Cinta Senior Galak

Cinta Senior Galak
Eps - 15 Luapan Emosi #


__ADS_3

Dela sudah berada dirumah bunda, setelah tadi diantar oleh Daren, Dela sekarang berada didekapan Bunda Nia.


" Sayang..., kamu kenapa lagi hem, apa Rey nakal?" tanya Bunda Nia, Dela menggelengkan kepala dan masih dalam dekapan bunda.


" Bun...Salah tidak kalau Dedel-, tiba-tiba suka sama seorang?" tanya Dela dengan manjanya, Bunda tersenyum lalu megusap kepala Dela lembut.


" Terus membatalkan pertunangan Dela dan Tata, yang sudah Bunda sama Mama buat" kata Dela lirih.


" Iya Sayang..., nanti kita bicarakan lagi ya ketika Mama kamu pulang, Dan soal Rasa itu, Bunda juga tidak bisa paksa sayang" jelas Bunda


" Makasih Bun" kata Dela yang masih peluk erat.


// Sayang maafkan Bunda , karena tersiksa dengan pertunangan kalian_Bunda Nia//


" Tidak, Rey tidak setuju" kata Reynal yang sudah berdiri di dekat mereka.


" Tata-, ucap Dela yang terkejut dan membalakan matanya.


" Kenapa?" tanya Reynal dengan tatapan tajam mata sayunya.


" Gue gak suka, lo mengatur hidup gu-, belum saja Dela melanjutkan kata-katanya tapi Reynal sudah membawa kekamar dan Reynal membanting pintu kamarnya.


" Apaan si lo"


" Lo yang apaan"


" Kok gue"


" Iya lo, lo apaan ngomong kaya gitu, Lo gak mikir-" ucapan Reynal telah dipotong oleh Dela.


" Nggak, untuk Apa kita pertahankan ini semua, kalau lo dan gue nggak bisa pertahankannya" ucap Dela sambil pergi, namun sebelum pergi Dela menarik gitu aja kalung yang ada cincin mereka, lalu membuang gitu aja.


" La..lala-, shitt-, " Reynal mengejar Dela dan mengacak rambutnya.


" Rey-, " panggil Bunda


" Iya Bun-,


" Kamu yang sabar dan kamu yang harus mengalah Rey" kata Bundanta yang mengusap lengam Reynal.


" Itu bukan kesalahannya, tapi kesalahan kamu nak" Bunda melanjutkan dan Reynal hanya mengangguk.


Dela Berada dikamar Rien, duduk diranjang sambil memeluk kakinya, yang tadinya bertahan tidak keluarkan air matanya, tapi saat ini air matanya mengalir begitu aja, bahkan tangisannya pecah.


//Gue sudah bertahan, tapi saat ini gue nyerah, bahkan gue mulai mengagumi sosok Daren_Dela//


Sementara, Reynal pamit ke Bunda pergi ke bengkel,dan tak ada niat untuk pergi kekamar untuk liat keadaan Dela,emosi saat ini memuncak, dan satu-satunya mengalihkannya dengan kebengkel.


Reynal mempunyai bengkel sekaligus variasi mobil, bersama Aldo. Reynal menyibukan diri dengan membantu karywan dengan memperbaiki mobil-mobil pelanggannya.


Karyawan yang disanapun tau jika bosnya sedang ada masalah, karena setiap ada masalah, ia luapkan dengan perbaiki mobil-mobil yang sedang masuk di bengkel.


Aldo juga tak heran, kalau sudah Reynal yang turun tangan berarti dia lagi ada masalah yang tidak bisa ia selesaikan.

__ADS_1


Aldo hanya duduk memandangi Reynal dari meja kerjanya. dan menggelengkan kepalanya.


//Masih masalah kelinci lo Rey-, kelinci lo sudah direbut hatinya dengan orang lain, gue yakin lo juga pasti tau_Aldo//


Reynal sedang fokus, perbaiki mobil dan tak ada yang berani mengganggunya, mereka memilih mobil lain ketimbang harus berurusan dengan Reynal.


Jangan heran keduanya walau masih Sekolah dan bukan anak SMK, mereka sangat lihai dengan otomotif, bagi mereka tidak harus menjadi anak SMK untuk baiki Mobil anak SMA juga bisa, bigitu pemikiran mereka.


Aldo tidak tega, liat Reynal tenggelam dalam masalahnya, Aldo tau watak Reynal, Aldo berniat mendekati Reynal.


" Rey..." panggil Aldo yang sudah memberikan kunci yang dibutuhkan Reynal.


" Gue tau lu ada masalah dengan Dedel, maka lo begini, gue sarani cepat selesaikan masalah lo, kalau lo nggak mau kehilangan Dedel" kata Aldo sambil menerima kunci dari Reynal


" Jadi gue harus gimana Do" tanya Reynal yang masih fokus dengan mobilnya.


" Rey.... mana gue tau, Hati lo kuat kemana kalau ke Fia, buruan lo selesaiin ini di keluarga lo dan Dedel, tapi kalau lo dengan Fia cukup lo dan Fia aja beres" kata Aldo.


