Cinta Senior Galak

Cinta Senior Galak
Eps -88 Senyum Bahagia#


__ADS_3

Pukul 22.00 wib , menunjukan pukul sepuluh malam, keluarga Tomi dan keluarga Duta pamit untuk pulang , karena tamu juga mulai sepi, Keluarga Sarah pun pamit pulang karena Sarah harus kembali ke asrama pagi-pagi besok.


Mereka saling berpelukan sebagai tanda perpisahan, berharap akan cepat bertemu kembali, lagian Papi dan Mami harus berangkat ke negara Kangguru, untuk merayakan Anniversary mereka.


Mereka begitu bahagia, berharap ada anggota baru, seperti keinginan mami Intan, Mami Aldo.


Pagi ini, Reynal seperti biasa mengantar Dela hingga parkiran dan tak perdulikan Siswa/i yang melihat keduanya, toh keduanya memang memiliki hubungan.


Dela menyalami Tangan Reynal dan Reynal memberikan uang jajan, seperti itulah yang terlihat, Dela bak anak kecil yang diantar Sekolah, bersalaman kepada sang ayah, kemudian sang Ayah memberikan uang jajan kepada anaknya, Namun keduanya masa bodo.


Terikan Demi teriakan memanggil mereka, di tambah lagi adanya Aldo yang baru saja datang, yang memang tampannya mengalahi Reynal, jangan ditanya Aldo tidak populer atau pria bertampang biasa-biasa aja, Aldo lebih dingin dari Reynal, jika berada di Sekolah atau tempat lain lebih cool dan cuek, tidak ada yang berani mendekatinya kecuali sahabat-sahabatnya.


Dua pria, satu berparas tampan berkulit putih dengan hidung mancung, serta bibir tipis dan mungilnya membuat Siswi terpana, tapi mereka kubur dalam-dalam, lain halnya dengan Reynal walau orangnya terlihat dingin, serta tampak terlihat rambut tipis di sekitar pipi hingga ke dagu, tatapan bak elang , walau begitu mereka bisa dengar suaranya, mereka rela dihukum ataupun diteriakin oleh Reynal demi mendapatkan perhatian dari Reynal.


Terdengar Bel panjang para siswa/i masuk ke kelas masing-masing,Begitu juga dengan Dela dan Aldo mereka memasuki kelas dengan lewati setiap koridoor hingga sampai dikelas, para Siswa/i mengikuti kegiatan belajar mengajar seperti biasanya, hingga mengumpulkan tugas dan jam istirahat terdengar ditelinga mereka.


Dela, sudah satu jam ia izin untuk keluar tapi tak kunjung datang, Aldo yakin Dela ke ruang Uks untuk tidur, Begitulah Dela, bolos saat jam pelajaran hanya untuk tidur.


Aldo segera membangunkan Dela, agar cepat bisa selamatkan Reynal yang berada di suatu tempat pinggir kota, memang belum waktunya pulang, Tapi Aldo sudah membangunkannya.


" Del... bangun ayo pulang, Azar sudah nungguin di depan tu" panggil Aldo yang mengusap pucuk kepala Dela, tiba-tiba Dela terbangun dengan memanggil-manggil Reynal.


Tata..!


Dela terbangun, dan menanyakan keberadaan Reynal " Tata mana Do?"


" Kenapa, mimpi buruk, Ya Sudah nih minum dulu lepas itu kita pulang, Azar sudah menunggu" ucap Aldo yang mengalihkan pertanyaan Dela.


// Sekuat inikah mereka, sehingga apa yang terjadi dengan Rey Dedel terasa_Aldo//


Tring....


Notif pesan dari seorang yang tak dikenalnya mengirimkan suatu foto ke ponsel Dela yang ditahan Aldo dari semalam.


" Ponsel gue, notif dari siapa?" sedikit khawatir, karena Aldo tak mengizinkan ponselnya di ambil.


" B***k*, Ayo kita susul Tata" ucap Aldo yang berapi-api.


Aldo membonceng Dela dengan kecepatan tinggi dan Aldo menelpon Azar agar segera mengikutinya.


//Fia... apa yang dia lakukan ke Rey, sampai Rey mau menciumnya_Aldo//


Sementara, Dela terdiam melihat Aldo semarah ini, bahkan sampai berkata kasar bukan Aldo banget.


" Del apapun yang lo lihat nanti, jangan percaya begitu aja, takutnya ini hanya jebakan, lo harus ingat Del, seorang manfaatkan ini agar lo hancur, sehancur-hancurnya" ucap Aldo ke Dela, Dela hanya mengangguk mengerti.


