Cinta Senior Galak

Cinta Senior Galak
Eps - 87 Reynal & Dela#


__ADS_3

Triiiinggg.....!!!


Bel panjang tanda bel pulang, Dela bukannya semangat tetapi wajahnya tampak kusut entah apa yang membuat moodnya jelek, masa hanya karena ucapan Siswi tadi yang mendekati Reynal dengan mengatakan Dela kebakaran jenggot, tapi sebenarnya memang benar adanya, Dela tak rela sang suami didekati para cewek ataupun wanita manapun apalagi sampai menyolek dan menggandengnya.


" Udah jelek tu bibir lo manyun-manyuni gitu" ucap Mira yang kemudian menyenggol bahu Dela.


" Iya apa gitu" cibir Samir.


" Lo cemburu ya ngaku lo Beb" ucap Rani penuh selidik.


" Maksud lo apa sih, gak jelas amat" kilah Dela.


" Keliatan lagi beb, tu muka yang lo tak bersahabat sedari pagi tadi, setelah lo berdebat dengan para siswi yang dekati kak Rey" tambah Mira.


" Tau ah-" ucap Dela yang gak mau tau ucapan Kedua sahabatnya.


" Sudah yuk pulang" ajak Aldo kepada empat sahabatnya yang mendapatkan persetujuan oleh keempatnya.


Dela berjalan ke gerbang tampak mobil Reynal sudah menunggunya, Dela langsung ke masuk mobil gitu aja, meninggalkan mereka yang berada di parkiran.


" Dedel kesambet ?" tanya Mira yang bingung melihat Dela hari ini.


" Iya dia kesambet cinta kak Rey" cletuk Rani." Ups... mulut gue tapi benerkan? ucapnya lagi dengan menutup mulutnya setelahnya.


" Iya benar sekali" ucap Samir, yang juga Melihat Dela dari kejauhan dan kemudian mereka menunggangi kendaraan mereka masing-masing. dengan banyak pertanyaan.


Dela yang berada di bangku samping kemudi, duduk dengan pandangan yang tak bisa diartikan.


" Kenpa?" tanya Reynal.


" Ayo pulang" jawab Dela.


" No, jelaskan kenapa Dulu " tolak Reynal.


" Huh... Ta bisa tidak jangan paksa gue" kesal Dela.


Reynal terdiam dan langsung melajukan mobilnya namun bukannya pulang tapi mèlajukan kearah yang berbeda, yaitu pantai tempat yang disukai Dela mungkin akan lebih baikan jika berada disana.


Dela tak banyak bicara Dela langsung turun dan bèrlari,menghadap ombak yang bergulung lalu berteriak sekencang-kencangnya.


Aaarrrgggghh..!!!


" Lo sialan....gue benci Lo..."


Reynal hanya melihatnya dari kejauhan setelah turun mobil, menyenderkan dikap mobil,membiarkan Dela berada di pinggir pantai, ia tak ingin mengganggunya, walau panas menerpanya.


Reynal mendekati Dela, setelah Dela berhenti teriak, Reynal membawa air minum untuknya.


" Udah keselnya, kok berhenti Teriak,nih minum dulu" ucap Reynal yang seolah mengerti perasaan Dela, Dela langsung merampas minuman dengan kasar, yang disodorkan oleh Reynal, dan langsung meneguknya hingga setengah.


" Masih kesel soal pagi tadi, kamu tenang aja, aku sudah mandi, jadi tidak ada bekas mereka lagi, ditubuhku dan bajuku sudah ku ganti" ucap Reynal seakan mengerti yang ada difikiran Dela.


" Sok tau-," ucapnya cepat.


" Masalahnya itu kenyataan, Nih coklat sama sosis untuk kamu, jangan pernah terima lagi coklat dari siapa pun atau makanan dari siapapun, aku mampu berikannya untukmu" ucap Reynal yang menyidorkan dua makanan sekaligus.


" Aku marah kalau kamu lakuin itu, aku suami kamu merasa tak dianggap" ucapnya sekaligus.


" Bisa tidak ngomongnya gak aku kamu"


" Kenapa?" Tanya Reynal bingung.


" Gak suka aja, aneh menurut gùe "


" **O**key, aku ganti sayang "


" Apaan sih, yang ada nek nih perut gue" ucap Dela, Reynal yang hanya menyepatkan senyuman dari Reynal.


