
Dela sudah kembali kebarisan, begitu juga dengan Reynal yang sudah bersama teman-temannya, tak lepas pandangannya dari Dela yang berada dibarisan, bahkan ia harus menahan emosi karena melihat Dian yang selalu mengganggunya.
//Awas aja kecentilan, Tata hukum_Reynal//
" Ian, lo masih betah disini, sano lo bentar lagi mereka harus minta tanda tangan dari semua panitia pkkmb"
" Resek lo, ganggu aja"ucap salah satu seniornya.
" Del... lo ga apa? "tanya seniornya yang tak lain ada lah Dian teman Reynal.
" Oh iya kak gak apa makasih."ucapnya ramah.
Semua maru dipinta untuk berpencar, mulai untuk mencari tanda tangan dari para senior mereka terutama panitiabegitulah perintahnya.
Dela bukannya berburu tanda tangan, melainkan duduk di sebuah taman, belakang kampus, bersandar di pohon rindang.
" Mending gue disini, dari pada capek-capek berburu tanda tangan" Gumamnya sambil mengipas-kipaskan bukunya ke wajahnya.
^ Membosankan^ ucap Dela lagi yang membuka ponselnya menghidupkan apk musiknya
" He.. lu, berisik ganggu gue tidur."
" Dela terkejut," si...siapa, ma..maaf," ucapnya yang masih mencari sumber suara.
" Gue Dabarel semester lima" ucap laki-laki itu yang masih baring dikursi dengan melipat kedua tangannya sebagai bantal, tepat di belakang Dela, Dela yang anggukuin kepala tanda mengerti.
" Kenapa kamu tidak berburu para senior, kamu cantik pasti lebih gampang mencarinya."
" Malas aja, gue gak butuh hanya buang -buang waktu gue, kakak sendiri ngapain disini, bukannya kakak salah satu panitia?" tanya Dela yang merasa heran saja.
" Seperti ucapan lu membosankan" ucapnya yang menatap langit diatas sana.
Dela duduk masih dengan menyenderkan kepalanya, untuk sesaat.
// Gadis ini berbeda_Dabarel//
" Beb ngapain disini ayo kesana" ucap salah seorang yang melintasinya yang tak lain adalah Samir.
" Iya ayo, kak Rey sedari tadi nyariin Lo karena gak ada disana." ucap Mira.
" Aduh bebeb Mira, sama bebeb Sam, gue bosan disana, dan diam-diam aja kalau gue disini "
" Gue sudah pw( posisi wenak) " ucapnya.
" Beb lo gak takut disini sendiri, terus -" melihat sorang laki-laki yang juga sedang pejamkan mata dengan gaya cueknya.
" Udah sana, gue masih ingin disini" ucap Dela yang masih santai duduk dibawah pohon itu, Mereka lalu pergi , nurut dengan ucapan Dela agar meninggalkannya.
Hampir 30 menit Dela berada di taman, memejamkan matanya dengan mimpi-mimpinya, Reynal mendekati Dela setelah mencari-cari dirinya, akhirnya nemui Dela ditaman belakang kampus.
^ Istri nakal^ ucapnya lirih, dengan menyunggingkan bibirnya.
" La... bangun" panggil Reynal dengan mengusap-usapkan pipinya.
" Apa sih Sam, ganggu aja"
Cup,
" Siapa yang berani ci-, ucap Dela yang kemudianembula matanya
" Tata...ngapain lo disini" terkejut melihat Reynal yang sudah berada di sampingnya.
Thtuuk !!!
" Yang ada Tata yang tanya ngapain disini, ayo balik kekelompoknya." ucap Reynal, yang melihat Dela mengusap keningnya yang mungkin terasa sakit.
"Huh bosan gue, ngantuk ia, sana lo ganggu aja" ucapnya yang tak ingin diganggu.
__ADS_1
" Denger, kuda Lala akan setia dengan pemiliknya, dan dia akan menunggunya sampai pemiliknya mengajak pergi dan berjalan"
" Herm, serah Lo." sambil mengubah posisinya.
" Tuh Lu, Rey kan ngapain disini ganggu gue tidur aja, emang gadis ini siapa lu" ucap Dabarel.