Mereka sudah sampai dan mencari dimana Reynal berada, dengan hati-hati mereka masuk dan mendobrak pintu kamar yang terletak dipinggir kota.


Brraakk !!!


" Rey... jangan sentuh itu bukan Dedel" ucap Aldo yang melihat Reynal sedikit tidak dapat terkendalikan.


" Heh lo ngapain lo disini, oh iya dia suami hahaha suami terpaksa?" celoteh Fia.


" Lo kasih apa Reynal sampai dia melakukan hal ini" bentak Aldo, yang tak ingin basa -basi.


" Kita saling cinta, memang gak boleh gue dan dia menginginkannya"


" Jangan gila Fi"


" Gue memang sudah gila, gila akan cinta Reynal, apapun...apapun itu asal Bocah itu mati menderita dan gue bisa bersama Rey" ucap Fia yang menekan setiap kalimatnya.


" Lo ingat ini" ucap Fia lagi yang perlihatkan sesuatu ke Dela.


" Lo..." kata Dela

__ADS_1


" Iya ini gue, gue yang lakuin ini" ucapnya tanpa takut sedikitpun.


" Ja-di selama ini?" ucap Aldo.


" Iya selama ini gue tau, harusnya gue gak kasih ruang , harusnya gue dulu langsung bunuh lo Dela bocah tengik" ucap Fia yang menjadi-jadi.


" Apa jangan-jangan soal kecelakaan itu-?"ucap Aldo terhenti dan ingin memastikan.


" Yah lu benar Aldo, gue yang melakukannya, kenapa karena dia sudah berani melawan ucapan gue untuk menjauhinya, karena lo sudah ambil milik gue Dela" ucap Fia.


" Do cepat tolongin Dedel Do " titah Azar


" Pasti." jawab Dela


" Rey minum ini" ucap Azar membawa penawarnya.


" Terimakasih " ucap Reynal setengah sadar.


" Jangan sentuh Rey dia milik gue" ycap Fia dengan marah


Aldo membisikan sesuatu ke telinga Dela, agar lebih hati -hati Dela mengerti. Dela dan Aldo mengalihkan perhatiannya ke Fia agar tidak fokus dengan Reynal, karena Reynal sudah mulai sadar, obat yang beraksi untuk melakukan maksiat, kini berangsur bekurang.


" Yah Rey memang milik lo Fi, Ambil kalau lo mau, gue menikah karena orang tua, sejatinya gue sangat mencintai Boo kekasih gue, dia sangat mencintai gue, hingga matipun ia tetap mencintai gue, beda dengan Rey yang tak mencintaiku" ucap Dela seakan tak perduli.


" Bagus..." ucap Fia sambil mengembangkan senyum Devilnya.


" Ayo Do kita pergi , untuk apa disini " ajak Dela, Aldo hanya menganggukin kepalanya ia mengerti rencana Dela.


Fia yang menggenggam tangannya kuat-kuat karena menahan emosi, dengan cepat ia mengambil sesuatu lalu melemparkannya , tepat sasaran Fia tertawa sejenak, tapi setelah melihat Dela baik-baik saja, ia melihat siapa yang ia lukai, betapa histerisnya dirinya, Dela dan Aldo menghadap kebelakang, Aldo segera menangkap Reynal.


" Rey Astagfirullah..., Ayo Del kita bawa Rey, Zar tahan Fia" ucapnya.


Mereka membawa Reynal keluar dari tempat itu,ia harus bawa Reynal kerumah sakit segera, sedangkan Aldo menghubungi pihak berwajib,serta Dokter kejiwaan.


" Del.. Ayo -"


" Gampang nanti orang suruhan gue suru bawa, sekarang kita bawa Rey Dulu." Uvap Aldon yang pamik dan hawatir.


Mereka membawa Reynal kerumah sakit terdekat, karena Reynal sudah tak sadarkan diri.


// Maafkan aku La, kamu dalam masalah aku selama ini, tapi aku bahagia bisa lindungi kamu hari ini_Reynal// sebelum benar- benar tak sadarkan diri.


Aldo membawa Reynal dengan sedikit teriak memanggil suster dan Dokter agar Reynal segera mendapatkan tindakan, berada diruangan tindakan, mereka semua harap- harap cemas dengan keadaan Reynal, Aldo sudah menghubungi kedua orang tua Reynal, setelah Bunda dan ayah datang Aldo pamit nyusul Azar.


" Do hati-hati, Dedel takut-"


" Iya Del, Ado pergi dulu doain semua segera selesai" ucapnya,


" Ayah ikut " ucap Ayah segera menyusul langkah Aldo.


Dela berada dalam pelukan Bundanya menangis, Bunda hanya bisa usap punggung Dela sebagai kekuatan agar lebih bersabar.


