Cinta Senior Galak

Cinta Senior Galak
Eps-31 Bertiga#


__ADS_3

Reynal telah berhasil meminta Dela makan barsama, walau sedikit memaksa, tapi setidaknya Reynal bisa lihat Dela makan, itu membuat rasa bahagia tersendiri untuk Reynal.


Aldo dan tiga sahabatnya, sedang menunggu Dela balik, karena sebentar lagi bel masuk berbunyi.


" Lama amat sih Dedel, sudah mau bell masuk" kata Mira.


" Sabar dong, ben-tar la-gi " kata Rani yang melihat Dela masuk.


" Noh orangnya" kata Aldo yang juga melihat Dela masuk.


" Dari mana aja sih lo Beb?" tanya Samir.


" Habis keluar bentar " ucapnya santai.


Mereka hanya oh ria, karena mereka pikir


Dela bertemu dengan Daren, tak lama Bel masuk berbunyi Siswa/i masuk untuk mengikuti pelajaran kembali.


Reynal merasa puas, karena tidak sengaja bisa makan bersama Dela diSekolah, dengan menyunggingkan senyumnya, kemudian Reynal kembali fokus dengan pelajaran.


๐ŸŒฟ๐ŸŒฟ๐ŸŒฟ๐ŸŒฟ


Pelajaran telah usai, bel pulang sudah berbunyi sedari tadi, Dela dan empat sahabatnya belum beranjak dari kelasnya.


Mereka masih enggan untuk keluar kelas, mereka masih bercanda di kelas.


" Del-, gue masih gak paham dengan adanya kak Rey dirumah lo" tanya Mira polos dan itu membuat Dela membuang nafas kasarnya.


Fuuhh.._,


" Mama dan Papa menitipkan gue ke dia dan Aldo " kata Dela dengan berat.


" What !!! teriak Mira.


" Teriakan lo woy " kata mereka hampir barengan.


" Maaf, gue reflek aja " kata Mira yang menutup mulutnya.


" Bebeb Mira, dengar ya orang tua kita sahabatan , jadi itu hal biasa bagi kita" jelas Aldo.


" Udah yuk pulang-, " kata Dela yang sudah siap pergi meninggalkan Kelas.


" Yiuk" kata Rani yang diikuti mereka.


Mereka pergi keparkiran dan masuk mobil mereka, Sementara motor Aldo sudah tidak lagi kempes, jadi Dela balik bareng Aldo.


Reynal melihat dari kejauhan, kepergian Dela dan Aldo, lalu melanjutkan jalannya bareng Reno, David juga Kevin keparkiran.


" Rey-, panggil Felia.


" Gue bareng lo ya?"


" Boleh, tapi gue mau ke rumah sakit dulu, liat cewek gue" kata Reynal santai.


" Boleh deh.. kalo gak keberatan" kata Felia.


" Yakin lo, ganggu Rey aja yang ada" kata Kevin.


" Bareng gue aja Fel kita searah pun" kata David menawarkan.


" Ta-tapi" kata Felia ragu.


" Sudah cepatan, nyokap gue minta antar belanja nih, kalau gak gue lanjut pulang " kata David yang sudah pakai helm.


" Gimana Fel ?" tanya Reynal yang juga sudah hidupkan mesin.


" Dengan gue aja Rey, lo kan mau nemui Doi" kata David, dan dianggukin oleh Reynal.


" Gue duluan ya" kata Reynal yang melajukan motornya.


Reynal menuju kamar Fia, dan mendekati brankarnya Fia, melihat Fia rasa bersalah menggerayangi fikirannya.


// Maafin aku Ay..., karena aku tidak bisa tepati janji ku ke kamu_ Reynal//


//Aku juga sadar ini salah ku, yang masih bertahan dengan egoku, dan tak seharusnya kamu dan Dela merasakan rasa sakit ini_Reynal//


//Aku sangat mencintaimu Ay..., aku juga mencintai kedua orang tuaku dan orang tua Dela_ Reynal//


Reynal mengusap Rambut Fia, lalu mengecup keningnya, sebelum ia meninggalkan Fia.


" Rey..., om mau bicara. " kata papa Fia


" Iya om..? jawab Reynal.


" Apa kalian sedang ada masalah sehingga Fia nekat lakukan itu? " tanya papa Fia.


" Sebenarnya, Rey dan Fia tidak ada masalah apa-apa hanya- " ucapan Reynal terputus karena Fia sudah ada di pintu.


" Rey..., Papa, kalian bicarakan apa? tanya Fia.


