
Dela terbañgun dari tidurnya, membuka matanya ia tak lagi di panti melainkan dikamarnya sendiri,dan Ia melihat kesamping ada seorang anak laki-laki yang tidur bersamanya.
^Kok di rumah, terus Dava-^ gumamnya yang masih bingung melihat sekitarnya.
" Sudah bangun sayang?" Reynal menyapa Dela.
" Mas kok ada Dava, terus kamu yang bawa Lala pulang?" tanyanya ke Suami galaknya.
" Iya..., kamu bandel membuat Mas Tata mu khawatir terjadi apa-apa, untung bunda Rara kabari mas" jelasnya.
" Terus Dava?" tanya Dela lagi.
" Dava merengek ikut, jadi mas Tata bawa dan sekalian adopsi"
" Yakin..?" Tanya Dela ragu.
Reynal tersenyum dan mengusap kepala Dela " Yakin..., kita akan besarkan dia sebisa kita Aku akan berusaha" ucap Reynal untuk kalian.
Dela kembali menoleh Dava yang tidur begitu pulas, Lalu kembali noleh ke Reynal menatapnya tajam, //Apa gue bisa besarkan Dava, berikan kasih sayang yang utuh_Dela//
// Mas yakin kamu Pasti bisa, kamu kuat kamu hebat_Reynal//
Reynal yang melihat Dua mata Dela yang sedang bicara, lalu ia ulaskan senyumnya, Membuat Dela tersadar akan lamunannya, Dela membalas senyuman Reynal lalu mengangguk sebagai jawabannya.
" Terima kasih La" ucap Reynal yang kembali mengusap sayang kepala Dela.
" Kak Cantik..." panggil Dava yang terbangun dari tidurnya.
" Iya sayang-"
" Kak cantik kata Bunda Lala, sekarang Dava boleh ikut kak cantik, dan juga Kak Ley, telus Kata Bunda , Dava boleh panggil kak cantik sebagai Bunda " ucap Dava yang girang menceritakan soal tadi sewaktu di panti sambil memeluk Dela, Dela langsung membolakan matanya mendengar ucapan Dava yang mengatakan ia boleh manggil bunda.
" Kak cantik, Dava boleh kan panggil kak cantik Bunda dan Kak ley Ayah? " ucap Dava yang mendongakan kepalanya ke Dela yang masih erat memeluk Dela.
Dela terdiam belum tau jawaban apa yang akan ia berikan ke Dava, Dela lalu menoleh ke Reynal meminta bantuannya untuk menjawab pertanyaan Dava.
Reynal yang mengerti lalu mengangguk pelan sebagai jawabannya, dengan ia sematkan senyumnya, Dela kembali menoleh kembali ke Dava, lalu tersenyum
" Boleh sayang" ucap Dela yang mengusap kepala Dava dengan sayang.
" Hole...Hole..., Dava punya Bunda saambil melepas pelukan lalu berdiri dan belompat-lompat diranjang mereka dengan bahagianya.
" Dava... sini sayang " panggil Reynal yang telah merentangkan kedua tangannya,yang siap dipeluk oleh Dava, Dava yang melihatnya lari kepelukan Reynal.
" Ayah..Dava punya Ayah, Bunda sini-" panggil Dava yang meminta Dela mendekat.
Dela tersenyum, lalu ikut peluk Dava yang sudah dalam pelukan Reynal" Anak Bunda, ya kamu sekarang Anak Bunda" ucap Dela yang tak terasa air matanya yang tak dapat ia bendung lagi, Melihat Dava yang begitu bahagia, memiliki orang tua lengkap.
Tok...Tok !,
Cklek !
Terdengar suara ketukan dan pintu terbuka, Mama terkejut melihat pandangan yang begitu langkah ia lihat, Mama tersenyum bahagia.
" Sayang... udah dong pelukannya, ayo turun dibawah ada Sarah dan Aldo"
" I-Iya Ma" ucap Dela malu yang ke gep sang mama yang tak lain mamanya sendiri.
" Ya sudah, Dava sama kak Rey ops Ralat papa, mandi dulu yuk, biar harum, dibawah ada kak Aldo" ucap Reynal ke Dava.
" Ok baik Pa" ucap Dava yang menurut.
