
Di apartemen Dela dan Reynal rame, karena Ada Dela cs, Reynal duduk dikursi makan mengerjakan tugasnya, sesekali melihat mereka yang bercanda.
" Do... , kapan lo balik, gak bilang ke kita-kita" cibir Samir.
" Hehe... , rencana gue mau kasih kejutan buat lo pada, dengan main kekampus kalian, kali aja ada yang bening gitu" ucap Aldo yang mengusap-usap kepala Dela.
" Hem, sejak kapan mata lo bermasalah, kurang lo dengan Sarah?" ucap Mira.
Tuuhk..!!
" Beda dong beb , Sarah itu number one okey" ucapnya yang mendaratkan sentilan ke Mira.
" Gak gitu ceritanya, gue mau nemui lo pada tapi ratu satu ini, lagi gak bisa kemana-mana lo pada tau dong kalau sudah pms manja masyaallah" ucap Aldo yang masih usap-usap kepala Dela.
Reynal menggelengkan kepalanya, melihat mereka bercanda unfaedah, tapi ia tetap mensyukuri karna selama ini, ada Aldo yang bantu dirinya menjaga kelinci semata wayangnya dengan susah payah, walau dia sudah miliki Sarah.
Reynal menutup benda pipihnya lalu mendekati mereka terutama Dela, Aldo yang mengerti lalu pindah tempat duduknya, dan meminta Reynal disamping Dela.
" Jangan pulang dulu, gue sudah pesan goo food, kita makan bareng dulu" ucap Reynal ke mereka.
" Cakep, Perut gue terasa lapar juga nih" ucap Rani.
" Eh... Ran, kenapa kak Alex gak lo ajak kesini?" tanya Dela.
" Iya tadi katanya ia mau ke kekantor , papa memintanya kesana" jelas Rani.
" Widih dah kerja kantoran suami lo Ran" tanya Aldo.
" Bantu papa mertua Do, dia tetap buka toko variasi mobil, jadilah untuk kita makan, lo kan tau dia hobby gituan" jelas Rani yang duduk dibawah karpet santai.
" Gak apa Lah Ran, yang penting halal dan cukup itu yang penting, dan gak ada bedanya dengan gue dan Rey yang buka bengkel itupun kita patungan" ucap Aldo yang memang memiliki usaha bareng jaman sekolah dulu.
" Setidaknya kita gak semuanya minta dari orang tua Ran" ucap Reynal yang mengecup Dela sekilas, Rani lalu mengangguk menyetujui ucapan Aldo dan Reynal.
Terdengar ketukan pintu Aldo berdiri dan membukakannya , ternyata pesanan mereka telah sampai, mereka bahagia dan segera mengambil pesanan dan meletakkan kedalam mangkuk.
Reynal memesan sop, capcai, serta lauk lainnya kecuali nasi, Reynal telah memasak dan cukup untuk mereka berenam untuk makan.
"Ayo makan" ucap Samir tanpa malu atau pun segan, Aldo dan Mira ikut mendekat memasuki nasi dan lauk kepiring mereka.
" Sedap, ini mah porsi banyak Rey yang lo pesan, sering-sering aja lo ajak kita makan" ucap Samir yang sudah mengambil posisi duduk.
"Boleh -boleh aja, tapi lo bayar sendiri" ucap Reynal yang lagi memanjakan kelincinya berada di pundaknya dengan mengusap pipinya.
" Eh tunggu deh Kok gue mual ya..?" ucap Rani
" Ada Apa Ran lo sakit??" tanya Dela tiba-tiba menoleh ke Rani
__ADS_1
" Perut gue Beb..., gue permisi kamar mandi ya" Rani berlari dan langsung menutup pintunya.
Terdengar suara muntahan Rani yang berulang-ulang, membuat Dela gak tega ia pun mengetuk pintu kamar mandi.
Too..tok...!!
" Ran lo gak apa-apa?"
" Gue... gak apa, cuma mual aja" ucapnya.
setelah membukakan pintu, Dela langsung memberikan segelas air hangat untuknya.
" Aneh, Gue mual bau sayur sop itu, bisa tidak disingkirkan du...lu.."
Bbruukk..!
" Astaga tolong beb Rani pingsan" ucap Dela, Aldo yang melihat Rani jatuh di pundak Dela bergegas dan menggendongnya sampai kesofa.
