
Reynal dan keluarga memutuskan untuk pulang, karena sudah beberapa hari liburkan diri dengan aktivitas yang biasa mereka kerjakan.
" Kalian yakin mau ninggalin kita?"
" Iya yah" ucap Ayah Tomi.
" Lain waktu kami akan kunjungi Ayah" timpal Papa Duta
" Sudah-sudah Ayah yang akan samperin kalian, nanti saat tujuh bulan kandungan cucu Ayah" ucapnya asal yang padahal ia sedih karena akan ditinggal cucu bontotnya.
" Eyang, Neni,Nini, nanti deh kalau liburan kita datang lagi, atau ntar mas Tata yang jemput Eyang ,Neni dan Nini gimana?"usul Dela yang sedang memeluk erat dengan Eyangnya.
" Iya, Benar yang dikatakan Istri Rey, kita bisa jemput kalian saat Libur semester" ucap Reynal membenarkan.
Del..., ini tu Eyang kakak, Noh sama Nini," ucap Rayhan yang sedari tadi lengket dalam pelukan sang Eyang.
" Nyaman kak" ucap Dela sekenanya.
" Lo juga Rey apaan manja-manja dengan Neni" imbuh Rayhan.
" Rey masih kangen kak" ucapnya.
Membuat yang berada disana tertawa dengan menggelengkan kepala , gemes lucu liat pasutri muda yang bergelantungan layaknya anak kecil yang ingin mencari perhatian.
" Ayo sayang nanti kita kesiangan" ucap Mama Mila.
" Iya bener kata mama, bisa-bisa sampai rumah tengah malam" tambah Bunda Tika
Dengan berat hati mereka melepas pelukannya bersama Eyang dan Nininya, dengan menciumnya, lalu mereka pindah memeluk sang Neni berbarengan.
" Kita balik dulu ya Neni" dengan wajah beratnya.
" Iya cucu Neni, kalian sehat-sehat ya ingat jaga kandungan kamu sayang, dan kamu Rey ingat jaga istri kamu jangan sampai ada apa-apa dengan cucu Neni"
pringat Neni.
" Siap Neni" dengan senyum tampannya.
" Iya Rey, Bener kata Neni kamu, jaga Dedel, satu lagi kalau bermain hati-hati ingat ada anak kamu" titah Neni.
" Oke Nini" ucap Reynal patuh.
" Kalau ada apa-apa gue cari lo"ucap Eyang yang menatap tajam ke Reynal.
" Oke Eyang , Neni dan Nini Reynal akan dengar dan jalani perintah dari kalian pokoknya love u" ucap Reynal untuk menyudahi drama ketiganya.
" Ingat Rey, jangan buat dia nangis" pringat Bastian yang ikut antar mereka.
" Eh..eh..o..o.. " ucap keanu yang mengulurkan tangan dengan gemes Reynal mengambil dari gendongan Adi sang kakak ipa.
" Kenapa?, Keanu mau ikut? "lanjutnya.
Keanu yang mendengarkanya hanya senyum-senyum sambil memasukan tangannya kemulut Reynal.
Setelah beberapa drama saat mereka ingin pulang,akhirnya Ayah dan Bunda meminta izin pulang dilanjutkan yang lain.
Hanya lambaian yang mereka berikan, hingga tak terlihat mobil mereka, Eyang dan yang lainnya tersenyum lalu mereka masuk ke rumah Eyang dan kembali duduk sambil bercengrama.
Perjalanan yang lurus membuat mereka tak ada hambatan, Dela tertidur sudah bersama boneka kudanys, sementara Dava ikut Tidur di bangku belakang.
Dava yang mengerti keadaan Dela, karena sang Bunda sedang mengandung ia tak banyak maunya.
Ya bocah kecil bernama Dava bukan kurang perhatian,melainkan lebih, dan sang oma pun memberi apa yang ia butuhkan, Reynal dan Dela yang terkadang merasa keberatan karena Dava selalu dengan sang bunda atau mama. alasan mereka sederhana hanya ingin membantu keduanya agar tak kerepotan urus Dava karena Dela sedang mengandung, apa boleh buat mereka hanya pasrah.
" Kalian gemesin " gumamnya yang mengusap rambut Dela dan tak lupa mengusap perut Dela yang sedikit terlihat tonjolannya.
" Daddy sayang kalian " ucapnya lagi yang lalu menoleh spion yang mengarah Dava.
Perjalanan yang sedikit macet karena sudah memasuki kota, Reynal sengaja tidak berhenti, karena ia harus segera sampai rumahnya dan membaringkan tubuhnya.
