
Reynal dan Dela sudah berada dirumah, Dan disana sudah ada Hana juga Bastian,
serta orang tua dari Hana.
" Cucu Eyang kenapa, kok digendong segala " ucap Eyang panik.
" Dedel gak papa yang, tadi jatuh aja, Rey aja yang lebay" ucap Dela yang kemudian duduk bareng keluarga.
" Ini semua karena Dia, Dia yang sudah sakiti milik Rey Yang" ucap Reynal tegas
" Sudah, jangan dimarahi, Hananya jadi takut "kata Eyang ke Reynal.
"Tapi yang , tadi aja dia sudah berani-, "
ucap Reynal terputus.
" Ssttt , sayang antar Dela kekamar geh, Eyang mau bicara kepada orang tua Hana." ucap Eyang yang tak ingin ada keributan.
Dela ternyata sudah kabur lebih dulu, dan Eyang ternyata bener, memanggil kedua orang tua Hana masuk keruang kerjanya.
" Joni, tolong nasehatilah anak kamu, Bener kata Rey, takutnya ia bisa lakukan lebih karena ia sedang dibutakan karena cinta".
" Aku sangat menyayangi Hana walau dia cucu jauh ku, tapi Rey cucuku aku sangat menyayangi tunangannya dari keluarga Permana, aku tak bisa paksain dia untuk mencintai orang lain." jelas Eyang
" Bener mas, aku menjodohkannya bukan tanpa alasan, tolong mengertilah" ucap sang Ayah yang sudah berada diantara mereka.
" Baik lah, aku akan coba bicarakan ini baik-baik, karena aku juga tidak ingin kita putus persaudaraan karena masalah ini." ucap Joni saudara sang Ayah
Sementara Bastian sudah pulang, karena ada keributan kecil tadi, Reynal pergi kekamar Dela, untuk cek dirinya.
" Masyaallah..., La... jorok loh, mandi lo, bau keringat"
" Apasih Ta, Lala ngntuk" kembali pejamkan matanya.
" Lala, gue angkat lo ke kamar mandi buruan gak bangun " ucap Reynal yang menggendongnya kembali, Lalu menurunkan Dela, dan mulai ambil gayung menyirami badan Dela.
Ta-Ttaaaaa!!!!!
" Lo apaan sih"
" Lo tu yang apaan jorok, gue gak mau lo jorok, dan kalau bukan calon bini ogah" kata Reynal.
"Siapa yang mau nikah, gak ada" ucap Dela.
" kita, sepulang dari sini kita nikah faham dan gue gak perduli dengan adanya Daren dihati lo." ucap Reynal dengan tatapan tajamnya, lalu membuka pintu kamar mandi dan pergi
" Jahat lo" kata Dela yang sudah menanggis dengan isakan air matanya. Reynal masih kedengaran tapi ia tak perduli.
πΎπΎπΎπΎπΎπΎπΎ
Sore hari Reynal terbangun dari tidurnya, lalu teringat akan mawar yang ia pesan dikebun ia segera bangun dan pergi ke kebun mawar.
Entah apa yang akan Reynal lakukan ke Dela malam ini, Sementara Dela tertidur setelah menangis tadi.
Tok..Tokk!!
Tak ada sautan dari dalam, Pintu langsung terbuka terlihat sosok Rayhan yang sudah mendekati Dela ternyata masih terlelap dengan tidurnya.
// Dek... pasti kamu berantem lagi dengan Rey_Rayhan//
Rayhan lalu perbaiki selimutnya dan keluar kamar menuju kamarnya dan Reynal, dengan merebahkan badannya untuk melepas lelahnya, karena jarak kampus ke rumah eyang lumayan jauh, sekitar satu jam setengah.
__ADS_1
Tak lama Reynal masuk dan meletakkan bunganya di atas nakas dan ikut rebahan seperti Rayhan dikasur empuknya.
" Sudah balik lo, dari mana aja lo?"
" Ambil mawar yang tadi diberikan oleh pegawai kebun,"
" Untuk siapa??
" Kepo lo kak , nanti lo juga tau kak" ucapnya.
" Dasar Bucin " ucap Rayhan yang membuka matanya lalu pejamkan matanya kembali.
" Kak tau Hana tidak?"
" Iya tau, anak paman Joni benarkan?" ucap Rayhan.
" Dia sakiti Lala , Rey sebenarnya gak terima" ucap Reynal yang sudah mengepalkan tangannya.
" Gadis kecil gue itu bukan cewek lemah Rey" kata Rayhan" Iya tapi tetap saja tadi nyatanya ia kalah saat ia lengah, dan yang ada dia terluka"
" Dia bukan kalah tapi mengalah Rey, karena setau kakak nih ya, Dedel bukan orang yang langsung balas kecuali ia disakiti lo" ucap Rayhan yang bangun dan mengambil handuknya.
