Cinta Senior Galak

Cinta Senior Galak
Eps-32 Keras Kepala#


__ADS_3

Hari sudah semakin siang, Reynal bangun


dan pergi ke dapur meminta Bi Marni panaskan bubur.


" Rey.., Dedel gimana, gue balik duluan ya, gue mau mampir Asrama, kangen gue dengan Sarah" Kata Aldo yang baru keluar kamar.


" Dia masih tidur, iya hati-hati lo" kata Reynal ke Aldo.


" Jagain Dedel gue" Kata Aldo yang menepuk bahu Reynal pelan.


" Pasti" ucap Reynal lantang.


" Lo gak makan dulu?" Tanya Reynal lagi.


" Gak la , nanti bareng Sarah aja" ucap Aldo


" Bi.., Aldo balik duluan, Aldo ada janji sama Sarah" kata Aldo ke Bi Marni.


" Iya Den, hati-hati Den " jawab Bi Marni ke Aldo.


Setelah Aldo pergi, dan Reynal selesai makannya, Reynal membawa bubur hangatnya untuk Dela, Reynal masuk kekamar Dela, dan bangunkan Dela yang masih terlelap tidur.


" La.. Lala , bangun dulu, nih Bi Marni tadi buatkan bubur ayam, makan dulu yuk biar enakan" kata Reynal.


Dela membuka matanya dan melihat Reynal, ternyata bener membawa bubur ayam hangat.


"Gue suap, Lo gak perlu bantah" ucap Reynal yang sudah menyendokkan buburnya


Dela melototkan matanya, dan merampas mangkok yang ada di tangan Reyhan.


" Keluar-, " usir Dela.


" Tadi gue sudah bilang, gak perlu batah kan?" kata Reynal yang menajamkan netranya.


" Keluar gue bilang, budek ya?" ketus Dela.


" Serah lo, awas cari gue, Mama sama Papa belum pulang" kata Reynal dengan menekuk wajahnya, lalu membuka pintu kamar Dela.


^ Heran gue, dilapisi apa sih hatinya sampai seperti itu?" gerutu Reynal yang meninggalkan Dela.


^ Siapa lagi yang nelpon, gak tau lagi gabut apa^


πŸ“²Ay..πŸ¦‹.


Reynal mengacak rambutnya dan mengangkat telpon dari Fia.


🌿🌿🌿


Diluar Rani juga Mira lagi asik duduk berdua liat latihan futsal.


" Beb.., sayang banget gak ada Dedel" kata Mira.


" Iya, mau gimana lagi, kalau tamu bulanannya datang, lo pun tau itu" kata Rani.


"Iya , tapi gak Asik nih gak ada dia, apa nanti kita jenguk dia" kata Mira.


" Lebih baik jangan, ada kak Rey malas gue" kata Rani.


" Iya ya..lupa gue, eh tapi kok Mama minta tolong sih sama Kak Rey bukan Aldo." kata Mira.


" Hem Markonah, kalau Mama mintanya ke Aldo ataupun kita yang ada Mama tambah khawatir " jelas Rani.


" Makanya Mama minta Kak Reynal yang galak itu untuk jagain Dedel?" kata Rani.


" Yups betul sekali " kata Mira.


Mereka lalu fokus kembali dengan latihan futsal, yang sesekali keluarkan teriakan karena bola bisa masuk kegawang.


Rani dan Mira pulang setelah latihan usai, sekitar pukul lima sore, mereka tidak pulang kerumah Dela lagi, mereka pulang langsung kerumah mereka.


🌳🌳🌳🌳🌳🌳


Mama dan Papa sudah sampai rumah sekitar pukul lima tiga puluh atau lebih tepatnya setengah enam tadi.


Dela masih tiduran karena perutnya juga tak kunjung sembuh, jadi Dela hanya tidur dikamar memejamkan mata sambil menekan perut yang masih terasa nyeri.


Saat Mama ingin masuk menemui sang putri Papa melarang Mama untuk masuk dengan alasan berikejutan untuknya.


Sedangkan Reynal berada di kolam ikan, memperhatikan ikan yang lulu- lalang.


Kedua orang tua tengah baya Ayah dan Papanya asik ngobrol santai, karena seharian diperjalanan, Para Mama-Mama muda lagi siapkan makan malam.


Tiba-tiba terdengar terikan dari dalam kamar, yang mengejutkan mereka tapi juga merasa geli didengar, seperti itulah tingkah Dela saat tamu agungnya datang ia akan teriak memanggil Reynal, walau Reynal tidak ada.


Tata..!!!


Teriakan yang menggemparkan isi rumah karena suara Dela, Mendengar teriakan Dela, Reynal dengan cepat berlari kekamarnya.


" Apa ??" Dengan lembut, bisa gak teriak hem yang mendekatinya lebih Dekat.


" Pembalut Lala habis tinggal satu itu yang siang, Lala mau yang malam "kata Dela lirih.


