Cinta Senior Galak

Cinta Senior Galak
Eps- 48 Kacau#


__ADS_3

Hari ini mereka putuskan untuk pulang, Neni begitu sedih karena luburannya hanya sebentar, Papa dan Ayah ada kerjaan yang sudah menunggu, cukuplah satu minggu untuk berlibur.


Bagi Dela liburan yang ia rasa akan menyenangkan, kali ini tidak sama sekali menyenangkan, awalnya ia bahagia bisa dirumah Eyang juga Neninya, karena sudah sangat lama Dela tidak bertemu, tapi entah kenapa liburannya sangat membosankan, Tidak ada begitu menyenangkan.


" Dedel cucu neni sini sayang, kamu juga Rey" ucap Neny meminta mereka untuk dekat.


" Neny jangan sedih dong kita pulang"


" Iya, nanti kapan libur kita kesini, atau mau Rey jemput biar liburan dirumah kita aja" ucap Reynal


" Kalian" ucap Neni yang sudah memeluk keduanya.


" Neni masih kangen, Neni masih ingin peluk kalian, dengar Nenu apa pun yang terjadi dengan kalian, jangan sampai kalian tidak menikah, itu pesan Neni" ucap Neni ke mereka.


" Ih neni, apaan sih Dedel gak mau janji apapun itu nen, Dedel maunya mengalir apa adanya" kata Dela yang masih memeluk Neni nya.


Sementara, Reynal hanya duduk dalam pelukan dengan memandangi keduanya yang sedang berpelukan.


" Neni jangan hawatir ya, nanti kita bakal bareng-bareng terus, seperti air yang mengalir" ucap Reynal ke Neni.


Dela lalu menganggukin kepalanya menandakan benar apa adanya. Neni lalu tersenyum, " Baiklah yang penting sekarang kalian baik-baik saja" ucap Neni kepada mereka berdua.


" Sudah yuk, nanti kita kemalaman" ucap sang papa ke kedua anaknya,mereka menoleh dan mengangguk.


Mereka kemudian pamit, dan meninggalkan Neni, mereka berpelukan sebagai perpisahan.


" Neni sehat terus ya , kita janji nanti kita kesini lagi"


" Iya neni jangan sedih, Rey dan Dela akan sering- sering kesini, ya kan La?" kata Reynal seraya bertanya.


" Ck.. Ehh" ucap Dela dengan memutarkan bola mata dengan malas bebarengan dengan malingkan wajahnya.Reynal yang melihanya hanya tersenyum smirik.


🐎🐎🐎🐎🐎🐎🐎🐎🐎🐎🐎🐎🐎🐎🐎


Mereka sekarang berada dalam perjalanan, empat orang tua mereka asik ngobrol, kali ini dengan sesekali bercanda, bahkan keduanya tak perdulikan apa yang sedang para orang tua tengah bicarakan, kali ini yang bawa adalah Ayah dan di dampingi oleh Papa. Dela ambil ponselnya dengan mendengarkan musik dengan headphonenya, dan mengirimkan pesan ke Daren, dengan Emot kangen, lengkap dengan pasangkan foto Daren.


Diseberang sana Daren yang melihatnya hanya geleng-gelengkan kepala Dela,lalu membalas dengan emot yang sama seperti yang Dela kirim ,Dela yang mendapatkan balasan tersenyum sumringah, Reynal yang melihat tingkah Dela hanya bergumam,namun Dela tak perdulikannya, malasmelihat tingkah Dela Reynal pejamkan matanya, lalu melipat kedua tangannya , dengan menyenderkan kepalanya di kepala kursi mobil.


Lama-kelamaan mata Dela pun ikut merasa mengantuk, ia ikut pejamkan matanya dengan memeluk boneka kesayangannya, lalu tidurlah keduanya yang berada di kursi penumpang paling belakang.


Di tengah perjalanan, Reynalt terbangun kasihan meihat Dela yang sedang tidur dengan posisi tidak nyaman, Reynal lalu baiki tidur Dela dengan posisi yang nyaman, dengan kepala Dela ia sandarkan dibahunya, lalu Reynal kembali tidur.


Cukup lama perjalanan menuju ke Jakarta,Sengaja oleh Papa tak berhenti, karena semua tidur kecuali Ayah yang nemani Papa bawa mobil, tadi sempat berhenti tapi Papa hanya beli kopi untuk menemani perjalanan.


