Cinta Senior Galak

Cinta Senior Galak
Eps- 50 Rawat#


__ADS_3

Dela masih berada di Uks, tak Lama Aldo menemuinya bersama ketiga temannya.


" Beb.. Lo disini"


" Eh kalian kok tau?"


" Feling , biasanya kan elo emang langganan diruangan yang menurut gue bau obat"


" Kita mau ngantin, ikut yuk laper nih" ucap Samir.


" Bentaran deh gue pusing" ucap Dela.


" Yah... kalo nungguin lo keburu perut gue mendemo dong" ucap Mira.


"Yah sudah kalian yang mau ngantin pergi geh, gue istirahatkan mata bentar" ucap Dela, Rani mendekat lalu memeluk.


" Gue tau hati lo lagi gak tenang, Lo sabar dan berdoa ya semoga tidak kenapa-kenapa dengan Boo-nya lo" bisik Rani melepaskan pelukannya dan melemparkan senyumnya untuk Dela, Dela membalasnya dengan senyuman dan anggukan pula.


" Lo pada duluan aja, gue ada perlu dengan Dela " ucap Aldo.


" Baiklah kita duluan " ucap Rani yang mengikuti Mira juga Samir.


" Mereka sudah pergi kekantin, sekarang tinggal kita, sekarang ikut gue yuk"


" Kemana?"


" Ikut aja dulu nanti juga lo tau"


Aldo membawa mobil Dela, dan Dela berada disamping Aldo.


" Sudah jangan difikirin, gue yakin Daren baik-baik aja, dan mungkin dia bahagia" ucap Aldo.


" Iya gue tau, gue ini bukan cewek cengeng dan lemah Ta..."


" Ih kok Tata sih, lo lagi mikirin Tata ya?" goda Aldo.


" Nggak kok, mungkin ini karena kemarin seminggu dirumah Eyang juga Neni" ucapnya apa adanya dan Aldo menganggukin kepalanya.


" Do... gue pikir lo mau ajak ke bengkel atau rumah mami" ucapnya.


" Iya pulangnya aja yah, gue mau nemui lo dengan-" terputus karena mobil mereka kendarai oleng yang tiba- tiba lalu mengantam pohon di depannya.


Brraakk..!!!


Aldo dan Dela tak sadarkan diri, Mereka mengalami kecelakaan, mobil mereka menghantam pohon didepannya, apa penyebab pastinya gak tau.


Sementara Reynal sedang menunggu keduanya, Reynal sudah kirimkan pesan ke Aldo, tadi sebelum ia pergi.


//Sudah satu jam, harusnya mereka sudah sampai, tapi kenapa kini mereka belum juga sampai_Reynal//


//Perasaan ku juga kenapa seperti ini, perasaan yang sangat hawatirkan seseorang_Reynal//


Reynal saat ini berada di luar ruangan untuk pastikan Aldo datang, memang benar, Aldo datang membawa Dela tapi dengan keadaan berbeda, mereka datang dengan keadaan terluka.


" Astagfirullah, Lala ,Aldo" ucap Reynal yang melihat keduanya didorong dengan brankar ,dengan keadaan lemah dengan berlumuran darah.


" Dok apa yang terjadi dengan mereka"


" Mereka kecelakaan dijalan Ss begitu keterangan dari polisi"


" Apa, kenapa bisa ?"tanya Reynal

__ADS_1


" Maaf mas, kita harus buru-buru bawa mereka keruang tindakan" ucap salah satu perawat yang membawa mereka.


Bak tersambar petir hatinya tiba-tiba hancur orang yang ia sayangi saat ini sedang berada didalam mempertaruhkan nyawanya.


//Do, La-, gue harap kalian baik-baik aja_ Reynal//


Reynal duduk di ruang tunggu yang sedikit jauh dari ruangan penanganan, Duduk menunduk dengan membungkukan badan menghadap kedua kakinya serta tangan yang menarik rambut-rambutnya.


Sementara dari belakang terlihat Papa yang tengah berlari, Pak Duta melihat Reynal disana, dengan keadaan seperti orang kebingungan.


" Rey..." panggil Pak Duta yang mendekati Reynal.


" Papa" lirihnya.


" Sabar-" ucap sang papa yang menenangkan walau hatinya sendiri ia merasakan sedih,Reynal menganggukan kepala.


Mama dan Bunda yang sudah datang pun, sedang berpelukan sama-sama menguatkan, Tak lama orang tua Aldo pun datang untuk melihat kedua anaknya.


" Gimana mereka mb?" tanya Pak Abdi.


" Belum ada kabar, dokter belum keluar" ucap Bundanya Reynal.


" Kita berdoa sama-sama ya" ucap Bunda lagi dan dianggukin oleh orang tua Aldo.


Dari kejauhan, terlihat Pak Tomi sedang berjalan kearah mereka.


" Gimana Yah"


" Tenang Bun, sudah ayah bereskan, dan Ayah minta orang kepercayaan Ayah untuk beresi ini


" Syukurlah mas, kalau begitu"


" Apa kalian semua orang tua korban?"


" Iya Dok" ucap mereka barengan.


" Kalau gitu, saya jelaskan, korban seorang anak laki-laki, tidak terjadi apa-apa hanya lecet dan luka dikepala serta shock, tapi kalau korban anak perempuan-"


" Kenapa dengan anak perempuan saya Dok?"tanya Mama Mila cemas


" Iya Dok katakan" Ucap Reynal yang ikut berada disana.


