Cinta Senior Galak

Cinta Senior Galak
Eps- 94 Kegelisahan Dela#


__ADS_3

Pagi ini Dela masuk kuliyah yang pertama, setelah kemarin, Melakukan pkkmb di kampus, kebahagian tersendiri menurutnya.


Dela sudah rapi dengan pakaian yang ia kenakan, sementara Reynal masih berada dalam gulungan selimutnya, tak biasanya Reynal akan terlambat bangun, tapi pagi ini setelah sholat ia naik ranjang dan menutupi seluruh badannya.


" Ta..., bangun," panggil Dela yang sedang merapikan rambutnya.


" Hem..." jawab Reynal yang hanya mengeluarkan Deheman.


" Bangun-" ucap Dela sekali lagi, yang sudah berada dipinggir ranjang tidurnya.


" Kali nih lo pergi dengan Azar aja ya?" ucap Reynal dengan suara betatnya.


" Ih dia lagi, mending naik taksi online, apa lagi sih yang lo takuti" kesel Dela setiap pergi harus bersama Azar, jika Reynal tidak bisa mengantarnya.


" Felia sudah nikah dengan orang kaya?, malahan sudah punya baby, Fia gila dirumah sakit" ucapnya lagi yang tak bersahabat.


" Tata takut kamu kenapa-kenapa, Apa salah?, Tata mau istirahat bentar aja, kamu pergi sama Azar " Titahnya.


Reynal mengambil ponsel, lalu menelpon Azar , Dan Azar mengabulkannya, Azar kini miliki Apartemen sendiri yang kebetulan tak jauh dari apartemen milik Reynal, hadiah dari Reynal karena selama ini membantunya, jadi tak perlu jauh-jauh mencarinya.


" Mobil gue lo kemanain?" tanya Dela.


" Kamu La manggilnya-, Tata jual..." ucapnya santai dengan masih suara beratnya.


" Iya ka_mu, Dijual?, maksudnya?" Dela yang kesel dengan Reynal mempertanyakan balik.


" Nanti kamu juga tau," ucap Reynal yang masih memejamkan matanya.


" Itu mobil kesayanga Lala"


" Iya tau..., udah sana Azar nungguin dibawah" ucap Reynal yang tak ingin berdebat.


Dela menunggu uluran tangan namun tak kunjung ia dapatkan, lalu ia pergi dengan membanting pintu kamar, Reynal hanya menggelengkan kepalanya, namun ia abaikan, karena badannya terasa begitu nyeri.


Semalam tanpa sepengetahuan Dela , Reynal keluar untuk menuntaskan suatu misi, mereka sengaja mengenakan senjata tajam itu ke dirinya, untungnya hanya terbeset tidak sampai kedalam, namun karena dekat bangian perut membuat susah untuk bergerak.


" Ssttt ^ gak apa Rey, Resiko lo, ini belum seberapa, ketimbang nyawa Dedel, Istri Lo^ gumam Reynal.


Reynal lalu mencoba duduk dan mengambil ponselnya, mengeceΔ· bengkelnya karena seminggu ini Reynal belum mengecek keadaan bengkel dan showroomnya,Tapi badannya begitu nyeri bahkan serasa ingin demam.


^ Lo kuat Rey^ lalu mencoba untuk menahan dan mengecek walau sebentar.


🐎🐎🐎🐎🐎🐎🐎🐎🐎🐎🐎🐎🐎🐎🐎


Dikampus, Dela memasuki kampus dengan santainya, tak ada beban ia rasakan, layaknya gadis lainnya, gadis ya benar Dela masih gadis, Reynal belum membobolnya, sepertinya hubungan mereka setahun belakangan memang tidak baik, terlihat Reynal yang lebih mementingkan Fia kekasihnya, yang notabennya seorang terdakwa, yang harus dituntasnya dalam kasus Dela dan juga dirinya.


Sedangkan Dela lebih sering main diluar, menghabiskan waktunya di jalanan atau paling tidak menenangkan dirinya di panti ataupun Pantai, bahkan ia pernah tidur di panti bersama anak-anak disana.


" Del..., lo?" melihat Dela keluar dari mobil Azar.


" Iya, Tata nyita mobil gue, dan gue pagi ini bareng Azar." ucapnya merasa tau apa yang akan ditanyakan sahabatnya.


" Masuk yuk.." ajak Mira.


