
Hari berganti, bulan pun telah berganti, tak terasa sudah satu tahun lebih lamanya mereka menikah, Dan setelah kejadian itu, dimana Fia menjebak agar Reynal bisa ia dapatkan, dengan mengundang Dela, Namun sayangnya ponsel Dela ditahan oleh Aldo.
Baik Aldo maupun Reynal mengikuti permainan Fia dengan pura-pura membenci Dela, Dan Fia percaya, sehingga Fia tak dapat menyakiti Dela, saat ini hanya itu yang dapat Mereka lakukan, Reynal sepakat untuk kembali bersama demi mendapat informasi dari Fia.
Mengulas setahun yang lalu banyak cobaan yang harus dilewati keduanya, kasus Fia yang menyita waktu , membuat Dela berniat masuk fakultas hukum.
Dela tak ingin memiliki kasus yang sama seperti Fia, walau kenyataanya, Fia berada di rumah sakit kejiwaan, bukan itu saja, ia sudah berulang kali ingin bunuh diri, untunglah, semua cepat diberi tindakan.
Aldo dan Sarah mereka pergi ke L.N untuk meneruskan pendidikan mereka, Mereka telah bertunangan dan telah mengundang para rekan kerja , dan colega-colega orang tua mereka.
Sementara tiga sahabat Dela juga memiliki tujuan berbeda, Rani langsung dinikahi oleh kekasihnya Alex, dan tak lupa kepada kedua sahabatnya, yang bagai minyak dan air, yang tak dapat menyatu nyatanya salah, mereka kini telah menyatukan hati mereka, siapa lagi kalau bukan Mira dan Samir.
Begitulah sedikit ulasan kehidupan mereka setelah lulus dari sekolah, Dela yang mengingikan kuliyah diluar negeri, tapi tidak diizinkan oleh Rrynal alhasil Dela kuliah tempat Reynal kuliyah.
Dela dan Reynal telah memutuskan hidup mandiri dengan menempati Apartemennya, begitu alasan mereka, padahal nyatanya mereka tak ingin orang tua mereka tau masalah yang mereka hadapi.
Hari ini adalah ppkmb, Dela persiapkan itu semua dengan semangat baru, Dela sudah tak melihat adanya Reynal, lalu dia menaikan bahu dan berjalan keluar apartemen.
Di kampus Teratai, disana mereka telah berkumpul, Dela dengan buru-buru masuk dengan nafas ngos -ngosan.
" He kamu..., maju ! '"
" Ah Δ’u..gu..gue,?" tujuknya pada diri sendiri.
" Iya Kamu, terlambat kan"
" Hah gak salah kak?"
"Tidak, jangan sampai ketua panitianya yang langsung bertindak ke kamu dan bukan itu saja, bisa saja kelompok atau satu kampus menjadi imbasnya" jelas seorang laki- laki itu.
Dela dengan wajah ditekuk, langkah yang bermalas-malasan, sampai di depan, setidaknya ia gak sendiri ada beberapa teman lainnya yang juga terlambat,
Dela menunduk dengan wajah ditekuk, memperhatikan kukunya.
" Dela Riani Darma!"
Betapa terkejutnya ia mendengar namanya dipanggil, begitu nyaring yang buat ia terkejut, Dela heran kenapa bisa tau nama panjangnya, bahkan mengatakan Darma nama sang mertua dan nama itu melekat pada nama suaminya.
Dela Riani Darma !
" Bisa-bisanya kamu bengong cepat lari keliling lapangan, tiga kali putaran diikuti yang lainnya" Teriak sang ketua panitia itu.
Dela menoleh seorang yang mendekati dirinya, betapa terkejutnya dia melihat sosok yang tak asing baginya bahkan sangat ia kenali.
" T..ta..ta " ucapnya lirih, yang masih menatap wajahnya.
" Kamu terlambat, ayo lakukan hukumanmu" ucapnya dengan senyum semiriknya, Dela menggengam tangannya, merasa kesal dibuatnya.
" Kenapa?," tanya seorang laki-laki berdiri tegap didekatnya.
Dengan kesal, segera ia lakukan printahnya, lalu berkeliling lapangan, Bersama yang lain.
" Rey... lo gak salah cewek cantik tu-" ucap salah satu temannya yang secara tidak langsung memuji Dela.
" Jangam terlalu keras Rey-, " ucap Reno memperingatkan.
//Sial ternyata dia ketua pkkmb nya sial amat gue_Dela//
Dua putaran sudah sampai, kegaris finis. dengan nafas tak bèraturan.
__ADS_1
" Huh..huh.."
" Silakan duduk, nih minum nanti pingsan lagi" ucap Reynal menyodorkan air mineralnya, Dela yang menatap tajam Reynal dengan kesal merampas air minum yang disodorkannya.
// Huu.. ingin rasanya gue bejek-bejek tu senior galak, suami durhaka_Dela//
Reynal yang melihat Dela kesel pun tersenyum, seengaknya ia bisa dekat dengan istrinya Dela.
"Lo gak papa?, oh iya gue Sesilia, panggil aja gue Lia" ucap seorang yang berada didekatnya.
" Gue gak apa, Gue Dela, salam kenal." ucapnya Dela dengan memberikan senyum manisnya , SesiLia lalu mengangguk kan kepala tanda mengerti.
Hari ini Acara demi Acara berlangsung, waktu menunjukan makan siang dan sholat Dzuhur, Kegiatan dihentikan terlebih dulu.
