
Dela duduk disamping Reynal sambil mengusap-usap tangannya yang terasa sakit, Reynal mengambil minum lalu menenggaknya, Teman-teman Reynal melihat Reynal heran kecuali Reno yang tau hubungan keduanya.
" Rey... bukannya nih maru yang lo hukum waktu itu?" tanya seorang disana, Reynal yang ditanya tak menghiraukannya.
" Eh ada Dela, Dela kok bisa sama Rey?" tanya salah seorang senior bernama Dian.
" Tangan lo kenapa, gue liat dari tadi lo usap-usap aja, ada yang sakit?" tanya Reno.
Dian yang melihat Dela kasihan bahkan matanya berkaca-kaca, Dengan cepat Dian ambil air hangat dan mengambil syal yang melekat ditangannya.
Dela hanya diam, ia tak ingin mengkeruh suasana, melihat Reynal marah karena cemburu membuatnya takut, pasalnya ia tak pernah melihat Reynal seperti ini.
"Jangan sentuh...,biar gue" tepis tangan Reynal ke Dian.
" Apaan si lo Rey..., sensi amat kaya Dela punya lo aja" ucap Dian yang tak tΓ©rima.
" Aww...sakit Ta..." ucap Dela, karena Reynal menekan terlalu kencang.
" Maaf..maafin Tata, Tata kasar..." ucap Reynal mengecup tangan Dela yang masih merah karena perbuatannya.
Cup...,
Reynal lalu meniup-niupkan agar tak pedih lalu mengecupnya kembali, Bahkan Reynal tak perduli dilihat oleh beberapa teman-temannya.
" Tata antar kekelas ya, bentar lagi masuk. nanti tunggu Tata" ucapnya lirih Dela hanya mengangguk, cup ke tangan Dela yang sakit.
" Malu diliatin?" ucapnya lirih
" Sudah ayo..." Reynal tak ingin mendengar ucapan Dela.
Reynal mengusap kepala Dela, dengan penuh kasih sayang, lalu menuntunnya hingga Ke depan kelasnya, Dian yang melihatnya terbengong" gue gak salah liat kan Bro" tanya nya. semua yang berada disana menggelengkan kepala.
Sementara Reno menyunggingkan senyumnya.//Dasar gak berubah tetap aja kasar_Reno//
Sesampainya dikelas Dela, tepatnya di depan kelasnya Reynal mengusap kepala Dela dengan begitu sayang.
" Sudah sana masuk, belajar yang bener, " ucapnya.
" Iya-, tapi jangan cemburu lagi, jangan marah kaya tadi Lala takut" cicit Dela.
" Iya janji" ucapnya lagi yang lagi-lagi mengecup tangan Dela yang masih merah.
//Tapi Tata gak tau apa bisa tutupi rasa cmburu ini _Reynal//
Usai Reynal pergi Dela masuk kelas banyak mata yang menyaksikannya, Keromantisan keduanya hingga membuat mereka bersorak riuh, bahkan ada yang iri.
Sesilia, yang melihatnya ikut bersorak bahkan kepo dengan hubungan keduanya.
" Del.., ayo ada hubungan apa lo dengan kak Rey, jangan-jangan kalian pacaran ya?"
" Mm..., mungkin," ucap Dela sambil berfikir.
" Kok mungkin sih...?"
" Suatu saat lo tau Li" lalu Dela tersenyum kelinci,
" Del...gue patah hati dong kalau lo sudah pacaran dengan senior itu" ucap Fahri.
Dela tersenyum " sudah harusnya Ri, dan gue gak ingin kasih harapan ke lo" ucap Dela menerangkan.
" Kenapa?" tanyanya.
" Gue sebenarnya sudah ada yang punya seorang " ucap Dela.
" Tapi Gue tampan, kurang apa lagi ketimbang dia gondrong, berewok , uh gak banget" ucap Fahri.
" Tapi maco, lakinya keliatan Fahri, gue sangat mengaguminya, tapi gak dapat kak Reynal, kak Reno pun jadi" ucap Sesilia yang sudah kemana-mana.
" Ye..." menoyor bahu Sesilia.
" Selamat siang anak-anak"
" Siang buk."
Ke datangan dosen membuat ketiganya menghentikan obrolannya, dan kembali fokus dengan pelajaran.