" Em kita lagi omongi hubungan ki-ta kok Ay" kata Reynal.


" Iya sayang , Rey bener kita lagi ngomongi hubungan kalian, apalagi sebentar lagi kalian akan lulus " kata papanya Fia dan dianggukin keduanya.


" Benar Ay.." kata Fia


Reynal hanya terdiam dan hanya memberikan senyuman untuk Fia, Fia langsung memeluk Reynal dengan senyuman.


" Ay.., ketaman yuk" kata Reynal yang mengerti pasti kejenuhan ada di kamar rawat Fia lalu mengangguk setuju.


Sedangkan Dirumah, Dela dan Aldo nonton kartun kesukaan mereka, kalau yang lain nonton drakor atau action, lain halnya dengan mereka berdua, kalau gak kartun ya komedi, bagi mereka karun atau komedi itu buat hati bahagia merasa tidak ada beban.


" Do.., gak ke bengkel? "


" Malas gue, hari ini gue temani lo aja, kan lama kita nggak kaya gini" kata Aldo.


" Siip, thank you Ado Dedel" kata Dela memeluk Aldo dengan senangnya.


Aldo tersenyum lalu mengusap rambut Dela dengan lembut.


" Do Libur lo mau kemana?" tanya Dela


" Kayaknya mau kerumah omanya Sarah beberapa hari baru ke rumah Nini" kata Aldo sambil masukan kacang dalam mulutnya.


" Kalo Gue belum tau, ya kalau gak ketempat Neni ya mukin tempat Eyang" kata Dela yang terlihat murung.


" Wajar sih Del, setahu Eyang juga Neni, bahkan sebagian keluarga tau kalau kamu itu telah bertunangan dengan Rey, walau mereka gak tau kalau lo dan Rey dalam keadaan yang tidak baik" kata Aldo yang masih asik nonton dan sesekali masuki kacang dalam mulutnya.

__ADS_1


" Tapi sekarang gue punya Daren, dan Rey punya Fia, terus apanya yang bisa dilanjuti Do" kata Dela.


" Masih, terus teranglah ke Daren kalau lo sudah bertunangan dengan Rey, sebelum cinta lo semakin dalam, gue gak larang lo pacaran atau terima Rey liatlah orang tua kalian dan keluarga kalian, apa lo tega nyakiti hati kedua orang tua lo, bukan empat orang tua lo Del" Kata Aldo yang menghentikan makan dan bicara dengan serius.


" Tapi..."


" Sudah percaรฝa Del, dengan kalian berdua tidak miliki kekasih itu kebih baik Del "ucap Aldo.


" Tau ah" ucap Dela dan menyeruput minumnya.


Tak terasa hari sudah sore, akhirnya mereka putuskan untuk mandi dan sholat magrib.


Usai sholat magrib, ponsel Dela berbunyi, Dela langsung menyambar ponselnya.


Dela tersenyum melihat yang kirim pesan untuknya.


" ๐Ÿ’™Daren 'Boo'


๐ŸŒŸ Bintang Hati


Deg...


^ Gila nih jantung gue, cuma dapat pesan gini aja sudah gak normal, lebay deh gue ^ kata Dela dengan senyumnya dan tangan berada di Dadanya.


Diluar, Aldo sudah bertempur dengan alat gamenya Playstationnya, walau kata orang sudah gak jaman, tapi alat tempur itu nyatanya masih ada dirumah Dela.


Tak lama Reynal pulang dengan lesu, dan memijat-mijat keningnya, duduk di sofa depan Tv dan menyenderkan badan dan kepalanya.


" Den..." panggil Bi Marni


" Eh Bi " kata Reynal


" Baru pulang Den?"


" Iya Bi" kata Reynal.


" Mau Bibi buatkan teh atau susu Den?"


" Boleh Bik, susu aja"


" Baik Den" kata Bi Marni lalu ia pergi kebelakang lagi.


Tak lama Bibi Marni datang dengan segelas susu untuk Reynal.


" Bi apa sudah pada makan?"


" Belum Den, Non Dedel masih dikamarnya, kalau Den Aldo ada diruang ujung main game" ucap Bibi dan dianggukin oleh Reynal.


Reynal lalu menuju Dapur, dan membuat susu dan roti kesukaan Dela, Dela biasanya malas makan kalau malam.


Tak butuh waktu lama, Reynal sudah siap dengan Roti dan susunya lalu membawa Ke kamar Dela.


Dibukanya kamar Dela terlihat sepi , ranjang tidur pun masih rapi meja belajar juga, Reynal melihat pintu arah balkon terbuka Reynal lalu berjalan menyusul Dela.


