
Seperginya Aldo dan Dela, Reynal yang tak pergi sekolah, bersiap keluar apartemen untuk menemui seorang, Reynal memang sudah ada janji untuk menemuinya, Sekitar 15 menit Reynal berada disana, dan kemudian Reynal pergi kesekolah untuk menemui Dela.
Aldo dan Dela masih duduk di Rooftop, sunyi hanya angin yang menyapa mereka, Aldo yang masih menunggu penjelasan dari Dela dengan sabar.
" Do-" panggil Dela hati-hati.
" Iya Del, menurut Aldo gimana rasanya jika Ado merasakan tekanan, apa Ado akan melakukan hal yang sama, apalagi menyangkut nyawa orang-orang yang kita sayangi termasuk Ado " ucap Dela yang sudah berdiri dipembatas Rooftop,
" Termasuk Rey?" tanya Aldo penuh nyelidik dan Dela hanya menganggukin kepala.
Aldo terdiam melihat jawaban Dedel , dan mengusap wajah dengan kasar, " Kenapa Dedel simpan ini semua sendiri, ada Ado, ada Mama Papa, kak Ray Ayah Bunda, kak Rien juga , Dedel tinggal ceritakannya, keadaan yang sebenarnya, seenggaknya kita ada untuk Dedel, gak mungkin kita biarin itu terjadi hingga Dedel tertekan dan rasain trauma ini sendiri selama ini Del" ucap Aldo kesal
" Dedel tau, tapi saat itu Dedel masih kecil, Dedel gak berani untuk cerita ke siapa-siapa, saat itu Dedel ketakutan, dibawa ke gudang bersama dua laki-laki berpenampilan pereman, Dedel ketakutan, bahkan Dedel merasa lemah saat itu, Siapa yang tidak takut seorang bocah yang baru mengenakan seragam SMP, sendiri, sepi, hingga Dedel putuskan untuk melupakan Rey, dan akhirnya bisa bertemu dengan Daren, Daren lah yang buat Dedel lupa akan semuanya, dia yang buat Dedel merasa baik-baik aja, Namun takdir lah yang mengharuskan kita pisah seperti saat ini, dan lagi Dia datang kembali, mengulas masa lalu yang Dedel lupain, selama lima tahun" ucap Dela.
" Del, jangan takut Ado disini " ucap Aldo yang mendekap kedua bahu Dela.
Tampak seorang disana sedang berdiri meneteskan air matanya lalu ia menyekanya, Semua apa yang ia dengar sangat memilukan bahkan ia tak menyadarinya, sangat merasa bersalah itu yang saat ini Reynal rasakan.
" Tata juga disini La, gak perlu takut, Tata sudah tau semuanya, Fia lah yang melakukan ini, orang yang selama ini hadir dalam hidup Tata"
" Maafin kita, karena baru mencari tau semua ini, maaf kita terlambat:
" Iya, daripada gak sama sekali" ucap Dela yang sudah mengalihkan wajahnya mereka berpelukan.
" Tunggu deh kok Dedel masih penasaran dengan foto ini?" tanya Dedel polos.
" Mau dengar cerita Aldo dikit? " tanya Aldo, Dela mengangguk
" Ado juga Rey sepakat mencari pelaku siapa yang celakai kita saat menuju rumah sakit, tetapi dengan keadaan Dedel saat itu drop dan bahkan mimpi buruk Dedel selalu sama saat Ado nemui Dedel begitu juga Rey kita sepakat mencari informasi kejadian lo dengan di dampingi orang yang handal, Ado dapat info ini ketika kita berada dirumah Eyang namun mereka sudah berada di Jakarta"
" Kok bisa" ucap Dela
" Bisa dong Del, orang yang kita mintai bantuan menemui seorang gadis, namun gadis itu saat ini sedang berjuang karena sakitnya" jawab Aldo
" Astagfirullah, siapa dia Do?" tanya Dela
" Alis, gadis yang pendiam dan penyendiri" ucap Aldo menceritakannya.
" Kita harus kesana,gue ingin ucapin terima kasih Do, Ta " pinta Dela.
" Iya, nanti kita kesana, sekarang apa kalian gak ingin masuk ke kelas, bel sudah berdering sedari tadi, apa kalian ingin tinggal kelas ?" titah Reynal yang menyibakkan rambut Dela ketelinga.
__ADS_1
"Iya" jawab mereka barengan.
" Yuk masuk Del, ingat kita ada untuk lo, jangan pernah sendiri" ucap Aldo yang sudah merangkul bahu Dela menuruni Rooftop.
Reynal melihatnya dan kemudian tersenyum // akhirnya Tata tau alasan lo La,Tata akan berusaha melindungi Lala sepenuh jiwa raga Tata, sebagai imbalan dan hukuman Tata, Tata iklas, karena Lala sudah mengalah dan menderita selama ini, dan itu gak akan Tata biarkan_Reynal// yang masih melihat keduanya yang hanya terlihat punggungnya.
