
Reynal kembali disibukan dengan berbagai pekerjaan, dan lebih sedikit meluangkan waktunya untuk Dela maupun Dava.
Dela yang sering habiskan waktunya berdua dengan Dava untuk menghilangkan kejenuhan yang ada.
" Bun?" panggil Dava.
" Iya sayang ada apa?" jawab Dela seraya menanya kembali.
" Papa kok gak ikut kita?" tanyanya lagi
" Karena Papa kamu lagi kerja cari uang untuk kita" ucap Dela yang menenangkan Dava agar tidak beranggapan macam-macam tentang Reynal, padahal ia sendiri juga gak tau apa yang sedang dikerjakan suaminya.
Sudah hampir sebulan ini Reynal sibuk dengan berbagai pekerjaannya, yang membuatnya menyita waktu, terkadang ia begitu larut pulangnya.
" Sayang kita ke kafe LataRi aja yuk yang dekat toko Bunda mau?, kita ajak Mami dan Onty kamu yuk " tawar Dela agar Dava tidak merengek.
" Iya Bun ?, hole... disana pasti ada Papa" ucapnya girang yang membuat Dela geleng-gelengkan kepala.
Dela tersenyum yang mengusap kepala Dava dan menggandeng tangan Dava dengan sedikit lompat kecil begitu juga dengan Dava yang menyambutnya dengan suka cita.
Dela sekarang dilarang mengendarai mobil sendiri, Reynal takut Dela kenapa-kenapa apa lagi Sekarang ada Dava, Azar lah yang selalu menemani mereka atau pak Beben sebagai sopirnya.
Dela membuka ponsel kemudian mengetik pesan ke sahabatnya agar datang ke kafe LataRi.
Delaβ€
Beb gue tunggu Kalian di kafe LataRi sekarang !
Usai kirim pesan Dela memasukan Ponsel ke tasnya dan mendengarkan Dava bercerita.
" Bun.., apa nanti kalau Bunda ada adek masih sayang sama Dava?" Tanya Dava tiba-tiba.
" Tentu sayang Bunda akan sayang sama kamu, kamu jagoan Bunda yang pintar dan tampan." ucap Dela sembari cium pipi Dava.
" Benel Bun?" tanya Dava sambil melihat wajah Dela.
" Of course" ucap Dela yang kemudian memeluk Dava.
Tak terasa mereka sudah sampai di Kafe, dan Sesampainya di kafe LataRi benar saja disana sudah ada Rani dan Alex yang menunggunya.
" Wah sudah sampai aja nih bumil?" tanya Dela yang menggandeng Dava.
" Iya donk?" Jawab Rani yang menyimpan ponselnya.
" Hai kak ?" sapa Dava.
" Hai Del, hai jagoan papi?"jawab balik Alex
" Hai Pi..." jawab Dava yang kemudian menempel ke Alex.
" Ketos galak kemana?" tanya Rani yang melihat Dela hanya berdua hanya berdua dengan Dava.
" Sibuk" ucapnya," Em tunggu ya gue pesan makan untuk Dava" ucap Dela yang dianggukin oleh Rani.
Dela kedapur lalu meminta sesuatu ke chef yang ada disana," pak..., buatkan aku bubur durian tapi campurannya kacang merah bukan ijo oke" ucap Dela kepada chef kafe itu.
" Oh iya, es kocok alvokad sama stiek ayamnya satu ya pak" ucap Dela yang balikan badannya.
" Baik mb silakan tunggu"
" Terima kasih pak" ucap Dela lalu pergi kedepan kembali bersama sahabat-sahabatnya.
" Rey masih suka pulang malam Del?" tanya Alex ke Dela.
" I-ya kak, kita sudah biasa" ucap Dela menutupi kesedihannya.
" Yakin lo gak apa Beb?" tanya Rani
__ADS_1
" Yakin." jawab Dela dengan melemparkan senyumnya meyakinkan.
Terdengar suara teriakan yang baru saja masuk membuat mereka tutup telinga.
" Halo Beb sudah dari tadi lo pada?" teriak Mira yang baru saja datang dengan gaya centilnya, dan dibelakangnya diikuti oleh Samir dengan memasukan dua tangannya kesaku celana jensnya.
" Dava onty datang" ucap Mira yang menjawel dagu Dava.
" Hem ada onty centil " ucap Dava dengan gaya cool tangan dilipat di dadanya.
" Onty cantik sayang" ucap Mìra yang mencubit pipi Dava karena gemes dan membuat yang disana tertawa.
" Dedel anak lo" adu Mira dengan mengerucutkan bibirnya, membuat Dela mengulum senyumnya dengan menaikan kedua pundaknya.
" Permisi mb ini pesanannya, ada lagi yang mau dipesan mb.?" ucapnya
" Minta es kocok durian dua sama stiek kentangnya aja" ucap Mira yang memesan makanannya.
"Bun..., Dava kesana ya tunjuk Dava yang melihat arena bermain di dalam kafe, Dela mengangguk tanda setuju.
" Laki lo kreatif ya Del" ucap Alex yang melihat sekeliling.
"Eem umm,Jujur gue belum ngerti dengan ni kafe, kapan buka, serta kapan Rey desain ini sesuai keingin dan cita-citanya" ucap Dela menceritakannya.
" Waduh lo gak tau non?" Tanya Samir yang nyaris membuat Dela menggelèng dengan cepat.
" Kacau lo Del! " ucapnya lagi.