Setelah satu jam Dokter keluar, dan memberi tahu keadaan Reynal, Reynal keadaannya sudah membaik, hanya beberapa luka- luka di bagian kepala dan punggungnya saja yang perlu dijaga, Semua yang berada disana bernafas lega,


hanya saja Reynal belum sadarkan diri.


Dela sedikit murung dan ia pamit untuk sholat, kedua para Mama mengerti keadaan Dela, mereka menganggukin kepala, Dela segera mengambil air wudhu dan sholat.


Disetiap Doanya ia selalu panjatkan untuk kesembuhan sang suami, ia tak ingin kehilangan orang yang ia cintai untuk kedua kalinya, bahkan ia putus asa kalau diizinkan biarkan dia yang menggantikan Reynal yang berbaring lemah disana.


Dela kembali ke ruang tindakan ternyata sepi, ia bertanya bahwa Reynal telah dipindahkan di ruangan rawat inap di nomor 123.


Assalammualaikum...


Dela membuka knop pintu ruangan Reynal.

__ADS_1


Waalaikumsalam..


Terdengar suara menjawab salam Dela siapa lagi kalau bukan kedua orang tua mereka.


Dela Duduk diSofa menyenderkan badannya dan kepalanya, ia merasa lelah seharian menghadapi hal yang menakutkan, Sedikit rasa iba atas tindakan yang dilakukan oleh Fia, namun itu semua sebanding apa yang dia lakukan ke dirinya.


" Sayang, sudah jangan sedih Rey kuat" Ucap sang mama yang menguatkan putrinya yang di rindung masalah.


" Iya ma, Terima kasih" Dela mengembangkan senyumnya.


" Kamu pulang aja dulu geh, biar Bunda yang jaga Rey" ucap bunda namun ditolak Dela menggelengkan kepala.


" Kenapa?"tanya Bunda


" Gak apa bun, Dedel disini aja" ucapnya lalu memejamkan matanya.


" Sayang-"


" Iya ma, Seragam sekolah kamu mana?"


" Sudah Dedel buang Ma, sudah kotor kena darah Tata"


" Oh ya sudah"


" Mama sama Bunda keluar dulu cari makan sekalian untuk Dedel"


" Iya ma" jawab Dela"


Dela memejamkan matanya dengan melipat kedua tangannya, hingga tak terasa Sang Mama dan Bundanya telah kembali.


" Sayang makan dulu nih, Aldo tadi hubungi Bunda, katanya kamu belum makan sedari disekolah" ucap Bunda yang membangunkan Dela.


" Iya Bun, tadi Dedel gak lapar, hihi" Ucap Dela yang mengeluarkan senyuman pepsodentnya.


Tanpa Dela sadari, Reynal sudah siuman dari pingsannya, Reynal dengan mengembangkan senyumnya bisa melihat Dela tersenyum, seperti yang ia lihat sekarang.


" Udah makan dulu, biar ada tenaga berantam dengan ku" ucap Reynal lirih yang mengejutkan Dela.


Deg...


Dela terdiam mendengar suara Reynal, iapun langsung menoleh ke Reynal mata mereka bertemu entah kenapa keduanya tiba-tiba diam, sementara Dela tak sengaja mengeluarkan air matanya, ini kali ke tiga ia keluarkan air mata didepan Reynal.


"" Tata..., sudah bangun ?" ucapnya lirih lalu bibirnya ketarik keatas namun masih terpaku ditempatnya, ia begitu bahagia melihat Reynal sudah bangun, bahkan untuk melangkah pun tak terpikirkan olehnya.


" Iya..., terus mau disana aja, gak mau peluk aku" ucap Reynal yang sudah duduk dan bersender, merentangkan tangannya siap menangkap Dela dengan pelukannya.


Dela lalu tersenyum dan mengangguk, lalu berlari mendekat Reynal dan memeluknya.


" Maafin Lala"


" Sstt !, Tidak, Yang Ada maafin Tata sudah buat khawatir" menghapus sisa air mata Dela.


kedua wanita baya itu melihatnya lalu tersenyum melihat keduanya bisa bahagia.


πŸƒπŸƒπŸƒπŸƒπŸƒπŸƒπŸƒπŸƒπŸƒπŸƒπŸƒπŸƒπŸƒπŸƒπŸƒ


.


.


Bersambung.


Hai teman,Hai semua tinggalkan jejak kalian dengan like , komentar atau rate untuk Cinta Senior Galak, favorit juga ya, terimakasih banyak atas kesetiaanya mendukung karya ku.


salam hangat❀

__ADS_1


Reynal & DelaπŸ‘«


__ADS_2