Cinta Senior Galak

Cinta Senior Galak
Eps - 11 Hati yang bermasalah #


__ADS_3

Dela masuk kamar mandi, dan bersihkan badannya di bawah showernya, menikmati air panas yang mengalir dan berlama-lama.


Di luar kamar mandi, Reynal tengah bangun dan membereskan baju Dela serta buku-buku Dela yang akan dibawa kerumahnya,baginya agar tidak memakan waktu lama.


Dela keluar kamar mandi dan kemudian memakai bajunya, ia melihat di atas Ranjang tidurnya, sudah ada dua tas yang sudah dibereskan.


^ Apaan si Tata bawa semua baju gue ^ gumannya


Setelah beres Dela keluar, tapi tanpa bawa tas yang tadi ada di atas ranjang tidurnya.


^ Bodo amat deh, malas gue bawanya^ gumam Dela dan membawa tas sandangnya ke bawah nemui Reynal


" Lama amat sih " kata Reynal yang menunggunya di ruang Tv.


" Serah gue, dan gue nggak minta lo ngejemput gue" kata Dela yang kesel sama Reynal, Dela duduk di meja makan sambil chat Aldo agar menjemputnya.


Reynal sengaja tidak pergi dari rumah Dela, karena malam ini mungkin akan tidur dirumah Dela, Reynal tau, Kalau Dela lagi ngambek, tapi seperti janjinya dengan orang tua mereka, Reynal akan menjaganya walau dari jauh.


Tapi siapa sangka disaat seperti ini Fia menelponnya, ingin sekali mengabaikannya, baginya saat ini Kelinci kecilnya yang tumbuh liar disana, membutuhkannya bukan orang lain, walau kwnyataannya Delaasa bodo dengan perlakuan Reynal, Dengan malas, Reynal mengangkat telpon dari Pacar tercintanya.


Iya yank.. ( Reynal)


Lagi apa? ( Fia)


Lagi nonton (Reynal)


Kirain lagi ngerjain tugas ( Fia)


Entah lah sudah berapa lama Aldo berada di dekatnya, bersender dan melipat tangannya, mendengarkan obrolan dua sejoli .


" Telponan terus, Lala dimana?" tanya Aldo yang mendengarkan percakapan Reynal.


" Sejak kapan lo disini" tanya balik Reynal sedikit terkejut kala Aldo datang,


" Sejak tadi " kata Aldo dengan santai pandangan Aldo melirik-lirik kiri-kanan yang mencari seseorang.


" Udah yuk pasti yang lain nunggu" Kata Dela yang menghampiri Aldo.


" Buru-buru amat neng, hayo lo nggak sabar ya ketemu si lesun pipi" goda Aldo.


" Apaan si lo Do, Gue nek aja liat orang yang sok kuasa tapi di kuasai " kata Dela menatap tajam ke Reynal yang lagi menggenggam ponselnya


" Apa sih lo beb ngawur deh"


" Bener kok bebeb ado, yok pergi malas gue lama-lama dirumah" ucap Dela yang menarik aldo agar segera pergi meninggalkan rumahnya.


" Lo nggak boleh keluar


" Do lo dengar gak,ada yang larang gue


" nggak tuh tertawa dan menggandeng Dela


" Gue bilang Lo nggak boleh tanpa seizin gue

__ADS_1


" Do... ada yang larang gue, gimana dong


" ya udah ikutin aja sih Dedel...


" Gitu ya, dapat anggukan dari Aldo dan melihat Reynal sedikit lega.


" Tapi Bohong gue tetap pergi waktunya my time lest go Ado


" Aldo , Dela tunggu lo pada budeg gue larang pergi, gue ngak mau bunda nanyain lo" teriak Reynal dengan sedikit menahan amarahnya.


" Bodo amat, Ado ayo pergi malas gue dengar ocehannya" Dela lari dan menarik tangan Aldo ke mobil Milik Daren , lalu Dela melajukan mobilnya dengan cepat meninggalkan Reynal sendiri.


Sementara telponnya sedari tadi masih tersambung , ia tersadar dan mematikan sambunganya.


" Sial...." kata Reynal menggenggam tangannya.


🌸🌸🌸🌸


Dela sudah berada dicafe yang dimaksud, bersama empat sahabatnya, Dela pesan nuttelo chocolate untuk menemaninya, sahabatnya asik ngobrolin futsal yang besok akan tanding, Dela hanya mengaduk-aduk minumannya lalu menyeruputnya lagi, mood nya saat mengingat Reynal tadi.


" Sudah, ngapain dipikirin" kata Aldo yang mengerti kenapa sahabatnya bersikap demikian dan itu membuat Dela tersenyum.


" Iya.. maaf" kata Dela lirih.


Tanpa diketahui Dela, ada seorang yang perhatikan mereka sedari tadi, tapi mereka tidak menyadari, Dia adalah Daren bersama teman-temannya.


