Cinta Senior Galak

Cinta Senior Galak
Eps 95 Ambil Hikmahnya#


__ADS_3

Tak terasa, matahari telah tinggi, jam menujukan hari mulai sore, Dela membuka matanya, dan menoleh kesamping, ternyata Reynal masih terlelap tidur, Dela memandangi Reynal begitu intens, ^ apakah kita bisa bertahan Ta, Lala tidak tau , apa kita salah untuk bersatu, dan hanya menyakiti orang lain^ gumamnya yang memainkan rambut ikal Reynal, Reynal merasa terganggu lalu Reynal pun langsung menarik tangan Dela.


Hap...!


Reynal menangkap tangan Dela lalu mengecupnya, " kita sudah benar La, dan kita harus bertahan, sebenarnya kita diciptakan untuk bersama, hanya saja kita tak ingin menyadarinya" ucap Reynal.


" Tata sudah bangun ?" tanya Dela yang terkejut melihat tangannya ditarik oleh Reynal.


" Harusnya belum, tapi ada tangan jahil yang memainkan rambut Tata, jadi Tata terbangun." jelas Reynal.


" Jangan pernah merasa bersalah, apa yang sudah kita jalani " ucapnya lalu menarik wajah Dela dan mengecupnya dengan singkat, " Karena hati Tata sepenuhnya sudah untuk Lala, kalau ditanya sejak kapan, Tata tidak tau tapi, melihat hubungan Lala dengan Daren, Rasanya nyesek aja di dada" ungkapnya jujur.


" Terus kenapa semalam ninggalin Lala?" tanya Dela dengan penuh menyelidik.


Reynal tersenyum" maafin Tata ya, soalnya semalam Tata gak tega aja, banguni kelinci Lala yang tertidur pulas" ungkapnya.


" Pergi gak izin pulang-pulangnya-"ucap Dela yang sengaja digantung.


" Iya maaf deh, Tata emang salah" ucap Reynal yang mengerti arah pembicaraan Dela.


" Ta-, Lala lapar-" ucapnya sendu.


" Lapar?" tanya Reynal Dela lalu mengangguk.


" Yah sudah mandi geh, kita makan diluar aja dekat sini" ucap Reynal, dengan cepat Dela menganggukan kepalanya dan pergi ke kamar mandi.


Reynal mencoba bagun, dengan hati-hati, karena badannya serasa kaku, dengan pelan ia senderkan badannya dikepala ranjang yang beralasan bantal dibelakangnya.


" Ta...," panggil Dela yang ternyata sudah selesai mandi.


" Hem.." ucapnya hanya dengan deheman.


" Tata gak apa?" tanya Dela yang masih khawatir.


" Tata baik-baik aja, sudah lebih enakan." ucap Reynal yang masih sederkan badanya di kepala ranjang tidurnya.


Reynal memperhatikan Dela yang sedang memoleskan bedak tabur diwajahnya dan memoleskan lip warna netral untuk bibirnya, tanpa disadari Reynal tersenyum sendiri melihatnya.


" Kenapa senyum-senyum gitu?" tanya Dela heran, yang terlihat wajah Reynal dipantulan cerminnya.


" Gak apa, emang gak boleh mandangi Lala sepuasnya?" tanya Reynal balik.


" Boleh, cuma kenapa senyum-senyum" ucap Dela yang sedikit canggung.


" Ayo, Lala bantu ke kamar mandi" ucapnya lagi Reynal menganguk.


Usai Reynal siap, mereka keluar makan ke resto dekat apartemennya, karena perut mereka sudah mendemo.


Dela memanggil seorang disana, dan meminta beberapa menu makanan untuk Reynal, Reynal hanya bisa pasrah, ia yakin ini semua demi dirinya, melihat Dela bicara membuatnya tersenyum mengembang.


" Imut"

__ADS_1


Satu kata itu keluar untuk Dela, Dela yang masih dengar ucapannya, sebenarnya begitu bahagia mamun ia bersikap biasa agar tak tetlihat. " Biasa aja" ucapnya jutek namun Reynal hanya gelengkan kepala, Ia baru sadar bahkan ucapannya tapi memanglah bener adanya, hanya saja ia baru menyadarinya, padahal hampir tiap hari mereka bertemu


" Besok pulang kerumah Mama atau Bunda aja yuk" pinta Dela


" Emang kenapa harus pulang?" tanya Reynal.


" Atau kita tinggal disana biar dimasakin terus oleh Mama atau Bunda.


Thuuk..!


" Tata bisa masak kesukaanmu , jangan repotkan mereka"


" Salah kalau gue kangen masakan mereka?" ucap Dela yang tiba-tiba kesel.


"Bukan gitu, tapi Tata bisa masak untuk Lala apa pun yang Lala mau" ucap Reynal menjelaskan.


" Baru juga dilembutin, diperhatiin eh sekarang muncul tu posesifnya" Dengus Dela yang memundurkan kursinya langsung pergi gitu aja.


" Kemana?" tanya Reynal yang melihat Dela sudah berdiri.


