Cinta Senior Galak

Cinta Senior Galak
Eps- 78 Berprasangka Baik#


__ADS_3

" Lepaskan Fi..., kita gak bisa seperti ini, tolong mengerti lah" ucap Reynal yang melepaskan pelukan Fia tapi ditahan oleh Fia.


" Ay... biarkan seperti ini sebentar-" ucap Fia yang sedang memeluk Reynal.


" Fi, aku minta maaf karena menyakitimu, semua salahku, harusnya dari awal kita gak punya hubungan" ucap Reynal dengan menyesal.


" Ay, apa aku salah mencintaimu, apa aku salah merinduimu apa aku salah-" ucapnya tanpa melepaskan pelukannya.


" Sssttt..... " ucap Reynal yang menempelkan jarinya memulut Fia, kamu tidak salah, aku yang ciptakan ini semua, dan maafkan aku jika ku menyakitimu, maaf aku harus mengejarnya" ucap Reynal melepaskan pelukan Fia.


Reynal membereskan ruang kerja, , lalu menutup ruang kerjanya, dengan sedikit memaksa Fia agar segera kelur, ia keluar mencari Dela, tampak Dela duduk dibangku dekat ruangan Aldo, karena Aldo juga berada disana.


Aldo melihat Reynal berjalan ke arahnya dan diikuti Fia dibelakangnya, tangan Aldo mengeras dan emosi, tapi ia tahan karena Dela yang tampak biasa saja.


" Rey..sebaiknya lo selesaikan masalah lo dengan dia, gue dan Dedel akan duluan pergi kerumah Bunda" dengan raut wajah yang tak diartikan.


Aldo juga Dela pergi meninggalkan ruangannya dengan meninggalkan Reynal, tampak Reynal yang mengusap wajah kasarnya lalu mengepalkan tangannya dan meninjukan ke dinding yang tak jauh darinya.


" Ay..., biar mereka pergi, aku kangen kamu, apa kamu tak memiliki rasa yang sama lagi denganku?" ucap Fia yang masih mencoba mencegah Reynal dengan menahan tangan Reynal.


" Fi.. aku memang mencintaimu, aku juga menyayangimu, tapi itu semua berubah, nyatanya aku gak bisa jauh darinya, dan aku tak ingin menyakitinya untuk yang kedua kalinya" ucap Reynal tanpa melihat ke Fia.


" Satu lagi dialah alasan ku selama ini, setengah dari tanggung jawabku, menjadi tanggung jawab ku sepenuhnya, dia istriku Ay, tolong jangan sakiti dia, aku berterima kasih, dengan kejadian-kejadian belakangan ini, itu makin membuka mata ku, mana yang harus aku pertahankan" jelas Reynal dan kemudian Reynal melepaskan tangan Fia dan pergi meninggalkannya sendiri disana.


Reynal melajukan motornya kerumah Bunda, menyusul Dela dan Aldo yang lebih dulu kesana.


Sesampainya disana tampak Aldo sedang menyicipi kue yang dibuat Bunda, bersama Dela yang sedang manja dalam pelukan Bunda.


Setelah mengucap salam Reynal, ikut bergabung dengan mereka, lalu mengusap kepala Dela dengan lembut serta mencium punggung tangan Bunda.


" Sudah?" tanya Aldo yang seolah menanyakan persoalan Reynal dan Fia, Reynal menganggukin kepalanya.


" Bunda, Rey ganti baju dulu " pamitnya untuk mengganti baju seragamnya yang masih ia kenakan.


" Bun, Aldo nyusul Rey deh, Aldo mau pinjam baju gerah nih" pamit Aldo yang ke Bunda yang masih setia memeluk mantunya, yang sangat ia rindui, ia mengerti pasti ada masalah dengan Reynal.


Dikamar, Reynal mandi lalu menggantinya dengan baju santi celana selutut, dan mengambilkan pakaian untuk Aldo.

__ADS_1


" Rey, lo antar tu anak?" tanyanya kepo


" Gak.."


" Rey hati-hati dengan dirinya,dan Lo jangan jadi banci yang takut dengan dia, lo sudah beristri jangan sampai gue tampol tu muka" ucap Aldo yang masih kesel dengan Reynal.


" Tenanglah, ruangan gue dan lo ada Cctvnya kita bisa cek besok Do" ucapnya santai,Aldo hanya manggut -manggut mengerti.


Keduanya sudah berada di meja makan, bersama Bunda dan Dela, " sayang pernikahan kak Rien kan seminggu lagi, kalian akan hadir kan?" tanya Bunda kepada tiga anaknya.


" Ado ikutlah Bun, ntar bareng Mami Papi" ucapnya antusias.


" Rey...? " tanya Bunda


" Iya , setelah prom night, Rey dan Lala akan nyusul Bunda dan Ayah kesana" ucapnya dengan santai, sambil melihat Dela yang masih dalam pelukan Bunda.


