
Reynal menutup rapat osisnya,dan bubarkan anggota.lnya, Reno ,Kevin dan David masih berberes termasuk Reynal dan Felia.
" Sob...nongkrong yuk, sudah lama nih kita gak nongkrong?" ajak Reno.
" Cakep, boleh tu"
" Ayo la, lo bisa kan Rey?"
" Maaf gue gak bisa, gue ada janji sama bunda" kata Reynal dengan bereskan bukunya.
"Nggak asik lu Rey" ucap David mencibirkan bibirnya
" Gue nebeng lo ya" pinta Felia
" Duh maaf gue beneran nggak bisa Fel, Bunda sudah menunggu terlalu lama" ucapnya.
" Oke gak apa Rey, gue pulang sama kalian ya?" kata Felia menoleh ke David dan yang lainnya.
" Boleh aja, tapi kita mau nongkrong dulu" kata David dan dianggukin oleh Felia.
// Gak apa deh, sama aja kalau bareng David dan lainnya_Felia//
Selesai beres-beres buku dan alat tulis ketas, serta leptop yang digunakan tadi, Reynal langsung menuju parkiran dan mengambil motor sportnya, meninggalkan sahabat-sahabatnya yang masih diruang osis.
Dimall, Dela dan Bunda sedang menunggu Reynal yang tak kunjung datang.
"Bun dedel kesana dulu ya beli minum, Dedel haus" ucapnya.
Bunda tersenyum dan anggukin kepalanya, setelah mendapat izin Dela pergi mencari miniman boba yang ada dimall, Dela pesan Boba dan air mineral untuk Bunda.
" Mana si tu anak , lama amat, bunda juga apaan si pake ganti cincin segala, gak bakal gue pake" gerutunya.
Ddrreett...ddreet...!!
^ Bunda^ kata Dela, lalu berjalan dengan cepat menuju toko cincin.
" I-iya bun, Dedel sudah jalan kesana" kata Dela langsung mematikan sambungannya.
Dela langsung meminum boba yang sedari tadi dalam pikirannya, sesampai ditok Dela melihat Bunda sedang ngobrol dengan seorang lelaki yang dikenal tapi tak pernah ada, siapa lagi kalau bukan Reynal.
"Bunda-" Ucapnya lembut dengan memberikan sebotol minuman Air mineral, Bunda tersenyum dan menerimanya.
" Lo kemana aja sih, lama tau nggak?" tanya Reynal ke Dela dengan ketus.l, Dela memutar bola matanya dengan malas
" Whatever"
" Eh anak bunda apaan sih malah ribut , malu dong" kata bunda memperingatkan.
" Tata tu bun, nyebelin terus bete in " kata Dela yang tak terima.
" Sudah sini dekat Bunda, kalian liat dong mana yang kalian suka.
" Terserah bunda aja" kata mereka bareng.
__ADS_1
Bunda tersenyum, " Kalo terserah bunda, emang bunda yang akan jalani, kalian dong, buruan pilih" kata Bunda lembut.
" Ribet" Kata mereka bareng lagi, Bunda semakin terkejut lalu sematkan senyum bahagianya.
" Ayo sayang, buruan Bunda ada janji nih, sama teman arisan bunda." kata Bunda dengan tersenyum melihat mereka.
" Hem.." Nafas kasar Reynal dan Dela.
" Ini " Kata mereka barengan tanpa melihat arah ke cincin.
" Wah...., pasangan kompak dan punya selera yang bagus, oke mb bungkus" kata Bunda dengan sumringah
Dela bengong dan melototkan matanya, lalu langsung menoleh kebelakang, Dela melototkan kembali betapa terkejutnya melihat tangannya dan Reynalmenunjuk cincin yang sama.
Begitu juga dengan Reynal, yang langsung menoleh kebelakang, ternyata pilihannya sama seperti Dela pilih, Reynal terkejut karena selera Dela dan dirinya sama, masih dalam keadaan cold dengan wajah galak yang ia perlihatkan.
Diam-diam Reynal tersenyum sekilas dan hanya dirinyalah yang tau jika ia bahagia dengan tersenyum kecil.
Reynal, Aldo juga Dela memiliki selera sama, paling beda di motif jika dibarang, sementara kalau makanan mereka juga sama hanya topping yang bedakannya.
" Apa mereka anak anda nyonya, Pasangan yang cocok, dan kompak mempunyai selera yang bagus." kata salah satu pegawai toko itu.
" Terimakasih " ucap Bunda.Yang memilih tidak menjawab pertanyaan pegawai toko
" Karena sudah bères, ini cincin bunda simpan sampai mama kalian pulang" ucap bunda
Dela berdiri dengan entengnya meminum boba yang dibeli tadi.