Tepat pukul 15.00 wib, mereka sampai dihalaman parkiran di apertemen yang kerap mereka singgahi, menurut Reynal ia lebih nyaman di apertemen miliknya sendiri walau ia miliki keluarga. Alasannya hanya satu ia ingin berdua saja dengan Dela, walau terkadang ada Dava datang dan bermalaman disana.
" Sayang bangun... kita sudah sampai " Reynal yang membangunkan Dela ,
" Egh... "Dela lalu membuka matanya dan melihat kedepan ternyata benar mereka telah sampai.
Dela membuka pintu mobil lalu keluar sambil membawa Boneka kuda miliknya Sementara Reynal tersenyum gemas melihat istrinya seperti bocah, yang memang kenyataan mereka masih bocah, Reynal memilih menikahi Dela kala mereka masih berstatus siswa/i SMA.
Reynal membuka pintu belakang lalu menggendong Dava yang masih tertidur pulas , Sesampainya dikamar Dava, Reynal membaringkannya membuka sepatunya dan menutupinya dengan selimut lalu mengecup dahi Dava.
Sementara Dela, sudah berada dikamar mandi, ia merasa gerah hingga memutuskan untuk mandi.
" Seger... nikmatnya!" ucapnya saat air yang tengah membasahi tubuhnya.
Tak lama ia keluar dan ia tersenyum melihat Reynal yang sudah dikamar dengan membaringkan tubuhnya,dengan kakinya sengaja dilantai.
//Pasti Mas lelah,_Dela// ia membiarkan Reynal tidur dengan posisinya tak berniat untuk membetulkannya.
Dela keluar kamar, ia memanaskan air, karena ia sangat ingin meminum teh susu, tak lama air mendidih lalu ia membuatnya dengan senangnya ia meraih gelas yang berisi teh susu itu.
Dela membuka televisi dan nonton film kartun yang membuat ia tertawa, sesekali meminum Teh susu yang ia buat.
" Sayang" terdengar bisikan Reynal yang sudah memeluk leher Dela dan mengembuskan nafasnya kerambut Dela.
Dela yang merasakan itu mendongak, dan menaikan dua alisΓ±ya " Hem"
" Gak banguni ku..."
" Kamu capek mas, jadi Gak tega Lala banguni" masih dengan mendongakkan kepalanya mengarahkan ke Reynal.
Cup
" Aku tak akan lelah, Aku tak akan nyerah untuk dapati hati kamu seutuhnya" terangnya.
Dela terdiam lalu membalikan wajahnya kedepan," Kenapa kamu Ragu?"
" Tidak, tapi hanya takut " ucapnya lirih dengan mengisap leher Dela yang terekspos.
Reynal menyesap lagi dan membuah kan D***h** kecil.
"Ta-kut?, A-neh...? " ucapnya lirih.
Reynal lanjut menyecap sekitar leher Dela yang buat Dela semakin merasa ada yang mengalir dilehernya.
" Mas..."
" Biarkan begini okey, aku merinduimu, ini hukuman kemarin malam karena kamu berani meminta Bastian untuk memakan isi salad." jedahnya tapi ia lalu meneruskan aksinya.
" Kan gak ja-di" dengan suara berat.
Dengan cekatan Reynal membawa Dela kekamar untuk melanjutkan aksinya yang berada sofa televisi, akan terjadi kala dua insan yang sedang bergelora asmara, tak sungkan mereka menyalurkan rasa cinta keduanya.
__ADS_1
ππππππππππππππ
Hari sudah menunjukan pukul 17.00 Wib, Dela memutuskan mandi kembali setelah Reynal persiapkan air hangat untuknya.
Sementara Dava sudah bangun dan sedang nonton acara Televisi kesukaannya.
" Daddy" panggilnya saat melihat iklan ditelevisi.
" Iya Sayang Ada apa?"
" Boleh tidak Dava pindah sekolah?"
" Pindah sekolah?" tanya ulang Reynal.
" Iya, Dava ingin Sekolah yang banyak agamanya boleh?" tanya Dava antusias.
" Boleh, memang kamu mau nak?"
" Iya..., bial pintel.."
" Okey nanti Daddy cari " ucap Reynal yang mengerti arah pembicaraan Dava kemana.
Reynal lalu meneruskan masaknya hingga tiba-tiba ia mematikan kompor dan menuju wastafell.
" Mas... kamu gak apa?" tanya Dela yang melihat Reynal matikan kompor dan berlari ke westafell.
