Cinta Senior Galak

Cinta Senior Galak
Eps- 119 Kikukan#


__ADS_3

Reynal sudah berada ditempat yang telah ditentukan, Reynal menemui Azar yang sedari tadi berada disana, hari ini Pak Beben diminta untuk mengantar Dela sementara Azar diminta untuk mengawasi pekerjaan yang ditinggal.


" Gimana Zar?"


" Sudah sembilan puluh sembilan persen selesai tinggal undangan aja disebar"


" Oke makasih lo paling bisa zar"


" Dela gimana?"


" Sèperti biasa, cemberut aja."


" Lo kasih beban dia keterlaluan sih" ucap Azar.


" Hem apa boleh buat, gue gak tega liat Dava menangis dan merengek minta ikut dibawa" ucapnya lirih.


" Baik la, yang pasti setelah ini beri mereka perhatian lebih terutama Dela, takutnya Dia akan bersikap dingin seperti Dulu" ucap Azar beri peringatan dengan menepuk pelan pundak Reynal, Reynal tersenyum lalu mengangguk


" Ya sudah gue balik" ucap Reynal yang balik, menepuk pundak Azar, Azar tersenyum dan balik mengangguk. Reynal pergi menuju parkiran dan melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang.


Sementara itu Dela Masih berada ditoko baju miliknya,ia sedang duduk dimeja kerja sambil melihat karyawannya yang sedang melayani pelanggan.


Dela merasa tubuhnya tak bertenaga, ia menyenderkan tubuhnya ke kursi kerajaannya." Badan gue kenapa nih makin hari makin capek " ucapnya.


" Kurang vitamin Beb, makanya habis kikuk tu jangan lupa minum vitamin" ucap Mira tiba-tiba yang sudah ada disampingnya.


" Lo Mir, mana anak gue? " tanya Dela yang terkejut dengan kedatangan Mira.


" Noh sama Sam, main ayunan di depan" ucap Mira dengan menunjuk dengan dagunya Dela pun mengangguk dengan tersenyum.


" Benarkan lo dan kak Rey udah kikuk-kikukan " ucap Mira tanpa malu menanyakannya.


" Apaan si Lo Mir, nanyanya ga penting" ucapnya malas.


" Gak ngaku lagi lo, iya juga gak apa lagi, gue sahabat lo Beb, keliatan kali lo dan Kak Rey udah gituan kikukan, terlihat kismark yang beberapa lalu ada dileher lo"


Deg


//Apa gue lupa ya tutupi dengan fundinsion, atau jalan gue yang bak siput_Dela.//


" Door..., ngelamun lo" tanya Mira yang melihat Dela diam setelah ditanyain tentang kikuk.


"Lo istirahat pulang gih, lo terlihat pucat, pasti lo kecapekan seharian urus Dava"


" Iya deh, kita balik aja yuk, entah lah ada yang aneh dibadan gue" ucap Dela yang menyambar tasnya lalu berdiri bersiap untuk pulang.


Diluar Pak Beben sudah bersama Dava dan Dela bersiap masuk ke mobil.


" Om , onty , Dava Pulang dulu ya sudah sole"ucap Dava yang bersalaman kepada dua sahabat sengklek Dela.


Mira dan Samir pun kemudian masuk kemobilnya setelah Dava dan Dela sudah masuk terlebih dahulu.


πŸ‡πŸ‡πŸ‡πŸ‡πŸ‡πŸ‡πŸ‡πŸ‡πŸ‡πŸ‡πŸ‡πŸ‡πŸ‡πŸ‡πŸ‡


Sore Hari Dela usai mandi Dela berkaca memperhatikan tubuhnya yang ia rasa aneh.


Ia tampak berisi, kemudian ia perhatikan Iagi dada yang tampak busung dan bahkan ia perhatikan p*y***r* yang membengkak dengan p**t**g besar dan lebar, tambah lagi beberapa celana jens yang ia kenakan tadi hampir semua sempit.


" Tapi tanda-tandanya gue mau datang bulan" gumamnya.


" Oh iya ini tanggal berapa ya" gumamnya lagi yang reflek menginggat Kalender datang bulannya.


" Kok gue kelewat ya datang bulan, harusnya sudah, atau jangan-jangan gue hamiΔΊ, gak mungkin ngaco lo Del, ini kebetulan mungkin berputar balik tanggal awal" ucapnya yang masih berkaca tanpa ia sadari Reynal datang dan memeluknya.


