
Hari sudah malam, setelah melaksanakan sholat dan melantunkan ayat suci Al Quran walau sebentar Reynal dan Aldo keluar kamar menuju meja makan, disana juga sudah ada Dela yang duduk minum susunya, bersama Roti buatan Bi Marni.
" Malam Dedel Ado" sambil usap kepalanya dan duduk di sebelahnya.
" Malam Do " ucapnya dengan senyum terpananya.
" Ingat, Senyuman itu tidak di perbolehkan di keluarkan sembarang tempat , oke " kata Aldo mengingatkan.
" Iya Ado Zezenk " kata Dela yang masih mengunyah Rotinya.
Reynal yang juga masih duduk di depannya, dengan menyantap makannya, hanya menyimak obrolan mereka.
Assalamualaikum semua !
Teriak Mira juga Rani yang barengan.
Dela dan kedua cowok tampan itu, menutup kedua kupingnya, Karena suara dua gadis yang baru saja datang.
Waakaikumsalam
Ucap mereka barengan
" Bisa tidak, Volume suara dikecilin, gendang gue pecah Markonah , Markoni " gerutu Aldo.
" Maaf Bambang , gak sengaja"ucap Rani
" Eh, kok masih ada kak Rey ?" tanya Mira polos.
Dela dan Aldo hanya saling tatap, Entah apa yang akan di jelaskan, Aldo lalu menatap Reynal.
" Kenapa memangnya , gak boleh ? " tanya Reynal tapi belum lagi jawab Reynal berlalu pergi.
" Iih-, kok sewot, saraf tu orang" Kata Rani yang melihat tingkah Reynal.
" Sudah jangan di fikirin, dia butuh Aldo, untuk urusan pekerjaannya" kata Dela yang sudah mengajak keduanya ke kamar.
Dikamar Dela mengganti pakaiannya, karena Dela janji dengan kedua sahabat untuk keluar malam ini.
Sementara, Reynal duduk di taman belakang dekat kolam ikan, dan disusul oleh Aldo.
" Gue akan ikut Dedel " kata Aldo.
" Thanks " kata Reynal yang menoleh Aldo.
" Gak perlu " kata Aldo membalas tatapan Reynal.
" Gue ke Bengkel, gue titip Lala" kata Reynal
" Hati-hati lo"
" Pasti" balas Aldo
Reynal pergi kehalaman dan menuju mobil yang tadi dibawa Aldo pulang, lalu Reynal pergi melajukan mobilnya.
Dikamar, Dela mengganti bajunya dengan kaos oblong dan sepatu snekersnya.
" Del gue kepo deh, kok Kak Rey tiba- tiba disini, yang gak gue ngerti tu tadi kenapa dia larang lo keluar malam ini " tanya Dela polos.
" Mira, bebeb tersayang, bodo amat deh, yang penting kita jadi pergi gak? tanya Dela.
" Jadi dong, Ayo " kata Rani. Dan dianggukin oleh Mira.
Mereka bertiga turun kebawah, karena Aldo pasti sudah menunggunya.
" Sudah siap, Ayo, Daren juga bang Alex sudah berada disana katanya" ucap Aldo yang mengenakan jaket bombernya.
" Udah dong, ayo kita berangkat sekarang" kata Mira semangat.
Dela keluarin mobilnya dari garasi, karena kunci mobilnya ada di Reynal , lagi pula ia ambil mobil yang biasa ia bawa diarea balap.
Rani bersama Mira, sementara Dela bersama Aldo, Aldo kali ini berada dikursi samping kursi kemudi, Dela yang mengemudikan mobilnya.
π³π³π³π³π³π³π³π³π³π³
Reynal mulai perbaiki mobil yang masuk sore ini, Reynal sedang meluapkan emosinya dengan mobil-mobil yang ada di bengkelmya, Reynal lagi tidak bisa berbuat apa-apa untuk perjuangkannya, tapi ia juga tidak ingin kehilangan kelincinya.pikirannya kalut saat ini di sisi lain Ia juga merasa bersalah ke Fia, karena sikapnya yang tiba-tiba mutuskan hubungan sepihak, pasti lah Fia terpukul dan kecewa, Hingga ia kehilangan akal sehatnya.
" Arrgghhh ..., "
Membuang alat bengkelnya.
^ Disaat seperti ini gue gak bisa berbuat apa-apa. tapi gue gak akan menyerah^ ucapnya.
^ Gue gak ingin Mama dan Papa kecewa apa yang pernah gue janjikan, Untuk tetap bersama." kata Reynal.
Drrttt....drttt...
