
Sepwrti yang dikatakan Reynal pagi tadi, Sore ini sepulang sekolah, Reynal mengajak Dela ke rumah sakit untuk periksakan dirinya, Reynal berharap Dela lebih baik dari sebelumnya.
Dokter yang direkomendasikan oleh teman kak Rien kala itu,menjadikan dokter pribadi Dela, Reynal tak ingin menggantikan dokter lain, selain doketernya muda juga seorang perempuan sehingga tidak ada rasa takut merasa cemburu.
Cemburu, jika yang lain tau alasan Reynal hanya cemburu mereka akan tertawakan dirinya habis-hΓ bisan.
Awalnya Dela menolak untuk pergi, karena masih merasa kesal sama Reynal, yang menghukumnya tanpa ampun apalagi sampai harus discorsing dengan pihak sekolah, Tapi Karena Reynal mengancam akan menghadiahi ciuman maka Dela langsung setuju untuk pergi ke klinik Dokter Hana,
Mereka kini sudah diparkiran dan menuju ruangan Dokter Hana, saat ketuk pintu ternyata Dokter Hana langsung membukakan pintu.
" Selamat sore Dela, silakan masuk" Sapanya yang mempersilakan masuk.
" So-re kak " ucap Dela ragu namun Dela mengikutinya, Sedangkan Reynal menunggunya diluar.
" Sini sayang, kelihatan-nya ada masalah kamu dek ?"
" Gak kok kak " ucapnya lirih.
"Jangan bohong itu keliatan, kamu lagi kesel dengan seorang?" goda Dokter Hana.
" Iya kak.." ucap Dela dengan menggaruk- garuk kepalanya yang tidak gatal.
" Selesaikan lah semapumu sayang, jangan sampai larut, takutnya terjadi seperti yang sudah-sudah, apa lagi kan Dela sudah punya suami jadi bisa berbagi.
" Tapi kak-"
" Janga ragu, atau jangan-jangan semua ini berhubungan dengan Rey?" Tanya Dokter Hana menyelidik.
" Emm-, eehh-"
" Ayo jujur sayang, kalau kamu gak jujur percuma dong kamu kesini, Atau kakak aja yang cerita ke Rey" ucapnya dan Dela hanya menggelengkan kepalanya "
" Jangan kak, Dedel gak mau Dia taΓΉ sebenarnya" ucap Dela Lirih.
" Kenapa, ?" Tanya Dokter Hana.
" Kak aku mohon, jangan ya?" ucap Dela dengan nada memohon.
" Hem..baik lah," ucap sang Dokter sambil tersenyum manis, yang kemudian Dela bernafas lega.
"Yah sudah, pertemuan kita sampai disini ya, ingat saran dari ku, kamu tidak sendiri dek, kamu miliki keluarga yang hangat, dan sahabat yang siap merangkul kapanpun, dan suami yang memiliki kesempurnaan yang luar biasa, yang selalu siap dalam kondisi apapun" ucap sang Dokter menjelaskan hingga sampai depan pintu ruangannya, mengantar Dela sampai ke kursi tunggu tempat dimana Reynal menunggu.
" Gimana kak?" Tanya Reynal.
" Kamu tenang ya Rey, semua baik-baik aja kok"
" Iya kak terimakasih"
Mereka pamit, dan keluar menuju parkiran, Reynal memang tidak bertanya tentang hasilnya sekarang ke Dela, tapi nanti ia akan tanyakan langsung ke Dokternya untuk lebih jelasnya.
Bunda tadi telpon, kita ke Resto yang ada dimall, karena Bunda sedang berada disana" Kata Reynal yang mencairkan suasana canggungnya, Dela hanya mendengarkan Reynal, tanpa niat menjawabnya.
Mereka sudah berada di sebuah Resto, tempat Bunda memberi kabar ke mereka, Reynal menggengam tangan Dela, karena Dela sedari tadi hanya diam tak bergeming, entah apa yang terjadi, setelah keluar dari ruangan Dokter.
Bunda ternyata tak sendiri, ia ditemani dengan seorang gadis, gadis cantik dan lembut, gadis yang sangat dicintai oleh Reynal, walau rasa itu sudah berubah, Dia adalah Safea atau Fia.
" Bunda-" panggil Dela
" Sayang-" jawab Bunda yang melihat sang mantu datang.
