasa terbiasa yang ada, membiarkan Reynal melakukan apa yang mau ia lakukan.
Usai sarapan Dela pergi ke kamar dan mengambil handuknya untuk mandi,Reynal yang melihatnya hanya gelengkan kepalanya.
Reynal lalu membuka benda pipihnya, ia mulai mengecek beberapa pekerjaannya, lalu menelpon Aldo karena bentar lagi mereka akan keluarkan gaji para karywan nya dan tak lupa, mereka sisihkan untuk panti asuhan yang dekat sebuah rumah pohon Reynal.
Dela sudah rapi, dan duduk di teras belakang rumah yang sejuk, sambil memainkan ponselnya.
Reynal masih sibuk dengan benda pipihnya sedari tadi, Melihat Dela sekilas sudah rapi, Reynal hanya tersenyum dan kembali mengerjakan pekerjaannya.
Rayhan dan Eyang sudah berada dirumah, dan Rayhan mendekati Dela yang berada di teras belakang.
" Dek... ,ikut kak Ray gak?"
" Boleh, Dedel Gabut nih, apalagi harus dirumah berduah dengan es balok" ucap Dela dengan cemberut.
" Iya, makanya ikut kak Ray yuk, kita makan siang diluar aja gimana?"
" Oke kak, dicafe kak Ray aja" pinta Dela dan dianggukin oleh Rayhan.
" Gue ikut kak-" kata Reynal yang tiba-tiba datang mendengar percakapan mereka.
" Tak boleh" ucap Dela singkat
" La... yang jadi calon laki lo, gue bukan kak Ray, dan gue sudah berkali-kali katakan, kalau lo berada dirumah, milik gue apa lo lupa?" yang menekankan semua kalimat.
" Huuh nyebelin.-" ucap Dela sambil membung nafas kasarnya.
" Sudah gak apa dek, biarin dia ikut, yuk siap-siap ganti celana kamu dek, itu terlalu pendek, kak Ray gak mau kamu dilihat oleh laki-laki diluaran sana" titah Rayhan
" Oke kak, bentar ya." ucap Dela semangat.
" Heran dengan lo nurut banget kak, sama Rey susah bener nurut, kecuali soal makan baru nurut deh" ucap Reynal ke Rayhan kakaknya.
Tak lama Dela sudah rapi dan mereka pamit ke Eyang untuk pergi keluar,
Mereka pergi bertiga menuju cafenya Rayhan yang cukup jauh, Dela menyenderkan ke kursi penumpang karena matanya sangat lelah padahal belum lama ia terbangun namun matanya masih sangat terasa mengantuk.
Sebelum Dela benar tertidur, Dela sempat menerima pesan dari sang kekasihnya Daren.
" Boo"( Dela)
" Iya Bee(Daren)
__ADS_1
" Miss u Boo(Dela)
" Miss u too Bee, sabar ya semoga pekerjaan ku selesai.(Daren) Dela mengangguk sedih.
" Jangan sedih gitu ya, aku jadi merasa bersalah, nanti sepulang dari liburan mau tidak bertemu dengan mama" ucap Daren di telpon dan Dela mengangguk.
" Yah sudah, aku tutup dulu ya liat tu papa sudah datang, dengan rapi ( Daren)
Vidio call membuat Dela merindukan Daren, ia pun meneteskan air matanya,
" Sudah, jangan nangis gitu dong dek, nanti gadis kecil kak Ray cantiknya hilang" ucap Rayhan menenangkan Dela
" Dia masih di LN kak" ucap Dela dengan air matanya tak terbendung.
" Iya kak Ray paham, dia pasti kembali untuk kamu dek " ucap Rayhan dengan masih fokus mengemudi.
Raynal hanya mendengarkan bahkan ia sedari tadi mengepal tangannya dan mengraskan rahangnya.
//Sial, semakin kesini gue semakin gak rela ia dimiliki orang lain termasuk Daren_Reynal//
Dela kelelahan karena menanggis, akhirnya ia tertidur, Rayhan tersenyum melihat gadis kecilnya sudah tertidur pulas.
// Kasihan kamu dek, semoga nantinya kamu bisa membuat keputusan, pasti kamu tertekan dengan hidup kamu, yang saat ini kamu sembunyiin dari kita semua_ Rayhan//
" Soal Hana gimana Rey?" tanya Rayhan
" Sudah beres, gue sudah menemuinya, dan jelaskan semuanya" ucapnya.
" Lo sudah berada di keputusan yang tepat saat ini tapi-" kata Rayhan yang menoleh ke Dela dan kemudian melanjutkan kalimatnya " tapi sepertinya Dela sangat mencintai kekasihnya, lo perlu kerja keras" jelas Rayhan.
"Iya kak, Rey juga ngerti saat ini, Rey akan turuti kemauannya, berjalan apa adanya, ini tantangan kak, untuk Rey" ucap Reynal ke Sang kakak.
Tak terasa sudah sampai di kafenya Rayhan, Dela pun terbangun saat merasa mesin mobil telah mati, Dela masih memeluk boneka kudanya, Dela memang selalu bawa boneka kudanya kemana-mana, kesekolah pun ia bawa tapi, ia hanya letakin di Mobil, ia tak ingin orang lain tau kecuali Aldo.
" Dek, Ayo sudah sampai dikafe kak Ray" ajak Rayhan Dela mengangguk dan matanya begitu terbuka lebar melihat kafe Rayhan begitu rame, bahkan mobil mewah berjajar memasukinya.
" Kak Nih kafe..."