Ponsel Reynal berbunyi dan saat melihat ternyata papanya Fia.
Reynal
" Iya om...
*.......*
Oh iya om, besok Rey bisanya, karena Rey lagi ada kerjaan.
*.....*
Sambungan telpon telah Reynal tutup, Reynal semakin mengacak rambutnya dengan frustasi.
" Aarrrggghh.....!!
^ Inikah yang dikatakan, jangan coba bermain api, jika tidak ingin kebakar ^ kata Reynal yang saat ini sangat frustasi dengan kehidupannya.
πΎπΎπΎπΎπΎπΎπΎπΎπΎπΎπΎπΎπΎ
Dela dan sahabatnya sudah sampai di tempatnya Cing Dayem, disana sudah ada Daren Dan Alex serta teman- teman dari club.
Deg...Deg..
Dela turun Dari Mobil, dan akan mendekat ke tempat mereka duduk.
// Apaan sih, nih jantung sulit dikondisikan, rasa meraton_Dela//
" Do..., jantung gue berdetak cepat nih tolongi gue " kata Dela.
" Tarik nafas buang coba sekali lagi Del"
Dela nurut, apa yang di katakan Aldo, ternyata lebih enakan.
Sesampainya Dela tersenyum melihat Daren yang juga tersenyum kearahnya.
__ADS_1
" Bee... sudah" kata Daren.
" B..Boo..." Dela melihat Aldo brsama teman lainya. Daren menggenggam tangan Dela yang tampak Dingin.
" Sebentar ya Bee" ucap Daren sambil usap kepala Dela lembut.
Daren memesan minuman untuk Dela, lalu mengajaknya duduk, gabung bersama yang lainnya.
" Dek lama gak mampir ? " tanya seorang pria itu.
" Sibuk sekolah bang, apa lagi sebentar lagi masuk ujian." ucap Dela.
" Kelihatannya sudah ada pawangnya nih?" kata seorang lagi.
Dela hanya mengulum senyumnya dan Daren salah tingkah dengan menggaruk kepala yang sebenarnya tidak gatal.
Bercanda hingga pukul 90.30 wib, Daren berpamitan kepada teman lainnya, begitu juga dengan Dela dan yang lainnya, pamit pulang karena besok harus Sekolah.
" Al titip bidadari ku ya?" Kata Daren ke Aldoyang masih berat untuk perpisah.
" Iya pasti gue jagain buat lo" kata Aldo dengan mengangkat kedua jari jempolnya.
" Bee-, nanti tidurnya jangan malam-malam oke, aku nggak mau kamu telat dan dihukum" kata Daren yang menatap manik mata Dela.
" I-iya Boo-, " kata Dela yang menunduk malu karena merasa ditatap oleh Daren.
Daren tersenyum dan mengusap kepala Dela dengan lembut dan penuh kasih sayang, menyibak anak rambut yang menutupi wajah cantik Dela.
" Eheemmm-, Masih lama buk-," kata Rani.
" Sudah kangen-kangennya pending dulu, sudah malam nih" ucap Mira dengan tangan sebelah dipinggang.
Daren Tersenyum karena kedua teman Dela protes , melihat Dela dan Daren masih berdiri dengan saling tatap tatapan.
" Sudah masuk geh, sampai besok nanti kabari aku Bee" titah Daren dan dianggukin oleh Dela.
" Dedel pulang Boo-, " ucapnya dan dianggukin oleh Daren.
Setelah kepulangan Dela, Daren pun menuju mobilnya untuk ikut pulang.
// Aku masih kangen dengan mu Bee, semoga kita tetap bersama _ Daren //
π³π³π³π³
Malam ini mereka bertiga sudah berada dikamar, sementara Aldo masuk ke kamarnya, Reynal belum pulang karena harus kerumah sakit.
" Cie..habis bertemu Doi, sudah hilang belum kangennya " kata Rani.
" Ma..sih " ucapnya singkat.
" Iya deh yang lagi hangat-hangatnya semoga selalu gini" Ucap Mira.
" Doain aja untuk kedepannya Beb" kata Dela.
" Gimana dengan lo Ran?" tanya Dela.
" Minggu besok, kak Alex mau ajak bertemu dengan Mamanya, semoga Mamanya suka sama gue" kata Rani.
" Amin.." kata Mereka barengan.
" Gue...jomlo dong?" kata Mira memanyunkan bibirnya.
" Gue-, pribadi gak ingin sahabat gue jomlo, sama Samir aja gimana" kata Dela yang merangkul pundak Mira.
