Cinta Senior Galak

Cinta Senior Galak
Eps-108 Gulali penyemangat#


__ADS_3

Hari ini mereka akan disibukkan beberapa kegiatan masing-masing , Dela sibuk dengan kuliyah yang beberapa hari ia tinggalkan, Reynal bener-bener melarangnya untuk ngerjakan apapun itu, termasuk kampus bahkan Reynal meminta Dela berada dirumah mengerjakan tugas kampus lewat email, bosan pasti tapi Dela mencoba berdamai kembali dengan dirinya, ia sadar selama setahun belakangan hubungannya tidak baik dengan Reynal, dan ia menyadari bahwa yang ia lakukan ialah Dosa besar karena mengabaikan suaminya yang tak lain Reynal.


Sementara Reynal memahami apa yang telah ia lakukan, lagi-lagi ia buat kecewa Dela, ia sangat menyesali, Dan sekarang hidupnya sedikit lebih tenang bagaimana tidak kasus Fia sudah di meja hijau persidangan dan tinggal menunggu hasil, satu tahun sudah Fia menghirup udara bebas disana walau dengan pura-pura gila.


Aldo lega akhirnya masalah dua sahabatnya selesai dan berakhir bahagia, dan dia akan lebih fokus kehubungannya dengan Sarah, Dia akan mengabari kepada dua suami istri itu bahwa ia akan menyusul dirinya untuk mempersatukan cintanya ke Sarah ke arah yang sakral, suci dan hanya sekali.


" Mas..., nanti kamu jadi kebengkel?" tanya Dela yang sedang memberikan olesan lip blam ke bibirnya.


" Iya nanti, setelah aku selesai mata kuliah pertama " ucap Reynal yang menutup leptop dan memasukkan ditas miliknya.


Reynal lalu mendekat dan memeluk Dela, perlakuan yang jarang mereka lakukan.


" Nanti jangan nakal," ucap Reynal yang memeluk Reynal erat.


Dela tersenyum " Iya aku akan berusaha" ucapnya yang menepuk pipi Reynal dengan lembut.


" Ayo kita pergi, aku gak ingin kamu telat" ajak Reynal yang melepaskan pelukannya dan meninggalkan kecupan hangat disana Dela mengangguk.


Reynal dan Dela pergi meninggalkan kamar dan apartemen mereka, yang menjadi saksi bisu kehidupan mereka sejak remaja. Reynal tersenyum dan menggandeng tangan Dela dengan hangat Dela lalu menoleh Genggaman tangannya yang sudah menyatu dengan Tangan Reynal lalu ia menoleh ke Reynal dengan menyunggingkan senyumnya.


" Selamanya akan seperti ini La" ucap Reynal yang tau Dela memandanginya, Dela lalu mengangguk setuju.


Mereka pergi menggunakan Mobil, dengan lajuan yang cukup kecang tapi masih dibawah rata-rata, Reynal tak ingin membahayakan dirinya sendiri apalagi ada Dela yang ada disampingnya.


Reynal mengantarnya sampai depan fakultas hukum, Dela lalu mengambil tasnya dan berkata, " aku turun dulu", ucap Dela sambil membuka Pintu.


" Tunggu-" tahan Reynal yang mengurungkan Dela untuk membukanya


" Ini untuk kamu , biar semangat" ucap Reynal memberikan permen gulali kesukaan Dela.


" Lolipop...makasih" ucap Dela yang tanpa segan mengmbil dari tangan Reynal dan mencium gulali pemberian Reynal dan langsung membuka Pintu mobil dengan senyum sumringah, lalu melambaikan tangannya dan berjalan pergi meninggalkan Reynal yang masih berada disana.


Sedangkan Reynal hanya mandangi Dela dengan bergumam^ aku turut bahagia La" dengan tetap memandangi Dela hingga tak terlihat, baru ia melajukan mobiฤบnya menuju parkiran ia segera turun karena akan ada mata kuliah jam pertama yang akan segera mulai.


Sampai kelas sudah ada Reno dan teman-teman lainnya yang siap menerima pelajaran hari ini.


" Kemana aja lo Rey...?" tanya Reno yang baru masuk.


" Ada urusan yang gak bisa gue tinggal" ucapnya.


" Kok bisa sama ya, Bidadari gue juga gak masuk, apa hari ini ia masuk" ucap Dian dengan ambigunya.


"Siapa maksud lo, Dela " ucap Dion.


" Iya la siapa lagi, kira-kira dia baik-baik aja gak ya" ucapnya lagi.


Reynal hanya diam dan menggenggam tanggannya keras karena sahabatnya memanggil Dela dengan sebutan bidadari.

__ADS_1


Tak lama Dosen masuk dan memulai pelajaran, awalnya mereka ribut tapi mereka langsung terdiam setelah Dosen memulai materi pelajaran.


Di tenpat lain Dela juga melakukan hal yang sama menerima pelajaran, Sesilia dan Fahล•i yang kepo dengan keberadaan Dela, segera bertanya kenapa Dela tidak masuk beberapa hari.


Namun Dela hanya jawab dengan senyuman, "Gue ada tamu" ucap Dela santai yang membut keduanya bingung.


" Del gue gak denger..." Senggol Sesilia yang memiringkan badannya begitu juga Fahri.


" Dela, Fahri, Sesilia silakan Diskusi diluar" Seorang Dosen menรจgur mereka.


" Maaf Pak, kita tidak akan mengulangi" ucap Mereka barengan lalu mereka kembali ke kursi dengan menghadap ke papan tulis yang sudah ada beberapa coretan oleh dosen , artinya Dosen telah menerangkan pelajarannya.