Keduanya langsung pergi ke kamar mandi untuk segera mandi,Sementara Dela sudah turun menemui Sarah dan juga Aldo.
" Kaya pengantin baru aja lo Del, lama " ucap Aldo yang duduk disebelah Sarah.
" Sorry gue gak tau lo datang Do" ucapnya dengan mimik wajah melasnya, lalu memeluk Sarah hangat dan Sarah pun membalas pelukan hangat Dela yang lama tak berjumpa.
" Lo ada masalah?" tanya Aldo menyelidik, dan Dela dengan cepat menggelengkan kepala dengan cepat.
" Terus...?" tanya Aldo.
" Terus lo ngapain kesini, kenapa gak dari tadi gitu gue kangen kalian, Terus mana oleh-olehnya , tangan kosong gitu? " ucap Dela yang bicara tanpa dosa.
" Bibir minta dikucir ini, makanya bangun cuci muka baru tanya, noh lagi disiapin sam bik Marni" ucap Aldo yang mengucir mulut Dela dengan tangannya.
" Ado bawa apaan Bik?"
" Kesukaan Neng, oh yah bik" ucap Dela berbinar dan akan beranjak dari duduknya.
" Ets mandi dulu" cegah Aldo yang berhasil tangkap tangannya.
" Kalau gak mau..."
" Tata yang mandiin..." ucap seorang yang sudah mendekat.
// Sial, menguji iman mah ini_Dela//
__ADS_1
" Bunda cantik... Dava sudah wangi lo" ucap Dava yang lari ke arah Dela.
" Wah iya wangi, kamu pakai sabun dan sampo ka..em Bunda?" tanya Dela dan Dava pun mengangguk dengan senyum mengembangnya, Dela membung nafas perlahan lalu tersenyum.
" Bundanya mandi dulu gih, buruan" titah Reynal ke Dela.
" Iya iya" ucap Dela yang menghentakan kakinya lalu berlalu pergi.
Mereka yang disana hanya gelengkan kepalanya melihat tingkah Dela yang tak ada berubahnya.
" Kak Aldo, kak Salah..."ucap Dava yang mendekat ke arah mereka lalu bersalaman dengan keduanya.
" Apa kabar sayang ?" Tanya Sarah sambil peluk Dava.
" Baik kak? " ucapnya yang kemudian duduk dipangkuan Aldo.
" Tunggu deh tadi panggil Dedel Bunda apa maksud lo Rey? tanya Aldo yang sadar akan panggilan Dava.
"Gue Adopsi" ucapnya singkat.
" Serius?" tanya Aldo yang tak percaya.
" Hem... tanya aja anaknya" ucap Reynal dengan mengarahkan wajahnya ke Dava.
" Benel kata Papa, aku udah jadi anak papa ley " ucap Dava yang menatap Aldo, Aldo langsung menatap tajam sebagai permintaan penjelasan.
Reynal menceritakan kejadian tadi saat di panti kala Dava merengek meminta ikut pulang bersamanya, dan Reynal tidak tega untuk itu dan akhirnya dia mengambil Dava untuk diadopsi.
Usai menceritakan semuanya , Papanya pulang namun papa hanya menyapa dan kemudian langsung pamit untuk bersihkan badannya, karena gerah seharian kerja.
Sedangkan mereka bertiga bercerita dengan candaan-candaan kecil, Sarah yang asik mendengarkan Dava ceritapun ikut tertawa.
" Oke kalau kamu panggil kakak Dela Bunda, Kamu panggil kak Sarah, Mimi aja okey" pinta Sarah ke Dava
" Okey..." ucap Dava mengacungkan jempolnya.
" Enak aja, cuma kak Sarah aja, kak Aldo juga dong panggil pipi, biar lengkap" ucap Aldo yang tak mau kalah.
" Benelan kak?" tanya Dava ke keduanya.
" Iya sayang." ucap Aldo yang menatap Dava dengan wajah yang serius.
" Hole... hole.. asik olang tua Dava banyak Hole..." ucap Dava dengan riangnya sambil melompat-lompat kecil dan mengangkat dua tangannya setelah turun dari pangkuannya.
Mereka pun tersenyum dan tertawa bahagia melihat Dava yang begitu bahagia,Dela yang baru datang mendengarnya pun ikut bahagia lalu memeluk Reynal.
