Cinta Senior Galak

Cinta Senior Galak
Eps - 128 Bius cinta#


__ADS_3

" Sudah siap sayang?" Tanya Reynal ke Dela.


" Iya..., ayuk" jawab Dela, yang menenteng tasnya.


Sesuai ucapannya kemarin, mereka akan datang kerumah sakit untuk menjenguk Rani, harusnya semalam, tapi melihat Reynal lagi tidak baik keadaannya, maka sebelum ngampus mereka ke Rumah sakit terlebih dahulu.


Dela tak tega yang melihat Reynal menggigil, sehingga ia putuskan untuk tetap berada dirumah.


Dela bukan gadis yang dulu, pergi seenaknya pulang seenaknya, dan pergi begitu aja tanpa persetujuan, karena ia kini sudah bersuami dan memiliki seorang anak.


" Yang nanti jaga emosinya ya, mas gak mau kamu kenapa-napa" peringat Reynal yang menggandeng pinggang Dela


" Iya mΓ‘s." ucap Dela seaya menoleh Reynal.


Sesampainya Di meja makan Dela langsung duduki kursi yang kosong sedangkan Reynal kedapur untuk mengambil susu dan roti untuk Dela tak lama kembali lagi ke meja makan.


" Nih sarapannya sayang" ucap Reynal yang memberikan susu dan Roti , lalu meletakan sarapan di hadapan Dela. Dengan mendudukan dirinya dikursi.


" Ee-Mm..." Dela seraya mengangguk.


" Gimana kabar Rani Del?" tanya Mama yang baru datang dari dapur dengan semangkuk nasi gorengnya.


" Katanya sudah siuman Ma," ucap Dela sambil mengunyah rotinya.


"Syukurlah... , mama turut Lega mendengarnya" ucap Mama .


" Ma titip Dava ya, Em nanti Dedel jemput deh" ucapnya lagi.


" Gak usah neng, biar Bibi aja yang jemput, nanti langsung ke Apartemen Neng" ucap bibi yang dari belakang.


" Ok bik, makasih Bi" ucap Dela seraya tersenyum renyah.


" Iya neng sama-sama" ucap Bi Marni.


" Pagi sayang" ucap papa yang kemudian mengecup kepala sang mama.


" Pagi juga pa" balas Mama.


" Hem...mulai deh" ucap Dela yang mencibir ke Papanya.


Reynal sedari tadi diam dan menikmati makannya, agar cepat selesaikan sarapannya, sambil mendengar obrolan istri dan kedua orang tuanya.


" Ma kita pergi dulu ya , Kita mau liat keadaan Rani" ucap Dela yang telah selesaikan sarapannya.


" Iya sayang salam untuknya" jawab mama yang masih setia menemani papa.


" Iya Ma.., nanti kita sampaikan" ucap Dela.


Mereka lalu bersalaman dan pergi, mereka pamit pergi, Dela maupun Reynal bersyukur Dava anak yang mandiri ia tak manja, mungkin karena terbiasa di panti.


Setelah pamit pergi mereka menuju halaman dimana mobil sport milik Dela mereka kenakan Dela tersenyum renyah , karema Reynal mau memakai mobil kesayangannya.


"Tumben?" tanya Dela yang melihat Reynal mengeluarkan Mobil milik Dela yang lama gak dikendarai.


" Pengen aja" jawab Reynal singkat.


Mereka menuju rumah sakit tapi sebelumnya mereka berhenti disebuah toko buah untuk buah tangan, Rani sahabatnya, kurang lebih 20 menit mereka sampai dirumah sakit.


Tampak wajah bahagia mereka, Reynal yang kali ini gak akan biarkan Dela lari atau jalan sendiri dengan sigap ia mengenggam tangan Dela lalu berjalan menyusuri lorong rumah sakit.


" Assalamualaikum"


" Waalaikumsalam" jawab mereka yang ada di dalam.


" Beb... " Dela yang lari ke brankar begitu aja dan meluk sahabatnya yang masih berbaring menerima pelukannya.


"Gimana ke adaan lo?" tanya Dela.

__ADS_1


" Udah mendingan" jawab Rani lirih.


