Cinta Senior Galak

Cinta Senior Galak
Eps- 55 Bye Boo#


__ADS_3

Aldo lari kehalaman rumah dengan tergesa-gesa, tak perdulikan orang sekitar, ia lari dengan cepat.


" ****, kemana sih Rey, urgent gini bukannya diangkat tu telpon, dasar Ketos labil" gerutu Aldo yang masih berusaha hibungi Reynal.


Aldo gak mungkin balik cari Reynal, lalu Aldo hanya kirim pesan singkat ke Reynal, tak ingin membuang-buang waktu, Aldo langsung pergi menyusul Dela.


Reynal masih berada dikelas, karena memang belum jam istirahat, Reynal masih duduk tertib mengikuti mata pelajaran yang diberikan guru, mengingat tinggal beberapa bulan lagi mereka akan ujin akhir Sekolah.


Triiiinggg!!!


Bel istirahat telah berbunyi, seluruh siswa/i suka cita menyambutnya, Reynal hari ini ada rapat yang tidak bisa ia tunda sesuai yang mereka sepakati, Ponsel yang sedari tadi disilentnya, saat belajar, Reynal lupa untuk mengubah nada silent menjadi dering.


Sementara Aldo sudah berada dirumah sakit membawa Dela kerumah Daren, Aldo masih saja berusaha menghubungi Reynal, namun hasilnya sama saja.


" Laki lo labil Del " kesel Aldo ke Reynal.


Dela yang mendengarkan hanya diam, diam seribu bahasa.


Dela tak dapat berbuat apa-apa, dengan keadaan lemahnya, kepala yang masih diperban, bahkan karena Dela banyak bergerak, luka jahitan berada di kening basah lagi, Rasa sakitnya yang tiba-tiba hilang.


Ditinggal Daren, membuatnya rapuh seketika, semua terasa berhenti, Ini sangat menyakitkan bagaimana tidak, Daren sudah datang mengisi hidupnya dengan kasih sayangnya yang begitu sederhana, namun berarti.


Dela Duduk tak jauh dari Mama Daren, mereka berpelukan, agar dapat saling menguatkan, kemudian Dela duduk bersama Aldo.


" Sorry, nada ponsel gue silent-" ucap laki-laki itu yang baru saja datang menghampiri mereka.


Aldo hanya geleng-gelengkan kepala, melihat tingkah sahabatnya yang satu ini,


//Disaat genting begini, Reynal malah silent ponselnya, setidaknya nada getar gitu, apalagi Dela istrinya masih berada dirumah sakit _Aldo//


Semua hening termasuk Dela, yang tak ingin bicara apapun, Dela hanya bisa istigfar dengan menyebutkan nama Daren, berharap bisa peluk dirinya saat ini.


Semua berkabung, dunia pun sepertinya begitu , karena hujan rintik-rintik yang terasa dikulit, seperti mewakili kesedihan orang-orang yang menyayangi Daren.


Di peristirahatan terakhir Daren, Dela masih enggan untuk pulang, Dela memandang Aldo yang menginginkannya sendiri sejenak disini.


Aldo mengerti, Aldo dan Reynal mengajaknya menunggu di mobil saja, dengan menengkrengkan kacamata hitamnya di hidung mancung mereka.


" Semalam lo kemana hem, habis nikah main kabur aja dasar cowok labil " ucap Aldo yang menanyakan kepergian Reynal semalam.


" Gue gak tega, liat Lala semalam, gue lebih seneng dia marah-marah, dari pada harus liat dia rapuh kaya gini Do" ucapnya sambil mengeluarkan R***k di sakunya, Aldo yang melihatnya langsung merampas semua.


" Lo nyentuh barang ini lagi gue potong junior Lo, bukan lo banget, bisa tidak gunain barang ini untuk hilang bete lo" ucap Aldo dengan nada marahnya.


" Iya maaf, gue gak lagi" ucap Reynal.


Sementara keduanya sibuk ribut, disana Dela masih menanggis gundukan tanah yang masih basaih.


" Iya Bee, aku akan coba semuanya, aku janji, walau sedikit berat " ucap Dela.


" Walau sebenarnya aku menginginkan kamu ada disini Boo" Ucap Dela yang masih mengusap tanah basah itu.


" Del... Ayo kita pulang, hujannya sedikit lebat" ucap Aldo yang sudah datang memayungi Dela, Dela menoleh lalu mengangguk.