Selesai membahas untuk pertandingan Futsal besok, Daren mendekati Dela. Dengan senyum tampannya menggoda setiap kaum hawa yang mendekatinya.


" Selamat malam " Sapa Daren.


" Boleh gabung?"


" Bo-leh " kata Mira dengan senyumnya sambil menyenggol Dela.


" Silakan Bro, sini nambah teman boleh nambah musuh jangan " kata Aldo bercanda.


Setelah mendapat izin untuk gabung Daren duduk di samping Aldo, mereka masih dengan candanya, juga membahas pertandingan futsal,mungkin ini kesempatan Daren untuk meminta Dela khusus sebagai seporternya.


" Memang kalian suka dengan permainan Futsal?"


" Suka dong," kata Mira yang semangat .


" Kalau cewek cantik itu biasanya sukanya yang kata badminton, volli atau basket"


"Tidak juga kak, sejatinya kita suka olahraga apapun, memang kalau gue dan Dela menyukai dunia balap, sementara Mereka lebih suka ke olahraga futsal atau sejenisnya, ya nggak beb".


" Yoi.." kata mereka bareng dan di anggukin oleh Daren.


" Boleh gak, saya pinjam teman kamu yang di sudut itu, sepertinya lebih kalem" ijin Daren yang melihat Dela banyak diam sedari tadi.


" Silakan, " kata mereka yang mengkode.


Setelah meminta izin sama empat sahabat Dela, Daren membawa Dela, Dela yang tiba-tiba menoleh kaget karena ada Daren disana, namun saat ingin keluarkan suara Daren lebih dulu menarik lengan tangannya lembut, Dela Dan Daren berada di dalam mobil Daren, sementara mobil Dela ditinggal biar Aldo yang bawa pulang.

__ADS_1


Daren cukup lihai dalam mengendalikan mobilnya, dan tak memakan waktu lama sampailah kesebuah tempat yang menurutnya nyaman yaitu sebuah pantai.


" Kenapa kakak bawa gue kesini?" tanyanya binggung.Daren tersenyum


" Karena ada orang cantik yang sedari tadi melamun, emang lagi mikirin apa?"


" Cowoknya ya?" goda Daren,


" Apaan sih kak" kata Dela yang mengalihkan padangannya ke depan.


" Saya ingin kamu tau aja, jika ini salah satu tempat favorit saya, jika saya lagi ingin sendiri atau lagi kacau".


" Memang kakak sekarang ada masalah?" tanya Dela Ragu


" Tidak, hanya hati saya yang bermasalah" kata Daren bemonilog.


Daren masih menatap lurus kedepan, sedangkan Dela masih binggung dengan ucapan Daren, namun Dela seneng bisa dibawa kepantai, karena ia juga suka pantai,baginya ini tempat paling nyaman untuk ademi pikiran hanya terdengar gemuruh ombak yang berlarian, terlihat bibirnya yang menaik ke atas dan menyenderkan di bahu Daren.


Daren tersenyum dan membiarkan Dela menyenderkan kepalanya di bahunya.


" Saya meminta kamu besok untuk jadi sporter untuk saya di pertandingan futsal saya harap kamu bisa datang" ucapnya yang menoleh ke pundaknya yang tak lain Dela, Dela tersenyum, " gue usahakan datang" ucapnya singkat.


" Terima kasih, Ayo kita pulang, sudah malam, tidak baik lama-lama disini udaranya sangat dingin" kata Daren dan dianggukin kepala oleh Dela.


kalau di fikir,perjalanan mereka yang jauh, ketimbang mereka duduk di bibir pantai, Tapi Daren tak punya kata-kata lain, selain meminta Dela untuk menjadi sporternya besok


Dela tersenyum bisa bareng Daren yang katanya most wantednya sekolahnya, bahkan disegani oleh satu sekolahnya.Dalam perjalanan mereka tak banyak ngobrol, karena keduanya terlihat kaku belum terbiasa.


Sesampai pagar rumah, Dela turun dan melambaikan tangan tanda perpisahan, Dela masuk dengan senyum-senyumnya, sampai Security dirumahnya hanya bisa geleng-geleng kepala melihatnya.


Sedangkan Daren mengembangkan senyumnya ia begitu bahagia bisa antar orang yang selama ini menggelitik dihatinya, orang yang membuat hatinya meraton tak karuan, Iapun langu melajuksn mobilnya masuk kehalaman rumahnya.


lalu langsung menuju kamar dan merebahkan badannya sambil melihat langit-langit kamarnya.


πŸƒπŸƒπŸƒ


.


.


.


.


*Bersambung


.


.


.


hai teman-teman jangan lupa tinggalkan jejak kalian budayakan untuk meninggalkan jejak agar aku semakin semangat. dengan cara like, komen, vote

__ADS_1


πŸ™‡β€β™€οΈπŸ™‡β€β™€οΈ


salam hangat dari Reynal dan Dela*


__ADS_2