__ADS_1
Dela, mendengar penjelasan dosen dengan benar, bahkan ia mencatat poin-poin yang penting menurutnya, ia tak ingin melewatkan apa-apa aja yang menurutnya penting, demi masa depan yang tenang begitulah Dela berfikir.
Dua jam mata kuliah berlangsung hingga tak terasa waktupun usaì, semua mahasiswa/i keluar kelas, Dela yang masih duduk di kelas menyenderkan kepalanya, lalu memainkan ponselnya sejenak, kemudian melihat lengan yang sempat memerah akibat perbuatan Reynal.
" Masih sakit?" ucap seorang yang sudah berada depan pintu, Dela menoleh ke arah suara,terlihat sosok yang ia kenali.
" Em... iya sedikit" ucapnya lirih.
" Maafin Tata ya" ucap Reynal yang ikut mengusap tangan Dela lalu mengecupnya, Dela hanya menganggukin kepalanya.
" Yuk... katanya mau ketoko Mama"sambil mengusap kepala Dela.
" Ta, kangen Ado-" ucap Dela yang mengerucutkan bibirnya.
" Iya nanti kalau ada waktu kita kesana, tapi gak bisa lama"
" Beneran?"
" Iya, ayo..., ucap Reynal yang sudah siap gendong Dela, Dela tersenyum lalu naik kepunggung Reynal.
^ Kuda Lala^ gumamnya, yang masih masih terdengar oleh Reynal, Reynal tersenyum mendengarnya. " iya hanya untuk Lala" ucap Reynal Dela mengangguk walau tak terlihat oleh Reynal.
Mereka sudah berada diparkiran , Reynal menurunkan Dela, lalu mengambil kunci motornya.
" Besok pakai mobil aja ya Ta, kalau siang gini panas, Lala juga sangat ingin menungganginya"
" Iya, ayo naik " ucap Reynal setelah memasang Helm Dela dan juga dirinya.
Entah kenapa Dela merasa hatinya saat ini sedang dihinggapi kupu-kupu yang berterbangan, jika dilihat pipi yang memerah, ia tak menyangka Reynal bisa semanis dulu, padahal tadi sempat kasar dan terlihat menyakiti dirinya,
// Gue gak akan raguin lo lagi Ta_Dela//
Kepala Dela disandarkan dibahu Reynal, namun masih terlihat oleh Reynal melalui kaca sepion yang terlihat wajah cantiknya yang tampak memerah, yang Reynal juga tidak tau namun dari raut wajahnya Dela tampak bahagia.
Reynal menarik kedua tangan Dela agar berpegang erat, Dela masih tersenyum bahagia, mereka berhenti di lampu merah, Dela menutup helm agar tak terlihat oleh orang-orang, tapi ternyata salah ada sepasang mata yang melihatnya, //anak maru itu, beraninya mendekati Rey_//
Dan dari seberang ternyata ada seorang yang mengagumi Dela, dia Dabarel, Dabarel hanya menatap Dela dan Reynal dari seberang yang tak jauh dari mereka.
// Apa Dela mencintainya?_Dabarel//
Sesampainya Ditoko, Mama sedang ada tamu sehingga keduanya duduk sembari menunggu Mamanya selesai.
" La..nih untuk kamu" ucap Reynal membawa Roti khusus dan air minumnya.
" Apa ini?"
" Roti la pake tanya lagi" ucap Reynal
" Hihi... iya lupa," ucap Dela yang menyengir kuda.
" Nih minum biar gak lupa" ucap Reynal menyodorkan minuman mineral untuknya.
" Makasih mas..." ucapnya dengan senyum manisnya.
" Apa?" tanya Reynal.
" Mas..." ulang Dela lirih.
" Gak kedengaran" ucapnya lagi, yang telah mengulumkan senyumnya.
" Budi lo " kesel Dela namun Reynal langsung mencoel pipi Dela yang terlihat tirus, Reynal merasa senang karena panggilan untuknya, walau Dela malu-malu.
" La, maafin Tata ya, tadi buat kamu terluka, Tata bener-bener menyesal, tapi dengan begitu Tata dapat berkahnya dari cemburu Tata" jelas Reynal.
" Apa?" tanya Dela yang menatap Reynal.
" Uangi lagi dong panggilannya, Tata suka." ucap Reynal yang mencolek Dela, kali ini hidung Dela, membuat Dela kesel tapi suka.