" Gak yang...," jawabnya.
Tapi entah kenapa perut Dela pun ikutan mual akhirnya ia sedikit lari menuju ke kamar mandi, hingga Dava melongo melihat keduanya yang bergantian membuang isi perutnya lewat mulut.
" Daddy, mommy gak papa?"
" Gak sayang Daddy dan mommy gak kenapa-kenapa" ucap mereka barengan.Dava lalu mengangguk-angukan kepala, lalu fokus ke televisinya.
'" Udah pesan aja kenapa si mas?" pintanya.
"Kan sayang cumi sambalnya" ucapnya berniat meneruskannya.
" Ya tapi Yang ada kita mual-mual, harus balik kamar mandi dan wastafel mas" jelasnya.
" Tapi La..."
" Mas tinggalin gak, kalau gak kita berdua tinggal nih tempat Bunda" ancam Dela.
" Shiit" umpatnya lirih namun masih terdengar oleh Dela" Okey Mas tinggal masakan Mas, kita pesan aja" ucapnya pasrah.
Dela mendengar itu langsung ambil ponselnya dan memesan beberapa makanan yang diingini.
Drama masak akhirnya berujung dengan go food , membuat Dava semakin mengerutkan keningnya.
Tak memerlukan banyak waktu tiga kurir pengantar makanan pun sudah berada di depan pintu Apertemen mereka.
" Mas... bukakan pintu dong" ucap Dela yang sedang mengotak-atik ponselnya.
" Hemm iya" ucapnya dengan pasrah , betapa terkejutnya Reynal melihat pengantar makanan sampai tiga orang.
" Ini pak pesanan atas nama pak Reynal Fito " ucap salah satu dari mereka.
" Iya pak saya sendiri "
" Ini pak total makanannya dan jumlah uangnya" ucap mereka yang hampir barengan.
" Okey " Reynal langsung mengeluarkan beberapa lembar uang dan memberikan ke pengantar makanan.
" La..."
" Hem..."
" Dimeja.. " ucap Reynal memanggilnya.
" Iya mas..."
Reynal membiarkan bungkusan berada dimeja, ia tak igin kejadian yang beberapa waktu lalu terulang.
Dela lalu meminta Mira dan Samir untuk datang ke apartemennya, sementara Rani sedang berada di luar kota untuk masa pemulihan setelah keguguran kemarin.
" Mom..."
" Yes..."
" Kata Daddy ,Dava boleh pindah Sekolah" ucapnya dengan girang saat Dava berada dipangkuan Dela, Dela menaikan alisnya dan menatap sang suami yang mendekatnya.
" Dava ingin sekolah yang banyak pengetahuan agamanya, jadi Mas pikir itu ide yang bagus untuknya, kita sebagai orang tua hanya bisa mengarahkan yang baik namun anak kita, Dava yang terbiasa dengan kegiatan panti, kita tidak dapat memenuhinya, jadi mas fikir apa yang diiginkan Dava, Mas pantas kabulkan" jelas Reynal yang mendapat anggukan Dari Dela.
" Baik la sayang, Mommy tidak dapat berbuat apa-apa, hanya mensuport kamu, dan ingat belajar yang bener" ucap Dela mengancam.
" Siap mom..." ucap Dava dengan senang hati.
Tak lama bel berbunyi, tanda ada tamu datang, Reynal lalu membukakan pintunya." Kalian..." ucapnya datar lalu meninggalkan keduanya.
Sementara yang diluar ikut masuk membuntuti Reynal, walau tak dipersilakan masuk, mereka bodo amat yang penting bisa bertemu Dela istri Reynal.
" Beb... " panggil Mira heboh.
" Hei..."
" Kamu undang mereka yang?"
" He..hem, aku minta mereka masuki semua pesanan kepiring agar kita gak kerepotan" ucapnya santai
" What?, lo nyuruh kita" kesal Samir.
" Mami, Papi, Bunda sama daddy dali tadi ke kamal mandi terus uwek-uwek" jelas Dava
" Iya maaf kita repotin kalian, tapi Rey gak bisa bau bumbu tu masakannya aja ditinggalin, karena harus bolak balik ke wastapell." tambah Dela.
" So.."
" So kita pesan, saat pesan gue menginginkan semua makanan dimeja."
" Sudah-sudah gue paham, terus lo nyuruh kita datang untuk makan?, iya oke gak masalah asal gratis, ayo kita masukin ke wadah lalu makan" aja Samir akhirnya.
" Dasar yang gratis aja maunya" sindir Reynal.