" Iya Del, kita akan sama-sama liat tumbuh kembang bersama-sama" ucap Aldo yang paham dengan sahabatnya.
Tak terasa waktu solat tiba mereka pun berjemaah, sebelum kembali berkumpul meneruskan obrolan mereka.
Usai sholat nereka berkumpul, disuatu ruangan, dan Aldo memceritakan niatnya datang menemui keluarga keduanya itu.
" Beneran" tanya Papa.
" Iya, enak aja Rey yang bisa rasakan, Ado mau juga lah" ucap Aldo serius namun terdengar candaan.
" Ye... itu bukan mau gue" ucap Rey yang mengerti maksud ucapan Aldo.
" Sama aja tapi lo sudah petik hasilnya, lah gue belum" ucap Aldo santai.
" Apa si honey, malu dong depan Papa dan Mama" ucap Sarah memperingatkan.
" Ngapain malu , toh mereka mengerti honey, mereka kenal kita dari kecil" ucap Aldo yang mengusap usap hijab Sarah.
" Sudah kapan niatnya?" tanya Papa.
" Empat hari lagi Pa,Ma"
" Buru-buru amat lo Do" ucap Dela.
" Gue kan harus balik , sekolah kita belum kelar Dedel sayang" ucap Aldo mengingatkan Dela.
" Gitu?" ucap Dela dengan mrngangguk ragu.
" Iya ...is lo gak percaya amat, lo aja sama Rey bisa kenapa gue gak, perlu gue ingatin lo nikah dimana?"
" Gak usah" ucap Dela cemberut.
" Sudah... bercanda dan berdebatnya, ayo kita makan, nanti bisa disambung lagi ngobrolnya" ucap Mama yang meminta mereka semua makan.
Mereka semuapun mengikuti langkah Mama dan Papa ke meja makan, Dela lalu mengambilkan sepiring untuk Reynal sepiring lagi untuk Dava anak yang baru mereka adopsi siang tadi.
Begitu pun Mama yang memasukan nasi ke piring Papa, tak lupa pasangan yang akan segera halal pun ikut memasukan nasinya dan ikut menikmati makan malam bersama.
" Nenek...Dava mau ayam goleng itu" tunjuk Dava yang melihat ayam goreng krispy yang ada dimeja.
" Neni sayang" ucap Mama yang mengambilkan ayam goreng kepiring Dava.
__ADS_1
" Iya maaf Neni.."
Reynal sebelumnya telah memberitahu ke keluarga besarnya soal adopsi Dava dan mereka tak keberatan karenanya, asal Reynal dapat pertanggung jawabkan semua keputusan yang telah ia ambil, dan mereka merasa senang ada mainan baru untuk dirumah, dalam arti miliki teman baru yaitu cucu.
Benar saja, usai makan mereka duduk dibelakang yang ada gazebo bercerita bercanda ria bersama, sedangkan Sarah dan Dela duduk dipinggiran kolam.
" Del,kita sudah sama dewasa, dan kita selalu ada untuk lo, apa lo gak mau cerita?" Sarah mulai bicara.
"Gue, gue merasa bersalah aja Rah, soal meninggalnya Fia, dan lo pasti dengar kan kabar inì?" ungkapnya yang mengerti maksud Sarah.
" Iya, sudah, terus merasa bersalah gimana Del?" tanya Sarah yang juga mengerti arah obrolan mereka.
"Merasa bersalah sudah ambil paksa Reý" ucapnya lirih.
" Del semua jodoh dan kematian itu semua sudah ada jalannya masing-masing, kita tidak boleh menyesali yang ada harus kita benahi".
"Maksud lo Rah?"
"Semua takdir, dan gue mau lo terima takdir lo Del, coba deh lo beserah ke allah, dan coba lebih dekat dengannya minimal lo gak telat solat lima waktù, atau jika lo merasa risih dan terancam dengan keadaan lo, penampilan lo, atau apapun yang jelek didiri lo, lo rubah pelan-pelan" nasehat Sarah.
" Contohnya...?" tanya Dela yang belum mengerti.
" Coba lo tutup pake kerudung dlkepala lo, mungkin lebih dingin" ucap Sarah memberi saran.
