
Hari ini Reynal membawa Dela ke suatu tempat, mungkin terlihat sederhana, namun Reynal yakin ini akan membuatnya bahagia.
" La, kita mampir ke supermarket bentar" ucap Reynal dan hanya dianggukin oleh Dela saja.
Sudah tiga minggu Reynal menerima kelulusan dan ia salah satu siswa nilai terbaik diSekolahnya, ia mutusin untuk melanjutkan kuliyah dikota tercinta, meski masih memendam cita-citanya saat ini, ia tak ingin meninggalkan Dela sendiri untuk saat ini.
Jangan lupa hubungan keduanya sudah lebih baik dari sebelumnya, mereka sudah mulai terbuka satu sama lain.
Kini, Reynal begitu semangat mengambil beberapa makanan ringan seperti sneck, dan Roti, tak lupa ia mengambil Susu, kemudian memutar kembali mengambil air mineral dua untuknya juga Dela.
Reynal lalu menuju kasir untuk membayar dan setelahnya mereka pergi menuju mobil, Reynal tersenyum melihat Dela lalu mengusap pipi Dela.
Tak terasa tiga puluh menit mereka sampai, Dela tertegun melihat disekelilingnya bahkan terdapat tulisan
Panti Asuhan Bunyah kasih.
" Disini , Gak salah?" Tanya Dela yang sedikit mengerutkan dahinya setelah melihat papan nama disana.
" Yah gak lah, kenapa, ayo turun, kita bawa bingkisannya" ucap Reynal yang menuntun Dela ke bagasi mobilnya.
Dela masih dengan fikirannya kenapa panti, yang menjadi pilihan Reynal untuk mengisi waktu kosongnya, kenapa gak ketaman atau mall gitu, Reynal pasti punya alasan sendiri.
^ Kirain kepantai rupanya panti ^ gerutu Dela yang sudah malas -malasan, untuk berjalan masuk kedalam panti, tentunya masih terdengar jelas oleh Reynal, namun Reynal tidak menanggapinya, ia terus berjalan masuk dengan mengembangkan senyum smiriknya.
" Pagi Bu Rara.." sapa Reynal yang menyapa pengurus panti.
" Eh mas Rey, sendirian aja? " Tanya ibu Rara.
" Oh tidak bu, saya bersama istri saya" ucapnya ramah.
" Istri, jangan bercanda deh mas" ucap Bu Rara yang tak percaya.
" Gak kok buk Rara, Saya memang sudah menikah, nah itu istri saya" ucap Reynal yang melihat dari jauh, Dela sedang berjalan sambil melihat-lihat sekelilingnya.
Reynal gelengkan kepalanya, lalu menyusul Dela, setelahnya ia mengambil bungkusan yang dibawanya.
" Ta..., adem ya" ucapnya yang masih berjalan menikmati suasana panti.
" Hemm"
" Lo sering kesini?" tanya Dela lagi.
" Hmm"
" Lo gak punya mulut, hanya mendehem gitu" ucap Dela yang menghentikan langkahnya, namun Reynal mengulum senyumnya yang Tak terlihat karena melihat kekesalan Dela baginya itu yang buatnya kangen.
" Ayo buruan ditunggu bu Rara disana" ucap Reynal yang balik menuntun Dela, dengan sedikit dingin.
" Lo tetap aja galak, pergi lo kelaut" ucap Dela yang menghempaskan genggaman tangan Reynal, Reynal kembali menggenggam tangan Dela bak anak kecil yang melakukan kesalahan, Dela yang seolah takut dimarahi pun ikuti langkah Reynal.
Mereka sudah berada diruangan bu Rara, bu Rara adalah pengurus panti ini, setelah berkenalan dan berbincang-bincang mereka menemui anak-anak yang sedang main di lapangan Panti.
Reynal memanggil anak panti untuk mendekatnya, begitu bahagianya mereka melihat Reynal yang berada disana memeluknya dengan penuh kasih sayang.
" Kak Ado mana kak Ley, kok gak itut?" ucap seorang gadis kecil yang masih dalam dekapan Reynal.
__ADS_1
" Kak Aldo em ada urusan, semoga urusannya segera selesai ya, dan bisa main bareng kamu " ucap Reynal lembut ke gadis kecil itu yang usianya sekitar empat atau lima tahun.
" Kak itu siapa?" Tanyanya lagi.
" Oh itu namanya kak Dela, panggil aja kak Dedel, dia istri kak Rey"
" Oh... pacal , cantik " ucap Gadis kecil itu yang menganggap Dela pacar Reynal, karena ia belum paham yang dimaksud istri itu apa, Reynal hanya tersenyum mengangguk.
" Kamu juga cantik kok sayang" ucap Dela yang sudah berjalan mendekati ke mereka terutama gadis yang menanyai dirinya.
" Siapa nama kamu sayang?" tanya Dela lembut.
" Adel kak," ucap gadis kecil itu lembut.
" Namanya cantik, secantik orangnya ini buat adel" ucap Dela yang sudah memberikan permen gulali untuknya.
