
Mereka sudah sampai dirumah Eyang dan disambut dengan hangat, apalagi dengan status baru mereka, Eyang pun merasa menyesal karena tidak ikut hadir.
Mereka maklumi karena pernikahan mereka sendiri sangat mendadak, karena Suatu hal, Reynal menjelaskan jika Dela saat itu sedang terbaring lemah, bahkan ia baru bisa membuka matanya.
" Cucu eyang" yang langsung memeluk Dela.
" Kamu sudah sehat kan, mendengar kamu kecelakaan, Eyang sedih apalagi tidak bisa meluk kamu saat itu, Eyang hanya bisa mendoakanmu. dari sini" ucap Eyang mencium Dela dan bergantian memeluk Reynal.
" Eyanggg... makasih banyak ya berkat doa Eyang, Dedel sehat dan bisa kesini nemui Eyang" jelas Dela.
" Iya Dek, kakak cemasi kamu" ucap Rien yang sudah peluk Dela, setelah melepas pelukannya dengan Eyang.
" Iya kak makasih udah khawatirin Dedel" ucap Dela dengan sematkan senyumnya.
" Ayo ..Ayo duduk dulu sini" titah Eyang yang diangguki oleh mereka.
Usai lepas kangen, Reynal lalu peemisi untuk keluar sedangka Dela madih berada dalam pelukan Eyang.
Tak lama Reynal kembali bersama mereka, Reynal tampak srrius kali ini.
" Kak, Rey kesini sebenarnya mau kasih pelangkah, semoga bermanfaat ya kak, walau kak Rien tidak memintanya, Tapi ini niat Rey terima ya kak" ucap Reynal serius.
" Dek..., kan kakak sudah pernah katakan gak perlu, kenapa masih kamu repot-repot si dek" ungkap Rien.
" Nggak kak, itu hanya barang kecil gak mahal kok kak" ucap Reynal lagi yang kemudian diangguki oleh Rien.
" Tata emang pelit kak, masa iya mahar Dedel, diberinya hanya seratus ribu, padahal duitnya banyak, lima ratus ribu gitu enak juga " ucap Dela dengan cibiran.
" Bukan gitu juga La, tapi gue merasa nominal seratus itu, pas untuk kita, coba kamu fikir nilai disekolah yang paling sempurna apa?" ucap Reynal yang mencoba menjelaskan.
" Se...ratus" ucap Dela dengan lirih.
" Pinter, jadi gak usah diliat nominalnya La, gue harap lo paham" sambil mengacak geram rambut Dela.
" Apaan sih ta, kusut rambut gue" dengan nada keselnya.
" Alasan" ucap Reynal.
" Hi gadis kecilku-" panggil seorang dari kejauhan, tampak seorang yang Dela kenal.
" Kak Ray...-" ucap Dela yang lari memeluk Rayhan dan dibalas pula dengan Rayhan dengan sayang dan gemes.
" Berpelukan jangan lama-lama kak, punya Rey tu kak, sudah paten" ungkap Reynal dengan nada kezelnya.
" Bodo-" ucap Rayhan yang abaikan rengekan Reynal adiknya.
" Iih, Apaan si Lo Ta" protes Dela.
" Bukan gitu, lo istri gue, jadi gak seharusnya-"
" Cemburu , kenapa baru sekarang? ucap Rayhan yang manjakan gadis kecilnya.
" Apa masih pantas kak Ray panggil gadis kecil, sementara yang miliki nama udah gede malah udah nikah" ucap Rayhan ke Dela.
" Yah dipantas-pantasi aja lah kak" kekeh Dela.
Reynal melupakan sesuatu, saat ingat Aldo akan menyusul mereka. " Aldo nyusul kita Yang, kita tunggu dia ya" ucap Reynal menghadap Eyang.
" Beneran?, Eyang kangen dia," ucap Eyang dengan sumringah
" I ...ya Yang kita tunggu dia ya" jawab Reynal.
Sambil menunggu Aldo, Mereka asik ngobrol, Reynal pun sudah nyerahin mahar pelangkah ke sang kakak Ray dan Rien.
Dela yang lengket dengan Rayhan, membuat Reynal cemberut dengan wajah kesalnya.
Tak lama terdengar suara salam dari luar, yang menandakan ada seorang datang, Eyang segera berjalan menuju arah pintu.
" Dodo Eyang sini, Eyang sangat merindui kamu cu" ucap Eyang yang langsung peluk, dan tak lama eyang melepaskan pelukannya karena melihat s4orang gadis disamping Aldo.
" Pasti ini Sarah ya" kata Eyang yang hanya diangguki oleh Sarah.
" Ayo masuk, semua ada didalam" Ajak Eyang.
__ADS_1
Dedel i'm coming !!!
Teriak Aldo yang menggema di suatu ruangan, membuat orang menutup kupingnya.
