Cinta Senior Galak

Cinta Senior Galak
Eps 36 Always Beside You#


__ADS_3

Dela masih bersama Daren, mereka menghabiskan waktu di pantai, duduk di kepala mobil sambil memandang ombak laut yang bergulungan.


" Bee...apa nanti selamanya akan seperti ini, menikmati laut hingga tua nanti" ucap Daren.


" Dedel berharap gitu Boo," dengan senyum kelincinya.


"Liburan mau kemana hem..? " tanya Daren dengan menyibak rambut Dela.


" Tempat Neni dan Eyang rencananya, soalnya Dedel kangen mereka, bukan itu aja Dedel kangen suasana Desa aja, tapi gak lama kok paling satu minggu" ucap Dela ke Daren


" Sama mama dan papa?" tanya Daren dan dapat anggukan dari Dela.


" Nyusul aja Boo kalo mau" ucap Dela


" Yakin Bee? " Tanya Daren meyakinkan.


" Iya sekalian nanti Dedel kenalkan dengan Neni." kata Dela yang serius dengan kata-katanya.


" Diterima gak sebagai calon mantu Bee" ucap Daren yang mukanya dibuat sedih.


" Kita berusaha sama-sama ya Boo, untuk hubungan kita" kata Dela menatap Daren lalu memalingkannya.


" Baiklah Bee..., nanti setelah aku balik dari luar, aku akan menemuimu Bee" kata Daren lalu perbaiki rambut Dela yang terkena angin.


" Always beside you.. Bee" kata Daren yang menatap tajam Manik Dela, Dela lalu mengangguk bersamaan dengan senyumnya.


" Kita akan selalu bersama Boo.." ucap Dela yang tiba-tiba meneteskan air matanya.


" Hey kok nanggis, jelek tau" ucap Daren dengan mengusap air mata Dela yang masih keluarkan cairan beningnya.


"Dedel bahagia bersama kamu Boo" ucap Dela lalu mereka berpelukan.


🌾🌾🌾🌾🌾🌾🌾🌾🌾🌾🌾


Reynal sudah berada di bengkelnya, Reynal meluangkan waktunya kesana, karena bengkelnya dan Aldo semakin rame begitu juga showroomnya.


Reynal dan Aldo memang tidak matokkan harga tinggi, menurutnya yang penting orang berbondong-bondong mau datang ketempatnya.


Sebenarnya tanpa diketahui Dela, Reynal sudah kasih kewajibannya ke Dela, Dengan menambah uang jajannya. memang itu perintah sang Ayah, walau ia mencintai Fia dan jalan bareng Fia bahkan tidak perduli dengan Dela, tapi Reynal menyisihkan hasil keringatnya ke tabungan Dela.


Awalnya keberatan dan kadang Reynal sengaja tidak menyisihkannya, ternyata Ayah mengetahuinya, dan marah kepada Reynal.


Walau bukan kewajibannya tapi Dela akan menjadi tangung jawabnya, Begitulah sang Ayah yang memintanya agar tetap menyisihkan hasil keringatnya.


Aldo baru datang dan menemui Reynal, duduk dikursi kosong yang ada di depan meja kerja Reynal.


" Dari tadi Lo? tanya nya


" Hem" kata Reynal.


" Lo Rk Rey? " Tanya Aldo


" Hem.." ucapnya lagi


"Gue tau betul lo gak pernah lakuin hal itu, Lo ada masalah lain selain menjinakan kelinci lo " tanya Aldo.


" Gak" ucapnya singkat.


" Gue dengar dari om Doni lo mengundurkan diri dari Osis?"


" Iya-" ucapnya lagi dengan singkat


'" Apa Ay- lo ngundurin diri dari ketua osis, " kata seorang gadis yang baru tiba disana.


" Fi.., kamu disini sejak kapan?"


" Barusan, jawab kenapa kamu keluar Ay bukannya ini impian kamu?"


" Iya Fi impianku, tapi percuma saat ini aku hanya ingin Fokus dengan Ujianku.


" Kamu berubah Ay.-," kata Fia yang berlalu pergi.

__ADS_1


Aldo yang berada disana hanya pura- pura gak dengar, ia asik dengan ponselnya.


" Aarrggghhh..."memukul dinding yang ada disampingnya.


" Sabar Bro, sekarang lo fokus ke cita-cita lo, satu lagi tahan emosi lo, gue gak ingin lo seperti saat ini"


" Berubahlah lebih baik, bukan lebih buruk Rey seperti saat ini, dengan sikap lo seperti ini emangnya Dela senang apa, yang ada semakin jauh." jelas Aldo


Aldo menepuk pundaknya, dan pergi meninggalkan Reynal.


" Kemana lo" saat Aldo sampai pintu.


" Cari udara biar gak pusing kaya lo" ucap Aldo yang memainkan sebelah matanya.


" Resek lo" ucap Reynal.


Aldo sudah pergi, sementara Reynal sedang duduk dan merenungkan kata-kata Aldo tadi.


🌿🌿🌿🌿


Dela yang masih bareng Daren, mereka sedang nikmati makanan yang ada di dekat pantai. berbagai menu, Tapi Daren hanya liatin aja, bahkan ia hanya pesan nasi putih serta ikan gurame.


"Boo..hanya itu?" tanya Dela.


"Iya Bee.., aku gak bisa makan makanan itu" kata Daren yang dianggukin Dela.


" Bee.. mau coba gak " kata Daren menawarkan.


" Boleh" kata Dela


Daren pun mengambil sesendok nasi berisi gurame bakar, di cocol dengan kecap.


