Cinta Senior Galak

Cinta Senior Galak
Eps- 121 Pesta Kejutan#


__ADS_3

Azar sengaja membawa Dela langsung berjalan ke tempat yang dituju, apalagi Dela kini bersama Aldo.


"Jalannya yang anggun dong Del" ucap Aldo


" Emang ada apa sih Do , terus ini kenapa rame, terus dimana Rey?"


" Udah jangan bawel jalan aja " pinta Aldo yang telah siapkan lengannya untuk digandeng Dela, Dela yang mengerti ucapan Aldo pun terdiam dan menerima tangan Aldo.


" Do..., kita gak salah tempat kan?" Tanya Dela yang merasa heran.


" Gak!"


" Yakin?, ini dekornya...?" Dela yang masih bertanya-tanya dengan memandangi sekitarnya.


" Iya, Ado yakin banget" ucap Aldo meyakinkan.


Dela yang masih tak percaya, karena hiasan yang ia lihat persis seperti yang ia impikan, yah bagaikan mimpi malam itu.


Kedatangan Dela , Aldo dan Azar membuat semua tamu yang berada disana perlahan mendekat satu persatu, hingga Aldo membawanya ke tempat yang sudah disiapkan sedemikian rupa yang terliat begitu megah.


" DO...?" Dela menghadap ke Aldo Dan Aldo mengangguk pelan" Tenanglah" ungkapnya yang menenangkan Dela


" Dela Riani Sukma, ralat Dela Riani Darma.! panggil seorang disana.


" T..Ta..Ta" ucapnya yang terbatah-batah.


" Mas... " ulang Reynal dengan menebar senyumnya.


" I..Iy mas, apa maksud semua ini?" tanya Dela.


" Seperti yang kamu lihat, ini untuk kamu sayang" ucap Reynal


" B -benarkah?" Tanya Dela yang tak percaya.


" Iya Sayang, ini semua untuk kamu, apa kamu suka?, bukankah ini impianmu sayang?" Reynal bertanya seraya mengulurkan tangannya ke arah Dela.


" A..Aku suka, suka banget, aku sedang tidak bermimpi kan?" ucapnya yang menerima uluran tangan Reynal.


Reynal tersenyum" Tentu tidak-"


Dela mengembangkan senyumnya dan tak terasa air matanya pun tak terasa mengalir begitu saja dari tempatnya.


" Hei... kok nanggis.." tanya Reynal yang heran melihat Dela menangis


" Iya Del kenapa lo nanggis tiba-tiba berbahagialah ini memamg sudah seharusnya" ucap Aldo yang mengerti diposisinya saat ini.


Ketiganya ngobrol seakan tak perduli disekitarnya, padahal semua telah berkumpul siap melihat mereka berdua bersanding, walaupun keduanya menikah setahun lalu.


" Udah ngobrolnya?, lihat disana para tamu sudah menunggu kalian" ucap Rayhan yang datang mendekat ke mereka.


" Kak Ray disini?"


" Duh adek kakak yang cantik , bukan saja kakak tapi semua" ucap Reynal yang menunjuk dengan dagunya.


" Se..semua?" ulang Dela yang mengikuti arah dagu Rayhan.


" Oh my god," ucap Dela yang menutup mulutnya spicles bahagia" Benar mereka disini" ucap Dela yang telah melihat anggota keluarganya.


" Iya" ucap mereka barengan.


" Pernikahan kalian sudah diketahui orang banyak , dan pernikahan kalian sudah makan korban dan gue berharap kalian dapat saling menjaga dan menyayangi" ucap Aldo. Reynal menepuk pundak Aldo " Thanks bro, terima kasih untuk semua" ungkapnya yang tak tau lagi akan berkata apa lagi.


