
Reynal Dan Dela baru selesai solat jemaah, Dela memang sedikit diam dan coba berdamai dengan dirinya.
Dela keluar kamarnya duduk nonton filem kartun Jepang kesukaanya Doraemon, sambil sesekali mainkan ponselnya dengan beberapa cemilan kentang disampingnya.
Reynal menolehnya dengan geleng- geleng melihat tingkah Dela, // Dasar anak kecil, nontonnya masih aja itu_Reynal //.
Reynal mendekat mengmbil remotnya, lalu mematikannya, Dela terlihat terkejut pasalnya ia lagi nonton tapi dimatikan oleh Reynal.
" Lo..., Seneng banget buat masalah, atau jangan-jangan, Lo nikahi gue sengaja ya, biar Lo gampang ngerjaai gue"
" Kalau jawabannya iya mau apa, masalah?" Tanya Reynal yang menundukkan badannya ke arah Dela.
" Masalah buat gue " Ucap Dela.
" Tapi gak masalah buat gue " ucap Reynal yang semakin dekatkan wajahnya ke Dela sementara Dela, memalingkan wajahnya.
" Lo memang milik gue La, mau cara apapun Lo milik gue, paham " ucap Reynal yang sudah mendekap dagu Dela.
Cup
" Tapi gue benci lo, Reynal Fito, paham." ucap Dela yang mendorong Reynal dan pergi gitu aja, Reynal hanya tersenyum melihatnya.
" Dela pergi keatas dan bawa kunci mobil milik Reynal yang ada di nakas.
Reynal melihat Dela pergi, berusaha mencekalnya.
" Mau kemana sudah sore? " Tanya Reynal.
" Bukan urusan Lo " Jawab Dela.
" Lo urusan gue" kata Reynal.
" Bodo, gue benci Lo, gue benci laki-laki kaya Lo" Kata Dela lalu menghempas tangan Reynal dan pergi mendorong Reynal.
" Shiiit" Dengan cepat Reynal mengejar Dela ternyata sudah melajukan mobilnya.
Reynal buru-buru masuk, ambil jaket bombernya dan mengambil kunci motor dan Helmnya.
" Rey-, mau kemana sayang? " Tanya bunda yang baru saja masuk bersama Ayahnya.
" Kejar Lala Bun" Ucapnya dengan cepat ia mengeluarkan Motor sportnya.
Bunda yang melihatnya hanya geleng-gelengkan kepalanya,melihat dua anaknya.
" Biarin aja Bun, mereka sudah besar " ucap Ayah
" Tapi Bunda khawatir "ucap Bunda yang sedang khawatir.
" Sudah, gak terjadi apa-apa Bun yuk masuk mandi dan sholat masih terkejar untuk sholat" Ucap sang ayah meminta Bunda masuk kekamar dan mengusap lengan Bunda.
🐎🐎🐎🐎🐎🐎🐎🐎🐎🐎🐎🐎🐎🐎🐎
Dela pergi kesuatu tempat dimana ia dulu kunjungi bareng Daren, menikmati angin yang menghembuskan badannya, melihat ombak yang menggulung, dan matahari yang berguyur tenggelam, Dela berdiri menikmati keindahan alam itu, dengan hari mulai gelap.
" Del-"
" Ado-"
" Ngapain sendiri disini, kalau gitu bisa ajak gue atau Rey yang bisa temani lo nikmati senja ini"
"Gue dulu kesini bareng Daren, kita disini menunggu matahari yang berubah warna, kata Daren itu adalah matahari terindah saat tenggelam, dan gue kangen itu" ucap Dela sekenanya.
" Kok lo tau gue disini-"
" Rey kasih tau, dan gue gak sendiri disini, coba liat kebelakang" ucap Aldo yang meminta Dela menoleh kebelakang.
" Kalian-" Ucapnya tak percaya mereka mengangguk dan memeluk Dela.
