Cinta Senior Galak

Cinta Senior Galak
Eps- 80 Prom Night#


__ADS_3

Hari ini semua siswa /i, bersiap untuk prom night, Reynal Cs membantu osis untuk pesta nanti malam, jam kosong disekolah karena disambut oleh prom night party di Sekolah.


Semua menyambutnya dengan suka cita tanpa terkecuali, Dela cs juga menyambutnya, tetapi tidak dengan Dela, yang uring-uringan berada diSekolah.


Bahkan ia pergi ke Uks hanya untuk tidur, Aldo hanya menggelengkan kepalanya, melihat sahabat dari oroknya, tak ada berubahnya.


" Del kantin yuk" Ajak Aldo,


" Ado aja, dengan yang lainnya, Dedel ingin tidur " ucapnya tanpa melihat Aldo, Aldo hanya membuang nafasnya, lalu pergi meninggalkannya.


Reynal, yang melihat Aldo dan yang lainnya melintas, Tapi tak terlihat Dela disana, Reynal kembali menyelesaikan pekerjaannya.


Mereka memesan makan dan miminta orang kantin untuk mengantarnya ke taman belakang, karena hari ini tidak ada , belajar mengajar kebanyakan mereka banyak nongkrong, dikantin sehingga terasa penuh berada disana.


" Beb, ntar malam gimana?" tanya Rani.


" Udah santai beb, kita datang lah.." ucap Aldo.


" Yang punya acara kan kelas 12 kenapa kita ikutan" ucap Samir mencibir.


" Cuci mata Sam, sepet mata gue ketemunya lo dua pada" ucap Rani yang menyantap makanannya.


" Huh sekate-kate" ucap Mira yang menonyorkan kepala Rani.


" Udah jangan ribut noh makan ntar dingin"ucap Aldo.


" Dedel sudah punya Kak Rey, masih juga kebiasaannya gak berubah" ucap Rani.


" Apa... punya Rey maksud lo apa?" tanya Felia yang tak sengaja lewat kearah mereka.


" Huh pengacau datang" ucap Mira malas.


" Bukan apa-apa,dan bukan urusan lo," ucap Rani.


" Jelasin gak atau-" ucap Felia terputus.


" Udah deh, jangan sok ngancem, gue tau semuanya, tentang diri lo jangan berlagu lo, ingin miliki kak Rey" ketus Rani.


" Apa Maksud lo"


" Maksudnya nyah lo dari sini , gak liat kita lagi makan." usir Aldo.


" Uuhh... sialan lo semua" ucap Felia sambil pergi.


Reynal sudah berada di uks, ia mencari Dela yang tiduran disana, Reynal mengembangkan bibirnya melihat Dela yang tidur, terlihat begitu teduh wajahnya,


Mengusap pucuk kepala dan mengecupnya.


Dela yang merasa ada yang menyentuhnya membuka matanya, lalu tersenyum entah apa yang membuatnya saat membuka matanya, ia tiba-tiba tersenyum dengan Reynal, Reynal lalu membalas senyuman Dela yang menurut Reynal langka.


" Tata" panggilnya dengan suara seraknya.


" Ayo bangun dulu, Tata sudah meminta orang kantin buatkan susu untuk Lala" ucap Reynal" Nanti, pulang duluan ya, minta antar sama Aldo" ucap Reynal lagi.


" Ada Azar juga?"


" Iya , Tata gak mau kalian berdua kenapa-kenapa, cukup kesalahan Tata waktu itΓΉ, Tata takut kehilangan Lala, maafin Tata yang gak pernah jagain Lala, malah Aldo yang jaga Lala selama ini" ucap Reynal penuh penyesalan lalu tersenyum dan mengusap kepala Dela.


Tak lama ada yang mengetuk pintu, Reynal menggeserkan kursinya lalu melangkah membuka pintu, ternyata orang kantin membawa segelas susu untuk Dela, Reynal pun menerimanya.