" Toilet"


// Huh kirain mau kabur, susah ternyata meluluhkan hatinya_Reynal//


Reynal mengacak Frustasi rambutnya,


//Sabar Rey semua butuh waktu_Reynal//


πŸ‡πŸ‡πŸ‡πŸ‡πŸ‡πŸ‡πŸ‡πŸ‡πŸ‡πŸ‡πŸ‡πŸ‡πŸ‡πŸ‡πŸ‡


Walau mereka berdua tinggal satu rumah tapi mereka menjaga satu sama lain, meskipun demikian Sarah yang notabennya adalah perawat namun kali ini ia ambil kuliyah dalam bidang kedokteran, selain cita-citanya itu tuntutan keluarganya agar bisa menjadi seperti keluarga inginkan.


Sementara Aldo disana mengambil Bisnis, secara ia memiliki bengkel dan showroome bersama Reynal, dan ingin ngembangkan bisnis mereka, mereka berharap dapat maju bisnisnya, selain itu Aldo tak ingin jauh- jauh dari Sarah, Demi sarah gue rela harus terbang kesana, begitulah sekiranya fikiran Aldo.


" Honey, makan dulu yuk, habis itu antar aku ke toko buku" ucap Sarah.


" Baik bu bos, dilaksanakan." ucap Aldo yang menghentikan aktifitasnya.


" Honey, Sepertinya kita harus nelpon Rey atau Dela deh" ucap Aldo.


" Emang kenapa?" Tanya Sarah.


" Mereka sepertinya ada masalah"


" Iya boleh, yang penting makan dulu, aku takut kamu sakit terlalu banyak fikiran."


" Hihi.. kamu tau aja" goda Aldo mencolek pipi Sarah yang membuat Pipi Sarah memerah.


" Kita sebagai sahabat keduanya pasti ingin mereka baik-baik, dan tak ingin terjadi pada mereka, aku sangat menyayangi mereka" ucap Sarah


" Apalagi aku, yang sejak orok bersama mereka" ucap Aldo sambil acak jilbab Sarah,

__ADS_1


" Kita bisa ambil aja hikmahnya dari masalah mereka hadapi Honey, agar kita jangan menutup mata atau egois" ucap Aldo lagi.


" Ututu... bijaknya, semoga" ucapnya yang masih mencubit pipi Aldo dengan gemes.


Merela berempat menyatu sejak kwcil sejak kenal bangku taman kanak-kanak , sedangkan saat dibangku Sekolah Dasar. mereka disatukan dari sejak dini, agar tidak main perempuan atau laki-laki lain.


Aldo dan Sarah setuju-setuju aja.


Mereka menyiapkan makanan mereka, Sarah begitu piawai dalam memasak, sehingga jarang untuk makan diluar, mereka harus hemat, walau Aldo memberinya uang dari setengah jajannya, setengah keringatnya untuk Sarah.


Mereka diajarkan oleh orang tuanya untuk berbagi uang hasil keringatnya untuk calon istri mereka, mau uang itu dipakai atau tidak setidaknya, mereka mengirimkan ke debet kedunya.


Kalau Aldo belum lama ini, ia sisihkan hasil.kerja kerasnya untuk Sarah walau bukan kewajiban tetapi untuk mencoba memenuhi separuh kewajibannya.


" Do.."


" Hem,"


" Terimakasih untuk segalanya, karena kamu sudah pilih aku, kamu yang pertama dan yang terakhir" ucap sarah setelah menyelesaikan makan malamnya.


" Aku yang beruntung dan bersyukur Honey, karena mau menunggu ku hingga saat ini, hingga detik ini walau aku terkadang lebih mentingin Dedel ataupun sahabat-sahabatku belum juga fans-fans fanatic ku yang setia mengejariku mengagumiku." ucapnya sedikit songong.


" Iih mulai.deh songong mati kecakepan seh"


" Duh... bukan gitu tapi tunanganmu ini memang tampan apa tadi cakep, memang gak sadar apa hem.." mengembangkan senyumnya.dan menaik turunkan alisnya.


" Iya Tunangan Ku, memang cakep, tampan baik, darmawan, dewasa, cuek, pokoknya pake komplit dah, I Love U Honey" ucap Sarah


" Too..."


Mereka kini duduk di teras kamarnya menikmati indahnya kota A, yang tak kalah menariknya dengan kota yang ada di indonesia, melihat gemerlap malam yang diterangi oleh cahaya lampu-lampu, Beda saat siang hari, suasana akan ramai dan padat.


Aldo dan Sarah bercerita hingga larut, ia melupakan ucapannya tadi yang ingian menelpon Dela dan Reynal, untuk pastikan mereka baik- baik saja.


πŸƒπŸƒπŸƒπŸƒπŸƒπŸƒπŸƒπŸƒπŸƒπŸƒπŸƒπŸƒπŸƒπŸƒπŸƒ


.


.


Bersambung.


.


.


Jangan lupa tinggalkan jejakmu ya teman.


.


.

__ADS_1


Salam hangatπŸ€—


Reynal & DelaπŸ‘¦πŸ‘§


__ADS_2