" Dasar, gak bisa terpisah sama Gadis gue" cibir Rayhan.
" Oh iya dong kak kita sahabat dari orok, sehati , cuma cinta gue dan takdir gue noh sama ni anak, dia merubah gue lebih baik"ucap Aldo songong.
" Noh orang yang gak tau diuntung tapi beruntung " cibir Aldo yang dapat tatapan tajam.
" Itu kenyataan bro" ucap Aldo yang sengaja manas-manasi Reynal.
" Terus aja salahi gue, puas lo " kesql Reynal.
" Belum karena gue kesel, gerem sama lo Rey" ucap Aldo lagi.
" Ngomong - ngomong, lo salah orang Del, laki lo noh, bukan yang onoh." ucap Aldo yang baru menyadari Dela manja dengan Rayhan.
" Bodo, laki gue galak, ogah," ucap Dela polos.
Membuat mereka pada tertawa mendengar ucapan Dela apa lagi melihat wajah Reynal yang terlihat kesel.
Dela peluk Rayhan dengan manja,dan Rayhan pun mengusap rambut Dela dengan sayang.
" Rey jahat Kak Ray, Es balok itu galak buat Dedel takut " adunya dengan nada dibuat-buat bahkan semua yang disana mendengarnya.
" Dedel tinggal aja, kaya kemarin pasti kuda Dedel kalang kabut carinya."jawab Rayhan.
" Tau ah.. gue mau tidur ...bukan istri yang di zolimi tapi suami yang terzolimi" ucap Reynal yang meninggalkan mereka.
Mereka yang berada disana terkekeh kembali, melihat Reynal bagai galau teramat yang terlihat diwajahnya.
" Emang bener dek dia masih galak? " tanya Rayhan.
" Hehem, Dedel aja baru masuk tadi itupun dipaksa, dua hari diskorsing"
" Kok bisa, berantem? " tanya Rayhan yang di jawab dengan anggukan oleh Dela.
Mereka tau Dela punya bela diri sejak sekolah menengah pertama, Dela memutuskan untuk ikut kegiatan Bela diri, Bukan tanpa alasan kenapa Dela bisa ikuti ilmu bela diri.
Cklek !!
" Rey - " panggil Rien berbarengan ia buka pintu.
" Eh kak-" senyum Reynal ke kakaknya.
Rien mengusap punggung Adiknya agar bersabar menghadapi dan menjalani semua yang ada, Reynal paham dan mengangguk.
Reynal menceritakan semua yang sebenarnya terjadi termasuk rekaman yang Reynal rekam saat ia pergi rutin ke pisikolog, Rien mengangguk mengerti, Dan soal kecurigaannya selama ini.
" Rey baru menyadarinya b**o kan Rey " senyumnya gitir.
" Jangan sesali, kalau masih ada harapan kedepan kenapa gak lo lakuin sih dek, sekarang Dela itu istri lo tanggung jawab lo penuh, lo harus lindungi dan lo yang nuntun dek " ucap Rien.
" Gue setuju sama kak Rien, kalau masalahnya persis yang lo khawatirin gue siap bantu lo" ucap Aldo yang tiba-tiba masuk.
" Thanks Do, gue percaya lo"
Rien tersenyum melihat keduanya, walau beda setahun tapi tidak membuat mereka renggang bahkan menurut Rien, Aldo lebih dewasa Rien lalu memutuskan untuk keluar kamar.
" Lo punya masalah lo pendam sendiri, kaya nggak punya Saudara aja, atau teman gitu" kesel Aldo dengan memukul pelan lengan Reynal.
Reynal yang mendapat serangan pun hanya tersenyum, ia paham Aldo gak mungkin biarin dia atau Dela menderita.
" Kalian itu hidupnya penuh drama Rey, lupakan gengsi lo, bersikaplah dewasa dan wibawa seperti diSekolah, jangan ngebucin akunt dong Rey" ucap Aldo yang menasehati Reynal.
Malam itu, Dela dan sarah berada di kamar Rien, sementara para cowok berada dikamar Rayhan yang jarang ditempati karena Rayhan lebih sering tidur di kafenya yang menurutnya lebih dekat ke kampusnya, mereka saling curhat, dikamar Rien selain cerita pesiapan pernikahan Rien sang kakak, yang tinggal menunggu beberapa minggu, Dela dan Sarah bercerita tentang dua pria pujaan .
Lain halnya dengan para cowok-cowok ΓΎmereka cerita bisnis, sesekali cerita tentang dua bidadari yang ada dikamar sebelah yang buat mereka tertawa sesekali.
πππππππππππππππ
Pagi itu Eyang dan dua laki-laki tampan membantunya masak, walau mereka laki-laki mereka juga harus jago masak jangan sampai kalah dengan para wanita, itulah yang ditanamkan oleh EyaΓ±g ke mereka, meski gak seperti buatan Bunda atau Mama dan Mami mereka, namun ini semua cukup apalagi kue cucur yang merupakan makanan wajib bagi Eyang.