" Telima kasih kak cantik"
" Iya sama-sama sayang" ucap Dela. kegadis kecil itu dengan senyuman Dela yang jarang ia keluarin depan orang banyak kecuali keluarga dan sahabatnya.
" Kak main yuk, main tutup mata" ucap salah seorang anak yang bernama Dava, yang sudah menarik tangan Reynal.
" Ayo" ucap Reynal dengan semangat, mengikuti main bersama anak panti, Sementara Dela yang masih berdiri di sebuah koridoor yang tak jauh dari sana.
// Ingat masa kecil dulu, dimana ada Aldo Rey dan guè disana tak lupa kak Ray yang selalu ikut bermain bersama, berlarian dan petak umpet, gue yang jadi korban terus karena selalu jadi_Dela// yang kemudian tersenyum sendiri, // Kak Ray lah yang selalu buat gue tersenyum saat mereka mengganggu gue , atau saat gue menangis_Dela//
//Tapi Rey maupun Aldo sama baiknya sama perhatiannya, sama khawatirnya, disaat menanggis, disaat sedih, mereka bagaikan kakak sendiri, tapi semua itu berubah, saat gadis itu datang_ Dela//
Sedari tadi telpon Dela berdering dan ia tak menyadarinya hingga seorang anak laki-laki mendekati dirinya dengan menggoyang-goyangkan tangannya,
Taark..!!
Dela terdiam saat semua itu terjadi, ^ponsel gue^
"Kena" ucap seorang yang sedang memeluknya.
Semua anak panti tertawa melihatnya dan langsung menggoda Reynal dan Dela sementara , Reynal langsung membuka tutup matanya.
" Lala"
" Ta ...Ta"
Lalu kedua mata mereka bertemu, cukup lama entah apa yang mereka fikirkan hingga tatapan itu tak ingin mereka akhiri, Reynal yang masih memeluk Dela begitu erat.
" Gue rindu lo " ucap Reynal tanpa ia sadari.
" Gu..e....gue juga " ucap Dela tanpa sadar.
Mereka masih diam penuh arti hingga akhirnya ada seorang anak yang membuat mereka sadar dengan salah tingkah " Cie kak Ley pacalan, dengan kak cantik" ucap gadis kecil yang bernama Adel dan diikuti oleh yang lain.
Reynal tersenyum sambil menggaruk keningnya, sementara Dela sudah memalingkan wajahnya yang sudah bagikan tomat.
Reynal dan Dela lalu mengangguk barengan seakan sependapat sepemikiran, mereka lalu mengejar Adel dan yang lainnya untuk mengerjai mereka dengan kelitikan.
Hap!!
__ADS_1
" Kena" ucap Reynal dan Dela hampir barengan, mereka akhirnya bermain klitik-kelitikan.
" Ampun kak ampun" ucap mereka yang merasa lelah, Gelak tawa terdengar dari mereka yang menyaksikannya hingga tiba waktu zdhuhur, mereka lalu sholat bersama, yang di pimpin oleh pengurus panti yang laki-laki.
Reynal lalu kembali ke anak panti untuk meminta berbaris ngantri lalu persilakan makan siang, Reynal mengambil tas kecilnya lalu kembali ke dalam mushola.
" Adik-adik, kak Rey minta doa seperti biasa ya, tapi kali ini ditambah ya, doanya agar kakak dan kak Dela selalu bahagia ya, langgeng hingga tua nanti, satu lagi semoga kak Delanya nggak galak lagi" ucap Reynal yang sedikit konyol.
" Amin kak... ,"ucap mereka bersama-sama
" Dava doain kak Dedel tetap cantik biar kak Rey gak kabur" ucap anak laki-laki tampan itu.
" Kalo Adel bial kakak punya dede bayinya." ucapnya polos.
"Uups... " keduanya terdiam tapi dalam pose wajah tomatnya.
" Siap buk bos pak bos " ucap Reynal dengan gaya hormat.
Sementara Ibu panti dan Bapak panti hanya tersenyum mendengar ucapan dua bocah cilik itu.
Setelahnya Reynal memberikan satu amplop, yang ia memberikan ke setiap anak, setelah selesai Reynal dan Dela pamit pulang karena waktu sudah menunjukan pukul 14.17 wib.
Mereka kini sudah berada dijalan, sedikit canggung setelah kejadian hari ini, namun Reynal berusaha mencairkan kecanggungannya itu dengan coba bertanya.
" Suka?"
" Hemm biasa aja, tapi thanks"
" Gak perlu, memang sudah kewajiban Tata untuk nyenengin Istri" ucapnya dengan pandangan lurus.
Namun tiba-tiba disela-sela obrolannya, perut Dela terasa lapar.
" Ta... laper..," Eluhnya
" Iya kita makan setelah ini" ucap Reynal yang mengusap kepala Dela, lalu kembali
fokus kembali ke jalan dan kemudinya.
πππππππππππππππ
.
.
Bersambung
.
.
Hai semua, jangan lupa tinggalkan jejak kalian like, komentar ya.
Salam hangatπ€
Reynal & Delaππ
__ADS_1