Reynal lagsung menyodorkam susu yamg ua bawa ke Dela" Minum dulu selagi hangat" Dela pun langsung menerimanya, dan memimum susu yang Reynal diberikan, Dela hanya diam mendengarkan ucapan Reynal, Dela begitu terharu.


" Del...nih gu-" ucap Aldo yang masuk ke uks.


" Opps maaf gue ganggu" ucap Aldo yang menggaruk kepalanya yang tak gatel.


" Apaan si lo Do" ucap Dela.


" Hehe... gue gak ganggu kan Rey, kirain lo gak ada disini, jadi gue bawa makananan nih untuk dedel" ucapnya lagi dengan senyum kudanya.


" Nanti Lala pulang dengan Lo, antar kerumah Bunda, gue masih ada urusan gue titip dia ke lo" ucap Reynal tnpa basa basi.


" Tanpa lo pinta pun gue lakuin, asal lo gak usah buat Dedel nanggis, satu lagi jaga dia untuk kita, gue nyayangi dia kaya Adek gue sendiri" ungkap Aldo lalu meninggalkan mereka berdua, Reynal hanya diam tak bergeming.


// Gue janji Do, gue janji gak akan meninggalkannya ataupun menyakitinya lagi_Reynal//


Reynal menggenggam tanggan Dela lalu mengecupnya" Gue akan berusaha demi kita, demi rumah tangga kita" ucap Reynal ke Dela.


" Gue keluar dulu, gue harus balik bareng yang lain " ucap Reynal, yang dianggukin oleh Dela." Makasih" ucap Dela saat Reynal sampai pintu , Reynal menoleh dan menganggukin kepala seraya tersenyum.


// Entah kenapa hati gue merasa beda, dan jantung gue, sama saat bareng Daren_Dela//

__ADS_1


//Gue bahagia liat lo tersenyum La_Reynal//


Diluar sana para panitia sedang menata kursi, bahkan mendekor panggung yang akan dipakai nanti malam.


Reynal balik ke mereka dan membantu mereka, menata lapangan yang akan menjadi prom night mereka.


" Dari mana Lo, Rey..?" tanya David


" Iya nih main ngilang aja" tanya Kevin lagi.


" Ada urusan" ucapnya singkat.


" Urusan apa, kayaknya tugas lo selesai?" ucap David yang sedikit bingung dengan mengerutkan keningnya.


Reynal menyunggingkan bibirnya," Kelinci gue" ucapnya.


" Reno menggelengkan Kepala dan menyenggolkan bahu Reynal membuatnya hanya garuk-garukin kepala.


" Hi semua, nanti kita kumpul tepat waktu ya, gue gak ingin kita telat" ucap Felia.


" Iya...itu pastilah" ucap David.Mereka hanya menggelengkan kepala mendengar percakapan David dan Felia.


" Eh Fel.. badan lo tambah sexy aja Fel? celetuk Kevin.


" Ngmong tu yang bener ngapa, perasaan gue biasa aja" ucapnya.


" Itu perasaan lo aja Fel, tapi nyatanya memang badan lo berisi" ucap kevin lagi.


" Iya, oh lo makan tidur aja ya selama liburan" ucap David.


" Bodo ah" ucap Felia acuh walau dalam lubuknya berkecamuk,Reynal yang melihat mereka berkumpul hanya masa bodoh.


🐎🐎🐎🐎🐎🐎🐎🐎🐎🐎🐎🐎🐎🐎🐎


Sore itu Reynal pulang sesampainya dirumah ia masuk kerumah, dan langsung masuk kekamarnya karena merasa lelah, ia akan segera mandi dan melaksanakan kewajibannya untuk sholat.


Dirumah hanya mereka berdua semua anggota keluarga serta art dan sopir mereka, dboyong Bunda ke kampung rumah Eyang, kecuali security, karena besok adalah hari pernikahan kak Rien.


Dela yang sedang mainkan ponselnya, tanpa perdulikan suaminya yang sudah pulang, Reynal yang telah selesaikan sholat segera mengmbil ponselnya.