" Ih lo apaan sih, dah yuk tidur"
" Mir lo kenapa, malu untuk ngakuinya ya, pas gak dihati-" goda Rani.
" Tau ah tidur yuk, besok pagi telat lagi, malas gue " titah Mira.
Merekapun menarik selimur dan mulai pejamkan mata mereka, lain hal dengan Aldo dikamarnya sedang ViCall bersama Sarah, karena tiba-tiba aja ia kangen Sarah.
Tak lama, terdengar mobil Reynal masuk halaman, Aldo lalu mengakhiri ViCallnya bareng Sarah. Reynal masuk dengan wajah capeknya karena seharian belum istirahat.
" Sudah pulang lo Rey? " tanya Aldo dan dianggukin oleh Reynal.
" Mereka mana?" tanya Reynal
" Ada, aman kok " kata Aldo.Reynal mengangguk.
" Fia gimana? " tanya Aldo.
" Besok sudah bisa balik, Ucapnya dan dapat anggukan dari Aldo.
" Tu cincin Dedel, Rey ?" tanya Aldo lagi.
" Dia buang Do.. " kata Reynal.
Lalu ia satukan dengan cincinnya, sebagai bandul, sementara cincin lamanya sudah Reynal simpan.
Reynal mengikuti Aldo ke ranjang, Dan mulai membuka bajunya aja, hanya mengenakan kaos sinlet ketika tidur.
πΏπΏπΏπΏπΏπΏ
Paginya mereka bagun dan buru -buru mandi dan mengenakan seragamnya siap-siap untuk sekolah, ga mau telat.
" Sudah siap Girl, lest go" kata Rani.
" Lest go" jawab keduanya.
Mereka pun lalu turun, dan menuju meja makan, untuk sarapan, Sementara di dapur, Reynal sudah bantu Bibi Marni membuat sarapan untuk mereka.
Nasi goreng, kesukaan mereka tapi tidak ada toping seperti buatan Bunda, kali ini nasi goreng dengan telor ceplok aja.
" Pagi Do, kak Rey, Eh Kak Rey tidur sini juga ya? " tanya Rani yang sedikit canggung.
" Hemm " hanya deheman sebagai jawabannya.
Sedangkan Dela ia hanya Acuh melihatnya, walau dia tau nasi goreng itu bukan buatan Bi Marni melainkan Reynal.
Reynal membuat susu untuk Dela dan mengambilkan nasi goreng untuk Dela kemudian menyodorkan nasi dan Susunya ke dekat Dela.
Dela hanya Diam saat Reynal mengantarkan makanan dan susunya, gak ada ucapan terimakasih atau pun kata-kata lain untuknya.
Aldo keluar kamarnya, menuju meja makan, ia melihat semua kumpul disana, sedangkan Reynal sudah siap pergi Sekolah.
" Pagi semua, hem.. wanginya aroma nasi gorengnya, jadi lapar " kata Aldo.
Aldo langsung duduk dan menyendokan nasi goreng kemulutnya.
" Bi.. Rey pergi dulu " kata Reynal mencium tangan Bi Marni.
__ADS_1
" Do gue duluan, jangan telat " kata Reynal ke Aldo.
" Siap" kata Aldo yang sudah menyantap Nasi goreng.
Sebelum Reynal benar-benar pergi, ia sempatkan menepuk pelan rambut Dela.
Mira sedikit kikuk karena apa yang ia lihat barusan, gak sama dengan yang di lihat ketika disekolah.
" Kenapa kak Rey bisa semanis ini dirumah, terus diSekolah-, ah tau ah ," kata Mira yang binggung dengan sikap Reynal ke Dela.
" Udah selesaikan makan lo Beb, biar kita berangkat" ucap Rani.
" Iye-" kata Mira.
Mereka lagi siapkan sarapan , tak lama Samir datang dan ikut nimbrung sarapan.
" Widih... Nasi goreng, keliatan enak tu" kata Samir.
" Sini Sam, sarapan bareng" kata Rani.
" Iya sini Beb, ajak Dela.
" Non-, " tiba-tiba Bi Marni memanggil
" Iya Bi-," jawab Dela
" Anu Non..em..," Bi Marni seperti gelisah.
Bibi Marni binggung mau ngomong soalnya ada teman-teman Dela, Dela yang mengerti gelagat Bi Marni lalu berdiri dari kursinya dan membawanya kedapur.
" Iya Bi ada apa? " kata Dela.
" Anu Non, Den Rey belum sarapan, tadi Den Rey hanya minum susu " ucap Bi Marni ragu.