__ADS_1
Mereka menyiapkan untuk para bidadari mereka, yang mungkin masih terlelap tidur, Eyang mengajari mereka, walau laki-laki harus bisa jadi segalanya untuk istri terutama untuk Reynal karena Reynal yang lebih dulu menikah.
Mereka masak sambil mendengar Eyang cerita, menceritakan sebagai kepala rumah tangga, bukan hanya sebagai suami yang memenuhi kebutuhan istri seperti uang tapi jadi suami yang bisa ngayomi istrinya saja, tapi menjadi suami itu merangkap semua, sebagai bapak dan ibu, sebagai sandaran dan sebagai sahabat untuknya bercerita, Reynal dan Aldo mengangguk mengerti, mereka berharap bisa lakukan apa yang dikatakan oleh Eyang.
Mereka sarapan dengan nikmat , tanpa ada protes dan digandrungi gelak tawa yang hangat.
" Kalian pulang kapan ? " Tanya Rien.
" Nanti sore kak, rencana kerumah Neni dulu, dari sana kita langsung pulang kak, besok harus sekolah." ucap Reynal Rien mengangguk.
Rien yang telah menyelesaikan sarapan pun pamit ke mereka karena tidak bisa temani mereka lama-lama, karena ada janji dengan pasiennya di rumah sakit, mereka pun mengangguk mengerti, karena itu memanf salah satu pekerjaan sang kakak.
Usai sarapan Dela ajak Sarah ke kebun mawar milik Eyang, yang tak jauh dari rumah Eyang, Sarah pun mengangguk setuju, sesampainya di kebun Mawar milik Eyang, Sarah takjub melihat pemandangan yang begitu indah nan pesona.
" Ini kebun mawar Eyang Del?" tanya Sarah yang begitu tabjub, Dela lalu menganggukin kepalanya dengan senyuman ,"Iya Rah" Dengan Masih memandangi mawar yang ada didepan mereka.
" Del-" panggil Sarah.
" Heemm" ucap Dela sambil menoleh ke arah sarah.
" Maaf gue, kemarin lo sakit gak jenguk lo, gue gak di izini keluar oleh ibu Asrama" ucap Sarah sedih.
" Iya gak apa Rah "ucap Dela ke Sarah lalu merangkul Sarah.
" Del..., gue turut berduka cita ya,harusnya saat itu gue ada untuk Lo" ucap Sarah lirih ia merasa bersalah karena saat Dela terkena musibah ia tak ada disampingnya.
Dela yang mendengar pun tersenyum pahit " Iya Rah..,gue gak papa kok, pasti dia diberi tempat yang terbaik" kenang Dela.
" Amin-" jawab Sarah.
" Sampai saat ini gue gak tau dia sakit apa, yang gue tau dia sakit tiba-tiba dan pergi begitu aja, dan mengharuskan gue menikah bersama Tata." ungkapnya lirih.
" Itu semua sudah jalannya Del, apa Lo bahagia dengan Tata?" tanya Sarah.
" Gue gak tau Rah, Saat ini gue masih berusaha menerima semua ini, gue takut setelah ini ada kejadian yang gak aku inginkan" ucap Dela dengan ambigu.
" Maksud lo?"
Deg
// Gue keceplosan_Dela//
" Mmm bukan apa-apa kok, lupain gue ambil mawar untuk lo, tunggu bentar" ucap Dela , yang tak ingin Sarah tau isi hatinya.
" Del... lo sampai kapan nyembunyiin dan merasakan ini sendiri ..!!! teriak Sarah Namun Dela hanya menoleh kebelakang sebentar memainkan matanya lalu kembali menghadap kedepan sedikit lari kecil, Sarah gelengkan kepalanya, melihat Dela.
// Susah bener untuk jujur_Sarah//
Dela sudah kembali dengan membawa beberapa tangkai mawar yang dipetik Bastian, mereka sempat ngobrol tapi gak banyak, hanya se hay saja, karena tak enak lama-lama meninggalkan Sarah.
Bastian tersenyum dan hanya bisa memandangi Dela dari jauh.
// Aku tau , kamu sembunyikan sedihmu demi Rey, aku diam-diam sudah perhatikan kamu sudah lama, aku mengagumimu, walau kamu milik Rey_Bastian//
Dela dan Sarah lalu berjalan ke taman belakang rumah Eyang, mereka disana melepas rindu sambil menikmati angin pagi.
" Mawarnya makasih ya" Ucap Sarah disela-sela mereka ngobrol.
" Iya Sarah ku" jawab Dela yang merangkul Sarah.
πππππππππππππππ
.
.
Bersambung.
.
.
Salam hangat β€
__ADS_1
Reynal Delaπ«