" Tata...Apaan sih Lo." kesalnya.


" Sudah solat belum, kalau belum solat geh"


" Ingat nanti kita nyusul Bunda dan Ayah"


" Iya gue ingat "


" La...kalau Tata terusin jadi anggota perwira, atau Tata nerusin ke negara kangguru gimana?, Lala boleh gak?" Tanya Reynal yang mengusap kepala Dela.


" Ya boleh -boleh aja kenapa gak, Lala bisa bebas dari Tata" ucapnya asal.


" Yakin?" ucap Reynal yang sudah menatap wajah Dela,Dela dengan mudahnya menganggukin kepalanya.


" Ya sudah, Tata ambil beasiswa yang membawa Tata pergi jauh dari Lala" ungkapnya dengan nada lirih dan sedikit kecewa dengan jawaban Dela.


Deg...!!


//Tata apaan sih, buat gue smakin takut, Takut gak bisa bertemu dengannya, cukup lima tahun yang lalu aja, lo ninggalin gue Ta gue sudah kehilangan Daren, gue takut kehilangan Lo _Dela//


//Rasa ini entah kenapa sakit, saat lo ingin jauh dari gue_Dela//


Dela terdiam sejenak ia tak ingin Reynal tau sebenarnya, yang sudah Dela sembunyiin lima tahun lalu.


"Gue mau mandi",ucapnya tiba-tiba,Reynal hanya diam menatap Dela pergi kekamar mandi dan membuang nafas beratnya.


Jam telah menunjukan pukul 19.00 wib, itu tandanya mereka akan bersiap, pergi ke prom night , disekolah mereka.


Reynal mengenakan stelan jas dan celananya yang senada dengan warna Biru dongker dan begitu pula dengan Dela memgenakan Baju biru muda, walau tak sama tapi setidaknya mendekati, mereka tak ingin orang lain menaruh curiga padanya.


" Ayo La gak usah cantik-cantik, kamu udah cantik dimata ku, gak perlu banyak polesan" ungkap Reynal, Dela merasa tersipu malu walau ia berekspresi biasa aja.


" Bodo amat, gue mau dandan gimana, untung gue mau ikut datang, seenggaknya sebagai wakil Bunda dan Ayah yang tak dapat hadir " ucapnya yang sudah membawa tasnya dengan melangkahkan kakinya keluar kamar dan di ikuti Reynal.


Tak memakan waktu lama, Reynal memarkirkan mobilnya, di parkiran sekolah, Reynal melepas setbletnya dan merenggangkan tangan dan kakinya.


" Ta... rame banget..."


" Iya yuk turun" ucap Reynal mengajak Dela turun.


Mereka berjalan menuju lapangan, Reynal memang tidak malu lagi, bahkan ia tak segan menggandeng tangan Dela, Dela yang merasa risih, dengan cepat melepaskan genggaman Reynal, tampak Reno cs melihat ke arah meraka.

__ADS_1


" Lo bawa siapa Rey, kok bidadari galak yang lo bawak, Doi mana?" Tanya David yang memang tidak tau hubungan mereka.


" Lo salah minum obat kali, Dela lo sangka Fia." ucap Kevin.


" Dia kelinci gue" ungkapnya.


" Maksud lo?"


" Dia tunangan Reynal" ucap Reno yang memang mengetahui hubungan keduanya dan membuat dua sahabatnya terdiam sejenak.


" Hah..." hanya ucapan bodoh yang mereka keluarkan.


" Lebih dari itu" ucap Reynal singkat, nanti pulang ke kafe dekat Apartemen gue, ada yang mau gue sampein ke kalian" ucap Reynal ke sahabat-sahabatnya.


" Em gue duluan bye, senior galak!" ucap Dela yang gak ingin ambil pusing.


" Senior galak ?" ucap David dan Kevin barengan.


" Iya itu untuk lo pada kenapa? ucap Dela yang pergi memingglkan tempat itu dengan mengangkat dua bahunya,Reynal lalu meminta sahabatnya untuk masuk ke lapangan.