Hingga takterasa Mereka semua sudah sampai, Reynal terbangun karena suara mesin mobil yang sudah mati, melihat dan perhatikan Dela yang tak terbangun dan bahkan terdengar suara Dengkuran dari Dela Reynal hanya bisa sunggingkan senyumnya // Capek banget apa sampai mendengkur, Cewek macan tapi aneh_Reynal//


" Rey Bawa Dedel kekamarnya" ucap sang Ayah, membuat Reynal kaget lalu ia hanya mengangguk nurut, Reynal kemudian menggendong Dela ala bridal hingga sampai kamar Dela, ia tidurkan Dela di ranjang kebanggaannya, melepaskan sepatunya yang dikenakan.


^ Aneh, nih anak tidur kaya orang mati aja, di apa-apain mukin gak tau^ gumamnya, lalu menarik selimut hingga ke pinggang kemudian baiki boneka kesayangannya, lalu menepuk pucuk kepala Dela.


Tak lupa Reynal mematikan lampu kamarnya mengganti lampu tidurnya dan kemmydian melangkah keluar kamar Dela menemui orang tuanya.


" Lho Bunda sama Ayah mana Pa ?" tanya Reynal ke Papa.


" Oh Iya, Ayah kamu bilang, kamu tinggal aja lah karena ayah kamu sudah lelah" ucap Papa.

__ADS_1


" Kalau gitu, Rey langsung kekamar ya Pa, Ma " ucap Reynal berpamitan ke mereka. lalu menuju ke kamarnya karena mata dan badannya pun terasa lelah, begitu juga dengan Papa dan Mama yang sudah meninggalkan ruang tengahnya.


πŸ‡πŸ‡πŸ‡πŸ‡πŸ‡πŸ‡πŸ‡πŸ‡πŸ‡πŸ‡πŸ‡πŸ‡πŸ‡πŸ‡πŸ‡


Hari ini Dela sudah rapi, Dela berniat akan ke kafe DN, Di cafe itu Dela akan coba bertanya ke karyawannya siapa tau, mereka mengetahui keberadaan Daren.


Dela masih ingin liburan bareng Neni nya, tapi fikirannya entah kenapa selalu kepikiran Daren, entah apa yang membuat Daren tak mengabarinya yang tak seperti biasanya, apa lagi ini hari ke tiga Daren tak hubunginya, hanya satu kali Daren membalas pesannya setelqh itu tak ada lagi kabar darinya, Dela turun dengan membawa tas selempangnya, dengan dandan cantik.


" Pagi ma,pagi pa" sapa Dela yang kemudian menempelkan bokongnya dikursi.


" Pagi sayang" ucap mama dan papa barengan.


"Rapi amat mau kemana bukannya istirahat tapi malah sudah mau pergì"


" Dedel ada urusan ma" ucapnya tegas, lalu mengambil nasi goreng kesukaannya.


" Lo gue yang antar" ucap lelaki tegap bermata sayu dengan rahang kerasnya.


" Iiih Mama,kok ada sigalak sih" ucap Dela yang baru melihat Reynal.


" Kan lo yang rubah gue jadi galak, kuda lo sudah galak La, apalagi kelinci kesayangan liar kaya Lo" jelas Reynal yang mengelap keringatnya dengan handuk karena lari pagi.


" Iih ma pa liat tu si galak" kata Dela


" Sudah kalian sudah besar kenapa sih ribut , kalau masih berantem terus papa nikahi aja." ucap papa


" Ih papa mah gitu" ucap Dela cemberut, Reynal hanya menyunggingkan senyumnya.


Dela buru-buru dengan sarapannya, Dela buru-buru harus pergi kerumah Rani , karena Rani juga sudah pulang dari liburannya sehari yang lalu, dan Rani janji untuk bantu Dela.


" Hati- Hati sayang" ucap Mama, Dela mendengar itu lalu balikkan badannya lalu mengangkat jari dengan bentuk huruf O.


" Tunggu " ucap Reynal yang sudah mencekal tangan Dela karena Reynal sengaja belum sarapan dan menunggu Dela


" Gue yang antar, gue tau lo lagi kacau" ucap Reynal.


" Gue bisa sendiri, awas lo" ucap Dela dengan memutar bola matanya dengan malas.


Reynal hanya Diam dan menggelengkan kepalanya," yah sudah hati-hati tetap fokus gue gak mau lo kenapa- kenapa, karena nanti gak ada orang yang gue marahi untuk gue hukum" ucap Reynal.


Dela tak menggubis ucapan Reynal, ia tetap berjalan ke mobil kesayangannya. sementara Reynal hanya bisa pandangi Dela sampai buntut mobilnya tak terlihat.


Dela dan Rani sudah janjian dikafe DN, memang belum begitu rame karena baru buka, Sudah terparkir mobil kesayangan Dela Di kafe DN, terlihat mobil Rani sudah lebih dulu nengkreng dengan sibuk mengetik sesuatu.