" Kamu menggoda mas ya dengan mengenakan handuk seperti ini " ucap Reynal dengan pelukan hangatnya.


" Mas... sudah pulang?"


" Sudah" ucapnya yang semakin manja bahkan mencium rambut Dela yang wangi.


" Bergegaslah mandi biar kita bisa solat berjemaah" ucapnya.


" Mas kangen La, apa boleh..."


" No mas, buruan mandi Magrib segera tiba" ucap Dela yang menolak dengan halus.


Reynal dengan berat hati melepas pelukannya, namun sebelum melepaskannya, Reynal dengan jahil menyapu leher yang kukung punya Dela yang terlihat menggoda Reynal.


Dela memejamkan matanya, dan ikut hanyut didalamnya, sensasi yang berbeda yang diberikan oleh suaminya, Reynal tersenyum mendengar sedikit eluhan tanda Dela menikmatinya.


" Kamu menikmatinya sayang?" Tanya Reynal yang membuat Dela menggigit bibir bawahnya ia tak dapat berkata-kata, mungkin hanya tubuhnyalah dapat bicara.


Namun Hari mendekati magrib Reynal melepaskannya, ia akan bersikan dirinya sebelum melaksanakan solat


" La, Jaran mas ingin bersarang dan mas juga menginginkannya, usai ini kita balik ke apartement Dan Dava kita titipkan ke mama" ucapnya.


" Hem...a...em..ta...pi... " ucap Dela yang terputus-putus karena deg-degan bahkan wajahnya terlihat memerah bak kepiting rebus.


" Apa sih La ?, a, em...tapi, kenapa gerogi?" tanya Reynal.


" Tau ah buruan mandi, bentar lagi magrib tiba " ucap Dela yang sudah membuka lemarinya untuk mengambil bajunya dan baju Reynal.


" Malu nih ceritanya, oke mas akan segera mandi " ucap Reynal yang masuk kamar mandi dengan hati yang gembira.

__ADS_1


Sementara Dela dengan segera mengenakan bajunya dan siapkan perlengkapan solat untuk mereka.


Reynal dan Dela bersiap berjemaah sebagai umat muslim, bahkan mereka sempatkan untuk membuka alquran dengan melantunkan ayat suci alquran, Reynal mengajarkan Dela agar setiap selesai solat membaca Alquran walau hanya satu sampai dua ayat saja.


// Subhanallah, kamu sudah banyak berubah La, walau liar kamu tau waktu La_Dela//


Reynal tersenyum dan mengusap pucuk kepala Dela, lalu meneruskan membaca ayat suci alquran.


" Syadakallahhulazim" ucap mereka hampir barengan.


" La kita makan diluar aja ya, nanti mas yang ngomong ke Mama dan Papa, kamu siap-siap aja geh" titah Reynal sambil melipat perlengkapan solat dan meletakan Alqurannya.


" Iya mas" ucap Dela yang kemudian membuka perlengkapan sholat.


Reynal keluar menemui mama dan papanya , sambil menuggu Dela selesai bersiap-siap, Reynal tersenyum ternyata Kedua orang tuanya sedang berada dirung tengah ruangan yang biasa untuk santai.


" Malam ma_, pa_" Sapa Reynal


" Rey-, sini sayang" ucap sang mama yang meminta anaknya yang tak lain mantunya untuk bergabung, Reynal mengangguk dan kemudian medudukan pantatnya ke Sofa yang ada disana.


" Ada apa sayang?"


" Rey mau bawa Lala nginap ke apartemen, Rey titip Dava ya Ma, Pa" ucapnya.


" Oh itu, boleh kok Rey itu hak mu" ucap papa.


" Ma pa, Rey mau kabari sesuatu untuk Mama dan papa" ucap Reynal yang sedikit pelankan suara.


" Apa tu Rey? " tanya sang mama.


" Gini ma...pa..." Reynal sedikit mengurangi volume suaranya agar tidak kedengaran saat Dela Datang, Reynal sedang merencanakan sesuatu, tanpa sepengetahuan sang istri, dan ia akan meminta bantuan kepada orang tua mereka untuk melancarkan aksinya serta sahabat-sahabat istrinya, nantinya.


Setelah Selesai ngomongi hal yang menurutnya sedikit rahasia itu, Reynal pamit untuk menemui sang putra Dava.


" Rey akan berpamitan dulu ke Dava dulu Ma,pa"


" Iya sayang " ucap keduanya yang hampir bersamaan.