" Bee makannya, enaknya pakai tangan lebih nikmat" ucap Daren yang dianggukin oleh Dela dengan senyuman.


Saat ingin memberikan suapan ada ide jahil Daren ke Dela.


" Bee... aaa... " ucap Daren,


" Amm..." ucapnya sendiri


" Boo, ih kok gitu, " ucap Dera yang pura -pura ngambek.


" Bee..kok ngmbek si, jangan donk Bidadari Daren harus tetap senyum, dan maafkan aku ya" ucap Daren yang panik setelah melihat Dela ngambek.


" Ayo aku suap lagi, kali ini benaran ya" sambil mengembungkan kedua pipinya, dengan mata indahnya.


Dela yang sudah gak tahan, dengan tingkah Daren tersenyum.


" Boo...uh jahat kamu ya" ucapnya sambil memukul lengan tangan Daren.


" Nah gutu kan manis Bee." ucap Daren. Dela pun tersenyum malu.


Daren pun ikut tersenyum, "wajah kamu merah merona Bee, aku suka" kata Daren yang lolos keluar dari mulutnya.


Deg


"Boo, jangan gitu dong, Dedel ingin terbang nih"


" Gak apa kan terbangnya bareng aku Bee" kata Daren.


" Tapi bener lo bee, aku suka saat kamu lagi ngeblush" kata Daren dengan senyum menggodanya.


Deg deg deng


Bunyi detak jantung yang terdengar sangat keras.


// Ya allah kenapa setiap kak Daren ucapin kata yang jauh dari kreterianya malah buat gue blush, dan buat jantung gue meraton lebih cepat dari biasanya_Dela//


Langsung masukan nasi kemulutnya, dengan gugup karena Nervous.


Daren hanya tersenyum manisnya, melihat tingkah Dela yang salah tingkah dibuatnya,apalagi sangat terdengar jelas jantung Dela yang berdetak.

__ADS_1


" Bee.. ayo habiskan makannya, hari sudah sore, takutnya sampai rumah kita petang" ucap Daren dan di anggukin oleh Dela.


Mereka kemudian meneruskan makannya yang sempat terjadi drama sebentar, tapi setelah Daren melihat arlogi ditangannya ternyata sudah pukul 17.00 wib.


Selesai mereka menikmati makan yang berada dekat pantai, yang sangat jarang Dela nikmati,Daren mengajaknya untuk pulang.


" Ayo Bee, kita pulang, aku gak ingin dikira menculik anak gadis orang" kata Daren yang mengajak Dela dan segera masuk kemobilnya.


Sesampainya Dirumah, terlihat ada motor Reynal yang terparkiran rumahnya, Dela cuek aja sih, karena Reynal memang suka datang kerumahnya yang paling ngobrol bareng Mamanya.


Daren sudah pulang setelah, berhenti depan pintu rumah Dela.


" Assalammualaikum"


" Waalaikumsalam"


"Dari mana aja kamu Dedel? tanya Mama tang sedang peluk Reynal.


" Jalan bareng Daren Ma?" ucap Dela santai.


" Kapan-kapan kenali dong ke mama" goda Mama


" Iya Ma pasti, Ma Dedel kèkamar duluan ya" ucap Dela tanpa hiraukan Reynal.


"Iya.." ucapnya


Reynal masih manja di dalam pelukan Mamanya yang dalam diam ia merasa hatinya sakit." Kamu gak cemburu Rey?" tanya Mama ke Reynal.


"Gak Ma..., Rey hanya kangen pelukan Mama." kilah Reynal yang langsung kembali memeluk sang Mama.


Di kamar Dela senyum-senyum sendiri lalu masuk kamar mandi dengan berendam seharian menghabiskan waktu melelahkan.


^ Itu kudanil kenapa juga disini, pasti mau ngadu kejadian tadi takut tu pasti.^ gumannya.


Hampir 30 menit Dela berendam Dela segera membilas badannya dan keluar kamar mandi dengan haduk kimononya.


Dela lagsung laksanakan sholat yang sudah tiba waktunya, Selesai sholat Dela berfikir kembali, dibawah masih ada Reynal berarti Bunda juga akan kemari gumannya


Reynal juga sudah berada kamarnya,melaksanakan sholat, setelah ia duduk bersandar dikepala ranjang dengan mamainkan ponselnya.


Fia masih saja menghubunginya, dan ia berusaha untuk menghindar, karèna ia akan perbaiki hubungannya Dengan dela.


//Maaf Fi aku harus lakuin ini_Reynal//


Reynal keluar kamar menuju kamar Dela.


setelah didepan kamar Dela, Reynal mengetuk pintu, tapi tidak ada sautan dari dalam, Reynal langsung membuka dengan hati-hati ,Ternyata setelah pintu terbuka Dela sudah tertidur pulas.


^ La.. gue kangen masa kecil kita yang selalu bersama, tapi gue malah menghancurkan masa kecil itu hingga kini maafin gue^gumannya.


^ Cinta gue amatlah besar untuk fia , tapi gue kali ini harus lupakannya demi lo^


^ Always beside you .. ^


ucap Reynal lalu ia tarik selimut Untuk selimuti Dela dan menepuk kepalanya dengan lembut penuh kasih sayang tak lupa ia sematkan kecupan sekilas dikening Dela dan keluar dari kamar Dela.


πŸƒπŸƒπŸƒπŸƒπŸƒπŸƒπŸƒπŸƒπŸƒπŸƒπŸƒπŸƒπŸƒπŸƒπŸƒ


.


.


Bersambung


.


.


Hai kk jangan lupa like semangat


Salam hangat

__ADS_1


Reynal & Dela


__ADS_2