" Tu dengarkan Ta yang di katakan kak Dabarel,Tata ganggu disini sana lo, masih dengan memejamkan matanya kembali.
Bugh
" Resek lo ya gangguin gue sana lo pergi" ucap Dabarel lempar sandalnya.
" Bodo" gidik Dela.
Reynal semakin mengeraskan rahangnya, tanpa aba-aba Reynal menggendong Dela kepundaknya, ala penculik, Dela yang meminta untuk turun dengan memukul-mukul punggung Reynal, namun Reynal tak menghiraukannya, Dela diturunkan ketika sampai di barisan kelompoknya, semua yang berada disana melihatnya tak percaya.
" Sekarang lari," ucapnya tegas.
" Panas kak" ucapnya lirih.
" Kamu melawan saya"
" Rey..." panggil Reno untuk menahannya.
" Diam lo Ren..." bentak Reynal.
" Sekarang"
" Kak Rey !, kakak apa-apan sih, jam segini panas, apa kakak gak kasihan, dia kenapa-kenapa, Satu lagi Debu sudah banyak kak" ucap Samir yang berdiri dari barisannya.
"Gue gak perduli"
" Terserah kakak, tapi awas kalo Dedel kenapa-kenapa ! " ancam Samir.
" Rey... benar kata Sam, Dedel istri lo." ucap Reno berbisik.
Tapi cuaca terlihat trik, Dela coba menerobos panas, tapi ia berhenti karena kepalanya serasa berputar-putar, Reynal dari kejauhan perhatikannya, ada rasa bersalah telah menghukum istrinya sendiri sementara Samir yang mengikutinya Sedari tadi berteriak agar berhenti namun tak dihiraukan Dela.
// Panitia Resek,tak berahlak//
" Del udah jangan siksa diri lo mending lo cabut ketibang harus lari, jangan turuti maunya kak Rey, gue takut lo sakit dan jatuh pingsan." teriak Samir.
" Biarin Sam, mungkin itu maunya dia, gue turuti biar tau sampai mana dia menyayagi gue" ucapnya yang semakin melemah.
Bugh..!!!!
" Del... Dedel bangun Del..." panggil Samir. Samir langsung membawanya, menggendong Dela lalu masuk keruang kesehatan, Reynal lari ingin menghentikan Dela tapi Dela sudah pingsan.
" Reynal merutuki dirinya sendiri karena kesalahannya, telah menghukum istrinya sendiri "
Mira ikut lari mengejar Samir yang sudah membawa Dela, diperjalanan Mira menatap Reynal dengan tajam, " kakak Jahat" ucap Mira tanpa suara, tetapi Reynal mengerti ucapan Mira.
Reynal bukan tak perduli, jiwa disiplin yang ia tanamkan sangat melekat pada dirinya dan ia masih sama tak pandang bulu, Namun pkkmb tetap berjalan,hingga waktu jam istirahat, Reynal bahkan memberitahu ke juniornya, bahwa peraturan yang ia buat sebagai ke disiplinan, ia mencontohkan Dela dihukum karena kesalahan, ia kabur saat berjalannya pkkmb, Reynal juga menginginkan juniornya tidak melakukan kesalahan yang sama hingga nanti sore selesai acara, Para Junior pun mengerti.
Reynal lalu kembalikan ke seluruh anggota panitia, ia akan,menemui Dela yang sudah ditemani Mira, sementara Samir sudah kembali ke barisan kelompoknya, karena sudah banyak menunggunya.
Dela sudah bangun, bahkan ia sedang minum teh yang dibuatkan oleh panitia,
" Rey..., liat tu tindakan lu" bisik salah satu anak ukm.
" Sudah enakan, kalau sudah boleh kembali kebarisan kelompok, karena habis ini kita istirahat makan bersama " ucapnya dingin seperti orang tak mengenali Delam
" Rey-" panggil Reno yang mengingatkannya kembali.
" Kak Rey jahat sama Dedel-"ucap Mira yang kali 8ni menatapnya tajam.
" Dan kamu kembali lah ke barisan kelompokmu" ucap Reynal ke Mira, Dela yang mendengar ucapan Reynal hanya diam, dan menatap kepergian Mira yang secara tak langsung mengusirnya, bukan itu saja bahkan Reynal memintanya untuk kembali ke kelompoknya sungguh terlalu.