Dela sudah berjalan ke anak tangga, ia hanya mengenakan sepatu snekersnya, jens serta hoodie berwarna pastel, serta rambut yang ia ikat seperti ekor kuda.


" Kamu kenapa sayang , kamu seperti lagi gak sehat, kamu sakit?"


" Gak ma, Dedel kecapekan aja, beberapa minggu ini pesanan baju lumayan banyak, dan Dedel harus periksa sendiri, Dedel gak ingin orang lain yang memeriksanya, sedangkan Dela harus kuliyah dan Dava" ucapnya cemberut.


Dela kecewa dengan Reynal, yang sudah melupakannya, padahal Dela hanya ingin Reynal memberi sedikit waktunya untuk dirinya.


" Udah siap La, ayo kita pergi sekarang" ucap Reynal yang sudah keluar dari kamar Dava.


" Ma pa, Rey sama Lala pergi Dulu


" Iya hati-hati kalian sayang"


" Iya ma..pa " ucap Dela yang barengan.


Reynal menggandeng pinggang Dela dengan begitu lembut dan tangan satunya mengusap pucuk kepala Dela.


" Pantai yuk " ucap Dela tiba-tiba setelah mereka masuk mobil.


" Malam La"


" Jadi mas ajak Lala keluar hanya ingin betantem " ucapnya dengan wajah yang gak bisa diartikan" Lala sudah lama gak kesana nikmati angin malam sejak kecelakaan itu" ucapnya lirih.


Reynal terdiam ia hampir lupakan jika pantai adalah tempat favoritnya bahkan Dela bisa berjam-jam disana, atau Danau sebagai tempat ia hilangkan rasa suntuknya.


" Mas... kok diam?"


" Hem...Okey "ucapnya setelah Melepaskan nafasnya.


" Bener" ucap Dela yang tak percaya


" Iya La, kita akan kesana" ucap Reynal yang mengusap kepalanya, bahkan bukan itu saja Reynal menarik kepala Dela agar Dela lebih dekat ke Dadanya.


Dela pun menaikan satu tanganya dengan mengepalkan kearah udara" Ye pantai, im coming pantaiku" ucap Dela dengan mata berbinar serta wajah yang ceria.


Reynal langsung melajukan mobilnya kearah pantai yang dimaksud serta membeli beberapa makanan serta minuman hangat kala dekat dengan Pantai.


Reynal paham akhir-akhir ini ia sudah abaikan istrinya, ia begitu tak ada waktu untuk istrinya karena pekerjaannya, tapi bukan itu saja melainkan kejutan untuk Dela, ia rela menyita waktu dan istirahatnya demi memenuhi semua yang diimpikan sang istri.


Reynal memang bukan pria romantis, tapi ia berusaha untuk wujudkan mimpi sang istri.


Sesampainya Di pantai Dela langsung buka pintu mobil dan berlari ke pinggir pantai, memutarkan badannya dengan merentangkan dua tangannya, lalu ia berhenti dan kemudian menatap langit yang terlihat begitu indah.


Reynal yang melihat pun ikut rasakan kebahagian itu, Reynal menggelengkan kepalanya sembari tersenyum dengan melihat Dela dapat tersenyum kembali.


Dela lalu menjatuhkan tubuhnya kepasir lalu menatap langit di depan pantainya disana terlihat bulan serta bintang yang indah Dela tersenyum dengan semuanya.


" Rasa mual yang sedari ia rasakan pun tiba-tiba hilang saat sampai dipantai.


" Kamu bahagia La?"


" Iya very-very happy, makasih ya mas"


" Iya sama-sama, mas yang minta maaf yang selama ini salah dengan kamu" ucap Reynal lirih.

__ADS_1


" Iya Mas" ucap Dela.


Satu jam lebih mereka nikmati pantai serta meminum air hangat yang mereka beli tadi, hingga perut mereka berbunyi,Mereka tertawa bersama saat keduanya merasakan Lapar.


" Ternyata peliaran dalam perut Demo mas"


" Iya, ayo cari makan , mau makan dimana?"


" Dimana aja asal ada nasi goreng seafood" ucap Dela ke Reynal, Reynal mengangguk mengerti.


Melihat senyum bahagia Dela Reynal ikut merasakannya, dan ia akan berjuang dan berusaha melindunginya, ia tak ingin terulang kembali kecerobohan seperti dulu lagi, ia akan menata hidupnya dan keluarga kecilnya.


" Mas, kita makan disana ujung jalan itu ya"


" Iya La, kamu yakin ?"