" Apaan sih." ucap Dela yang mengusap hidungnya.
" Panggilannya, panggilan baru untuk Tata." ucap Reynal yang menaik turunkan alisnya.
" Tau ah malu Lala" ucapnya yang langsung memalingkan wajahnya kearah lain.
" Kenapa malu ,bersama suami sendiri" ucap Reynal.
__ADS_1
" Ya karena suami Lala emmm.... aaaa Tau ah" ucapnya dengan kembali senyum-senyum malu" Intinya Dela Riani percaya dengan Tata Reynal Fito" ucapnya meneruskan.
// Syukurlah La, jika kamu percaya, walau harus memaksa hingga kamu terluka_Reynal//
Reynal masih menatap wajah Dela yang malu-malu meong, Reynal tau istrinya sedang sembunyikan pipi yang merona karena dirinya, namun Reynal masih saja menggoda Dela.
" Lagi dong di panggil mas, Tata mau dengar lagi" sambil mengusap-usap kepala Dela dengan sayang.
" Apa sih ta...Resek deh"
" Iih pelit- "
" Biarin blwek..."
" Dasar kamu ya"
" Dasar apa, pakaian gak papa biar Lala bisa buat toko baju sekalian, eh iya ngomong-ngomong Lala boleh gak buka toko baju gitu" ucap Dela yang tiba- tiba menatap Reynal ragu dan serius dengan ucapannya.
" Aku tidak keberatan sama sekali, jika kamu menginginkannya, silakan" ucap Reynal, yang kembali mengusap kepala Dela.
"Beneran?" tanya Dela , Langsung disambut dengan anggukan dari Reynal.
" Makasih ya , mas Tata! " ucapnya begitu gerang sehingga tak menyadari jika kariyawan Mama perhatikan mereka sedari tadi dan pelanggan pun ikut tersenyum serta gelengkan kepalanya.
MΓ ma yang terkejut mendengar suara Dela langsung membuka pintu untuk pastikan putrinya.
" Sayang.. kenapa?" tanya mama memastikan.
" Gak papa Ma" ucap keduanya barengan dan menyengir kuda.
Mama lalu mengakhiri pertemuan dengan seorang, dan langsung ikut gabung bersama mereka.
" Maaf ma, gak bermaksud-"
" Iya sayang lupakan ya-" ucap Mama
" Mama senang dan bahagia sekali, bisa melihat kalian seperti ini" ucap mama lagi.
Lalu Dela dan Reynal langsung berdiri dan memeluk Mamanya, dengan senang hati mama menerimanya, lalu mengecup kedua kening mereka.
" Rey kangen Mama, maaf Rey jarang nemui Mama" ucap Reynal yang menyenderkan kepalanya dibahu Mamanya yang tak lain mama mertuanya.
" Iya sayang gak apa" ucap mama mengusap kepala Reynal.
" Dedel sangat-sangat kangen, Soalnya Tata tu gak izini pulang" ucapnya ke mama seolah mengadu,Mama juga mengusap kepala Dela dengan kasih sayangnya.
Tuuk..
" Aw sakit..." ringis Dela , Reynal yang tiba-tiba tanganya mendarat ke kening Dela.
" kamu tu.."
" Apa?"
"Sudah ayo sini, ikut Mama buat Roti, nanti hasilnya bisa kalian bawa pulang " ucap Mama kepada dua anaknya,yang lama ia rindukan, karena keduanya selalu bersikap dingin.
Mama Mila tersenyum bahagia, ini momen yang tak pernah ada // Ya allah terimakasih engkau telah hadirkan rasa diantara mereka, semoga akan selalu begitu selamanya_mama //
Mama setelah berdoa lalu ikut gabung dengan keduanya yang menguleni tepungnya yang sudah dibantu oleh karyawan Mamanya.
πππππππππππππππ
,
.
Bersambung
jangan lupa tinggalkan jejak kalian ya, dengan ngelike, komentar, ataupun menambah hadiah juga boleh jangan lupa ngerate bintang 5 ya, terimakasih banyak sebelumnya.
Dan teman-teman aku minta maaf jika sedikit terlambat meng up nya, karena tugas diluar cukup menyita waktuku, sehingga tak dapat mengup ceritaku, tapi aku usahakan mengupnya. trima kasih yang selalu suport aku.
salam kangen β€
Reynal dan Delaπ«
__ADS_1