" Beb.." panggil Dela yang melihat adanya Rani.


" Duduk dulu Del, sekarang kita tanya orang kepercayaan dari Daren disini, lalu bengkel yang biasa ia datangi dan area balap, futsal Mana tau dengan kita langsung menemui teman-teman dekatnya ada informasi tentang Daren" ucap Rani dan Di anggukin oleh Dela tanda mengerti.


" Tapi kalau ternyata Daren sengaja gak temui gue"


"Gak mungkin dia cinta mati sama lo Del"


"Oke gue pergi keruangannya" ucap Dela.


Dela lalu beranikan dirinya untuk pergi ke ruangan yang biasa Dela dan Daren habiskan waktu mereka ternyata kosong bahkan pegawainya ngaku seminggu ini Daren tidak ada kabar sama sekali sejak pamit untuk suatu kerjaan,Dela sudah tanya tapi tidak ada hasilnya.

__ADS_1


" Terimakasih ya mas" ucap Dela lalu mengajak Rani pergi.


Kini mereka ke area Futsal, disana hanya ada beberapa dilapangan, Dela bertanya ke Rama ternyata tidak ada kabar. " Terakhir ia vc kalau dia akan nyusul lo Del, karena ia sangat merindu Lo" kata Rama lagi.


Dela bahagia tapi Dela kecewa karena tidak seperti kenyataannya, Daren tidak menemuinya seperti janjinya.


" Alamat Daren dimana, Help" ucap Dela.


" Ram, Vin..., lo pada gak mau bantu gue" kata Dela memohon ke Rama sahabat terdekat Daren.


" Oke..., gue kasih" ucapnya yang kasihan melihat Dela yang begitu khawatirkan Daren, yang kemudian memberikan Alamat Daren ke Dela.


Kelvin sebenarnya tadi sempat mencenkram Rama, tapi Rama tidak tega, dan terpaksa memberikannya, lalu menghubungi seorang diseberang sana.


Sementara, Dela mendapatkan Alamat rumah Daren walau sedikit maksa dan memelas, Dela dan Rani lalu undur diri untuk pergi ke rumah Daren sesuai alamat yang diberikan.


Sesampainya rumah Daren, Dela kecewa karena tak juga mendapatkan Daren bahkan security rumah Daren hanya ngomong jika majikan tak ada ditempat, dan sedang di luar kota, itu membuat Dela semakin kecewa.


//Boo lo janji akan selalu bareng gue selamanya, tapi lo gak ada kabar lo gak lagi prank gue kan Boo_Dela//


Dela melajukan mobilnya kencang, Ia pergi kesuatu tempat yang sedikit sepi untuk menetralkan fikirannya, Rani sudah ia tinggal jauh, bahkan Dela tidak tau Rani masih dibelakangnya atau tidak.


Dela berada di sebuah lautan luas, mendengar suara ombak yang bergulung lalu menyapu pasir yang berada dipinggir pantai.


Fikirannya memang lagi meresahkan baginya, bahkan ponselnya sengaja dimatikan ia tak ingin ada satu orang pun mengganggunya.


Padahal Matahari berada di tengah -tengah yang begitu cetar, tapi tak membuatnya untuk beranjak dari tempat itu, duduk dikursi dengan santai yang berada disana dengan mengenakan kacamata coklatnya.


Rasa lapar tak dapat ia rasakan lagi, Saat ini Dela hanya butuh waktu sendiri, untuk menghilangkan apa yang Dela rasakan, meskipun berharap sepulang dari sini ada kabar dari kekasihnya.


// Lima tahun itu terulang dengan versi berbeda_Dela// lalu ia pejamkan mata ditempat Favoritnya.


Reynal sedang gym di ruangan khusus, tiba-tiba Bunda masuk dan meminta Reynal pergi mencari Dela sedari tadi tak kelihatan bahkan tidak pulang dan ponselnya pun sepertinya di rijek, kalau tidak sedang tidak diaktifkan.


"Rey cari Dela, Bunda khawatir mama kamu tadi nelfon"


" Iya Bun" jawab Reynal yang telah menyambar hoodie nya.


//Lo kenapa lagi sih La_Reynal//


πŸƒπŸƒπŸƒπŸƒπŸƒπŸƒπŸƒπŸƒπŸƒπŸƒπŸƒπŸƒπŸƒπŸƒ


.


.


.


bersambung


.


.


Jangan lupa jejaknya kakak...

__ADS_1


untuk Dela dan Reynal.


__ADS_2