" Kita khawatir Beb, saat dengar Lo pergi "
" Maafin gue sudah buat kalian khawatir"
" Lo jangan merasa sendiri ya Beb, kita ada untuk Lo, satu lagi jangan galak-galak sama suami sendiri"
" Ish...., apaan sih kalian, yang dia senior galak"
__ADS_1
"Thanks untuk semuanya"
Mereka berlima memandangi laut lepas dengan pemandangan indah, ombak yang menggulung serta angin terasa kencang dan tak lupa Matahari yang berangsur-angsur tenggelam dengan warna yang indah.
Dari kejauhan diam-diam Reynal mengulum senyumnya, melihat Dela sudah baik-baik aja.
" Gue bahagia kala liat tawa lo" ucapnya yang duduk dimotor dengan mengenakan kaca mata hitamnya, Lalu Reynal mengambil beberapa foto mereka dan kemudian, ia kirim lewat cerita anda dengan caption * Senja *.
Kemudian Reynal mendekati mereka, dengan membuka jaketnya, lalu ia pakaikan ke Dela.
" Sudah malam, pulang yuk , " ucap Reynal sedikit lembut, dan itu asli buat kedua gadis yang berada di dekat Dela merasa meleleh, beda saat dia berada disekolah, tegas dan galak.
" Gue meleleh Beb"
" Ho'oh, gue mencair nih"
Pltak!!
" Ingat kak Alex lo" kata Aldo ke Rani
" Ingat punya sahabat Lo" Ucap Samir yang juga menjitak kepala Mira.
" Hehe Sorry" ucap mereka berdua.
" Kak Rey , Del-, maaf nih kita belum sempat ucapin selamat untuk kalian"
" Congrate ya Beb, doanya yang terbaik pastinya"
" Kita gak ada kado, tapi hadiah nih makan di resto bokap gue gimana?" Tawar Samir yang memang memiliki Resto .
" Gimana Del, kak Rey mau ya?" tambah Rani.
Dela dan Reynal masih saling diam tak bergeming, Reynal menyerahkan semuanya ke Dela.
" Maaf Beb gue gak bisa, terimakasih Sam tawarannya, gue duluan " ucap Dela yang berjalan lebih dulu.
Melihat Dela sudah masuk mobil, Reynal menyusul Dela " Duluan Do" ucap Reynal menepuk pundak Aldo.
" Hem... Dedel nolak, Beb" ucap Sam yang sedikit kecewa.
" Jangan ambil hati Sam, kita harus lebih paham perasaan Dela, menikah atas permintaan orang yang kita cintai, apalagi orang yang kita cintai pergi menghadap ilahi" Jelas Aldo.
Mereka semua paham dan saling berpelukan, lalu mereka tertawa" Kita pulang yuk" ajak Aldo disela-sela mereka tertawa dan dianggukin oleh ketiganya.
Aldo naiki motor sportnya, dan yang lainnya mengenakan mobilnya.
Aldo menggelengkan kepalanya saat mengecek ponselnya yang terlihat caption dari sahabatnya " Dasar ketos labil" yang menggelengkan kepalanya, lalu melajukan mobilnya menuju rumahnya.
🐇🐇🐇🐇🐇🐇🐇🐇🐇🐇🐇🐇🐇🐇🐇
Dela sudah berada di meja makan , ia siapkan makan malam bersama Bunda.
Bunda tersenyum melihat anak gadisnya yang sekarang sudah menjadi menantunya, melihat Dela didapur bantu sang Bunda.
" Beres Bun" ucapnya begitu girang sambil tepuk tangan bahagia, Dela langsung peluk bunda dari samping.
" Anak Bunda pintar " Ucap sang Bunda membalas pelukan Bunda.
" Iya Dong Bun-" ucapnya dengan rasa bangganya karena baru kali ini bisa siapkan makan malam.
" Sayang, Panggil Rey geh ?" Titah Bunda.
" Iya Bun" ucap Dela dengan melepas pelukannya.
Dela masuk kamar lalu melihat Reynal lagi rebahan dengan main ponselnya.
" Dipanggil Bunda untuk makan tu " ucap Dela ke Reynal, Reynal tidak nyaut karena asik main game diponsel.