Tanpa sepengetahuan Dela, Reynal mendapat telfon dari ruang tahanan bahwasannya Fia sudah tewas karena bunuh diri, ia melakukannya dengan memakan obat hingga overdosis, tanpa sepengetahuan dokter, Karena Fia meminta tolong ke temannya untuk membelinya beralasan tidak dapat tidur jika malam hari.


Reynal terkejut dengan berita yang ia dapatkan ia segera keluar setelah meminta izin ke dosen, Reynal menghubungi Aldo yang memang masih berada disini, Aldo sudah mengetahuinya dan mereka akan pergi ke pemakaman Fia.


#****Flash back****


" Hihi... gue salah...gue yang ditempat itu..harusnya dia" ucap Fia dengan tawanya.


" Sabar sayang kamu harus pertanggung jawabkan semua ini atas perbuatan mu sayang" ucap orang tua Fia


" Gak.. gak gue gak bersalah pa.." ucap Fia meronta.


" Sayang tapi semua terbukti" ucap orang tua Fia pasrah dan sabar.


"Sabar sayang sabar kamu harus kuat..."


Tanpa disadari Fia pingsan dan tanpa ia sadari ia sudah berada di Lp yang kusus wanita, setelah ia sadar Fia berontak mengamuk karena ia berada di ruang jeruji yang sempit, ia hanya menanggis dan terkadang tertawa sendiri hingga ia tak sadarkan diri kemudian ia minta obat penenang dengan dosis sedikit tinggi, tanpa orang curiga, ia meneguk obat itu beberapa butir.


# Flash on


Reynal dan Aldo janjian untuk kepemakaman Fia, Mereka pergi tanpa sepengetahuan Dela, Reynal hanya mengirim pesan pergi bareng Aldo karena ada suatu urusan yang mendesak, Dela pun memahaminya.


" Del..." panggil Sesilia


" Hem... ngantin yuk lapar"


" Ayo " jawab Dela yang menyimpan ponselnya ke saku.


" Del..., Gue liat lo diantar sama kak Rey, Lo dan kak Rey..." Selidik Sesilia.


" Li lo suka ya sama kak Rey" tanya Fahri.


" Suka sih hanya sekedar kagum, gue kan


udah penah bilang gue suka sama sahabat kak Rey, Reno sikapnya kurang lebih dengan kak Rey" Jelas Sesilia.

__ADS_1


" Udah jagan bahas dia lagi, cemburu gue" ucap Fahri.


" Dia siapa ?" tanya Dela dengan mengerutkan kedua alisnya.


" Dua-duanya la Del..."


" Udah, kalau kak Rey lebih baik jangan deh, entar lo didatangi oleh gadisnya mau?" tanya Dela yang pura-pura gak tau.


" Emang siapa?" Tanya Fahri.


" Gue..!" ucap Dela spontan.


" Ngaco lo.." ucap Fahri yang belum percaya.


" Benaran lo Del..?" tanya seorang laki-laki yang berdiri di sampingnya tepat sisi belakang Dela.


" Eeh kak Dian...hai...." sapa Dela dengan mengusap-usap rambutnya sendiri.


" Jawab dulu pertanyaan gue jangan cengar-cengir aja gitu." kata Dian.


" Kalau iya atau tidak bukan urusan kakak" ucap Dela yang menggeser kursi dan memesan bakso udang kesukaannya yang kebetulan ada di kampus mereka.


" Del jangan gantung kakak gini dong Del," ucap Dian memelas.


" Uuuh ribet deh kak Dian...Iya Dedel memang ada hubungan khusus dan privasi dengan Rey, lebih baik kakak lupain Dedel deh.." ucap Dela dengan semangat makan baksonya.


" Del... ih jangan becanda deh , kakak betulan suka sama kamu sayang kamu loh" ucapnya tanpa ragu dan malu-malu, dengan mode wajah serius tapi lucu.


" Kak Dian terhormat..., Dedel memang sudah ada yang punya, dan setatus Dedel gak diraguin lagi tau" ucap Dela yang sibuk dengan Kecap dan saos lalu mengaduknya.


Dari kejauhan ada seorang pria yang tersenyum terpaksa, tapi ia bertekat menemui Dela nanti setelah selesai makan.


Dela mengambil suatu dikantong saku


bajunya, dan mengeluarkannya dari sakunya, permen berbentuk bulan dan berwana -warni membuatnya tersenyum simpul, ^Lolipop ataupun gulali adalah penyemangat gue^ ucapnya lirih yang masih memandangi gulali yang ada ditangannya sambil memutar-mutarkannya .


Sementara Dian langsung pergi setelah Dela mengabaikannya, dengan sedikit kecewa, dan dua temannya juga tak begitu perdulikan pembicaraan antara keduanya, Sesilia dan Fahri memilih makan pesanan mereka dengan sedikit candaan di keduanya.


Menurut mereka gak begitu penting untuk disimak, lebih baik mereka makan karena perut mereka yang mendemo.


๐Ÿƒ๐Ÿƒ๐Ÿƒ๐Ÿƒ๐Ÿƒ๐Ÿƒ๐Ÿƒ๐Ÿƒ๐Ÿƒ๐Ÿƒ๐Ÿƒ๐Ÿƒ๐Ÿƒ๐Ÿƒ๐Ÿƒ


Bersambung..


Jangan lupa like dan komentar ya , sebagai jejak kalian miss u, terimakasih๐Ÿ˜Š


Salam hangatโค

__ADS_1


Reynal Dela๐Ÿ‘ซ


__ADS_2