" Tadi izin sebentar, menerima telpon dari Aldo" ucap Dela seakan mengerti yang akan ditanyakan Bundanya.
" Oh..iya sayang, ayo sini duduk " ucap Bunda menggandeng Dela.
Deg
// kok dia bisa bersama Bunda, kok Bunda gak cerita, atau sengaja, atau Tata juga tau hal ini_Dela//
" Iya Bun, Kak- " Sapanya.
__ADS_1
// Kenapa setiap kali gue liat dia, seperti gak asing terutama matanya_ Dela//
// Sial, gue harus makan bareng pacar Tata, brengsek memang Tata _ Dela//
// Lo Disini juga ternyata, bahkan lo bisa jadi bareng Rey, K****g a***r _ Fia//
Fia menyunggingkan senyumnya penuh arti.
" Sayang, kamu pesan dulu yah, sekalian pesanin untuk Tata", ucap Bunda yang mengerti akan kondisi saat ini.
" Fia, Cantik kamu pesan juga ya" ucap Bunda yang juga berekspresi sama dengan Dela.
Dela memesan beberapa makanan dan diantaranya seblak dengan level tujuh itu cukup pedas untuk Dela dan es campur berisi sedikit durian// M**p**s lo_Dela//
" Ini Bun " ucapnya yang sudah selesai pesan.
" Ini Fia juga sudah Tan " ucap Fia yang menyerahkan daftar menunya.
Dari kejauhan tampak seorang bertubuh tinggi dengan kulit sawo matang dengan tatapan tajam, yang tak akan luntur akan pesona maskulinnya.
" Fia...! , kok bisa bareng-" tanya Reynal yang baru saja datang dan melihat Fia berada di antara mereka.
" Rey, dari mana aja sih sayang, lama kasihan kan mereka nungguin kamu" ucap Bunda yang mengarah sang putra.
" Maaf Bun , Rey tadi nerima Telpon dari Aldo Bun biasa masalah bengkel" Ungkapnya. Bunda hanya menganggukin kepalanya.
" Kok bisa Bunda bareng Fia?" Tanya Reynal lagi yang memilih duduk depan Dela tepatnya samping Fia duduk.
" Tadi gak sengaja Bunda ketemu dia, saat Bunda selesai arisan" ucap Bunda menjelaskan.
" Iya Ay... tadi aku gak sengaja ketemu Bunda kamu," ucap Fia sambil menggenggam tangan Reynal.
Dela melihat itu semua, dan Reynal pun tak menolaknya, padahal ia tau disana ada dirinya dan Bundanya, Untungnya minuman yang Dela pesan sudah datang, Dela sengaja meminum jus Alpukatnya Reynal, hingga setengah.
Tak lama makanan datang tapi Dela sudah merasa kenyang, Dela hanya bolak boalik makanannya.
minuman Reynal tinggal sedikit.
" Gak perlu Fi, aku minum punya Dela aja" Sambil melepaskan genggamannya.
" Sayang, gimana tadi ?" Tanya Bunda
" Baik kok Bun " ucap Dela sekenanya.
Bunda sengaja, mengalihkan peratian agar Dela tidak memikir yang tidak-tidak, tetapi Bunda salah, Dela sedang kesel.
// Huh, caper amat tu cewek depan Bunda, Tata juga mau-maunya tangannya dipegang-pegang_Dela/ dengan memutar matanya malas.
Tanpa Dela sadari, Dela menambahkan saosnya ke mangkuk, dan mengadu-ngaduk seblaknya.
//Baru berapa minggu pun jadi suami, sudah berani-beraninya lirik mantan_Dela //
Dela Menyendokkan seblak kemulutnya, betapa terkejutnya dia, dengan melototkan matanya, " Pedas ,Huh...Huh " ucap Dela. mengipas-ngipaskan mulutnya dengan tangannya.
" La..., nih minum dulu " ucap Reynal menyodorkan, minumnya dengan penuh perhatian.
" Gue bisa sendiri " ucap Dela yang merampas gelas berisi air minum, dan langsung meneguknya hingga habis.
" Bun Dedel kenyang pulang yuk, tapi kita ke toko bunga dulu, Dedel kangen Daren Bun " ucap Dela ke Bundanya, Bunda mengangguk mengerti.