" Putri anda masih belum sadarkan diri, mungkin bisa satu minggu atau sebulan bahkan bisa sampai setahun, karena benturan di kepala yang cukup keras, apa lagi tadi saat kejadian Korban tidak menggunakan sabuk pengaman " jelas Dokter.


" Apa Dok, apa separah itu, berapa lama Dok" ucap Mama yang bertanya beruntun.


" Kalau untuk Anak perempun belum tau sampai kapan Buk, Pak, tapi kalau yang laki- laki mungkin segera akan di pindakan kerungan rawat inap."


" Alhamdulillah Aldo tidak kenapa-kenapa, semoga Dedel juga tidak kenapa-kenapa dan masa kritis nya dapat di lewati" ucap sang Ayah yang menenangkan yang ada disana.


" Astagfirullah, Pa Dela Pa" ucap mamanya ke papa Duta, papa Dela.


" Iya ma , mama sabar ya, Dedel Orangnya kuat" ucap papa yang mengutkan sang istri.


" Mil..Ta" liat dulu Dedel geh ntar kita gantian , kita keruangan Aldo dulu" ucap Sang ayah dan dianggukin oleh papa Duta.


Kalian duluan saja" ucap sang Ayah sambil mengkode bahwasaannya ia 8ngin nemani sang putra.


Reynal yang saat ini rapuh, membuat sang Ayah tak ingin tinggalkan sendiri, sang ayah pun tak ingin nantinya ia menyesali karena tak bisa menjaga Dela, Bunda yang mengertipun menganggukin kepalanya.


" Rey-"

__ADS_1


" Yah-"


" Sabar-"


" Iya yah, cuma Rey takut, Lala gak bisa bangun lagi"


" Rey-, Dedel itu anak yang kuat, buktinya dia bisa bertahan selama ini, dan kamu juga harus kuat" ucap ayah.


Tak lama Kwdua orang tua Dela keluar dengan wajah yang sedih karena keaadan Dela, yang lemah dan terpasang alat-alat medist ditubuhnya.


" Masuk geh, Dela butuh kamu" ucap Ayah, Reynal mengangguk dan berjalan ke ruang Intensive care unit.


Ckleekk


Reynal membuka pintu dan masuk, berjalan dengan lunglai, merasa tidak semangat untuk jalani hidup. Rasa bersalah yang saat ini ia rasakan , sampai ceroboh dalam hal ini.


Reynal mendekat ke brankar tempat Dela berbaring, dimana dipasang alat-alat agar tetap bisa bertahan hidup.


" La..., bangun La " ucap Reynal yang menggenggam tangan Dela dengan bibir bergetar, air mata pun lolos jatuh ke pipinya.


" Gue rela lo jutekin, lo jauhi gue, gue rela lo dengan Daren La asal lo bangun " ucap Reynal yang masih menggenggam tangan Dela dan sesekali menciumnya, Reynal duduk dan memandangi wajah Dela.


" La... harusnya gue yang kasih kejutan bukan lo yang kasih kejutan ini ke gue, gak lucu La" ucap Reynal yang masih menatap wajah Dela.


" Gue mau kasih tau, Disini ada Daren La, tapi-" ucapannya terputus karena Melihat Dela yang terbaring lemah dengan alat-alat medis, air matanya ikut membasahi pipinya.


" Tapi kamu malah tidur La" ucap Reynal.


" Kamu bangun ya biar bisa bertemu Daren bukannya itu yang kamu mau La, kelinci Tata" ucap Reynal yang kemudian mengakhirinya dengan kecupan.


Rengekan Reynal terdengar oleh Daren, Daren ikut menangis mendengarkan setiap perkataan dari Reynal.


Diruangan lain, tampak Aldo yang baru saja siuman, dan yang berada disana ikut senang, walau mereka harus terima kenyataan Dela masih belum bangun dari tidurnya.


" Sayang minum dulu ya, ucap sang mami kepada putranya dan Aldo menganggukin kepalanya.


" Ma..., Dimana Dedel?" tanya Aldo ke mama Mila.


" Sayang, kamu Istirahat dulu ya, kamu tidak boleh banyak bergerak" ucap Bunda.


" Mi...Tolong jawab Ado Mi" kata Aldo yang tak perdulikan ucapan Bundanya.


" Dedel, baik-baik aja kok Nak, kamu tenang ya" ucap sang papi yang sedikit kuat untuk menjelaskan.


" Kok Ado sedikit gak percaya ya ucapan Papi" Aldo yang menyelidik.


" Yah-, Bun-," kata aldo yang meminta penjelasan. Ayah tidak tega melihat Aldo yang memohon.


" Sayang, Dela ada diruangan intensive, sudah ditangani dokter, hanya saja belum sadarkan diri jadi belum bisa di bawa ruang rawat " ucap Bunda yang menjelaskan dengan pelan.


Mereka tidak ingin Aldo khawatir dengan keadaan Dela takut ia salahkan dirinya sendiri, karena kecelakaan ini terjadi.


sementara ayah sudah meminta orang kepercayaannya untuk menyelidiki kasus mereka.


🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃


Bersambung


.


.

__ADS_1


__ADS_2