" Em..gaya lo, kita bedah tujuan Beb, kelas gue arah nya kesana" ucap Dela yang mencibirkan bibirnya.


" Ih lo si pake acara ambil jurusan itu" ucap Mira yang memonyongkan bibirnya.


" Sudah yang penting kita bisa sama-sama, hanya beda kelas." ucap Dela yang merangkul Mira.


" Iya sih tapi kangen"


" Lebay de ci...baru maren juga" ucap Samir.


" Gak gitu nta, beda aja gitu rasanya" ucapnya yang sedang mengeluarkan unek-uneknya.


" Biasakan sekelas, mana-mana bareng, lha ini'" ucapnya lagi yang masih berfikir dangkal.


" Yah udah lanjutkan, gue masuk bye." ucap Dela yang tak ingin melihat sepasang kekasih berdebat.


" Kebiasaan lo Del" ucap Mira, sementara Samir hanya menggaruk-garukan kepalanya yang tak terasa gatal.


Dela meninggalkan dua sejoli disana, jalan terus menuju kelasnya, dengan senyum sumringahnya, menurutnya mereka sudah biasa seperti itu walau saling cinta.


Dela duduk dikelas yang belum begitu ramai , ia menghembus nafas beratnya.


//hari pertama demi keadilan, gue gak ingin seperti dulu semangat_Dela// yang ngerasa dirinya cukup dihantui masa lalu yang membuatnya ketakutan.


Yah bahkan sampai sekarang,menurutnya Fia hanya berpura-pura gila, agar kasusnya gantung, dan Dela merasa setahun ini, Fia sengaja menguasai Reynal dengan pura-pura gila.


Tringgg ...!!


Bel tanda masuk mata perkuliyahan, karena ini awal jadi pertemuan kali ini mereka perkenalan satu sama lain baik dari dosen maupun mahasiswanya, Namun entah kenapa fikirannya ke Reynal, yang tak seperti biasa bertingkah laku aneh, seperti ada yang disembunyikan, namun waktu kuliyah tak terasa dua jam mereka dikelas dan Ada kelas lagi satu jam lagi.


" Hai" sapa kedua anak muda yang menghampirinya, Dela menoleh ada Sesilia, Fahri.

__ADS_1


" Iya... kenapa? " tanyanya.


" Sendiri?, cari makan di kantin yuk" Ajak Sesilia.


" Ayo" ucapnya yang sedikit malas-malasan.


Dikantin, mereka pesan makan, Dela memilih gado-gado untuk dirinya, disana sudah ada Samir dan Mira, mereka ikut gabung, Dela mencoba bersikap netral mengimbangi teman baru dan sahabatnya, tapi fikirannya tak lepas dari Reynal.


// kok gue jd kepkiran Tata gak biasanya dia-, jangan-jangan dia sakit lagi , gue harus cek_Dela //


Dela bergegas meninggalkan makannya, dan meraih tasnya, tak lupa ia mengambil ponselnya disaku.


" Dedel kemana tu nta?" tanya Mira ke Samir, karena melihat Dela pergi begitu saja.


" Kejar, liat dari raut wajahnya dia sedang panik." ucap Samir.


Kedua teman Dela hanya memandangi kepergian Dela dan sahabatnya, yang tak mengerti apa yang sebenarnya terjadi, Mereka hanya menaikan dua bahu mereka.yang menandakan Tidak tau, bukan urusan kita, begitu lah kira-kira.


Di parkiran Dela sedang berusaha menelpon Azar tapi tak kunjung diangkatnys." Huh, gak diangkat lagi " ucapnya kesel.


" Ada apa del kok panik?" tanya Mira yang sudah berada di dekat Dela.


" Gue khawatir dengan si galak" ungkapnya.


" Iya kenapa?" tanya Mira yang gak seperti biasanya.


" Yah udah gue yang antar, mungkin Azar ada kelas" ucap Samir yang menawarkan diri, Dela mengangguk dan menyetujui.


" Bentar gue ambil mobil" ucap Samir yang menuju mobilnya.


" Ayo " ajak Samir, yang tak lama sampai, mereka berdua langsung masuk kè mobilnya dan Samir memutar kendaraannya dan melajukannya.


" Beb kasus Fia gimana?" tanya Samir , yang masih penasaran, karena polisi masih menjaganya.


" Gantung" ucapnya singkat.