Mereka terdiam sejenak menikmati indahnya lautan melihat ombak yang berkejaran untuk sampai ke bibir pantai, mata keduanya takjub memandang kedepan.

__ADS_1


" La..." mengambil tangan Dela,


" Gak takut hitam atau panas?" tanya Reynal.


" Biasa aja tuh, Lala bukan cewek yang takut akan hal itu" ucapnya sombong.


" La... Tata kali ini serius, tatap mata Tata"


" Nggak " Tolak Dela dengan mengalihkan pandangan.


" La, I love you my wife, you are everything" ucap Reynal yang masih menggenggam tangan Dela, ia tak perduli Dela tidak mau menatapnya, yang pasti ia telah mengungkapkan isi hatinya.


" Lo yakin ?" Tanya Dela penuh keraguan, hanya kalimat itu yang bisa keluar dari bibir imutnya, yang sedari tadi terdiam mendengar ucapan Reynal.


" Hemm..." Reynal membuang nafas beratñya, "apa kamu masih raguin aku" tanya Reynal yang kali ini serius menatap mata Dela yang sengaja Reybal tangkup oleh dua jarinya.


" Bukan gi-" ucap Dela yang terputus.


" Lihat mata Tata, apa ada kebohongan disana, Tata bener cinta Lala anggap aja dulu hilaf karna buta" ucap Reynal yang masih menangkup dagu Dela.


Dela tak dapat berkata, Dela terdiam setia memandangi ombak disana, gadis itu bukan ragu akan ketulusan Reynal berikan, tapi bahaya yang akan datang seperti ombak yang mengintai pasir pantai untuk membawanya pergi ke laut.


Cup...


Reynal yang gemes menunggu jawaban Dela, yang tak kunjung dijawab, Reynal megecup bibir Dela, bukan hanya itu Reynal bahkan melakukan lebih, keduanya terbawa suasana, hingga Reynal tak ingin melepaskan.


Yah kedua pasutri muda itu mengeluarkan rasa rindu yang terkubur dalam, Reynal gak butuh jawaban dari mulut Dela, dengan membalas tindakannya ia pun paham Dela juga merasakan hal yang sama.


" Kita hadapi sama-sama, Kamu tidak boleh takut ataupun ragu, ada Aku yang jaga kamu semampuku" ucap Reynal yang mengusap bibir Dela dengan ibu jarinya.


Reynal menggenggam tangan Dela, dan mengecup kedua tangan Dela. " kamu jalan hidup ku, jalan rezki ku bukan orang lain dan aku hanya ingin ada kamu ketika aku buka mata dan saat aku pejamkan mata" jelas Reynal.


Deg...


Dela tanpa terasa meneteskan air matanya, ia juga membenarkan ucapan Reynal suaminya, tak perlu ditakuti, mungkin dulu masih kecil dan takut ancaman itu tapi sekarang, Ia sudah remaja, bahkan ancaman itu ia bisa laporkan ke yang berwajib atau keluarga besarnya.


Mereka duduk di pinggir pantai tepat dikursi pantai yang disediakan dengan memakan sosis yang dibawa Reynal tadi, mereka makan bersama.


Hari semakin sore, Dela dan Reynal putuskan untuk pulang setelah sedari tadi berada di pantai tempat menurutnya begitu nyaman, tempat yang tepat untuk mewakili rasa dihatinya.


Reynal meminta Dela mandi dan bersiap untuk sholat, Reynal mengambil baju dan segera mandi di kamar Rayhan, setelah itu mereka sholat berjemaah dan melantunksn ayat suci Alquran, mereka tersenyum bahagia, diluar Bunda mengetuk pintu untuk bersiap makan malam bersama dirumah Aldo, karena orang tua Aldo merayakan Anniversarynya.


" Kita belum beli kado Mami sama Papi, Ta" ucap Dela yang baru ingat aniversary orang tua mereka ketiga.


" Sudah jangan panik, aku sudah siapkan dua tiket untuk pergi ke negara Kangguru" ucap Reynal.


" Syukurlah, ayo siap-siap.." ucapnya


" Ta.." panggilnya


" Iya La..." jawab Reynal.


" Lala lebih nyaman dengan panggilan kita gini dari pada Aku kamu, Lala merasa Aneh aja" pinta Dela.