Mereka bertiga masuk, dan mencari kursi yang tak ramai tapi ternyata kursinya penuh, " jadi gimana dong? " ucap Dela,
"Sini deh, kita disana aja tempatnya sejuk, kak Rayhan, suka duduk di taman belakang itu kala Ramai" tawar Rayhan yang menunjukan sebuah taman belakang yang telah didesain sangat apik, dan terdapat kursi yang terbuat dari bebatuan.
Reynal dan Dela pun mengikuti Rayhan yang sudah berjalan lebih dulu, " Kalian tunggu kak Rayhan disini, kakak akan pesan makan dulu okey" titah Rayhan.
Rayhan, meninggalkan mereka berdua dan pesan makan siang untuk mereka, sementara Reynal menyusul Rayhan, ia meminta karywan kafe untuk ambilkan esbatu dan sendok, Dan karywan kafe menurutinya.
Tak lama Reynal kembali dan mengompres mata Dela dengan sendok yang ia dinginkan.
" Diam, jangan Bantah" ucap Reynal yang masih mengompres mata Dela.
" Kenapa Lala yang gue kenal selama ini tidak pernah menunjukan air matanya kenapa sekarang sering keluarin air mata" kata Reynal.
" Gue bukan gadis lebay Ta, tapi air mata gue lolos gitu aja" mengelak ap yang sudah terjadi.
Tak lama makanan pun datang begitu juga Rayhan bersama para pegawainya.
"Ayo makan Dek," kata Reyhan dan dianggukin oleh Dela
"Wah es Duren " kata Dela dengan berbinar-Binar, kak Ray memang terbaik deh" kata Dela memuji Rayhan dan melupakan perdebatannya dengan Reynal.
" Jangan lebay deh lo" kata Reynal
" Gue gak lebay kaya cewek lo Ta, atau fans lo" ucap Dela yang menyuapkan es durian kemulutnya.
Reynal membuka ponselnya betapa terkejutnya ia melihat caption yang ada disalah satu sosmednya.
" Kenapa Rey?"
" Nggak kak " ucapnya, tapi masih melototkan matanya.
" Paling ceweknya cariin dia kak , gak ada dirumah," kata Dela menjulurkan lidahnya.
__ADS_1
" Beneran Rey.?" tanya Rayhan penasaran.
" Iya kak, ia nyusul kesini dan bahkan sudah dekat sini." kata Reynal
" What Rey" kata Rayhan dan itu dianggukin oleh Reynal.
Dela bodo amat, ia tak perduli yang saat ini hati dan fikirannya lari ke Daren. Entah lah Daren membuat Virus -virus cinta bagi Dela.
// Boo lo virus untuk gue, karena sulit mengalihkan lo dalam fikiran gue_Dela//
ππππ
Hari sudah sore, Rayhan mengajak mereka pulang, karena sudah cukup lama berada dikafe.
" Rey lo yang bawa mobilnya, kakak sangat lelah" ucapnya dan memberikan kuncinya ke Reynal.
Reynal melajukan mobilnya, disebelahnya ada Dela yang bermalasan di kursi penumpang sebelah kemudi, sedangkan Rayhan berada dikursi penumpang, ia memang terlihat lelah, karena pekerjaannya, dan sedari pagi sudah membantu sang Eyang yang kesawah.
" liburan gabut" ucap Dela dengan cemberutnya.
" Sudah nikmati aja"
" Tambah ada lo unfaedah bener " ucapnya.
Mendengar kalimat Dela barusan, membuat Reynal mengerem mendadak dan Dela pun hampir saja terjungkel.
" Lo apaan si Ta.."
"Ucapan lo, apa mau gue minta kita nikah dalam dekat ini hem" dengan mendekatkan wajahnya ke wajah Dela.
Deg...
"Ni...Nikah..." ucapnya yang terbatah-batah.
" Iya, gue gak perduli lo mencintai Orang lain "
" Ni...nikah... sa..ma Lo..."
" Iya" ucap Reynal yang semakin dekatkan wajahnya dan Dela mengalihkan wajahnya tapi sayang Reynal sudah menahannya dan mengecup bibir Dela.
" Dan gue akan lakuin ini ke lo bahkan lebih,jika lo masih susah diatur" ucap Reynal yang kembali mengecup bibir Dela yang terasa manis baginya, Dela hanya diam seakan terhipnotis oleh perlakuan Reynal, Dan Reynal sudah kembali ke posisi semula dengan melajukan mobilnya.
// Waduh, sudah melangkahi tindaksn gue lo Rey_ Rayhan// yang melihat secara live tindakan Reynal ke Dela, namun Rayhan pura-pura tidak mengetahuinya dengan memejamkan matanya seolah-olah masih tertidur lelap.
" Bibir lo sudah jadi virus buat gue yang sewaktu-waktu gue ingin nikmati" ucap Reynal dengan menyunggingkan senyumnya,Sementara Dela masih dengan diamnya, dengan mengusap bibirnya.
" Sudah jangan tegang gitu" ucap Reynal yang mengacak rambut Dela dan kemudian kembali fokus mengemudi.
// Ya allah, barusan gue bilang gue terkena virus dari Daren kenapa sekarang Tata ikutan kena virus dari gue_Dela// yang masih mematung.
πππππππππππππππ
.
.
.
Bersambung
.
.
.
Hai kak,
jangan lupa tinggalkan jejak semangat kalian ya, dan terimakasih sudah mau membaca ceritaku, maaf jika sedikit membosankan.
salam hangatπ
__ADS_1
Reynal &Delaπ«