Aldo tersenyum, lalu menepuk balik pundak Reynal, " sama-sama Sob, sudah seharusnya, karena gue hanya punya lo dan Dedel selain Sarah dan orang tua gue" ucap Aldo mereka pun berpelukan alah cowok gentel, namun siapa sangka dikeduanya yang saling kuatkan Dela, Dela menitikan air matanya. " Dedel juga" ucapnya yang menghapus air matanya yang jarang sekali ia perlihatkan.


Malam ini malam yang membuat Dela merasa melambung tinggi, Dela tersenyum bahagia kejutan yang membuatnya selama beberapa minggu bahkan beberapa bulan terlihat tak di pahami jika Reynal sibuk bekerja demi mewujudkan impiannya.


Reynal dalam diam iapun menitikan air matanya , Reynal bahkan dapat tersenyum setelah Ia mewujudkan impian pernikahan, yang diidam-idamkan oleh Dela.


" Thank you my husband" ucap Dela disela- sela mereka berjalan menuju aula.


" Acara akan segera dimulai kepada kedua orang tua mempelai pengantin untuk mendampingi mereka, dan yang lainnya harap menikmatinya" begitulah yang disampaikan oleh Mcnya.


" Satu lagi saya berharap kedua orang tua kedua mempelai, ada satu dua patah kata untuk kedua mempelai mungkin atau para tamu yang hadir " ucapnya kembali.


Mendengar permintaan itu, Pak Duta Dan pak Tomi beserta istri berdiri bersamaan dan membuka acara yang berlangsung.


" Assalamualaikum"


" Waalaikumsalam"


" Pertama-tama kita panjatkan puji dan syukur atas rahmat Allah yang memberi kita kesehatan hingga sampailah kita saat ini, kita sebagai keluarga, sebagai orang tua Rey dan Dela bersyukur karena allah mempersatukan mereka, saling mengasihi dan saling mencintai hingga saat ini"


Reynal duduk dengan bersandar dan menggengam tangan Dela, dan menolehkan wajahnya ke Dela dengan sedikit senyumnya.


Sementara Dela hanya bisa tersenyum, terlihat ia begitu bahagia, apalagi semua keluarga besar dapat berkumpul, pangeran yang pernah singgah dihatinya kini telah kembali walau sempat menghilang.


Tanpa sepengetahuan siapapun Dela mengagumi Reynal sejak dulu, namun semua itu sirna setelah Fia datang mengancam kehidupannya, lambat laun ia terbiasa dan dapat melupakannya.


Apalagi Aldo dan Sarah selalu ada untuknya dan tiga sahabat lainnya, ia dapat lupakan rasa yang pernah ada.


Namun kesabarannya terbalas dengan kedatangan Daren didupnya, ia tak perduli akan adanya pernikahan nantinya, ia berharap Daren lah yang akan menjadi jodohnya, hingga mereka merangkai kehidupan masa depan.


" Jangan kelamaan melamun, gak baik" bisik Reynal.


" Mas TaTa.." ucapnya lirih

__ADS_1


" Beneran..., Ayo kita harus berdiri memberi ucapan terima kasih dan kemudian kita sapa mereka karena ini pesta aku buat santai dan pelaminan itu hanya hiasan belaka" tutur Reynal yang membawa Dela ke podium.


Dela mengangguk mengerti dan berjalan mengikuti langkah Reynal, Reynal memberi sambutan ke para tamu yang hadir serta sahabat dan keluarga yang ikut memeriahkan pesta pernikahannya Terlihat gagah dan berkarisma.


" Terimakasih kepada semua yang hadir disini, dalam acara syukuran pernikahan kami yang baru dapat kami laksanakan hari ini, sesuai dengan konsep impian kami , terima kasih kepada wo dan sahabat yang bersedia membantu saya dalam merampungkan semua ini semua dan sekian terima kasih" tutup Reynal.


Reynal Dan Dela pun menemui para tamu, setelah memberi sabutan hangat, berjalan menuju keluarga terlebih dulu para keluarga berdiri dan menyambut keduanya.