" Shiittt.." ucapnya dengan mengusap wajahnya dengan kasar.
Oke..bener ni kata kak Ray, Lala bukan seperti gadis yang lain, ngapain juga tadi gue siapin ini ..huh" ucap Reynal dan meletakan mawar di nakas.
πΎπΎπΎπΎπΎπΎπΎπΎ
saatnya makan malam Dela dan Rien sudah keluar kamar, Rien dikejutkan oleh sosok yang ia rinduinya sedang ngobrol bersama sang Ayah juga Papanya.
" Mas, kapan sampai sini, kok gak kabari aku sih " ucapnya.
" Kejutan aja" kata tunangan Rien.
" lho ini siapa, bukannya adik kamu cowok ya " tanyanya lagi.
" Ini adik perempuan ku mas, lebih tepatnya calon istri adekku yang bungsu" ucap Rien menjelaskan.
"Halo" sapa kekasih Rien ke Dela, Dan Dela membalas dengan sedikit seyuman
" Halo kakak Ipar" ucapnya tapi masih lengket dengan Bundanya.
Tanpa di duga Reynal keluar dengan muka cemberut dan lari ke Mama,dan memeluk sang Mama.
"Eh kenapa kalian kompak gitu peluk para bidadari kakak" ucap Rayhan yang melihat keduanya bermanjaan dengan wanita paruh baya,
" Anehnya bukannya peluk mamanya masing-masing ini malah mama mertua" cibir Rayhan yang masukan cake buatan sang Mama ke mulutnya.
" Kak Ray-, Berisik !!!! Kata mereka Barengan.
" Puufht..., menutup mulutnya,
" Eh kalian barengan terus, langsung nikah aja Kalian, sudah tunangan juga" kata Rayhan yang gemes melihat kedua adiknya.
" Kak Ray !!! ucap mereka barengan lagi, dan membuat mereka yang berada disana juga ikut Tertawa.
" Pasangan yang ideal"
" Boleh tu, sirih aja kan kamu mau masuk perwira dek, kan gak lucu kalian-"
" Gak-" ucap mereka lagi.
__ADS_1
" Masyaallah sayang kalian barengan lagi" ucap Bunda yang masih tertawa.
" Bunda jangan ikut-ikutan kaya kak Ray deh" kata Dela yang menoleh ke Bunda.
" Iya sayang, maaf" ucap bunda yang mengecup kening Dela.
" Sudah jangan dicandai cucu Eyang," ucap Eyang yang mengepul rokoknya.
" Sudah ayo kita makan malam " ucap Mama kesemuanya.dan dianggukin oleh semua yang berada disana.
Mereka Asik makan malam dengan sedikit candaan, keberadaan Reynal dan Dela adalah pelengkap untuk keluarga besar mereka.
Mereka sebenernya memang ditakdirkan bersama,tapi mereka menolak dan menghindarinya hingga jatuh cinta kepada orang lain, sehingga untuk bersatu sangat sulit.
Bisa saja mereka paksa nikah dalam waktu dekat, tapi mereka tak mau melakukannya, karena menikahi paksa akan membuatnya merasakan pahitnya awal pernikahannya makanya kedua orang tua mereka sepakat untuk mereka bertunangan terlebih dahulu.
Diruang tengah tepatnya ruang keluarga mereka sedang obrolin pernikahan Rien yang tingal beberapa bulan lagi, tepatnya sebelum Reynal ujian akhir Sekolahnya.
"Kak...usung adat apa nih Jawa apa gorontalo nih? tanya Rayhan.
" Rencana waktu akad kita jawa dan saat resepsi baru adat dari mas" jelas Rien.
Yang lain nyimak dan menyetujui apa mau sang calon pengantin.
" Tapi kalo nantinya adek kakak lebih dulu juga gak apa kan mereka lebih lama bertunangan, karena menurut orang jawa tidak baik lama-lama, ya kan mas"
" Iya, kita gak apa kalau mereka duluan "
" kalau gitu gimana dua bulan lagi, kalian menikah dan bulan depannya Reynal dan Dela" ucap Eyang menengahi.
" Yang... Dedel minta maaf , Dedel belum bisa"
//Ternyata dia nolak_Reynal//
" Iya, Rey juga yang, maaf Rey belum bisa" yang masih manja dengan sang Mama.
" Kenapa ?"
" Yang, beri kita waktu untuk lewati yang ada didepan kita ya yang, mengalir apa adanya"
" Hemm-, Baiklah dengan berat hati Eyang terima keputusan kalian" ucap Eyang yang terlihat dari raut wajahnya kecewa.
ππππππππππππ
.
.
.
Bersambung
.
.
.
Hai kk tinggalkan jejak kalian ya.
vote, like, dan komentar semangat ya.
__ADS_1
salam hangatπ
Tata dan Lalaπ«