" Ta.., iih" Dela mengambil ponselnya, tapi Reynal dengan sigap mengecup Bibir Dela, Dela melototkan matanya.
" Kena"
" LO...Lo se-ngaja ya?" ucap Dela dengan susah payah keluar dari mulutnya.
" Iya, kenapa, gak boleh?" Tanya Reynal yang menyunggingkan senyumnya.
__ADS_1
Dela pergi mengusap bibirnya dengan keluar kamar, melihat tingkah Dela Reynal hanya senyum dengan smiriknya lalu menyusul Dela ke meja makan.
Dela tiba-tiba memeluk Bundanya dengan menutup wajahnya, Bunda paham pasti tadi sebelum kesini ada perdebatan yang buat Dela manja begini.
" Kenapa lagi Rey, Anak ayah kamu apain?" tanya ayah yang juga sudah berada dimeja makan
" Gak diapa-apakan yah, hanya isi daya aja Yah"
" Isi daya?," terkejut
" Iya, gak lama kok"
" Lama juga gak apa Rey, sudah sah " saut Ayah
" Jangan Yah, nanti Rey-"
" Rey, yah sudah jangan diterusi, kasihan Anak Bunda" ucap Bunda menghentikan gurauan anak dan suaminya disana.
Setelah ucapan tadi mereka duduk dan makan bersama tanpaadanya obrolan, mwreka menikmati makan malamnya.
Usai makan, Reynal pamit keluar dan meninggalkan Dela, Reynal mendapat telpon dari seberang sana, Tapi tentunya setelah Dela tidur.
Sebelum pergi Reynal mengecup pucuk kepala Dela dengan sayang, ^Gue pergi dulu La^ gumamnya dengan megenakan jaket dan celana jensnya.
Aldo yang menunggu lumayan lama, sampai ia hampir habiskan kopi dibengkelnya.
" Do kenapa"
" Lama amat sih Lo Rey"
" Maaf gue nunggu Lala tidur"
" Iya deh iya, tau gue Lo secara tidak langsung pemenangnya, tapi jangan labil dong, kasihan sahabat gue"
"Huuft-, Sialan Lo" ucap Reynal yang membuang nafas kasarnya, " Intinya aja Do" ucapnya dan Aldo mengerti.
Aldo menceritakan sesuai informasi yang ia dapat, dan menurutnya serius, Reynal mendengar cerita Aldo menggenggam tangannya kuat, dia tidak menyangka kalau ini sudah direncanakannya.
" Baik lah Do, terimakasih, Lo sahabat terbaik gue" ucapnya lalu mereka berjabat tangan ala cowok.
Reynal melihat mobil Aldo saat kecelakaan bersama Dela lalu mengambil Fotonya.
" Do, jangan lo baiki dulu deh mobil lo untuk bukti"
" Lo tenang bokap kita gak tinggal diam soal ini"
" Cuma gue curiga aja sama seorang dia kelihatanya Lembut dan baik, akan tetapi gue takutnya dibelakang ia sebaliknya Rey"
" Kalo lo curiga dengan orang yang lo maksud, cari tau dengan orang kepercayaan lo Do"
" Iya itu pasti, yuk balik sudah malam " ucap Aldo dan dianggukin oleh Reynal, yang memang sudah lelah.
Sesampainya dirumah Reynal langsung menuju kamar, masih terngiang ucapan Aldo tadi, yang membuat rahangnya mengeras.
^ Shiiit, selama ini gue gak tau, maafin gue La^ ucapnya.
^ Maafin gue karena sudah abaikan lo, sampai lo menderita, gue gak tau ^ ungkapnya.
Reynal naik ke ranjang tidurnya mengusap kepala Dela dan ikut tidur bersama Dela.
^ Sorry, gue ingin tidur disini bareng lo ^
ungkapnya lirih dan kemudian memandang wajah Dela sebelum benar tertidur.
🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃
.
.
.
Bersambung
.
__ADS_1
.
.