" Biarin bucin" Balas Samir.
Malam itu mereka makan bersama, Dela yang memesan semua makanan tak ada yang ia makan hanya ia liatin aja, semua pun merasa heran.
" Kenapa?" tanya Samir.
" Eem... Em... " // Duh bilang gak ya aku pengen masakan kak Dian_Dela// Dengan mengigit bibirnya.
__ADS_1
" Yank....? kenapa?"
" Pengen masakan kak Dian" ucapnya lirih seraya menekuk wajahnya.
" Shiit Dah...!, gak ada yang lain apa, kenapa harus Dian..," yang masih terdengar oleh mereka yang berada dimeja makan.
" Yah sudah , mas telpon dia " ucap Reynal pasrah karena Dela menatap tajam kearahnya.
πππππππππππππππ
Usai menelpon Dian, Reynal mendekat ke Dela ia membawakan susu Coklat yang menjadi favoritnya sejak mengandung.
" Aduh Del.. , kata laki lo , ada-ada aja"
" Udah buruan, bini ma anak gue pengen masakan dari lo"
" Memang Pengen makan apaan si Del?" gak cukup apa dengan pernyataan lo berdua itu pasutri gerutu Dian.
" Omlet sayur campur daging" ucap Dela dengan semangatnya ia tidak mengindahkan gerutuan Dian.
" Okey... " ucap Dian menuju dapur
" Semangat" ucap Dela memberi semangat.
Gak membutuhkan banyak waktu karena Dela hanya inginkan omlet, omletpun telah jadi.
" Ok finish..., nih untuk calon pujaan yang tak jadi"
" Eheemmm"
Dela melihatnya begitu berbinar, ia lalu mengambil sendok dan memotongnya.
" Hati-hati masih panas"
" Iya" ucapnya di tengah-tengah ia mengunyah merasa ada yang aneh.
" Kak bahannya apa aja?"
" Sawi sama bombay"
" Bombay?"
" Iya..., kenapa?"
" Ih... pantes gak enak ganti ini, untuk kamu aja mas" ucapnya yang memegangi mulutnya.
" Huh ngeselin deh"
" Yang iklas nolonginnya" pukul Reynal pelan.
" " Kesal gue, jadi isinya apa aja ini?"
" Daging sama bayam" ucap Dela singkat
" Iya..iya.. duduk manis geh" titah Dian yang masih kesel.
" Gak boleh gosong, gak boleh setengah mentah" ucap Dela.
" Bawel deh..."
" Ta..." rengek Dela mengadu ke Reynal.
" Udah iyain ngapasih, anak gue ngiler ntar" ucap Reynal.
" Egh..egh.. kenyang" ucap Samir memamerkan jika ia merasa kenyang lalu bangkit dari kursinya.
" Tunggu...! beresin yang bersih"
" Nanti kan ada Mira Beb"
" Gak gue maunya elo Sam .."
" Hem baiklah" ucapnya pasrah sambil membereskan sisa makannya.
"Sadis bini lo Rey..."
" Nih omlet yang kamu pesan Dedek Dedel" dengan senyuman.
" Wah wanginya pas, okey gue cicip dulu."
" Gimana?"
" Enak makasih kakak" ucapnya.
Dian merasa lega dengan buang nafasnya lembut.
Merekapun lalu makan bersama sedangkan Mira menemani Dava dikamar, karena ingin dibacakan dongeng sementara Samir ada di depan televisi dengan memainkan gemenya.
Tak lama Dian pamit untuk pulang karena ada urusan lain sementara, Dela dan Reynal masih berada dimeja makan.
" Enak?"
" Hehem.. mau?"
"Gak' ucapnya ketus.
"Cemburu?"
"Gak tuh
"Iya juga gak apa?
"Ck, Cemburu ngomong aja kali Rey, gak usah tutup-tutupi gitu, gak banget deh" ucap samir tanpa menoleh ke Reynal ia Asik dengan gamenya.
Sementara Reynal sudah melemparnya dengan tissu yang ada dimeja makan tapi sayangnya gak kena, Yang ada Samir hanya tertawa melihatnya.
" Berisik lo" ucap Reynal yang akhirnya pilih duduk samping Dela.
" Sabar mas..." ucap Dela yang mengusap-usap lengan Reynal, lalu Reynal merespon dengan melemparkan senyum manisnya.
" Iya sayang demi kamu" ucap Reynal yang mdnggenggam tangan Dela yang berada di lengannya.
ππππππππππππππ
Bersambung
.
.
Salam hangat
__ADS_1
Tata&Lala