Termasuk Dela yang melaksanakan sholat terlebih dahulu baru ia makan bersama kelompoknya, mereka makan bersama, Dela kebingungan karena ia paling ribet buka saos atau sambal kemasan, sementara mau minta tolong tidak enak, karena mengganggu makan.
Biasa ada Aldo yang selalu ada, saat ini sudah jauh Samir yang ngmbil jurusan Ekonomi cukup jauh darinya, sementara Mira yang mengmbil menejemen tak terlihat mukin juga jauh darinya, Dela menghela nafas berat.
Dela mau tidak mau berusaha sendiri dengan tangnnya bahkan sampai ia gunakan giginya tapi nyatanya gak kebuka.
" Ini aja yang sudah dibuka" Mengambil Saos yang ada ditangan Dela dan berikan saos yang sudah kebuka.
Dela menoleh dan menatapnya penuh arti tidak ada sekata patah pun Dela ucapkan, walau mendapatkan perlakuan manis.
Reynal lalu berdiri dan mengusap kepala Dela dengan sayang.
" Makan yang bener, nona Darma" ucapnya dengan senyum smirknya, Dela hanya diam saja diperlakukan demikian.
" Del, lo kenal dengan kak Rey?" Tanya Sesilia, " Dela hanya menggidikan bahunya, Ia tak perduli dengan setatusnya dan pertanyaan dari teman barunya itu.
Reynal makan bersama para panitia pkkmb, matanya selalu menatap tajam ke arah Dela, ia tak rela melihat Dela berada dikelompok itu karena hanya ada empat wanita dan enam laki-laki, apalagi dikelompoknya, termasuk berparas tampan dan cantik.
" Iya maaf ada apa?"
" Ambilkan gue minum ucap gadis itu, Reynal lalu mengambil air minum yang dipinta Doni.
Dari kejauhan Sesilia yang tak sengaja melihat, seorang pria sedang perhatikan ke arah mereka, bahkan tatapan itu tajam mengarahnya.
" Del.. kak senior tu liatin kesini sedari tadi" ucap Sesilia yang tak sengaja perhatikan Reynal
" Ngaco deh," jawab Dela.
" Beneran Del..." ucap Sesilia yang tak puas atas jawaban Dela.
" Oo mungkin bisa jadi " jawabnya jengah.
" Mm bisa jadi juga."
" Eh kalian ngobrolin kakak senior awas kedengaran lo" ucap Fahri.yang hanya dapat jawaban senyuman indah dari keduanya membuat Fahri salah tingkah.
Waktu istirahat telah usai, mereka kembali melakukan kegiatan pengarahan-pengarahan dari para senior, perkenalkan satu-satu.
Sampai dibaris Reynal, Reno, Doni, dan Dian, Reynal memperkenalkan dirinya sedetailnya tak ada yang ia tutupi, hingga statusnya pun ia sebutkan walau tidak secara gamlang.
" Pastinya beberapa dari adek-adek sudah kenal saya, apalagi yang satu SMA yang sama dengan saya, saya Reynal Fito, disini selaku ketua panitia pkkmb dikampus kita kampus Teratai, jabatan saya disini hanya sebagai anggota disalah satu UKM kampus ini, kalau mau tanya semester, saya semester tiga, cukup sekian, apa ada yang ingin ditanyakan?" terangnya
" Ada kak, pacar sudah adakah?"
" Pertanyaan pintar, menurut kalian saya sudah punya pacar atau belum?" tanya Reynal Balik.
__ADS_1
" Belum, teriak beberapa kaum hawa"
" Sudah, beberapa kaum Hawa maupun kaum Adam" yang antusias.
" Nah Jawabannya kalau pacar memang tidak ada- , jedanya membuat beberapa kaum hawa berteriak bahagia.
" Tapi kalau teman hidup ada"
" Huuuu...." teriak yang ada disana.
" Iiihh... apa maksudnya si kak? " celoteh seorang disana.
" Udah ya cukup, terimakasih" ucap Reynal yang memasang mata elang yang menatap Dela, Dela pun menerima tatapan dari Reynal lalu nenyunggingkan senyumnya.
//Resek_Dela //
Waktu berjalan, dan sudah waktunya mereka pulang, kakak pendampingnya, memberitahukan apa yang akan dibawanya untuk hari esok, Dela lalu mencatat apa-apa aja yang disebutkan oleh kakak pendamping yang tak lain adalah senior mereka.
"Jangan lupa bawa surat cinta dan kado untuk senior yang kalian sukai." jelas sang senior.
" Del besok kadonya untuk kakak aja ya" goda salah seorang laki-laki yang tak lain seniornya.
" Untuk kakak aja, jangan untuk dia" ucap salah seorang lagi yang tak tau siapa namanya.
" Lliat aja besok" ucapnya dengan senyum sumringah.
" Duh senyumnya meleleh gue" ucap Dian
" Duh bisa diabetes gue" Doni.
Ehem...
" Eh Rey" ucap mereka barengan.
" Ayo jangan banyak digoda, sudah ada yang punya tu, ayo siap-siap kita mau pulang" ucapnya dingin
" Ih apaan si lo Rey." ucap Doni yang kurang suka ucapan Reynal.
Reynal menarik baju kedua sahabatnya agar kembali kedepan dan tak lagi menggoda para mahasiswa baru terutama Dela.
Doni dan Dian mengerucutkan bibirnya sambil melangkah kedepan sedangkan Reno hanya gelengkan kepalanya melihat ketiga sahabatnya itu.
πππππππππππππππ
.
.
Bersambung
.
.
Jangan lupa tinggalkan jejaknya ya teman π
Salam hangatβ€
Reynal &Delaπ«
__ADS_1