" Tau ah kalian kan tau hubungan gue dan Rey gimana"
" Sabar ya Beb, gue jadi kangen Boo Daren."
" Aww ...siapa ya-ng ..." teriak Dela yang kesakitan karena ada yang menarik rambut indahnya.
" aku-," ucap seorang laki-laki yang berada dibelakangnya.
" Ko..kok disini?, Bu..Bukannya ta-di" ucapnya lagi yang masih bingung dengan adanya Reynal.
"Yah bisa, ini pesanan kamu La dan Dava,
pesanan kalian juga bentar lagi siap" ucap Reynal yang meletakkan bubur di dekat Dela.
"Jangan ulangi pangil Daren, dia gak disini" ucap Reynal mengingatkan
" Iya maaf" ucap Dela yang mengerucutkan bibirnya sambil mengaduk-ngaduk bubur yang masih hangat.
" Aromanya ada yang cembukur nih,eh kode keras gak mau disaingi" cibir Samir.
Mira yang gak sengaja melihat Dela mengaduk-aduk bubur heran, biasanya Dela paling anti dengan namanya kacang merah tapi sekarang ia malah memesannya, ketika ingin bertanya Reynal sudah lebih dulu bertanya.
" Chefnya salah kasih ini La, ini kacang merah bukan hijau" ucap Reynal yang ingin berdiri tapi ditahan oleh Dela.
" Iya lo biasanya anti Beb?" tanya Mira menyetujui.
" Eemm emm, pengen nyoba aja, kata orang enak jadi pengen coba" ucapnya santai.
" Kamu ada-ada aja La" ucap Reynal, Dela tersenyum dengan keluarkan gigi kelincinya lalu menyuapkan bubur durian kemulutnya, Reynal mengusap-ngusap kepala Dela, lalu pamit untuk bermain bersama Dava.
Sementara Mereka asik ngobrol, dengan candaan yang mereka ciptakan" Main True Or Dare yuk seru kayanya nih" ucap Samir tiba-tiba.
" Gak asik, gak ada Aldo" kata Dela yang murung.
" Vidio call aja gimana?" tawar Samir.
" Gak ah gak asik" ucapnya lagi yang sesekali mengaduk buburnya.
" Trus mau lo apa Hem?" tawar Samir lagi
__ADS_1
" Balapan" ucapnya singkat.
" Balapan yang bener aja?" ucap Samir tak percaya, karena pasti dilarang oleh Reynal.
" Iya gue ingin, gatal tangan gue" ucapnya yang sedikit serius.
" Gak, Gak boleh" ucap seorang yang baru datang mendekati mereka.
" AdaTata lagi huh" ucap Dela dengan membuang nafasnya pelan.
" Bibirnya cantik amat, bisa dikuncir" ucap Reynal yang melihat Dela mengerucutkan bibirnya.
" Tapi pengen " Dela menundukan kepalanya.
" Gak boleh La, bahaya sayang" ucap Reynal lembut.
Dela terdiam mata berkaca-kaca, entah kenapa larangan Reynal membuat dirinya tiba-tiba melow.
" Lo kenapa La?" tanya Rani tiba-tiba.
" Gak papa, gue ke Dava dulu" ucapnya yang meninggalkan mereka.
Alex dan yang lain melihat Dela pergi lalu bergantian melihat Reynal memijit pelipisnya yang terasa sakit, Namun Alex mencoba untuk bicara ke Reynal.
" Rey... ayolah, lo gak kasihan sama Dela semenjak lo nikahin lo buat dia sedih, lo larang ini lo larang itu, kasihan dia bisa tertekan Rey"
Deg..!
// Benarkah tapi ini aku lakukan karena aku gak ingin Dela terluka_Dela//
" Maaf Lex, gue takut dia kenapa-napa, gue gak ingin terjadi sesuatu dengannya" ucap Reynal.
" Hem...Jangan berlebihan berilah ruang untuknya " ucap Alex memberi peringatan.
Tak lama ponsel Reynal berbunyi, Reynal permisi untuk angkat telpon, tak lama ia kembali dan mendekati kedua orang tercintanya.
" Sayang, Mas harus pergi, duluan ya semua buru-buru" ucapnya sambil mengecup Pucuk kepala Dela, Dela hanya mengangguk tanpa berkata apapun, Dela hanya membuang nafasnya pelan lalu kembali bersama sahabatnya.
" Kemana?" tanya Samir.
" Gak tau" ucapnya lirih.
" Beb gue juga deh, pinggang gue pegel nih pengen rebahan" ucap Rani yang tiba-tiba, Rani yang sudah terlihat perut buncitnya.
" Iya hati-hati, jaga ponakan gue" ucap Dela santai.
" Pasti..Bye" ucap.Rani yang melambaikan tangannya.
" Bye beb" ucap ketiganya yang hampir barengan.
Samir mendekati Dava iapun main bersama Dava, sementara Dela tampak lelah entah lah ia merasa lelah beberapa hari ini.
" Mir gue titip Dava ya, gue mau mampir toko bentar" ucap Dela lesu.
" Iya... beres, nanti kalau kita pulang kita antar ke toko" ucap Mira yang mengerti.
" Baiklah gue pergi dulu" ucap Dela dan dianggukin oleh Mira.
Mira hanya mengangkat dua bahunya, yang tak mengerti sikap sahabatnya beberapa hari ini, lalu ia berjalan mendekati Samir dan juga Dava yang berada di area main.
πππππππππππππππ
Bersambung
Jangan lupa like dan komentar.
salam hangatβ€
__ADS_1
Reynal & Dela