__ADS_1
Dela sudah enakan, ia lebih memilih kembali berkumpul bareng teman-temannya tersenyum ceria kembali.
Reno yang tak tahan sedari tadi ingin bicara ke Reynal, menarik Reynal begitu aja hingga sedikit menjauh dari teman-temannya.
" Rey..., jangan terlalu keras dengan Dela, bagaimana pun juga dia istri lo, lo gak kasihan dia kenapa-kenapa" tutur Reno
" Apa lo menyukai Dia?," ucap Penuh selidik.
" Hem... membuang nafas kasarnya, " gue kasihan sama lo Rey, dia kenapa-kenapa yang ada lo juga yang repot, ya sudah lah gue hanya ingatin lo" ucap Reno lalu pergi setelah bicara empat mata dengan Reynal, Reynal lalu mengusap wajah kasarnya, dan kembali duduk bersama yang lainnya.
" Del lo gak papa?" tanya Sesilia.
" Iya gue gak apa, hanya saja tadi gue kecapekan karena terik matahari" ucapnya dengan jujur.
" Syukurlah , yuk makan nih untuk lo" ucap seorang laki laki dari mereka.
" Del, tadi yang gendong pacar lo?" tanya Sesilia.
Dela tersenyum, lalu menggeleng " Bukan, dia sahabat gue "
" Kirain pacar Lo,terlihat panik soalnya" ucap Sesilia, yang menyelidik.
" Eh Li ayo makan , nanti kita sambung lagi ceritanya" ucap Dela yang membuka makanannya. Dela tak ingi Sesilia tau banyak tentangnya.
Dela selesaikan makannya, lalu ke musolah untuk sholat, di ikuti oleh Reynal di belakang, karena sedari tadi Reynal perhatikan Dela hingga jalan ke mushola, Reynal pun langsung menyusulnya.
Reynal mendekati Dela, ia meminta Dela untuk berjemaah, Dela lalu mengangguk tanda mengiyakan untuk sholat berjemaah.
Ya Dela memang marah kecewa, tapi ia tau batasan dimana saat ia harus patuh, apalagi sholat, Dela tidak pernah menolak ajakan Reynal untuk selalu berjemaah bersama jika ada kesempatan.
Usai sholat Dela mencium punggung tangan Reynal, lalu cepat-cepat pergi darinya, ia tak ingin membahas masalah tadi yang buat Reynal bersalah, Reynal menghela nafasnya lalu kembali ke teman-temannya.
" Rey... lo dengan maru itu terlihat dekat, ada hubungan apa, atau siapanya kamu, dia? " ucap Dion yang tak sengaja melihat Reynal sholat jemaah tadi.
" Apa dia adek lo atau saudara lo? tanya Dion lagi.
" Lebih dari itu " ucapnya singkat dan meninggalkan Dion.
Kini mereka sudah mengumpulkan surat cinta serta kado, untuk para panitia atau para senior yang mereka kagumi.
Terlihat wajah Dela yang merasa bosan, dengan hal yang tak diinginkan, menunjukan wajah yang tak besahabat.
Dari kejauhanan Reynal tersenyum lalu mengaktifkan camera ponselnya, dan mengambil foto yang langka, memasangkan ke historinya disalah satu sosmednya, " Kelinciku ."
Beberapa komentar manis, beberapa berkomentar penasaran siapa yang dimaksud oleh Reynal, karena Reynal sengaja, tidak menandai siapa gadis tersebut, biarlah mereka bertanya-tanya dengan sendirinya, dan tau dengan sendirinya, seenggaknya Reynal telah mengakui tidak sendiri, atau melajang melainkan sudah memiliki teman hidup.
πππππππππππππππ
.
.
Bersambung.
.
.
Hai semua, selamat siang, terima kasih yang masih bersabar menunggu ku untuk up, karena seringnya ada kesibukan di luar, hingga selalu telat untuk meng up Tata dan Lala.
Oh iya dukung terus ya cinta senior galak,
dan jangan lupa tinggalkan jejak kalian, terims kasih.
salam hangat β€
Reynal&Delaπ«
__ADS_1
ππ