" Gak boleh, nanti bareng gue, duduk lo gue lapar" titah Reynal yang menyantap makanannya.
" Apa urusan dengan gue, kan ada kak Fia yang nemani Lo " ucap Dela ke Reynal dengan nada juteknya.
" Lo gak dengar, gue barusan ngomong apa, gue lapar dan lo duduk " ucap Reynal yang menekan setiap kalimatnya.
" Rey, jangan kasar sama Dedel, kalau masih kasar, Bunda yang hukum kamu " ucap Bunda yang menegur Reynal tapi Reynal tak bergeming, ia menatap Dela begitu tajam membuat Dela pasrah dan duduk.
//Bagus_Reynal// sambil menyunggingkan senyumnya.
__ADS_1
Reynal tidak perduli dengan Fia yang ada disampingnya, walau masih ada rasa, tapi rasa itu kini lebih besar ke Dela, bahkan Reynal sengaja meminta Dela duduk kembali untuk menemaninya
//Lo gak boleh pergi La, Lo yang harus temani gue, karena lo yang pantas disini_ Reynal//
//Lo gak tau Ta, gue kecewa sama lo_Dela//
// Gue gak akan kasih ruang untuk lo perempuan lemah_Fia//
Mereka akhirnya siapkan makan dan Bunda meminta untuk dijemput oleh sopir pribadi bunda, pak Kader.
" Bunda balik ya pak Kader sudah menunggu Bunda" ucap Bunda.
" Dedel bareng Bunda ya?" Pinta Dela memohon.
Bunda gak mungkin tetap berada diantara mereka, Bunda juga gak tega melihat Dela disana.
// Bunda gak tega dengan kamu berada diantara Mereka, tapi kamu memang harus selalu bareng suamimu dan jaga suami mu dari wanita lain, Bunda tadi tidak dapat menolaknya, Maafkan Bunda sayang_Bunda//
" Sayang , kamu pulang bareng Tata aja yah, dah sayang sampai ketemu dirumah" ucap Bunda yang kemudian meninggalkan mereka diresto, Dela semakin mengerucutkan bibirnya,
" Aha..." Dela punya ide dan mengambil ponselnya, mencari nomor yang akan ia hubungi.
π²Pak Beben, dimana jemput Dedel ya"
~ ...
π²Ih gitu mah bapak, iya deh
....
//Oke taksi online aja deh_Dela//
" Lo pulang bareng gue La, siapa suruh dengan orang lain" ucap Reynal yang mengambil Ponsel Dela.
" Ta balikin, lo gak malu ada cewek lo tu, lo antar dia aja okey " ucap Dela.
" Iya Ay, Dela bener" kata Fia yang masih menggandeng tangan Reynal.
" Maaf Fi..., lo pulang sendiri ya, aku gak bisa tinggalin Dela sendiri, satu lagi kita sudah gak ada hubungan lagi Fi, jangan panggil aku Ay." kata Reynal yang lalu pergi meninggalkan Fia dengan menggenggam tangan Dela.
Fia yang mendengar ucapan Reynal kecewa, iamenanggis, air matanya membasahi pipinya, mengepalkan kedua tangannya.
^ Kamu berubah Ay^ ucap Fia lirih yang memandangi Reynal dan Dela sudah menjauh.
Diperjalanan, tampak Dela mendiami Reynal ia tak ingin bicara atau berdebat, niat ingin kepemakaman ia urungkan, tampak kesal diwajah Dela.
" Sorry, gue harus lakuin itu, lo istri gue, gue gak ingin lo pergi ketika ada wanita lain berada disamping gue"
" Gue ingin lo berdiri kokoh disamping gue, karena memang itu yang seharusnya, lo pantas untuk itu, untuk gue dan hanya untuk gue La"
" Gue memang kekasihnya itu dulu, tapi sekarang gue suami lo, sudah sepantasnya gue utamakan perasaan Lo" ucap Reynal.
"Terserah, dan terimakasih" ucap Dela yang masih menghadap kedepan,lurus kejalan. Reynal menyunggingkan senyumnya, lalu mengusap kepala Dela dengan lembut, kemudian fokus kejalan dan kemudinya.
ππππππππππππππ
.
.
Bersambung.
.
.
Salam.hangat
Reynal dan Delaπ«
__ADS_1