" Maksud lo berhijab?" tanya Dela dengan menolehkan wajahnya ke Sarah.
" Iya, tapi gue gak mau maksain lo, tapi suer deh rasanya adem , hati gue adem fikiran gue adem. ya semua karena jalan allah dan niat gue" jelas Sarah.
Dela menghela nafas panjangnya lalu menghadap ke ikan-ikan yang ada dikolam." Gue akan coba nanti" ucapnya lirih. Sarah pun bernafas lega dan tersenyum mendengarnya.
" Ra lo tau..ada gadis yang mencintai Rey dikampus, fBiasa aja sih, tapi gue kasihan malah sama gadis yang mencintainya.
" Kenapa, bukankah ini hal biasa bahkan lo tau sendiri gimana Rey." ucap Sarah
" Justru itu, Aku takut gadis itu sama seperti ku kecewa karena orang yang kita cinta ternyata milik orang lain." kilah Dela.
Sarah tersenyum, lalu mengusap bahu Dela, " gue baru paham jika dihati kecil lo itu sejatinya milik Reynal, namun tertutupi itu" ucap Sarah yang menoleh ke arah Dela yang menatap lurus ke kolam ikan.
// Ya lo benar Ra, Tapi hatiku sembuh kala Daren datang dalam hidupku, hingga ia pun meninggalkanku saat itu aku merasa orang yang tak pantas untuk dicintai_Dela//
" Del lo takut?" Tanya Sarah.
" Eg..nggak la Ra, biasa aja" ucap Dela menitupi kegugupan yang ada.
" Iya juga gak apa sayang, bagus dong kalau kamu merasa gitu, mas jadi tau." ucap Reynal yang tiba-tiba sudah berada didekatnya sementara Dava sudah tidur digendongan Aldo.
Ehemm.
" Sakit telinga gue dengarnya mas" ucap Aldo yang mencibir dengan masuk berjalan membawa Dava kekamar.
" Gue seneng liat kalian berdua seperti ini, gue harap selamanya, satu lagi jangan ada rahasia okey, karena kalian disatukan untuk bersama bukan disatukan untuk tutupi masalah yang ada, jika ada masalah selesaikanlah dengan kepala dingin" ucap Sarah mengingatkan.
" Baik ibu ustazah Sarah" ucap Dela yang membuat gelak tawa diantara mereka.
Kebahagian terlihat di antara mereka, Sarah yang lembut membuat Aldo jatuh cinta ditambah lagi Sarah memang memiliki paras cantik dan itu nilai plus untuk Aldo.
Tapi bukan hanya Sarah, Dela miliki paras yang sama cantiknya, hanya saja Dela sedikit ada bednya tak ada kalemnya hingga orang lain tak mengetahui apa ia baik-baik aja atau tidak karena ia pandai sembunyikannya.
" Udah..cocok belum gue jadi ustazah" ucap Sarah membanggakan dirinya.
" Iyain aja deh" ucap Dela yang sudah memeluk Sarah.
" Tapi benar ya Del, coba pake kerudung, selain itu sesuai ajaran agama Del, gue ada temannya nih pake kerudung " ucap Sarah meneruskan kalimatnya.
" Insyaallah" ucap Dela yang menoleh ke Reynal, Reynal yang mengerti tatapan Dela lalu menganggukin kepala tanda setuju, Dela tersenyum manis akan jawaban Reynal.
Dela lalu memeluk Sarah kembali, dengan penuh kehangatan, Sarah pun merasa bahagia melihat Dela mau berbagi walau tak banyak.
Sementara Reynal mengusap dada dengan membuang nafas leganya, seengaknya Sarah berhasil membuat Dela menjadi lebih baik dari sebelumnya.
Semua itu tak luput dari pandangan kedua orang tuanya, ya malam ini mungkin adalah sejarah untuk Dela dapat berbagi kesahabatnya Sarah, Mungkin karena sama-sama seorang perempuan Dela dapat luluhkan hatinya dan dapat bercerita apa yang mengganjal dalam dirinya atau rumah tangganya.
🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃
.
.
Bersambung.
.
.
Jejaknya teman, tinggalkan ya jempol atau kolom komentarnya.makasih.
Salam Hangat🤗
__ADS_1
Reynal&Dela👦👧