" So Lala mau Tata yang beli begitu?" dengan Tatapan tajam penuh Arti.

__ADS_1


" Ya iya lah, itu kan tugas Tata, Tata marah ya sudah, keluar sana" kata Dela cuek. yang masih meringkuk peluk perutnya sendiri.


" Iya tunggu, Tata belikan" Kata Reynal sambil tepuk tangannya ke pucuk kepala Dela.


^ Uuh.., giliran gini aja lembut,aneh kalau bukan calon bini ogah gue^ gerutu Reynal yang menuruni anak tangga


Dibawah ke empat orang tua, yang sudah tengah baya pun tersenyum dengan menggelengkan kepalanya.


" Lihat Anak lo, mukanya lucu kalau lagi manyun" kata Papa menunjuk Reynal yang sedang menuruni anak tangga.


" Itu juga gara-gara anak lo tu, ngerjai anak gue." kata Sang Papa.


" Sudah jangan ribut, mending nih ada cemilan dimakan" kata Mama.


" Iya, tu dua anak kita, biarin aja setidaknya ada jedah ributnya, capek liat mereka ribut atau hanya diem-dieman" ucap Bunda.


" Rey pergi dulu" kata Reynal yang masih tekuk wajahnya.


" Iya hati-hati sayang, semangat dong sayang demi Kelinci" kata Bunda.


"Iya Bun"


" SemΓ ngat dong sayang" kata Mama.


" Semangat" masih dengan lesunya.


Reynal pergi ke mini mart untuk membeli bantal mini milik Dela, Sesampainya disana, Reynal menuju kasir dengan meminta dua macam dengan fungsi berbeda.


" Stok abis dek?" tanya mb kasir


" Iya kak, yang besar ya kak?" kata Reynal.


" Oke adek tampan" kata mb kasirnya.


Tak lama Reynal membayar belanjaannya, dan buru pergi, karena sudah diliatin Ibu-Ibu yang sedang ngantri disana.


Ternyata diluar hujan, Reynal sedikit berlari kemobilnya yang tak jauh ia parkirkan, sesampainya diparkiran Reynal hidupkan mesin mobil dan berlalu pergi.


Sesampainya dirumah, Reynal langsung kekamar Dela, dan memberikan bungkusan yang ia beli.


" Ayo Tata bantu" , kata Reynal yang sudah menggendong Dela ke kamar mandinya.


Setelah menggantinya, Dela membuka pintunya, Reynal kembali menggendongnya.


" Kita kebawah ya, makan malam dulu, nanti tidur lagi " titah Reynal ke Dela, Dela mengangguk menurut.


Dela digendong Reynal, dengan naik punggung Reynal tanpa menolaknya, Reynal kasihan melihat Dela, yang masih terlihat pucat dengan menahan sakit.


" Mama pulang? tanya Dela ketika melihat Mama sedang ngobrol dengan Bundanya


" Ye...hore..Mama, Bunda!!" teriak Dela sambil angkat tangannya dan satu tangannya dileher Reynal.


" Lala ... yang bener dong, nanti jatuh" kata


Reynal ke Dela.


" Eh.. sayang hati-hati, kasihan tu Kudanya capek" kata Mama yang melihat Reynal gendong Dela.


" Turun sini sayang, nanti jatuh" kata Bunda.


" Gak ah Dedel masih ingin seperti ini, Dedel masih mau main kuda-kudaan, ayo kuda kita main kesana" ucap Dela dengan senag hati.


" Lala tapi Tata- "


" Ih jahat, dasar senior galak" kata Dela .


" Hem serah lo, sekarang lo duduk makan habis itu minum obat oke"


" Serah Lo " kata Dela jutek tapi masih nurut.


"Ma-,


" Sayang kita makan dulu ya, kita nungguin kalian nih kasihan Bunda sama Ayah kamu menunggu lama" jelas Mama


Dela pun sadar, Lalu duduk dan makan, ternyata hujan rintik-rintik membuatnya semangat untuk main hujan .


Dela lari ke halaman belakang dan main hujan, dengan merentangkan tangan dan kepalanya dihadapkan dengan hujan.


Semua yang ada disana hanya gelengkan kepalanya, melihat tingkah Dela.


" Anak itu keras kepala" kata Reynal yang berjalan menyusul Dela.


" Rey.. bawa payung sayang, jangan lama-lama, nanti masuk angin" kata Mama.


" Baik Ma, Mama tenang aja" ucapnya.


" Hey cewek macan dan bar-bar bisa tidak berhenti hujan-hujanan" teriak Reynal ke Dela tapi Dela enggan dengar teriakan dari Rey.


// Dasar keras kepala._Reynal//


Dela masih dengan mandi hujan nya, Akhirnya Reynal mendekati Dela, agar tidak kehujanan. Tapi sayangnya Dela menolaknya dan menghempas payung yang ada ditangan Reynal, Alhasil Payung itu jatuh.