" Yah sudah, Aku em Tata janji gak aku kamu lagi" ucap Reynal yang mengusap pucuk kepala Dela.


Mereka kemudian bersiap dan pergi bersama Ayah dan Bunda dalam satu mobil, Reynal memang sudah siapkan kado untuk Mami dan Papi mereka setelah menemui seorang disana, bagi Reynal orang tua Aldo adalah orang tua ketiga setelah kedua orang tuanya serta mertuanya, ketiganya sangat spesial, dan tidak ada bedanya.


" Mama dan papa sudah jalan kesini juga lho, jadi nanti kita masuk bisa barengan" ucap Bunda dan dianggukin oleh Dela.


Ternyata bener apa yang dikatakan Bunda, Mama sudah berada disana, mereka masuk ke arah belakang, karena pesta mereka berada di halaman belakang.


" Widih pengantin baru, kesayangan Papi dan Mami disini juga, gitu dong akur elok dipandang " ucap sang Papi, keduanya tersenyum mendengar ucapan Papi , membuat Dela malu.


" Oh ya Mi, Pi selamat ya, dan kita ada kado nih untuk Papi dan Mami " ucap Reynal yang memberikan amlop putih ke mareka.


" Dan ini dari kita berempat" ucap Ayah yang memberikan amlop coklat.


" Semoga kalian berdua tetap awet muda itu yang terpenting" ucap Sang Papa.

__ADS_1


" Pastinya dong" Jawab Mami dan Papi.


" Harusnya yang pantas dapat ini semua Rey dan Dedel ya kan Pi?" ucap sang Mami ke papi.


" Harusnya" ucap Papi yang menyenggol lengan Reynal.


" Sttt , belum boleh dibobol tanggulnya harus lebih bersabar" ucap Aldo. membuat Mereka tertawa, lalu ikut bargabung dengan yang lainnya.


Disana tak hanya mereka bertiga disana ada Sarah yang merupakan kekasih Aldo lebih tepatnya Tunangan Aldo, Orang tua Sarah telah meminta izin ke ibu Asrama untuk membawa Sarah , Alhasil Sarah bisa bersama mereka.


Setelah bebepa lama mereka ngobrol dan sapa tamu, Dela mendapat pesan dari seorang yang tak dikenal.


+62812××××××


Gue akan hancurkan pernikahan lo, anak kecil.


Prank... !! Ponsel Dela terjatuh dilantai.


" Dedel..., kenapa?" tanya Aldo yang memang tak jauh darinya.


" Ng...Nggak apa kok Do.."Gugup.


Reynal menoleh wajah Dela seperti ada yang disembunyiin darinya, Dela buru-buru mengambil ponselnya, ia Tak ingin orang lain tau tentang pesan yang ia dapat, ternyata Reynal lebih dulu mengambil ponsel punya Dela,


" Kembalikan" pinta Dela


" Tidak" ucap Reynal santai bahkan ponselnya Reynal langsung mengenggam kuat.


" Kembalikan ponsel Lala" memohon.


" Tidak !," ucap Reynal yang menekan suaranya lalu segera membacanya, pesan dari seorang yang baru mengirimkan pesan , Reynal langsung melacak serta menyadap nomor yang sudah mengirimkan pesan ke Dela.


" Tampak mata Reynal memerah dengan menggenggam kedua tangannya, setelah ia mengetahuinya.


" Dia lagi..." lirihnya


" Apa Rey..." tanta Aldo


" Dia lagi," ulangnya


Reynal dan Aldo sudah meminta orang- orang suruhannya untuk berjaga ketat, takutnya tiba-tiba akan membuat kekacauan di pesta kedua orang tua Aldo.


" Gue akan mancingnya keluar besok" ucap Reynal yang masih berapi-api


" Lo yakin?" tanya


" Iya.."


" Lo bawa ponsel Lala" ucap ReynalAldo mengangguk mengerti.


Malam ini Deladalam pengawasan ketat, Reynal tak ingin istrinya disakiti, sedangkan Dela yang mengerti hanya bisa pasrah, karena tak dapat berbuat apa-apa.


🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃


.


.


Bersambung


.


.


Hai kak jangan lupa tinggalkan jejak ya


Salam hangat


Reynal & Dela

__ADS_1


__ADS_2