Bunda mengajak mereka makan bersama, Bunda sangat merindui ketiganya, apalagi candaan mereka, Bunda paham jauh dilubuk hati Dela tersimpan sebuah rasa namun tertutupi dengan egonya.


Usai selesaikan makan Aldo pamit pulang, Aldo ingin berlama tapi ia ingin memberi ruang untuk Reynal selesaikan masalahnya ke Dela, karena kedua sahabatnya yang sangat ia sayangi, ia tak ingin keduanya dirundung masalah, walau sejatinya membina rumah tangga tidak selalu berjalan lurus -lurus terus.


Dela mencoba berprasangka baik, dan jauh dari fikiran jelek, ia tau Reynal yang ia kenal tak begitu, hanya saja rasa itu hilang begitu saja sejak lima tahun yang lalu, atas kejadian itu, yang Reynal sendiri tidak mengetahuinya.


πŸ‡πŸ‡πŸ‡πŸ‡πŸ‡πŸ‡πŸ‡πŸ‡πŸ‡πŸ‡πŸ‡


Di tempat lain Mira dan Rani berhenti di sebuah Apartmen, milik Alex, mereka menunggu Alex turun, sambil menunggu mereka bersantai dimobil.


Tak sengaja mereka melihat sosok yang tak asing bagi mereka , sosok gadis yang sedang berjalan dengan seorang pria dengan sedikit dipaksa oleh pria itu.


" Beb, gue gak salah liat kan, bukannya itu Felia ya?" Tanya Mira yang tak lepas pandangnya.


" Mana?" Tanya Rani.


" Itu-, " ucap Mira dengan menunjuk kearah seorang gadis baru saja turun dari mobilnya, dengan cepat Rani mengambil ponselnya dan mengambil beberapa foto.


" Dapat, cakep..." ucap Rani dengan mengembangkan senyumnya.


" Kira-kira siapa laki-laki itu ya, sepertinya itu seumuran deh dengan kak Alex " ucap Mira yang perhatikan Laki - laki yang sedang bersama Felia.

__ADS_1


Tok-Tok...


Mereka menoleh ke arah yang diketuk pintu ternyata Alex yang datang, Rani lalu turun dan membuka pintu mobilnya dan keluar.


" Maaf kakak lama" ucapnya, " Aku hanya anter ini dari mami, tadi mami minta tolong kasih ini ke kamu yank" ucapnya lagi dengan melemparkan senyumnya.


" Terima kasih " ucap Rani , dengan muka cute yang buat Alex gemes yang kemudian mengusap kepala Rani dengan sayang,Rani sedikit malu karena ada Mira yang melihatnya,Rani terkejut saat Mira meneriakinya sedikit kencang.


" Rani gue jomlo, bisa gak usah memamerkan ke uwuan" mereka lalu tersenyum melihat Mira yang tak ingin melihat keduanya bermesraan.


" Ya udah kita balik ya kak," ucap Rani yang berpamitan dengan Alex kekasihnya.


" Tunggu..., Ran tolong lo keluarin foto yang baru lo ambil, soal Felia " Ucap Mira yang meminta Rani segera bertanya ke Alex.


Rani yang mengerti ia langsung keluarin ponsel dan menujukan sebuah foto, Alex lalu perhatikan gadis yang masih mengenakan seragam sama seperti Rani kekasihnya, dan seorang laki-laki yang membawanya sedikit memaksanya.


Alex menceritakan kalau laki-laki itu adalah seorang ceo muda, namun sikapnya dingin, dan ia pemilik Apartemen di lantai paling atas, dan setahunya gadis itu bukan pertama kalinya, ia liat bersama laki-laki itu.


" What... berarti-" ucap Mira yang sedikit teriak.


" Jangan prasangka jelek dulu Mir, mana tau itu kakaknya kita kan gak tau kebenarannya" ucap Rani, walaupun memiliki fikiran yang sama, Mira lalu mengangguk mengerti.


Tak lama mereka berdua pamit untuk pulang karena hari mulai sore, Mereka melajukan mobilnya keluar apartemen.


" Gila tu Felia, kalau dia ganggu Dedel dan kak Rey, bakal kita bongkar nih masalah dia, simpanan om-om, walau tampan dan masih muda, jangan-jangan dia dijual oh no" ucap Rani yang berfikiran jelek, padahal tadi dia yang bilang jangan berfikiran jelek,tapi sekarang malah sebaliknya.


" Udah yang penting kita sudah tau kartu As, dia gak bisa macam-macam lagi dengan kita." ucap Mira yang masih mengemudi dengan kecepatan sedikit kencang, dan hanya dapat anggukan dari Rani.


πŸƒπŸƒπŸƒπŸƒπŸƒπŸƒπŸƒπŸƒπŸƒπŸƒπŸƒπŸƒπŸƒπŸƒπŸƒ


.


.


Bersambung


Salam hangatπŸ€—

__ADS_1


Reynal & DelaπŸŽπŸ‡


__ADS_2