" Bee, aku pamit pulang dulu ya, bye" ucap Dela yang kemudian berdiri,meninggalkan tempat baru bagi Daren.


Aldo tersenyum " Lo tenang aja, gue pastikan dia selalu tersenyum, dan bahagia tanpa air mata" ucap Aldo yang kemudian menyusul Dela, yang sudah berjalan lebih dulu.


Dela masuk mobil Aldo, Dela membiarkan Reynal sendiri, Aldo mengerti dengan keadaannya sekarang, pasti terpukul apalagi baru tau keadaan kekasihnya yang begitu tiba-tiba.

__ADS_1


" Kita Duluan" ucap Aldo dan dianggukin oleh Reynal.


Reynal memandangi mobil Aldo yang sudah melaju jauh, Reynal berjalan menemui Daren, yang pasti sudah tenang dan tak merasakan sakit.


" Ren, terimakasih untuk semuanya, gue akan jaganya semampu gue" ucap Reynal, lalu meninggalkan tempat itu, tempat yang selamanya akan ditempati Daren, dengan mengusap air matanya, Reynal melajukan mobilnya menyusul Dela sang istri.


Aldo membawanya kerumah keliarga Darma, karena Dela sudah di perbolehkan pulang, lagian Dela istri dari Reynal, sudah seharusnya Dela berada dirumah keluarga suaminya.


Seandainya pun dibawah kerumahnya, pasti mereka akan pisah kamar, lain halnya saat dirumah Reynal , Dela akan lebih milih kamar Reynal ketimbang kamar dua kakaknya, menurutnya nyaman tidur dikaar Reynal.


" Lo bawa gue kesini Do-" ucap Dela yang tersadar sudah berada didepan rumah Reynal.


Aldo buang nafasnya pelan, dan mengusap rambut Dela-" Iya, lo harus terima Del, walau pernikahan lo mendadak, tapi lo memang sudah jadi milik Rey" ucapnya dengan lembut.


" Apa semalam nyata Do-?" tanya Dela ingin meyakinkan.


" Iya Dedel, semua nyata, dan jangan salahkan Rey Del, karena gak sepenuhnya salah Rey, Rey hanya menuhi permintaan dari Daren-" ucap Aldo yang masih natap Dela serius.


Dela diam karena merasa sesak didadanya, ingin sekali teriak untuk wakili Perasaan yang ia rasakan saat ini.


" Ayo gue antar kedalam, Mama juga ada didalam-" ucap Aldo setelah menyadari ada sebuah mobil milik sang Papa.


Sesampainya didalam, Dela lari kepelukan sang Mama, Mama pun lalu membalas pelukan hangat sang putri.


" Sudah sayang, jangan terlalu sedih, kasihan Daren, entar ikut sedih-" ucap Mamanya yang mengerti perasaan sang putri, mama mengusap punggung Dela lembut.


" Sayang, kamu istirahat ya yok Mama antar "ucap sang mama yang kemudian menoleh ke Bunda, Bunda pun mengangguk mengerti.


" Bun, Ado kekamar kak Ray ya, Ado juga tidur sini deh-" ucap Aldo yang meninta izin ke Bunda.


" Iya sayang, nanti Bunda telpon Mami kamu sayang-" ucap Bunda ke Aldo.


Mama sudah berada dikamar Reynal, lalu menyiapkan air hangat untuk Dela, dan memintanya untuk mandi.


" Semoga Dela menerima apa yang memang seharusnya" ucap Mama ke Bunda yang sudah balik dari kamar mengantarkan Dela.


Bunda dan Mama meneruskan masaknya, sedangkan para pria paruh baya sedang berada dikantor, meneruskan pekerjaan mereka dikantor.


Assalamualaikum-


Waalaikumsalam-


" Rey sudah pulang, langsung kekamar mandi geh, Dedel juga sudah dikamar-" Pinta Bundanya yang melihat Anak lakinya sudah pulang.


"Iya Bun, Rey ke kamar dulu Bun, Ma-" Ucap Reynal dengan raut wajah sedihnya.


Reynal masuk kamarnya, dengan lesu dan melihat disekeliling sepi, mungkin Dela masih berada dikamar mandi, Reynal duduk disofa dengan menyenderkan kepalanya, kesofa dengan memijat-mijat keningnya.


Dela keluar menggunakan kimononya, dan handuk dikepalanya, Dela mengambil baju Reynal yang menurutnya pas, tampak disofa ada Reynal yang mungkin tertidur karena lama menunggunya.