" La.. lo ngapain, Lo belum makan jam segini" ucap Reynal namun Dela tak merespon.


" Nih minum dulu susunya" kata Reynal Dan Dela menerimanya.


" Kenapa lo masuk kamar gue dan kenapa lo ada dihidup gue Ta?" tiba-tiba Dela bertanya.


" Takdir yang buat kita seperti ini, bukan hanya orang tua kita yang menginginkan, tapi memang lo diciptakan untuk gue" ucap Reynal lagi.


" Tapi bisa tidak takdir gue bukan lo " kata Dela.


" Bisa mukin, Lo kan sudah mencobanya" kata Reynal.


" Maksudnya?" tanya Dela mengerutkan Keningnya.


" Lo coba rubah takdir, dengan lo mencintai laki-laki lain" kata Reynal.


" Terus apa bedanya dengan lo?" tanya Dela.


" Nah itu La , lo dan gue gak jauh beda, kita sama-sama mencintai orang lain, tapi bayangan lo selalu ada,bahkan ikut kemana aja" kata Reynal menjelaskan.


" Tapi kenapa lo dulu hianati takdir itu menentang takdir itu?" ucap Dela.


" Lo benar la, gue lah yang lawan takdir gue, gue gak percaya dengan semua takdir, yang gue percaya ketika melihat orang yang gue cinta itu takdir gue" kata Reynal.


" Fia gimana?" Tanya Dela


" Sudah baikan" ucapnya singkat.


Aldo yang selesai main gamenya pergi ke kamar Dela lalu mengetuk pintu Dela.


Tok..Took !!


" Masuk " kata Dela.


Lalu pintu terbuka, Aldo melihat Reynal berada dikamar sedikit terkejut.


"Gue ganggu tidak?" tanya Aldo


"Nggak Do sini" kata Dela.


" Sudah selesai belum urusan rumah tangganya, gue pengen gabung nih.?" tanya Aldo dengan candanya.


" Sini Do, sudah lama banget kan kita gak kumpul kaya gini " ucap Reynal.


" Kalau belum, selesikan dulu Rey mumpung kelinci lo jinak" ucap Aldo yang cibirkan bibirnya.


" Rese lo Do" kata Dela ke Aldo yang sudah duduk bertiga.


" Kalian tau gak, gue bahagia liat kalian seperti ini, adem rasanya." kata Aldo. yang memandangi langit begitu banyak bintang.


Mengingat malam begitu indah banyak bintang, Dela ingat Daren yang tadi sempat kirimkan pesan.


Lalu Dela tersenyum // Boo, apa kamu juga sedang mandang Bintang disana, seperti Dedel sekarang_Dela //


Reynal yang sedari tadi melihat Dela tersenyum ada rasa bahagia tersendiri.


// La.. Tata bahagia bisa liat senyum lo kek gini, adem_Reynal//


" Udah liatnya kali " kata Aldo menyenggol Reynal.


Reynal sekilap sadar akan lamunannya, yang sedang melihat senyum indahnya Dela.


" Makanya, lo harusnya sadarnya sedari dulu Rey, kalo sekarang telat" Bisik Aldo.

__ADS_1


" Gak ada kata telat bagi gue" kata Reynal sedikit ninggi.


" Iyain aja deh" kata Aldo terkikik.


Aldo dan Reynal lalu kembali mandangi langit yang penuh bintang hingga malam menjelang.


Paginya mereka pergi keSekolah, seperti biasa, Reynal pergi lebih dulu, sementara Aldo dan Dela bareng perginya dengan satu mobil.


Sampai diSekolah Dela dan Aldo langsung kekelas dan disambut oleh sahabatnya.


" Hai beb" sapa mereka.


" Hai.." ucapnya lalu berpelukan.


" Masih beta aja dengan tu rok" kata Mira yang mengejek.


" Besok gue beli seragam lagi Deh" ucapnya.Lalu mereka tersenyum.


" Aldo mana perasaan bareng kita ." kata Rani.


" Di Uks la" ucap Dela. mereka pun ber oh ria.


Tak lama Bel masuk, dan para siswa/i masuk dan belajar dengan tertib dan khusuk hingga bel istirahat berbunyi tanda istirahat.


" Kantin yuk lapar gue" kata Mira kepada sahabatnya.


" Ayo " kata Rani dan Sam, juga Aldo.


" Beb.. " panggil Samir.


" Hem" jawab Dela dengan deheman.


" Ayo " ajak Rani.