" Dia sudah lepasin gue Do" kata Reynal lirih.


" Maksud lo, dia batalin pertunangan lo sepihak" kata Aldo yang melototkan matanya katena terkejut dengan ucapan Reynal, dan Reynal menganggukin kepalanya pelan.


" Terus lo nyerah gitu aja, Rey?" tanya Aldo.


" Apa gue pantas Do, perbaikinya?" tanya Reynal ragu.


" Ya lu usaha la bege, tapi itu kalo lo masih ingin bareng Dedel, kalo nggak ya udah" kata Aldo yang menepuk bahu Reynal, Reynal pejamkan matanya lalu buang nafasnya.


Reynal melepaskan kalungnya yang terdapat dua cincin, mungkin sudah tidak bisa masuk kejari mereka, tapi mereka tetap memakainya sebagai bandul kalung.


Reynal menatap kedua cincin itu yang telah dibuang Dela tadi.


// Apa gue harus berubah seperti lo, La biar gue rasain yang lo rasain_ Reynal //


// Maafin gue La, gue gak peka, lo perjuangin ini sendiri, berusaha menjaga cincin ini, tapi gue malah membiarkan itu semua, hingga lo nyerah pertahanan_ Reynal//


Ia meneteskan air matanya, dengan cepat ia menyekanya agar tak terlihat orang,dan ia pakai kembali kalung yang berisi bandul cincin mereka, Aldo dari kejauhan yang perhatikan Reynal hanya gelengkan kepalanya.


Dikamar Rien, Dela masih tertidur lelap masih mengenakan seragam sekolahnya.


Bunda masuk kamar Rien dan melihat Dela yang tertidur dengan sisa air matanya lalu menarik selimut hingga ke bahu, dan mengusap kepala Dela.


" Kasihan kamu sayang" ucap Bunda mengecup pucuk kepala Dela dan pergi meninggalkan Dela dikamar.


***


Hari sudah sore Reynal juga sudah berada dirumah, dan sudah rapi dengan pakaian santainya, Reynal pergi ke kamar kakaknya Rien, karena Dela berada disana.


Dengan membawakan segelas susu, dan Roti yang sudah ia buatkan khusus untuk Dela, Reynal membuka pintu kamar dengan hati-hati, lalu menutup kembali


//Ternyata lo belum bangun la_Reynal//


Reynal meletakkan Susu dan Roti dinakas, dan mendekati Dela yang masih tidur, mengusap kepala Dela lalu mengecupnya.

__ADS_1


" Maafin Tata yah, Tata tidak bermaksud untuk nyakiti Lala, Maafin Tata kalau selama ini Tidak menjaga serta tidak berusaha pertahankan pertunangan kita, Tata memang pecundang yang pantas Lala tinggalin, tapi kalau boleh pilih, Tata akan berusaha pertahankan pertunangan kita, bahkan Tata Rela jika harus hilang masa remaja Tata dan tinggalin Fia jika Lala mau"l" kata Reynal lirih dengan mengecup tangan Dela.


Dela mengulat, dengan perlahan matanya terbuka, ia terkejut melihat Reynal berada di kamar dan duduk di pinggiran ranjang tidurnya.


" Tata ...! "


" Iya, ini gue nih minum susunya dulu selagi hangat " titah Reynal lirih.


" Lo nanggis ?" tanyanya ke Reynal dan membuat Reynal tersenyum.


" Nggak, tadi mata gue kena selimut lo saat mengulat" ucapnya bohong.


" Nih makan Rotinya lepas itu mandi, baju lo ada dikamar gue" ucapnya lagi dan ingin beranjak pergi tapi ditahan oleh Dela.


" Tunggu Ta" tahan Dela.


" Apa?" ucapnya.


" Tadi gue dengar lo lagi ngobrol, ngobrol sama siapa?" tanya Dela.


" Ah... sama Reno " kata Reynal sekenanya.Dela lalu angguk-anggukin kepalanya, lalu meraih Roti dan susu yang dibawa oleh Reynal.


" Lo sudah nggak marah sama gue?" tanya Reynal.


" Apa perlu gue bahas , yang pasti gue kecewa sama lo" kata Dela yang masih menerusi makan Rotinya.


Reynal diam dan melangkah keluar kamar yang sebelumnya menepuk-nepuk kepala Dela, Dela tidak berontak sedikitpun ia hanya ingin menikmati roti yang diberikan Reynal, karena isi 0erutnya mendemo.


πŸƒπŸƒπŸƒπŸƒπŸƒπŸƒπŸƒπŸƒπŸƒπŸƒπŸƒπŸƒπŸƒπŸƒπŸƒ


.


.


.


.


Bersambung


.


.


.


***Hai teman-teman,


jangan lupa tinggalin jejak kalian ya , dengan mendukung aku dengan nge vote, like, dan koment ya..


Salam Manis


Dela ❀Reynal***

__ADS_1


__ADS_2