" Cucuku!" panggil Eyang yang sedari tadi berdiri dengan rentangkan tangannya siap memeluk keduanya.


Reynal dan Dela saling pandang lalu mengangguk, mereka dengan cepat memeluk Eyang yang mereka rindukan.


" Eyang-" teriak mereka yang hanya terdengar samar-samar.


Dela dan Reynal lalu berjalan kesamping dan memeluk Neni serta Nini yang telah menunggunya sedari tadi, dengan melepaskan pelukan hangat sang Eyang tentunya. " Selamat ya sayang..!. hanya itu yang dapat mereka katakan.


Seperti yang mereka tahu Dela dan Reynal bukanlah pengantin baru, mereka sudah menikah hampir 2 tahun.


Reynal berjalan sambil menggandeng tangan Dela untuk menemui kolega-kolega Ayah serta Papanya yang turut hadir dan mereka tak luput memberikan selamat untuk keduanya.


// Ya allah, masih lama gak sih sudah capek gue dari tadi kaki gue rasa mau patah_Dela//


Dela meutuki dirinya saat ini pesta kejutan untuknya berdampak melelahkan baginya, sehingga mood**nya sedikit menghilang.


" Mas, masih lama?" tanya Dela yang merasa lelah dengan sedikit berbisik.


" Nggak, bentar lagi , kamu capek ya?" tanya Reynal yang mengusap-usap tangannya ke lengan Dela.


" Iya" ucap Dela yang memijit dahi.


" Sabar ya.." ucap Reynal yang mengusapkan tangannya ke lengan Dela lagi


Reynal kembali menemui koleganya kali ini koleganya sendiri, ia memperkenalkan Dela yang dulu sempat ia sembunyikan hampir tiga puluh menit Reynal menyapa tamu-tamunya, Mereka pun duduk menemui sahabat-sahabatnya yang kini duduk disatu meja.


" Widih pengantin kita kecapekan nih, ambilkan minum gih" titah Samir meminta kekedua sahabatnya.


" Iye bentar kita ambilin, hari ini kusus untuk pengantin kita." ucap Mira yang menggeserkan kursinya lalu ia pergi mengambil minuman.


" Gila lo Ya Rey, lo nikung gue namanya!" celoteh Dian tiba-tiba


" Enak aja lo!" ucap Reynal tajam.


" Pantes identitas istrinya disembunyiin, ternyata Dela si mahasiswa baru"


" Yang pasti gue gak menampik kalau gue gak sendiri, gue ada yang punya" ucap Reynal yang menggandeng pinggang Dela erat.


" Lo tau Ren?" Tanya Dion.


" Iya gue tau!, dan maaf gue gak bisa kasih tau lo pada karena Reynal sendiri gak pernah akui istrinya depan kalian" ucap Reno santai.


//Mampus gue, salah ngomong gue_Reno//


Reynal menatap tajam ke Reno atas ucapannya, Reno hanya bisa menyengirkan bibirnya dengan gigi rapinya.


" Maksud gue bukan gitu, Rey memang sengaja tutupi Dela sebagai istrinya karena Rey.." ucapan Reno terputus karena Dion.


" Lama lo Ren...! " ucapnya yang tak sabar


" Intinya dia ngebucin dengan istrinya dan karena itu gak mau akui , itu yang gue tau " ucap Reno ia gak mau salah ngomong lagi atau umbar masa lalu sahabatnya yang sempat rengang yang buat Reynal uring-uringan.


" Gila lo, pantes lo sembunyiin Dela dari kita selama ini, gadis cantik yang enerjik bahkan lo marah jika kita dekatinya" cibir Dian.


" Oke kalau gitu gue buang deh perasaan gue ke dia" ucap Delon lirih yang nyayanya ia menyimpan perasaan ke Dela yang tak lain istri dari sahabatnya.


" Berani lo" ucap Reno dengan tatapan tajamnya.