" Syukurlah gue khawatir sama lo, lo yang sabar ya?"Ucap Dela yang melepaskan pelukannya.


" Gue udah gak papa, iya Del gue akan mengiklaskannya" ucapnya perih.


" Eh kok lo nangis Del? " Heran Rani


" Gue terharu aja" ungkapnya yang menyeka air matanya.


" Terharu...so sweet..." ucap Rani.


" Oya jarang-jarang kan lo nanggis, " ungkap Rani lagi.


" Ih apaan si lo." yang lagi-lagi menyeka air matanya.


" Mama titip salam buat lo katanya cepat sembuh" ucap Dela yang kini menggenggam tangan Rani.


" Ohya, salam balik buat mama bilang gue baik-baik aja " ucap Rani yang berusaha tersenyum.


Disaat mereka lagi asik ngobrol, Reynal mendekat ke Dela dan mengusap pucuk kepala Dela dengan lembut.


" La... mas permisi dulu, mau ke kamar mandi " ungkap Reynal yang dianggukin Dela.


" Ngapa laki lo? keliatan pucet?" tanya Rani yang tak sengaja liat wajah Reynal.


" Ah masa sih?" ungkap Dela yang sebenarnya bingung.


" Iya cek geh.." Titah Alex yang meminta Dela cek Keadaan Reynal.


Tapi Dela belum pergi menyusul Reynal, Reynal sudah kembali dengan keringat becucuran.


"Mas..." panggilnya


" La..., mas gak bisa lama-lama disini ?" ucapnya yang menahan segala yang menusuk hidungnya.


" Em...Yah udah kita pamit pulang aja kalau gitu" ucap Dela yang mengerti kondisi suaminya.


" Beb...nanti sepulang kuliyah gue sini lagi deh, sepertinya laki gue lagi gak sehat" ucap Dela yang memeluk dan mencium sahabatnya lalu bersalaman dengan Alex suami Rani " salam buat tante" ucap Dela sembari pergi, Mereka keluar pintu dan menutupnya kembali.


" Yang ada yang aneh gak didiri Dedel? tanya Rani yang perhatikan Rani hingga Dela menutup pintunya.


" Iya...tapi yah sudah nanti kita tanya yang penting kamu sehat dulu" ucap Alex, Rani menganggukin kepalanya.


Sementara Dela sudah berada dikantin minta buatkan teh hangat untuk Reynal agar lebih enakan sementara Reynal berada dimobil.


//Aneh Lala yang berbadan dua kok gue yang ngidam ya, tapi gak apa la setidaknya gue ikut rasakan orang lagi gidam _Reynal//


//Untunglah gue, sempat Lala gue mana tega melihatnya seperti ini_Reynal//


" Ini mas minum Dulu mumpung hangat" ucap Dela yang sudah membuka pintu mobilnya.


" Makasih yang" jawab Reynal.


" Sama-sama" jaeab balik Dela.


Reynal membuang nafas leganya lalu mengusap pucuk kepala Dela dan menyengir gigi kuda yang menegaskan ia baik -baik aja.


" Jangan hawatir, Mas gak papa" ucap Reynal lalu melajukan mobilnya, Dela lalu mengangguk mengerti.


" La...," panggil Reynal lembut.


" Hem..." jawab Dela dengan dehem.


" Mas merasa bersyukur karena kamu selalu ada untuk mas, dan mas bersyukur ada anggel disini" ucap Reynal yang menatap Dela.


" Sok puitis deh, kaya Dilan " cibir Dela.

__ADS_1


" Kok Dilan, salah Rey sayang" kekeh Reynal yang sekilas menatap Wajah Dela.


" Sayang aja mata mas tertutup, dan baru nyadari saat kamu bersama Daren rasanya ada yang hilang" ucap Reynal lagi.


" Tuh mulai lagi, belajar sama siapa kak Dian kah atau Reno? " tanya Dela yang bingung dengan sikap Reynal yang sejak menikah jarang sekali mengeluarkan kata-kata yang buatnya melambung tinggi.


Mereka pun tertawa geli setelah terdiam sejenak, mereka mentertawai diri sendiri yang buat mereka merasa aneh saja, karena dari kecil bareng dan tak ada cinta, namun tersadar saat mereka memilih orang lain untuk mewarnai hidupnya.