" Duluan aja, gue dikelas aja." kata Dela sambil memegang perutnya.


"Yakin lo" Kata Mira .


" Iya pergi aja geh, gue dikelas aja,." ucapnya.


Merekapun lalu meninggalkan Dela sendiri dikelas, Aldo melihat merasa heran.


// semalam makan pagi tadi sarapan, lagian semalam tidur juga tidak telat//


" Masyaallah, gue lupa" kata Aldo panik.


" Beb kalian duluan ya, gue nyusul Dedel dulu" kata Aldo dan langsung lari ke kelas tanpa persetujuan mereka.


Reynal yang melihat Aldo lari, ia segera mengikuti Aldo, Dikelas terlihat Dela menggenggam perutnya, menahan rasa sakit perutnya.


" Del, apa mau ke uks"


" Gak Do gue disini aja"


" Tapi Del lo pucat, atau aku ambilkan obat bulanan lo ya diUks." Aldo panik


" Do buruan ambil obatnya, gue bawa Dedel ke uks aja Do biar nyaman," ucap Reynal yang sudah berada dikelas.


" Iya " kata Aldo.


Namun Dela dibawa pulang oleh Reynal setelah minum obatnya, tapi ia masih merasakan sakit bahkan Dela semakin pucat, keringat dingin kelur, air matanya pun mengalir begitu aja.


" Bawah kerumah aja Do, nanti biar bisa ditemani Bi Marni "ucap Reynal yang dianggukin oleh Aldo.


Mereka pulang dengan menggendong Dela, Aldo membawa mobil sementara Reynal membaringkan badan Dela agar enakan.


Begitulah Dela kalau setiap bulannya, dan Reynal yang tau ia rela lakuin apa aja, asal Dela baik-baik aja.


Aldo meminta Bi Marni untuk buatkan teh hangat untuk Dela, sementara Reynal merebahkan Dela dikamar, lalu membuka sepatu Dela dan nyelimuti kaki Dela.


" Minum teh hangatnya dulu ya Del, biar enakan" kata Aldo. dan Dela menurut lalu tiduran.


" Gue keluar dulu Rey" kata Aldo dan dianggukin oleh Reynal.


" La.. gue balik Sekolah dulu, nanti Bi Marni aja yang temani Lo ya, bentar lagi bel masuk " ucap Reynal.


Dela masih diam merasakan sakitnya,Dela pun telah mengganti rok dan mengenakan softex lalu merebahkan badanya dan memegangi perutnya, Reynal tidak tega melihatnya, dan ia urungkan untuk balik kesekolah.


Reynal meminta Aldo balik sendiri kesekolah, dan Reynal kemudian menelpon Reno untuk meminta izin ke guru hari ini.


Reynal turun kebawah untuk meminta Bi Marni buatkan Bubur ayam untuk Dela.


Lalu balik lagi ke kamar menemani Dela dikamar.


" Tata kenapa gak balik sekolah ? " tanya Dela lembut.


" Bagaimana bisa , Tata tinggalin Lala dalam keadaan begini " balas Reynal lebih lembut.


Reynal naik keranjang tidur dan mengompres perut yang kram Dela, lalu memijit pelan, hingga tak terasa Dela pun tertidur.


Reynal lega akhirnya kelincinya bisa tidur dan tidak merasakan nyeri ataupun sakit.


Reynal mengambil leptop dimeja belajar Dela, segera mengerjakan tugas yang belum ia selesaikan, lalu mengirimkan ke emailnya setelah pekerjaannya selesai.


Reynal melihat Dela tersenyum lalu mengusap rambutnya dan mengecup keningnya.


^Tata akan berusaha La untuk kita, semoga kamu juga ya La , Biar kita sama-sama bisa membahagiakan ke empat orang tua kita^


^ Tata Tidak ingin mengecewakan mereka Ta, dan Fia Tata akan coba lupakan dia untuk kamu^ gumannya


๐Ÿƒ๐Ÿƒ๐Ÿƒ๐Ÿƒ๐Ÿƒ๐Ÿƒ๐Ÿƒ๐Ÿƒ๐Ÿƒ๐Ÿƒ๐Ÿƒ๐Ÿƒ๐Ÿƒ


.


.


Bersambung


.


.


Jangan lupa like dan koment ya kakak, agar bisa semangat lagi aku mengupnya. Terima kasih


โคSelamat berpuasa semua, semoga selalu lancar ya, aku selalu mendoakan semua .


Salam REYNAL & DELA๐Ÿ‘ซ

__ADS_1


__ADS_2