" Bukan salah gue, siapa suruh lo gak bilang kalau Doi punya lo, gue kira bukan dia, lagian ni yah, lo gak negasin ke kita-kita kalau lo sudah beristri" cibir Dion.


" Kan sudah gue bilang dia sudah bucin ke istrinya, jadi baru karang ini, dia kasih tau" ucap Reno cuek


" Okey lah, nih kado buat lo dari kita bertiga, kita gak tau mau kasih apa?" ucap Dian yang memberikan sesuatu untuk keduanya.


" Thanks bro" ucap Reynal yang kemudian menjabat tangan para sahabatnya yang kemudian diakhiri oleh mereka untuk pamit pulang.


Kepulangan sahabat Reynal sedikit berkurang berisiknya, karena hanya ada Dela Cs dan teman-teman dari club mobil Dela.


Reynal membuka belangkonnya dekat Dela, dan berjalan menuju tempat hidangan ia mengambil minum lalu meneguknya dan kemudian membawa minuman dan beberapa makanan untuknya dan Dela.


Sementara Dela terlihat begitu akrab bersama sahabat-sahabatnya yang bisa kumpul kembali walau dengan momen yang beda.


Kedatangan Reynal dimejanya, teman-teman club mobil pun berpamit untuk pulang dan tak lupa mengucapkan selamat untuk Dela dan juga Reynal.


" Del..., akhirnya terwujud juga ni pesta impian lo" ucap Mira yang menoleh kiri dan kanan.


" Iya inikan impian lo banget" ucap Rani.


" Yah begitulah, gue aja gak tau" ucapnya santai.


"Yang bener aja lo gak tau?" tanya Mira kepo.


" Iya , karena memang gue beneran gak tau dan baru tau tadi suer deh" ucap Dela yang sambil menggoyangkan mulutnya karena menerima makanan dari Reynal.


" Beb lo cantik? pantes ketos galak bin alay ngebucin ma Lo" ucap Samir yang baru nyadar.


" Sayangnya gue gak percaya kalo dia ngebucin, lo pada tau dong setahun ini dia ngapain aja"

__ADS_1


" Setuju... kak Rey jahat udah menomor satukan mantan " ucap Mira yang menajamkan pandangannya.


" Rey... Del..., " tiba-tiba Bastian dan juga Rayhan gabung bareng mereka.


" Halo kakak tampan" ucap Mira yang memang mengenal Rayhan.


" Hai.." balas Rayhan, jangan genit ingat Sam lagi disamping kamu " Kata Rayhan dengan mainkan sebelah matanya Mira bukannya takut malah terdiam sejenak


" Ambilkan gue minum beb, kedipan mata kak Ray buat tensi darah gue naik turun beb" ucapnya.


Tuk.!!


" Sadar pacar lo disebelah." ucap Aldo.


" Efek Do, efek masih sendiri " ucapnya ketus tapi ngena yang mengusap dahinya karena kena jitakan oleh Aldo.


" Ya suruh la Samir nikahi lo, juragan restoran masa gak berani nikah muda " kali ini yang bicara Alex suami dari Rani.


Mereka mulai bercanda kembali sementara Bastian dan Reynal hanya bisa diam dengan fikirannya masing-masing terlebih Reynal sedikit waspada takutnya Bastian dan anak buahnya akan mengambil Dela, Reynal menggandeng Dela lebih Agresif.


" Rey... bisa kita ngobrol berdua saja" pinta Bastian.


" Untuk apa, gue gak bisa." ucapnya yang tak bersahabat.


" Rey...beri gue waktu untuk ngomong !"pinta Bastian.


Aldo yang perhatikan keduanya lalu berdiri dan mendekat Reynal dengan mengusapkan bahu Reynal agar lebih tenang dan rilex, lalu membisikan kata untuknya.


" Pergi dan selesaikanlah!" ucap Aldo, Reynal menoleh ke Aldo dan dengan barengan Aldo menganggukan kepalanya tanda agar Reynal mengikuti maunya Bastian, Reynal membalas anggukan dan berdiri lalu meninggalkan kursinya serta Dela dan sahabat-sahabatnya.