Di kelas Sedang rusuh, karena guru tak datang , walaupun dapatkan tugas, bagi mereka sangatlah tidak ngaruh baginya yang penting nanti dikumpul saat jam pelajaran usai.
" Dari mana aja hem, dua-duaan hem" cercah Mira yang baru melihat dua sahabatnya
" Kita -" jawab d3la namun diputus oleh Aldo
" Ih kepo lo pada kita ada perlu lah yang harus diluruskan, kenapa ?" jawab Aldo sarkas.
" Gak ada, Udah ambil geh gitar lo Do" titah Samir.
" Gak ada, gue tinggal , semalam gue tidur di Apartemen Rey sama Dedel"
" Lo ganggu mereka aja"
"Enak aja, gue smalam malas pulang, ataupun ke Apartemen gue, karena gue merasa lelah Sam"
" Kirain gangguin mereka buat adonan"
" Ih apaan si lo"
" Udah jangan pada ribut deh"
" Gimana ada kabar dari Felia?"
" Gak ada, cuma kata kak Alex dia sering keluar masuk Apartemen itu"; ucap Rani dan mereka hanya mengangguk-anggukan kepala.
Tanpa banyak yang tau, Felia menjadi tawanan seorang Ceo, entah bermotif apa , mereka belum mengetahuinya, tetapi mereka sedikit lega karena tidak ada yang mengganggu mereka lagi pastinya.
Triiiinngggg....
Jam istirahat telah berbunyi seperti biasa Dela Cs menuju kantin, mereka sedikit berlari karena petut mereka merasakan ada yang menari-nari tak karuan,tampak disana ada Reynal dan David yang sudah berada dikantin menikmati jus disana.
Reynal kini menjadi dirinya sendiri, bebas dari tugas osis yang membuat hidupnya sedikit menoton saat berada disekolah, lain halnya hari ini , ia duduk manis dengan ditemani oleh segelas jus, dan duduk ketika jam istirahat dibunyikan.
Dela terdiam terpaku ketika melihat Reynal berada disana dan tak luput oleh perhatian dari para siswi-siswi disekolah, bahkan banyak yang mengatakan bahwa Reynal lebih tampan menggunakan seragam biasa ketimbang seragam atau jas Almamater osis yang selalu ia sandang atau ia kenakan, tak hanya itu menurut mereka melihat penampilan hurak-hurakan membuat karismanya terpancar.
__ADS_1
Tak menampik didiri Dela saat ini, ia merasa sedikit kesel dengan pujian-pujian para siswi untuk Reynal sang suaminya.
// Sengaja mencari perhatian_Dela//
Bagi yang melihat Dela saat ini tampak wajah seperti tomat merah yang membuat rasa kesel dan panas dihatinya, namun ia sembunyikan, mungkinkah rasa itu telah kembali, itu yang ia rasakan.
Reynal yang melihat istrinya, ia langsung menuju meja Dela cs bareng David, yang dulunya disambung dengan wajah karena tak sukanya kini mereka sebaliknya, mereka mengizinkan Reynal cs untuk ikut duduk bareng mereka, tapi Resikonya sih karena dapat hujatan Netizen.
" Ayo buka mulut kamu La" ucap Reynal meminta Dela membuka mulutnya.
" Ogah" ucap Dela santai.
" Dosa loh bantah ucapan-" kata Reynal namun terhenti.
" Iya iya..." ucap Dela cepat sengaja memotong ucapan Reynal.
Yang disana terdiam dengan apa yang mereka dengarkan, pandangan mereka pun tak lepas dari keduanya.
" Beb, ini benaran Dedel" ucap Mira.
" Kok dia bisa-" tanya Samir. " Coba pukul tangan gue, serasa mimpikah" ucapnya lagi.
" Gue rasa gak beb.." ucap Rani.
" Terpesona" ucap Samir
Namun dengan sengaja Aldo menyenggol lengan Reynal namun tak ia hiraukan, lagi pula ia hanya ingin istrinya makan dengan tangannya sendiri.
" Rey...bisa gak, jangan nyebar ke uwuan disekolah, lagian yang lain tahunya lo dan Dedel musuhan selalu berdebat, beda dengan kali ini" ucap Aldo yang peringatkan Reynal, sementara tampak Dela yang pasrah karena ulah Reynal yang tak lain suaminya.
Aldo yang melihatnya pun jengah melihat tingkah Reynal kali ini, karena tak mendengarnya yang ada malah ia sengaja melakukannya.
🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃
Bersambung.
.
.
Jangan lupa jejaknya kakak...
__ADS_1
Salam hangat
Reynal & Dela