" Semalam Den Rey juga gak makan Non, Bibi tanya katanya gak lapar"
" Kok bisa gitu Bi, Ya sudah Bibi siapkan bekal biar nanti Aldo yang kasih ke Rey"
kata Dela kepada Bi Marni.
" Baik Non" kata Bi Marni.
" Ayo Beb sudah siang, cap cus kesekolah" kata Aldo dan dianggukin oleh mereka.
Sebelum pergi, mereka berpamitan sama Bi Marni, Bi Marni tersenyum melihat tingkah mereka walau di luar nakal, tapi tetap budayakan kesopanan kepada yang tua.
Bi Marni sudah bawakan bekal Reynal, dan dititipkan ke Aldo, Aldo menerimanya tidak keberatan, Aldo satu mobil dengan Sam, sementara Dela bersama kedua sahabatnya.
Sesampai sekolah mereka langsung menuju kelas mereka, dan Aldo pamit keluar dengan membawa kotak bekal untuk Reynal.
Aldo keluar arah gerbang, disana Reynal sedang menunggu siswa/i yang terlambat.
" Nih dari Bi Marni, katanya lo bulum sarapan " kata Aldo dan memberikan kotak bekal dari Aldo.
" Terima kasih" ucapnya dengan nada lirih.
" Dedel tadi yang minta Bi Marni, buatkan sarapan untuk lo, dimakan gue mau kekelas" ucap Aldo.
Setelah kepergian Aldo, Reynal hanya mandangi kotak bekal warna putih transparan dengan makanan kesukaan Reynal.
//Apa itu kelinci ku bakal balik lagi_Reynal//
Lalu Reynal pergi membawa bekal yang diberikan Aldo tadi dengan menyunggingkan senyumnya.
πΎπΎπΎπΎπΎπΎπΎπΎπΎ
Ketika Bell berbunyi tanda istirahat, Siswa/i bersorak keluar kelas, begitu juga dengan Dela dan teman-temannya atau lebih dikenal Dela Cs.
" Kalian duluan aja ya, gue ke toilet, kebelet" kata Dela yang langsung lari dari kelasnya.
Dela pergi ke toilet membuang hajatnya, selesai buang hajat ternyata tak sengaja secara bersamaan Felia berada di toilet. "
" Eh ada cewek bar-bar yang gak tau diri dan selalu caper sudah tobat" kata Felia. yang melirik Dela dari atas sampai bawah.
Namun Dela lagi malas meladeninya, karena pasti ujung-ujungnya ribut.Dela langsung keluar meninggalkan Felia yang berada ditoilet, Dengan buru-buru ia pergi karena sudah ditunggu oleh empat sahabatnya, Dengan sedikit berlari kecil dengan meninggikan sedikit Roknya
Bruuukkk!!
Dela tak sengaja menabrak punggung seorang, untung yang ditabrak langsung sigap menggenggam tangan Dela agar tidak jatuh.
" Lo.." kata Reynal dengan tajam
" Maaf kak, gue..gue buru-buru" kata Dela berniat segera pergi.
" Siapa suru lo pergi, dan siapa suruh lo nabrak lalu minta maaf " kata Reynal. yang masih menggenggam tangan Dela
" Ta..pi-,"
" Ikut gue" kata Reynal dengan menggenggam lengan Dela, Dela gak bisa melawan karena tenagan Reynal yang kuat.
Felia yang melihat hanya menggenggam tangan dan menghentakan kakinya.
// Lagi-lagi dapat perhatian dari Rey_ Felia//
Sesampainya dibruang osis Dela diminta duduk oleh Reynal.
" Duduk-" ucapnya.
" Apasih maksud lo, gue mau keluar , sahabat gue sudah pada nungguin di kantin"kata Dela dengan kesal.
" Terserah, yang gue mau lo duduk temani gue makan bekal dari Lo" kata Reynal.
Reynal membuka bungkusan yang ada kotak bekal dan air mineral, lalu merogoh saku ponselnya dan mengirimkan pesan ke Aldo.
Aldo
π¨ Dela bareng Gue
Begitu pesan yang dikirim ke aldo, lalu pesan itu Reynal nunjukin ke Dela, dengan menyunggingkan senyumnya, Reynal mulai suapkan Bekalnya kemulutnya, lalu suap selanjutnya untuk Dela.
" Buka mulutnya"
" gak mau gue mau pergi"
" Makan Dulu La, gue tau lo tadi gak sentuh nasi yang gue buat ,sekarang lo makan bareng gue" kata Reynal yang sedikit emosi.
ππππππππ
.
.
__ADS_1
Bersambung...