" Rey... gue... gue minta maaf " ucap Bastian yang menghadap lurus dengan tangan dimasukan ke saku celana.


" Maaf selama ini gue salah, gak harusnya gue lakuin itu, dan menghancurkan rumah tangga kalian."


" Gue sadar perbuatan gue ga bener!, harusnya gue lindunginya, nyayanginya seperti kak Ray dan Aldo yang tak bosan-bosannya suportnya"


" Mata gue sudah buta karena cinta, karena gue cinta Dela, gue gak rela jika ia tersakiti oleh siapa pun termasuk lo " ucap Bastian penuh penyesalan, yang kemudian menghadap ke Reynal." gue tau itu obsesi gue yang bakal nyakitinya" ucapnya.


" Sekali lagi maafkan gue dan gue harap lo menjaganya dengan baik jangan biarkan dia menangis seperti dulu, maka gue akan ambilnya dengan paksa" ucap Bastian.


Reynal membalas tatapan Bastian dengan tajam" gue harap bukan omong kosong" ucapnya.


" Gue janji Rey.."


Entah bagaimana ceritanya merekapun sudah saling berpelukan seperti sudah saling memaafkan dan saling menerima.


" Nah Gitu dong, gue seneng liatnya."


" Aldo...!!"


" Iya gue, jangan kaget gitu dong," ucap Aldo, Kemudian mereka pun tertawa lalu berpelukan bersama.


" Ayo kembali kesana mereka sudah mau pulang" ucap Aldo.


" Baik lah" ucap Mereka barengan.


Sesampainya di meja dimana Dela cs ngumpul, Bastian pun ikut bersama mereka dan Rayhan telah kembali bersama sang kekasih yang akan meresmikan pernikahannya segera.


" Beb kita balik dulu ya.. nih tiket pesawat untuk lo bulan madu karena lo menginginkan ke Eropa jadi gue pesan tiket kesana" ucap Samir.


" Dan ini hotelnya untuk nginep disana,ingat pulang bawa ponakan" ucap Rani.


" Ssstt satu lagi..., ini khusus dari kita-kita La, sepakat belikan ini untuk lo, walaupun entah lo pake atau gak..."


" Nah kalo gue..." Aldo bertepuk tangan beberapa kali lalu mereka datang dengan membawa mobil yang berisi motor metic untuk Dela.


" Gue gak bisa kasih banyak tapi ini motor yang lo idam-idamkan, tadinya gue mau berikan Apartemen untuk kalian berdua tapi Reynal udah kaya juragan apartemen" sindir Aldo yang bener nyatanya.


Reynal memang pembisnis yang tak ada tandingannya, tanpa sepengetahuan Dela Reynal selain uring-uringan ia tetap prioritaskan keluarga, diam-diam Reynal berinvestasikan beberapa apartemen dan membesarkan nama bengkel serta showroom yang dimilikinya.


Dela lalu tersenyum mengangguk, dan lagi tanpa sebab ia pun meneteskan air matanya lalu mengucapkan terima kasih.


" Lo kenapa Del? ada yang salah?" tanya Rani dan mira yang hampir barengan Dela menggeleng.


" Gue bahagia.."


" Cup..cup... kok nagis sih" ucap Mira yang mendekat dan memeluk Dela begitupun Rani mereka berpelukan dan ikut menenangkannya.


" Are you oke?"


" Im oke.."


" Syukurlah kalau begitu, kita balik dulu ya?" ucap Rani.


Mereka kemudian pamit pulang begitu pula Aldo yang kembali ke hotel bersama Sarah yang sedari dominan diam dan lebih menikmati pestanya.


🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃


Bersambung.


Jangan lupa tinggalkan jejak kalian sobat


.


.

__ADS_1


Reynal &Dela


__ADS_2