" Kenapa tu dengan Rani?"
" Bentar gue panggil Sarah aja kesini atau dokter?" ucap Aldo panik.
" Sarah juga gak apa Do, buruan" ucap Dela yang berusaha melonggarkan baju dan jensnya.
Kurang lebih 15 menit, Sarah dengan cepat sudah berada di apartementnya karena Sarah berada di rumah sakit tempat orang tuanya bekerja.
" Gimana?" Tanya Mira.
Sarah tersenyum, " dia baik-baik aja, hanya kelelahan, dia sedang berbadan dua" ucap Sarah santai dan sumringah.
" Ulangi, Rah?" ucap Dela.
" Rani lagi hamil, dan usianya sudah 2 mingguan" ucap Sarah , meyakinkan mereka.
" Alhamdulillah dapat ponakan.." ucap mereka hampir barengan.
" Kira-kira Rani tau gak hal ini?" ucap Sarah yang berbalik badan ke arah mereka yang sudah hentikan makan mereka.
" Kita juga gak tau"
" Sebaiknya nanti dia suruh tes langsung atau kalau tidak langsung cek ke dokter aja" ucap Sarah yang menoleh ke Aldo karena Aldo sedang mengusap -usap kepalanya.
" Istri ku hebat , istri soleha" ucap Aldo yang mandangi Sarah yang membalut bajahnya dengan kerudung.
"Calon" ucap Reynal mengingatkan
" Iya sama aja" , ucap aldo yang santai namun dapat serangan dari Sarah dengan mencubit perutnya.
__ADS_1
Tak lama mereka bercanda Rani terbangun dan Mira memberi air hangat untuknya, setelah membaik, mereka berpelukan dengan senyum merekah.
" Kita bakal punya ponakan beb" ucap Mira spontan yang berlanjut memeluk Rani.
"Lo hamil Ran, selamat ya" ucap Dela. yang ikut memeluk kedua sahabatnya.
" Tunggu deh , tadi gue kenapa?" ucap Rani yang gak mengerti ucapan keduanya.
" Lo pingsan Ran, setelah diperiksa lo sedang berbadan dua atau hamil.
" A..apa, ya..yang bener" ucap Rani yang terbata-bata mendengar kabar gembira ini bahkan ia tak dapat lagi bendung air matanya yang kini mengalir basahi pipinya.
" Iya bener Beb..." jawab mereka barengan lalu berpelukan kembali.
" Iya cepet amat kak Alex nyebar benih diladang kosong milik lo Ran." ucap Aldo.
" Bagus dong dari pada lama" ucapnya sekilas.
" Hem..lo gak iri ma kita-kita tu ,kejar ilmu" cloteh Samir.
" Mau lah, gila aja, tapi nanti setelah bayi gue lahir" ucap Rani yang menaik turunkan alisnya.
" Udah sekarang Rani sudah baikan, terusi makan kalian, dan lo Ran selamat dan jaga ponakan gue." ucap Aldo yang diangguki oleh Rani dan Dela setuju
" Kalah cepat lo Rey, dari Alex" ucap Aldo Reynal hanya diam dan mandangi Dela, ia lihat wajah Sedih Dela.
" Udah jangan sedih, Tata tetap mencintai Lala bagaimanapun keadaan Lala nantinya.
" Kamu tetap number one, okey " ucap Reynal yang mengusap usap lengan Dela, sementara Aldo dan Sarah telah lebih dulu ambil nasi meninggalkan sepasang suami istri yang mulai hangat kembali.
Kepergian sahabat- sahabatnya, Dela sudah berada dikamar memainkan ponsel melihat -lihat beberapa desain baju-baju, mulai sekarang ia akan mencari orang untuk menjahit baju celana demi toko yang akan ia buka, setidaknya tidak bosan berada di rumah untuk beberapa hari kedepan.
Reynal tersenyum melihat Dela semangat ingin membuka toko baju yang mungkin ia idam-idamkan.
Reynal tak ingin mengganggunya ia memilih untuk merebah kan tubuhnya kekasur mereka dan pejamkan mata, karena matanya serasa mengantuk.
πππππππππππππππ
Bersambung..
jangan lupa tinggalkan jejak kalian teman
Salam hangatβ€
Tata dan Lalaπ«
ππ
__ADS_1