
Dela berada di dekat jendela menikmati malam yang dingin, yang biasanya ia habiskan untuk bersama teman-temannya, kini ia habiskan malam bersama Reynal, karena Reynal sudah memintanya untuk mengurangi waktu bermain dimalam hari, alasannya karena Dela perempuan dan tak ingin ada bahaya, sedikit keberatan tapi ia sadari kalau saat ini ia sudah miliki suami.
Angin berhembus membuat rambut Dela menari,dan Dela sedikit merentangkan tangannya, Reynal yang baru masuk melihat Dela berada dipembatas dibalkon menikmati malam, beserta angin yang menyapa mereka.
Reynal membawakan segelas susu untuknya, dan meletakan di meja dekat sofa, lalu mendekati Dela dengan mendekap tubuh Dela mencium curuk jenjang Dela.
" Ta-"
" Iya-"
" Lepaskan-"
" Biarkan seperti ini, aku beneran rindu kamu La" ucap Reynal yang ikut menikmati malam itu dibalkon, Dela tak dapat berbuat apa-apa ia hanya mengangguk, ia pun juga merasakan hal yang sama ia juga sangat merindui Reynal.
" Masuk yuk, Tata sudah buatkan susu"
Reynal masih memeluknya dan kemudian mengangguk, lalu Reynal membawa Dela masuk dengan menggandeng Dela.
Dela mengambil susu dan meneguknya, sementara Reynal mengambil beberapa buku sekolah Dela sesuai mata pelajarannya dan masukin ke tas Sekolah yang sebelumnya sudah ia periksa.
" La.. tugas fisika kamu belum siap nih, ayo kerjakan dulu" ucap Reynal.Dela mengangguk dan langsung kemeja untuk selesaikan tugasnya dengan bermalas -malasan.
" Udah tinggal dikit lagi buruan" titah Reynal.
" Gue gak ngerti yang ini, besok aja nyontek Ado" ucap Dela yang sudah melihat soal fisika yang menurutnya rumit.
" Duduk sini, Tata Ajari" Dela duduk dan nurut, lalu perhatikan soal yang dikerjakan oleh Reynal, namun apa daya matanya sulit untuk bersahabat, dan akhirnya ia tertidur padahal ia belum sempat memindahkannya ke buku tugasnya.
Reynal membuang nafas dalamnya, lalu membopong Dela ke ranjang tidur mereka, lalu menarik selimut hingga kedada.
Mengusap Kepala Dela dan mengecup pucuk kepala Dela, Reynal kembali ke meja belajar menyelesaikan tugas Dela , baru ia akan merapikan buku-buku Dela untuk besok yang akan dibawa.
Reynal iklas melakukannya, menyiapkan segala keperluan Sekolah Dela, ataupun makannya, ia mencoba menjadi suami sekaligus ibu untuk Dela.
Reynal merasa kantuk dan memutuskan untuk ikut tidur menyusul mimpi Dela.
πππππππππππππππ
Pagi ini Bunda sudah sibuk di dapur, Dela turun setelah selesaikan solatnya, menemui Bundanya yang sedang masak.
" Pagi Bun" sapa Dela
" Pagi cantik" jawab Bunda yang sedang menggoreng kentang
" Bunda buat sarapan apa?" tanya Dela dengan menarik kursi disebelahnya.
" Keroket sayang , sebagai campuran sarapan kita kali ini" ucap Bunda yg menoleh kearah Dela.
" Apa bunda?"
" Soto" ucap Bunda, Dela hanya angguk-anggukin kepalanya.
" Terus Dedel bisa bantu apa nih Bunda?"
" Kamu kupas bawang aja ya sayang, bibi lagi halusin dagingnya.
" Ok bun,siap"
Bunda yang sedang menggoreng kentang dan membut Kuah Sotonya, Bunda dikejutkan oleh teriakan Dela.
" Bunda, pedih mata Dedel, Dedel gak bisa lihat ! , teriak Dela yang mengibas-ngibaskan matanya dengan tangan serta mata yang ikut berair.
" Sayang -" ucap Bunda yang segera matikan kompornya sejenak dan segera mengangkat kentangnya, tapi Reynal sudah berada disampingnya, mengusap air mata Dela dan mengecup kedua mata Dela.