" Rey.. kita butuh penjelasan "


" Iya kita ngumpul di kafe depan apartemen gue" ucapnya enteng.


Lalu mereka masuk bersama duduk dibarisan bangku yang sudah disiapkan, disana tampak Dela sedang kumpul bareng sahabatnya, entah apa yang mereka bicarakan tetapi Mereka terlihat begitu bahagia.


Acara demi acara berlangsung hingga sampai tiba waktunya ,acara bebas yang isinya penampilan-penampilan terbaik siswa/i Angkasa Nusa.


" Beb temani gue yuk toilet kebelet" ucap Mira ke Rani.


" Ayo Del" Ajak Rani lagi.


" Sam temani geh, mereka perempuan takutnya ada apa-apa, Dedel bareng gue disini" titah Aldo


Samir mengangguk dengan melangkah malasnya, mengikuti dua gadis yang sudah berjalan lebih dulu.


Di toilet Rani dan Mira melihat seorang yang mengangkat telpon sambil menanggis, karena ia berada disana sendirian.


" Siapa tu yang nanggis" bisik Mira, Rani dan Samir hanya angkat bahu,


"Udah buruan gue, tinggal kalau lama" ucap Samir, namun betapa terkejutnya mereka melihat sosok Felia, gadis yang menanggis saat menerima telpon.


" Felia?" panggil Rani yang sedikit ragu.


" Ngpain lo disini sendiri menanggis? " tanyanya lagi.


" Bukan urusan lo" ucapmya yang menghapus air matanya.


" Ya...ya memang bukan urusan gue, ulet nangka" ucap Rani janggah.


Felia langsung mendekat Rani dan menyenggolnya dengan keras, lalu pergi meninggalkan mereka.


" Aneh..." ucapnya setelah melihat kepergian Felia, Felia sendiri pergi keluar parkiran, karen sudah ada jemputan untuknya.


" Kenapa Beb?" ucap Mira yang baru keluar toilet.


" Gak apa ayo balik, kasihan Aldo dan Dedel nungguin kita" ucap Rani dan diangguki oleh Mira dan Samir.


Malam itu milik anak kelas 12, dalam dua hari lagi mereka akan mendengarkan kelulusan mereka.


Reynal menghampiri Dela, cewek yang rusuh dan suka berkelahi, bahkan selalu berdebat dengannya, banyak mata memandang ke arah Reynal, mereka syok saat Reynal menggenggam tangan Dela, terlihat sangat romantis.


" Ta malu...lepaskan" ucapnya yang mengerti ada yang melihat kearahnya bahkan memperhatikan mereka.


" Bodo.. gue gak akan pernah melepaskan" ucap Reynal.


" Kenapa?, banyak orang, banyak siswa/i dan masih ada beberapa guΕ•u Ta" ungkapnya, yang masih mengikuti langkah Reynal.


" Lo ngeselin" Dengan kesal dan bibir di majuin.


Mereka berhenti disuatu tempat, yang menjadi tempat favorit Reynal selama ini, sebuah tempat yang terbilang jauh dari keramain, mereka berada di rooftop, atap sekolah.


Reynal menghirup udara malam yang indah walau bintang tak ditemani oleh bulan, meminta Dela duduk dikursi panjang, Reynal menggandeng pinggang Dela dan Entah kenapa Dela langsung menyenderkan kepalanya dibahu Reynal.


" Tata takut kehilangan Lala, Tata gak akan biarin Lala lepas dari Tata, Tata gak akan lakuin hal bodoh itu lagi" ucap Reynal yang kini mengusap kepala Dela , hangat dalam dekapannya, Dela yang mendapat perlakuan dari Reynal hanya diam dalam dekapan Reynal.


πŸƒπŸƒπŸƒπŸƒπŸƒπŸƒπŸƒπŸƒπŸƒπŸƒπŸƒπŸƒπŸƒπŸƒ


.


.

__ADS_1


Bersambung


__ADS_2