Melihat Dela membuang payung pemberiannya Reynal menggendongnya, Reynal takut Dela akan sakit.

__ADS_1


" Ta turun, Lala masih mau main hujan!" teriak Dela saat digendong Reynal.


" Jangan keras kepala lo, dan jangan keras hati lo nurut kenapa?" kata Reynal.


Dengan keadan keduanya basah, Reynal membawanya ke kamarnya, kedua orang tua mereka hanya bisa geleng-geleng.


" Anak lo lagi berusaha" kata Papa


" Iya biarkan saja, ia berusaha, cinta perlu pengorbanan Bro " jawab Ayah dengan santai.


" Kalian ini,nanti kalau mereka sakit kita yang repot" ucap Mama.


" Setuju " ucap Bunda.


"Bukan begitu cantik, tapi kamu tau sendiri anak kamu itu menghindari Rey yang jelas tunangannya" jelas Ayah.


"Eh jangan salah, mereka sudah miliki kekasih loh" kata Bunda


"Masa" kata mereka bareng


"Hem, bahkan akhir-akhir ini mereka suka berantem yang tadinya dingin, hambar sekarang rame" jelas Bunda yang mengetahui keduanya.


"Kok bisa gitu?" tanya Papa


" Ya karena Kuda sedang berusaha mengambil Kelincinya yang dicuri orang" ucap sang Mama.


"Gak salah, yang ada kudanya sudah lari lebih dulu makanya kelinci ikut lari" jelas Mama.


'Hus, kalian bicara apa sih sana lihat mereka" kata Papa


" Iya beres"


Sementara para orang tua lagi bicarakan kedua anak mereka, Reynal sudah berada dikamar Dela langsung masuk kekamar mandi dan kemudian menurunkan Dela agar segera mandi.


Setelahnya Reynal turun dan pergi kekamarnya untuk mandi lagi, karena mandi hujan.


🌾🌾🌾


Pagi hari Dela sudah siap dengan pakaian seragamnya, dan duduk untuk sarapan.


" Sayang, penampilan kamu pertahankan ya sayang?" ucap Papa.


" Iya, kamu lebih cantik seperti ini sayang" kata Mama.


" Ma, Pa jangan goda anaknya deh" dengan mengerucutkan mulutnya.


" Beneran sayang"


" Apanya yang bagus, Rok panjang kegini ribet, Dedel jadi susah bawa motor."


" Na itu salah satunya biar lo gak bawa motor, gue gak mau paha mulus lo diliat orang" ucap Reynal.


" Uh biar sih ganggu, bukan siapa-siapa lo, ini juga terpaksa karena dikoprasi sudah habis." Ucap Dela.


" Keras kepala lo kalau gue bilangi" kata Reynal.


" Terserah, terus kenapa lo masih disini?" Tanya Dela.


" Terserah gue, gue mau bareng tunangan gue" kata Reynal.


" Sudah ayo buruan sayang nanti telat, atau mau dipercepat kalian menikah dan biarkan kekasih kalian kecewa" kata Mama.


" Tapi Dedel sayangnya dengan Daren" kata Dela.


" Tapi sayang-,"


" Au ah Dedel gak mau nikah dengan dia titik."


Pagi ini menjadi perdebatan kecil buat dua mahkluk Allah, yang satu bertahan ingin tetap menikah dan yang satunya tidak ingin menikah membuat pusing kedua orang tua mereka.


Dela lalu pamit dan pergi Sekolah tanpa menghiraukan Reynal, yang masih kekeh dengan perjodohan ini.


Dela mengendarai mobilnya sendiri, dengan melaju kecepatannya. Dela kesel dengan Reynal yang selalu maunya sendiri.


Sesampai diSekolah, Dela tidak langsung ke kelas melainkan berjalan ke suatu tempat yang jarang di singgahi oleh para Siswa/i.


Duduk di sebuah kursi kayu yang usang dengan menyenderkan kepalanya.


// Gue capek dengan permainan lo Ta, kenapa sih lo keras kepala_Dela //


Dela duduk , diam sembari sesekali mengusap air matanya.


// Gue ingin perjuangkan cinta gue ke Daren bukan Lo, harusnya lo paham_Dela//


Sementara, Reynal masih di mobilnya menghentakan tangannya ke kemudi mobil, memgacak rambutnya dengan frustasinya.


//Apa sekeras itu kah lo La, ingin jauh dari gue, Hati dan fikiran lo terlalu keras sehingga tidak mudah untuk bicara_Reynal//


//Apa lo segitu cintanya dengan Daren, atau ini karma buat gue_ Reynal//


Reynal tersadar ketika Ada ketukan jendela mobilnya. terlihat seorang laki-laki disana, dan Reynal lalu bersiap untuk keluar kelas.


πŸƒπŸƒπŸƒπŸƒπŸƒ

__ADS_1


Bersambung


__ADS_2