" Kok bisa?" tanya Samir.


" Karena di separuh waras, dan pihak berwajib tidak bisa ambil tindakan lebih, jadi gini nih.." ucap Dela dengan kesalnya.


" Sabar beb kalau begitu." ucap Mira yang memutar badannya untuk memeluk Dela.


Dela hanya tersenyum pahit walau sudah berpelukan bersama tiga sahabatnya, Dela coba tersenyum.


Mereka sudah berada diparkiran apartemen Dela, dan Dela buru-buru keluar dari mobil Samir, ucapan terimakasih hanya ucapan itu yang keluar, ia bener-bener khawatir dengan Reynal.


" Yah sudah kita balik lagi aja Nta, aku ada kelas bentar lagi" ucap Mira ke Samir,


Samir langsung memutar mobilnya dan melajukan mobilnya seraya berkata" Okey cinta, semoga kak Rey tidak kenapa-kenapa" ucapny. Mira yang mendengarkan lalu mengangguk mengerti.


Dela langsung masuk, menuju


kamarnya, dengan buru-buru ternyata benar Reynal masih berada diranjangnya dengan menutupi tubuhnya.


" Ta..." panggilnya manja


" Hemm, sudah pulang...?" tanyanya tanpa menoleh ataupun menggerakkan tubuhnya.


" Tata kenapa?" Ucapnya dengan lembut.


Reynal tersenyum, " Tata tidak apa-apa, jangan khawatir" ucap Reynal yang kemudin mengubah posisinya lalu perlihatkan wajahnya ke Dela.


" Tapi badan kamu-" setelah menyentuh badan Reynal yang menurutnya cukup panas.


"Sudah sini naik, Tata butuh dipeluk" ucapnya yang minta Dela untuk naik.


" Modus.."


" Gak apa, yang penting sama istri kesayangan Tata sendiri"


Dela menurut, naik ke atas ranjang, dan memeluk Reynal, sementara Reynal memeluknya dengan sayang, menyibakan rambutnya, lalu mengecup kening Dela.


" Thanks" ucapnya lalu kembali memejamkan matanya kembali karena merasa nyaman, merasa memiliki, merasakan ke khawatiran yang sama, hanya saja mereka menutup mata tak ingin tau satu sama lain.


" Ta...sudah makan?" ucap Dela tiba-tiba.


" Belum, Tata gak lapar, Tata hanya ingin seperti ini, lama-lama La, karena Tata merindukan ini dari kamu, terakhir saat Tata pulang dari rumah sakit dan setelah-" ucap Reynal yang langsung diputus.


" Jangan diterusi Ta-" putus Dela yang tak ingin mendengarkan kelanjutan ucapan Reynal.


Reynal mengerti dan ia tersenyum lalu ia memejamkan matanya, ia tak ingin kehilangan momen ini momen langka baginya // Kelinci ku, kelinciku benar-benar kembali_Reynal// yang masih pejamkan matanya, dan mendekatkan tubuhnya ke Dela.


Hari semakin siang, Dela terbangun karena merasakan suhu tubuh Reynal yang semakin beda, lalu ia mencoba untuk bangun untuk mengambil kompresan, tapi Reynal semakin mengeratkan tubuhnya.


" Jangan pergi La, Tata mau lala disini , ini cukup nyaman." ucapnya dengan suara beratnya.

__ADS_1


" Tapi Tata suhunya semakin tinggi, Lala ambilkan kompresan bentar" ucap Dela yang sudah mencoba lepaskan pelukannya.


" Tata gak mau, nanti Lala pergi" ucap Reynal.


" Uuh manja lo" kesel Dela, yang maksa melepaskan diri dari Reynal.


Dugh..!


" Sssst...! , // Aww sakit sekali_Reynal//


" Ma-kanya" ucapnya setelah melihat Reynal sepertinya bukan hanya merasakan sakit biasa.


" Tata-!, kenapa ??" tanyanya lirih tapi masih pose panik.


" Gak papa, Tata baik-baik aja" ucapnya


" Gak-" ucap Dela dengan menggelengkan kepalanya, Dela lalu menyibak selimut yang dikenakannya.


Dela penasaran gak biasanya Reynal menggeriyit kesakitan seperti itu kalau tidak ia sembunyikan sesuatu, Dengan paksa Dela akhirnya mengetahui yang disembunyikan oleh Reynal.