" Gimana, udah lebih baikan?" tanya Reynal yang hanya dapat gelengan dari Dela.
" Ya udah sini Tata hembus tahan ya " ucap Reynal, Bunda yang melihat Reynal begitu khawatir dan telaten membuat Bunda tersenyum dan bernafas lega.
^ Ternyata anak-anakku telah kembali^ Bunda lalu kembali menghidupkan kompornya dan meneruskan masaknya.
" Sudah tinggalin aja ya" titah Bunda ke Dela
" Tapi Dedel ingin bantu Bunda" ucap Dela dengan cemberut
__ADS_1
" Hem... jangan kupas bawang ya, yang lain aja, Tata khawatir" ucap Reynal yang mengerti bahwa Dela tidak pernah injak dapur untuk masak.
" Tapi...,"
" Sudah, kamu bantu Bunda siram tanaman aja ya, jadi istri Tata gak harus pinter masak kok, yang penting bisa bareng-bareng terus itu sudah cukup La " ucap Reynal yang tak ingin Dela berada di dapur, " Bukannya selesai masak yang ada kamu kenapa-kenapa lagi" ucap Reynal lagi
" Huh... iya iya, mending mandi, Bun Dedel ke atas aja, maaf Bun gak jadi bantuin, ada ketos galak sejagat raya naik level jadi posesif" ucap Dela yang langsung menggeser kursinya, dan pergi meninggalkan dapur.
Reynal hanya bisa menggelengkan kepalanya, sementara Bunda tersenyum melihat tingkah kedua anaknya.
Pukul 07.00 wib, Dela sudah siap dengan seragamnya Dan Reynal langsung mengajak Dela berangkat sekolah. " Ayo La nanti telat-" ucap Reynal yang sudah menjijing tas Dela.
" Iya, lo rapi amat?" tanya nya
" Iya, mau kekampus, aku pilih kampus swasta saja, kampusnya bagus kok dan kamu bisa disana juga nantinya biar Tata lebih dekat jaga kamu, Tata juga sudah ngomongin ini tadi waktu kamu mandi sama Ayah juga Bunda.
" Ogah satu Sekolah lagi dengan lo, yang ada gue semakin gak bebas aja lo buat"
ucap Dela yang keluar dari kamarnya.
Reynal hanya menampakkan senyum semiriknya, Lalu mengikuti Dela keluar kamar dengan menjinjing dua tas.
" Yah, Dedel boleh gak bawa mo-"
" Gak-"
" Ish apaan sih "
" Buat apa lagi, aku bisa anatar" ucap Reynal gak mau kalah.
" Bener tu Del kata Rey-" kata Ayah.
" Ih ayah kok bela Tata sih"
" Bukan begitu, tapi suami Dedel sudah melarangnya, jadi ayah gak bisa berbuat apa-apa, lagian Dedel kemarin janjinya, boleh bawa mobil saat Tata sibuk"
" Tapi Tata kelewatan Yah" gerutu Dela Reynal hanya diam dan meneguk susunya.
" Mama, Papa kok bisa disini?"
" Iya, Papa sama Ayah ada kerjaan bareng, kalau Mama sama Bunda kamu biasa mau nyalon" ucap Sang papa.
" Iih gak ada yang lain apa?" masih mode keselnya.
" Gak Ada, itu rahasia biar para, lelaki pujaan hati tetap melihat kita muda terus, kamu nanti sekali-sekali ikut kita" bisik Mama ke putrinya.
" Ogah" ucap Dela yang melipat kedua tangannya di dada.
" Udah yuk , sarapan dulu, sedari tadi ngobrol terus" Ajak Bunda yang sudah membawa soto ke meja makan.
Usai sarapan Reynal dan Dela pamit pergi kesekolah, seperti yang dikatakan tadi Reynal mengantar Dela ke Sekolah, bahkan kali ini Reynal mengantar Dela, gak hanya sampai gerbang melainkan parkiran Sekolah, Dela dengan sengaja membiarkan Reynal yang masih di mobilnya dengan menjinjing tasnya.
//Rasain lo, siapa suru antar gue_Dela// Dengan senyum Devilnya.
" Halo Dedel" sapa para siswa yang melihat Dela masuki koridor.
" Halo juga" balasnya.
" Nih coklat untuk Lo" ucap salah satu siswa yang kemudian diterima oleh Dela.