" Tata-" ucapnya lirih, lalu membiarkan Reynal berada disana, kemudian Dela naik ranjang tidurnya, menarik selimutnya dengan menyenderkan pungungnya ke kepala ranjang, sambil memandagi foto Daren di ponselnya.


πŸ‡πŸ‡πŸ‡πŸ‡πŸ‡πŸ‡πŸ‡πŸ‡πŸ‡πŸ‡πŸ‡πŸ‡πŸ‡πŸ‡πŸ‡


Disekolah, yang memang kebetulan masih belum jam pulang, Samir, Mira, dan Rani mereka duduk dikelas dengan kesal dengan Aldo, belum lagi Aldo menjelasin soal semalam.


" Oh my gods, yang bener, gak salah bacakan gue!" teriaknya, yang membuat yang lainnya menoleh kearahnya, Rani langsung garuk-garuk kepala, yang tak gatal lalu mengangkat tangannya, dengan dua jari berbentuk huruf V.


" Apaan si Ran, berisik deh, ucap Mira dengan kesel.

__ADS_1


" Buka IG Rama, Buruan " ucapnya, karena penasaran, mereka segera membukanya


dengan caption,


^ Selamat jalan sobat, Bye sobat terbaikku^


" What-!! teriak mereka barengan


" Mira, Samir dan juga Rani ada apa teriak, ini bukan hutan-" ucap guru yang baru saja datang.


" Maaf buk, gak sengaja" ucap Samir


" Kelepasan Bu" tambah Mira. yang kemudian mendapatkan sorakan dari yang lainnya, membuat mereka malu.


Mereka masih bisa berbisik, "Nanti sepulang sekolah, kita kesana lalu nemui Dedel, pasti dia down banget dengan ini semua" ucap Rani dan dianggukin oleh keduanya.


Triiiinggg......!!


Bel panjang tanda pulang sekolah, siswa/i bertebaran keluar kelas, termasuk tiga sahabat ini, susuai kesepakatan, mereka segera menemui Dela dirumah keluarga suaminya yang tak lain Reynal.


Dengan hati yang ikut sedih karena sang sahabat kehilangan kekasih hatinya, seenggaknya kedatangan mereka dapat sedikit menghibur Dela.


Dikamar, Dela masih memandangi foto Daren dengan tangisnya , " Bye Boo, istirahat yang tenang ya-" ucapnya sambil memeluk ponsel, berisi foto-foto Daren dengan menitikan air matanya.


Reynal pun sudah bersihkan badannya, dengan pakaian santainya Reynal meminta Dela untuk makan.


" La..., Makan dulu ya, gue suapin, lepas itu obatnya diminum okey" ucap Reynal sambil menyeka air mata Dela.


Dela mengangguk pelan, walau hatinya terasa pedih tapi ia bukan gadis yang alay, yang mengurung diri dengan menolak untuk makan, walau kurang berselera, Dela akan makan, ia juga tak ingin menjadi fikiran ke empat orang tuanya.


Sebelumnya, Reynal menyiapkan makan untuknya juga Dela, sementara yang lain dibawah, sedang nikmati makan siang di meja makan.


Aldo yang memang sengaja melihat Dela, Aldo turut tersenyum dengan kelaluan Reynal, yang menemani Dela disaat rapuh seperti saat ini, walau yang Aldo tau itu bukan Dela banget,Aldo lalu segera turun dan gabung bersama keluarga untuk makan siang.


Disela mereka makan tèrdengar Suara ucapan salam yang tak lain tiga anak remaja, dan disambut oleh Aldo,dengan meminta mereka segera gabung dimeja makan.


" Beb... kita makan siang dulu, Bunda sama Mama sudah masak banyak, setelahnya kita baru temui Dedel" ucap Aldo persilakan sahabatnya.


Ketiganya mengangguk dan mengikuti Aldo melangkah, mengarah meja makan, Mereka bersalaman ke Bunda dan Mama, lalu duduk dikursi yang masih kosong, ikut menikmati makan siang yang menurut ketiganya asing dan tampak canggung, namun tak dapat ditolak oleh mereka.


πŸƒπŸƒπŸƒπŸƒπŸƒπŸƒπŸƒπŸƒπŸƒπŸƒπŸƒπŸƒπŸƒπŸƒπŸƒ


.


Bersambung


.


.


.


Hai semua,


Jangan lupa jejak semangatnya. sertakan Komentar nya


salam hangat selalu


Reynal & Dela πŸ‘«

__ADS_1


__ADS_2