" Iya, Lala pernah kesana nasi gorengnya enak banget apa lagi udang dan cuminya uh nikmat deh pokoknya" ucap Dela membayangkan.


" Okey, malam ini khusus untuk kamu Sayang karena kita pergi hanya berdua, dan akan mas bayar semuanya malam ini, namun ada kembaliannya, gak cuma-cuma 2-3 bisakan?"


Dela mengerutkan plipisnya yang masih berusaha mencernanya, setelah tau Dela memukul lengan Reynal yang sedang menyetir.


" GaK gratis sayang!"


" Suami perhitungan tanda pelit, padahal anak orang berada dan diapun banyak duit usaha dimana-mana" ucap Dela berargumen.


" Okey... gratis semua untuk kamu termasuk jaran mas, yang akan bersiap kesinggasana"


" Mas Lala masih bingung Jaran ...jaran, apaan sih?"


" Nanti mas kasih tau dimana Jaran mas sekarang ayo turun kita makan dulu " ucap Reynal yang sudah tak sabar memesan nasi goreng juga.


" Pak nasi goreng seafood satu, dan pete satu ucapnya ke penjual nasi goreng"


" Mas gak salah?"


"Gak sayang ayo duduk" ucap Reynal , Reynal sendiri bingung kenapa ia harus memesan nasi goreng pete menurutnya menggiyurkan di tenggorokan dan begitu fikirannya.


Lima belas menit nasi goreng pun jadi, mereka pun menikmatinya, Reynal yang tadinya ragu masuk ke warung kecil di pinggir jalan yang hanya mengenakan tenda itu tidak seenak dalam fikirannya tapi ternyata masakannya lebih nikmat.


"Ayo mas, Lala sudah lapar" ucapnya yang langsung menyendokan nasi goreng dan memasukan kemulutnya.


"Pelan-pelan "ucap Reynal yang melihat Dela memakan seperti kesetanan.


" Iya mas Dedel lapar" ucapnya yang masih bicara saat nasi berada dimulutnya, bukan Dela banget, namun Reynal melihat itu dirinya saat kecil yang tak bisa tenang saat makan.


"Habis,-!" ucap Dela yang mengusap perutnya yang terasa kenyang, Reynal tersenyum melihat Dela yang telah menyelesaikan makannya.


"Ayo mas pulang, jauh lo apatemen kita" ucap Dela yang menarik-narik Reynal karena ia mulai merasa bosan.


"Ya udah kita tidur dipenginapan yang dekat pantai gimana?"


"Beneran?"


"Iya La,"


"yes, Lala bisa nikmati pantai sampai puas" ucapnya yang tampak riang bak anak kecil yang dapat mainan.


Dela tampak berubah aneh hari ini, tapi Reynal menganggapnya karena Dela sudah lama ingikan ini, bahkan ia merasa bersalah karena tak ada waktu dengannya.


Mereka pergi ke penginapan dan memesan kamar setelah selesaikan makan malamnya tadi.


"Mb.. pesan kamar kosong yang menghadap ke pantai"


"Oh iya mas atas nama siapa ya?"


" Reynal fito Darma" ucap Reynal yang menyebutkan namanya.


" Ini mas" ucap Resepsionis yang ada dipenginapan itu.


Reynal menggandeng pinggang Dela dan menuntun Dela masuk menuju kamarnya yang telah di pesan.


Sesampinya dikamar Dela langsung masuk kamar mandi dan bersih-bersih lalu menggantinya dengan baju piyama yang telah disiapkan oleh penginapan tersebut, Begitu juga Dengan Reynal membersihkan diri sebelum si Jarannya masuk ke kandangnya.


Reynal naik ke ranjang dan duduk disamping Dela yang memang belum tidur." La..., Ini jaran yang mas maksud" ucap Reynal yang menuntun tangan Dela ke benda tumpul yang sudah mengeras bahkan sudah siap pergi kekandangnya.


Dela terkejut merasakannya, tapi saat Dela ingin menariknya Reynal menahannya, bahkan Reynal memulainya aksinya untuk besama-sama menyatukan dirinya.


πŸƒπŸƒπŸƒπŸƒπŸƒπŸƒπŸƒπŸƒπŸƒπŸƒπŸƒπŸƒπŸƒ


.


.


Bersambung.


.


.


Salam HangatπŸ€—


Reynal & Dela πŸ‘¦πŸ‘§

__ADS_1


__ADS_2