" Ini ada sarapan sosis panggang untuk bidadari " ucap seorang lagi.
" Hem... harum terima kasih Kris.., nanti gue makan ya" ucap Dela yang mencium sosis panggang yang salah satu jajanan favoritnya.
Dari kejauhan, Reynal terlihat sedang mengepalkan tangannya dengan wajah tak dapat diartikan, matanya sedikit memerah menahan Emosinya.
" Hai kak Rey... tambah tampan aja"
" Iya nih ada keperluan apa disini?"
" Ngomong-ngomong kak Rey masuk kampus mana?"
Begitulah para siswi yang sudah berada di dekatnya, Reynal hanya terdiam melihat siswi yang sedang berada di depannya, bahkan ada yang berani menggandeng tangannya,
__ADS_1
" Tolong lepaskan, saya harus pergi"
" Ngapain sih kak, buru-buru sini aja dulu, lagian bel belum berbunyi" ucap salah satu siswi.
Dela mulai panas saat beberapa Siswi menggandeng tangan Reynal, bahkan berfoto ria.
" Huh... haredang..." ucap seorang yang melihat Dela.
" Ssst..." tahan seorang lagi.
Ya mereka adalah Rani dan Mira yang tak sengaja melihat kejadian barusan, melihat Dela dengan wajah marahnya.
Dela lalu balik ke Reynal, Reynal yang melihat Dela, menyunggingkan senyumnya.
" Heh kalian apa gak ada kerjaan yang lain, awas kalian bubar gak" ucap Dela yang tersulet emosi.
" Eh Del kenapa lo yang sewot, bak kebakaran jenggot, emang kak Rey siapa lo?" ucap salah satu siswi teman Dela.
" Iya kak Dela apaan sih, jangan ikut campur deh, mending kakak pergi sana" ucap adik kelas yang ikut bicara karena mereka mengidolakan Reynal, Dela menatap tajam ke Reynal dengan penuh Arti, Reynal yang mengerti tatapan Dela menyunggingkan senyumnya dan hanya Dela yang tau.
" Bukan mahrom" Bisiknya yang masih kedengaran oleh siswi disana.
^ Buset, apa gue cemburu, gak-gak masa iya gue cemburu, sama mereka?^ gumam Dela yang berdiri dengan mengetuk jarinya di dagunya.
" Mungkin" ucap mereka barengan
" Ado..Tata..."
" Lo gak bisa bohongin diri lo Del, bahwa lo memang sedang cemburu" ucap Aldo yang sudah dekat Dela.
" Dan kamu gak bisa bohongi perasaan kamu sendiri bahwa kamu memang mencintaiku sejak dulu, jauh sebelum Daren datang" Tambah Reynal yang menatap Dela.
Dela salting karena ucapan Reynal bener adanya, hanya saja ia sempat move on karena adanya Daren, namun rasa itu sudah kembali dengan berjalannya waktu.
" Masih gak ingin akui?"
" Eh..Em Gu gue..." jawabnya dengan gugup.
" Tatap aku Dela Riani, apa aku kurang serius dengan ini semua hem...jawab sayang" ucap Reynal yang sudah berhadapan dengan Dela.
Dela membuang nafas kasarnya, lalu membuang nafas perlahan terdengar suara bell masuk.
Triiinngggg....
" ****, nanti gue jemput, Do gue titip Dedel" ucapnya sambil mengecup pucuk kepala Dela dan meninggalkan Dela juga Aldo.
" Siap..." ucap Aldo
Dela saat ini bisa bernafas lega karena bel masuk, walaupun ini bukan yang pertama Reynal lakukan tapi entah kenapa, hatinya saat ini berdetak lebih cepat.
" Udah, lo akui saja yang sebenarnya Del, Jangan takut, apalagi ancaman dan Fia, orang-orang kita sedang mengawasinya." ucap Aldo yang mengerti akan ketakutan sahabatnya.
Dela menganggukan pelan, lalu masuk ke kelas dan disambut oleh ketiga sahabatnya, bersiap untuk mengikuti pelajaran.
πππππππππππππππ
.
.
Bersambung..
.
.
Hai kak Tinggalkan jejak kalian
beri aku semangat ya...
Salam Hangatπ€
Reynal & Delaπ¦π§
__ADS_1