" Astagfirullah, ini dibilang gak apa, pantes kalo ini bisa jadi , yang buat kamu Demam" ucapnya penuh kepanikan dengan segera ia mencari kotak p3k , karena lukanya tersenggol Dela, dan mengeluarkan darah karena belum kering.


Dela langsung membuka perbannya dengan telaten ia membersihkannya, tanpa terasa air mata lolos dengan sendirinya.


" La...." panggil Reynal namun Dela hanya diam tak bergeming, Dela tak ingin mendengarkan celotehan dari suaminya hingga ia selesai menggantinya.


" Tata gak papa-" ucapnya yang kemudian mendekap wajah Dela, lalu menghapus sisa air mata yang berada dipipinya, Dela lalu berdiri dan keluar kamarnya dengan wajah yang sulit diartikan.


^ Masih aja hal seperti ini disembunyikan, tapi bukannya semalam bersama gue, apa jangan-jangan dia keluar tanpa sepengetahuan gue^ gumam Dela yang tangannya sambil membutkan susu untuk suaminya serta bubur.


Reynal yang merasakan badannya merasa nyeri dan bagian perut yang terluka, ia hanya diam tanpa kata, ia tak ingin Dela kelincinya semakin khawatir.


// Gue harus bersikap biasa, jangan sampai Lala khawatirkan keadaanku yang memang rasanya entah seperti apa_Reynal//


Reynal mengingat kejadian semalam yang cukup berbahaya, Walau ia mengenakan masker serta topi untuk menutupinya, tapi pergerakan dua pria yang ia kejar sangatlah berbahaya, hingga salah satu dari mereka, mengeluarkan pisau yang mengenakan dirinya, tapi Reynal dapat benafas lega, karena dua pria buron itu dapat ditangkap.


Dan ia sangat merasa bersalah karena pergi tanpa pamit ke istrinya, Reynal membuang nafas beratnya, hingga ia bersyukur jika ia masih diberi hidup hingga detik ini.


" Ta makan dulu habis itu makan obatnya" printah Dela, yang meletakan susu dan buburnya, diatas nakas, Dela lalu membuka ponselnya, lalu tersenyum sendiri, membuat Reynal memicingkan netranya kepada dirinya.


" Siapa?"


" Bukan siapa-siapa, ayo makan" ucapnya yang meletak ponselnya beralih ke mangkok buburnya.


" Lalu siapa!"


" Fahri" ucapnya singkat.


" Fahri sahak?"


" Teman kelas, menceritakan pertemuan kelas saat Gue gak masuk tadi" ucapnya.


" Hem..." ucap Reynal yang mengangguk-anggukan kepalanya, entah kenapa ingin rasanya marah, lalu entah kenapa nafsu makannya hilang, Mengambil obatnya lalu meminumnya, perbaiki posisinya dengan hati-hati lalu tidur kembali.


// Sepertinya banyak saingan, huh tenang Rey dia sudah hak paten lo,jadi sah-sah saja menghukumnya_Reynal//


//Tunggu Aku sembuh, aku tak akan memberimu celah, karena Dela Riani hanya milik ku Reynal Fito Darma// mengulum senyumnya.


Dela yang ngerasa ada keanehan di diri Reynal hanya tersenyum melihatnya // apa beneran dia cemburu_Dela//


Dela lalu mengompres Dahi Reynal, karena panasnya memang tinggi, Dengan menjaga Reynal hingga tak terasa matanya ikut mngantuk, ia pun tertidur.


Cup


^ Gue cemburu, lo balas pesan selain aku atau sahabat kamu, karena kamu hanya milik Reynal Fito Darma^ ucapnya lirih,di telinga Dela, lalu mengambil kain yang sudah terjatuh.


Reyal kembali memeluk tubuh Dela, ia tak ingin jauh dari Dela, bisa disebut ia sedang terserang budak cinta, maklumi saja setahun dianggurin oleh Dela, jadi ia gak ingin buang kesempatan ini dengan sia-sia.


πŸƒπŸƒπŸƒπŸƒπŸƒπŸƒπŸƒπŸƒπŸƒπŸƒπŸƒπŸƒπŸƒπŸƒπŸƒ


.


.


.


Bersambung


.


.


jangan lupa tinggalkan jejakmu teman


Salam hangat ❀

__ADS_1


Reynal & DelaπŸ‘«


__ADS_2