Tapi keduanya saling merindukan itu tanpa mereka sadari, seperti Dela yang sempat merasa kehilangan saat Reynal memilih Fia hingga ia dapat menjauhinya dan berlabuh hati ke Daren.


Begitu pula sebaliknya walau tak menyadari ada seorang yang kehilangan hingga ia pun merasakan hal yang sama, mungkin benar cinta hadir kala cinta itu terbiasa, atau cinta itu akan hadir jika kita merasa kehilangan.


Tak terasa mereka sampai kampus, Reynal yang sedikit protektif ia mengantarkan Dela hingga keruangannya dengan tetap menggengam tangannya hingga sampai depan ruangannya.


Dela awalnya ingin melepaskan genggaman tangan Reynal, tapi Reynal melarangnya " Jangan dilepas, biarkan mereka berkata apa" begitulah Reynal berkata yang ingin memberi tahu jika ia tidak sendiri/ jomlo.


" Masuk geh" titah Reynal yang dianggukin oleh Dela.


" Kak Rey, ngantar Dedel?" tanya Fahri yang sama halnya menggandeng Sesilia masuk keruangannya.


" Iya, titip yang ada disana ya bro" pintanya.


" Oh pasti kita jagain tenang aja" ucap Fahri dan Sesilia yang hampir barengan.


" Thanks bro" ucap Reynal yang menepuk bahu Fahri pelan lalu ia berlalu pergi.


Kepergian Reynal , Fahri dan Sesilia mendekati Dela " Kak Rey bucin akut " ungkap Sesilia, Dela yang mendengarkan hanya tersenyum mendengarkan Sesilia ngoceh padahal Sesilia sendiri sama bucinnya sampai tak ingin lepaskan genggamkan tangannya dari genggaman Fahri tapi ia memilih diam dan hanya tersenyum.


Tak lama Dosen datang dan mereka benarkan kursinya dan melepaskan genggaman tangannya,mendengar permintaan Sesilia dengan berat hati Fahri hanya bisa pasrah melepaskan genggaman dengan berat.


Di ruangan Reynal yang datang dan duduk dikursinya berdampingan dengan Reno yang sudah datang lebih dulu.


" Siapa?" tanya Reynal yang melihat bekal di atas meja Reno.


"Maksudnya? " tanya Reno yang tak tau apa yang ditanya Reynal.


" Di antar bekal?" ulang Reynal yang mengerti jika Reno tak paham.


" Serly..." singkat Reno yang baru paham ucapan sahabatnya.


" Sudah kena bius cinta lo ?" tanya Reynal yang mengerti.


" Sepertinya," singkatnya. Reynal mengangguk-angukin kepala lalu mengangkat dua bahunya.


Reynal lalu membuka ponselnya, menggoyangkan tangannya mengetik sesuatu entah apa tang pasti tentang pekerjaannya yang di bengkel dan cafe Latarinya yang berkembang pesat.


" Widih dapat bekal dari siapa tuh, eh kosma, dipanggil dosen tu kekantor" ucap Dian yang mendekat ke mereka.


" Iya.." ucapnya yang kemudian berdiri dan berlalu pergi.


Tak lama Reynal kembali dari kantor dan berdiri dihadapan para teman-temannya.


" Ibu tiara gak masuk dan ini ada tugas resume, dan dikumpulkan nanti" ucap Reynal yang telah sampaikan tugasnya.


Reynal duduk dikursi lalu merogoh ponselnya dan mengetikkan sesuatu ke Dela.


Kelinci❀


" Nanti malam kita dateing yuk bertiga dengan Dav


" Boleh" balasan dari Dela membuat Reynal mengulum senyumnya.


πŸƒπŸƒπŸƒπŸƒπŸƒπŸƒπŸƒπŸƒπŸƒπŸƒπŸƒπŸƒπŸƒπŸƒ


Bersambung


Salam hangat

__ADS_1


Reynal & Dela


Jangan lupa hejaknya teman dan selamat menjalankan ibadah puasa, semoga lancar. amin.


__ADS_2