" Dedel kamu pulang bareng Rey ya ,bunda sudah ditunggu oleh teman-teman arisan nih, jaga Dedelnya Rey" kata Bunda dan buru-buru meninggalkannya.
" Fyuuh.." Dela membuang napasnya.
Sementara, Reynal sudah berjalan terlebih dahulu meninggalkan Dela yang masih berdiri.
Dela dengan menatap Reynal yang sudah jalan, dengan memanyunkan bibirnya namun tetap mengikuti Reynal.
Saat berjalan mengikuti Reynal dari belakang dengan sesekali melihat kiri dan kanan tiba-tiba Dela berhenti, saat melihat sebuah lolipop candy. kesukaannya yang menggiurkan.
Dela mengambil satu, lalu membukanya dan duduk di dekat tokonya, ia tak peduli dengan orang sekitar.
" Berapa mb semuanya ?" tanya Reynal yang mendekat kasir lolipop candy
" Lima ratus ribu rupiah mas" kata penjualnya.
Reynal mengambil dompet dan keluarin kartu, karena tidak pegang uang sebanyak itu, setelah selesai membayar Reynal mendekati Dela yang asik dengan candynya.
" Ayo pulang " sambil usap kepala Dela.
" Ta- Ta-," kata Dela meyakinkan dirinya, tapi Dela sibuk dengan lolipopnya.
" Ta-pi-"
" Nih untuk lo, sudah ayo pulang" kata Reynal, Yang menuntun Dela, Dela kali ini tidak berontak, ia nurut bahkan Dela lupa sedang bersama siapa, Boba Dela yang dibeli ditinggal begitu aja, setelah melihat candy kesukaannya.
__ADS_1
Dela sangat menyukai yang berbau candy, baginya candy bisa kembaliin mood yang hilang, apa lagi ditambah warna dan betuknya , membuat Dela seperti anak kecil yang dapatkan mainan.
" Ta hujan " kata Dela yang manyunkan bibirnya, tapi masih dengan lolipop candy nya.
" Iya, kita disini dulu" kata Reynal
" Lo si tadi lama datangnya, hujan kan jadinya " kata Dela dengan kesel.
Hujan semakin Deras, Dela sudah kedinginan, Reynal yang mengerti ia ambil Almamater ditas, lalu memakaikan ke Dela, Dela yang merasa kedinginan tidak berontak atau protes apa yang di lakukan oleh Reynal.
Terlihat cahaya dari langit, yang akan mengantarkan suara yang menggelegar, Reynal langsung tarik tangan Dela dan memasukannya ke dalam pelukanny, Dela diam karena memang ia takut hujan deras apalagi ada suara petir.
Reynal pesan greb, karena kasihan melihat Dela ditempat seramai ini ia merasakan ketakutan, Reynal pun tau saat ini Dela sedang menangis melihat dari nafasnya, Reynal usap punggung Dela lembut.
Mobil yang dipesan sudah datang, Reynal mengajak Dela masuk kemobil, diperjalanan Dela masih berada dalam dekapan Reynal, Reynal berusaha menjadi tempat ternyaman bagi Dela, mengusap lembut.
Tak terasa mereka sudah sampai, Reynal membayar ongkosnya, lalu membawa Dela dengan menggendongnya.
Sesampai dikamar, Reynal meletakan Dela diranjangnya lalu menyelimuti Dela,
Karena yang dirasakan beda Dela bangun dan menoleh ke Reynal.
" Ta..., sini aja" pinta Dela, Reynal mengangguk lalu ikut naik ke atas ranjang, mendekap Dela erat agar Dela terasa nyaman dan tidak merasa takut.
Dela tertidur lagi, Reynal menyibak rambutnya kebelakang dan diselipkan ke. telinga.
" Tata gak akan tinggalin kamu lagi La" ucapnya lirih. " Walaupun, Lala mencintai orang lain, Tata tetap jaga Lala, maafin Tata ya selama ini gak peka sama Lala" kata Reynal.
Petirnya, lama-lama menghilang walau ada tidak seperti tadi saat dimall, Dela sudah tertidur, Reynal dengan pelan meletakan badan Dela dan kepalanya dibantal memberikan bantal guling untuk dipeluknya dan menghapus sisa air matanya yang sedari tadi keluar.
Reynal turun dari ranjang dan menyelimuti tubuh Dela agar hanggat, Reynal lalu pergi masuk kamar mandi, ia akan bersih-bersih karena merasa badannya terasa lengket, setelah itu baru akan masak karena perut mulai mendemo, Saat kembali, ternyata Dela masih nyenyak dengan tidurnya.
Reynal tersenyum semirik^ Gadis aneh^ gumamnya.
ππππππππππππππ
.
.
.
Bersambung
.
.
.
tinggalkan jejak kalian sobat
Salam manis
__ADS_1
Reynal dan Dela.