Cinta Senior Galak

Cinta Senior Galak
Eps - 20 Ulah Felia #


__ADS_3

Dikantin Dela cs sudah pesan makan, Dela hanya pesan minum, karena Bunda sudah membawakan bekal untuknya, Aldo baru sampai kantin dan langsung gabung bareng mereka.


" Del Bunda lo baik banget sih" Kata Mira.


" Iya Bunda memang baik, minta apa aja bakal dikasih deh" ucap Dela.


" Bunda lo cantik nggak? Tanya Mira lagi.


" Cantik dong, mau coba gak nasi goreng buatan Bunda? kata Dela menawarkan.


" Gue kepo nih, tadi satunya untuk siapa?" tanya Samir.


Dan itu membuat Dela terdiam dengan pertanyaan Samir, karena setahu mereka, Dela maupun Aldo tidak mau terbuka soal siapa Reynal sebenarnya, walaupun mereka bersahabat, mereka tidak tau kalau keduanya punya ikatan, Karena memang sangat Rasahia baginya .


" Em.. itu-,


" Bukan untuk siapa-siapa " ucap Aldo yang menyomot minumannya begitu melihat Dela panik harus jawab apa.


" Kapan-kapan kenalin ke gue kenapa, terus kan Bunda adalah orang tua lo dan Aldo yang kedua, bunda punya anak gak sih?" tanya Mira penasaran.


" Punya" kata Aldo singkat.


" Vowok atau cewek?"


" Kedua-duanya Mir" jawab Aldo, yang kemudian mendapat anggukan dari mereka barengan, Rani lalu menyomot udang krispy dan nasi goreng punya Dela.


" Buatan Bunda memang the bast dah" Rani angkat jempolnya.


"Mau dong"


" Noh punya Aldo,gue gak mau bebagi sama lo" pinta Dela.


"Kok beda punya lo Do?"


" Beda dong, beda selera bro walau judulnya sama , ya gak Del" ucap Aldo Dela mengangguk.


Diseberang sana, sudah ada Reynal Cs, sekilas ia dengar mereka cerita bunda yang siapkan nasi goreng, Reynal smirik lalu menyendokan nasi goreng kemulutnya.


"Gue udah nih, gue ke toilet dulu ya say, sesak pipis gue" kata Dela.


" Iya siap"


Dela pergi ketoilet, tak lama ia keluar dari toilet dengan mengusap perutnya.


^ Akhirnya lega nih perut sedari tadi tahan pipis^ gumannya.


Saat akan melangkah tangan Dela ditarik seseorang ke belakang toilet langsung menabur debu dihadapan Dela, yang memang disengaja.


" Siapa sih kalian" ucapnya yang mengipas-ngipas debu dari hadapannya.


" Gue tau lo disini berkuasa, gue juga tau para kaum adam mengejar-ngejar lo, tapi gue tau kelemahan lo"


" Felia"


" Iya ini gue, gue jijik dengan lo yang memang cantik tapi songong, lo cewek bar-bar yang selalu curi perhatian Reynal"


" He... gue juga nggak butuh tuh dengan perhatian ketua osis yang berlebihan kaya dia" balas Dela.


" Itu karena dia menegakkan kedisiplinan"


" Terserah lo mau ngomong apa tentang ketua osis yang galak itu gue sama srlekali tidak perduli dan asal lo tau.


Dela meninggalka Gelia dan kedua temannya katena memang Felia tidak sendiri disana.


Dia kira dengan berbuat begitu gue diam aja apa,sial tu anak tau kelemahan gue dengan Debu, gue harus ke Uks untuk vari obat Alergi gue.gumannya sambil berjalan arah uks.


Di kantin, Dela lama amat sih di toilet ucap mira


telpon ge,takutnya dia kenapa- kenapa ucap Rani


Mira langsung mencari kontak bernama Dela dan langsung menelponnya.


โš˜Mira

__ADS_1


Dimana lo


....


โš˜Mira


ya udah kita ke kelas aja langsung


....


" Ada apa dengan Dedel" tanya Rani


" Di uks, cari obat Alergi katanya"


" What-," kata mereka barengan.


Aldo langsung lari ke uks gue cek dulu Dedel, kalian langsung kekelas.


Teriakan mereka terdengar sampai ke meja Reynal, Reynal cemas tapi dia tidak bisa berbuat apa-apa, hanya diam dimejanya menundukan kepala menahan emosinya.


Dela sudah berada di uks dengan bersin-bersin, tapi huntunglah Aldo selalu belanja obat-obatan di uks secara, Aldo termasuk anggota PMR.


" Del... Dedel gak papa?" tanya Aldo yang sudah sampai diruang uks.


Dela tersenyum melihat Aldo yang panik,


" Dedel gak apa kok Do" ucapnya santai.


" Syukurlah"


" Ado jangan khawatir Dedel,baik-baik aja kok"


" Kok bisa?" tanya Aldo yang sudah melepaskan Hodienya untuk Dela.


" Ulet nangka, tadi bawa Dedel kebelakang Sekolah yang nabur Debu di depan wajah Dedel"


" Sial gak habis-habisnya, dia ganggu, perlu kasih pelajaran"


Aldo mengambil ponselnya, dan menelpon seseorang, dengan menahan rahang akibat menahan marahnya.


Aldo


"....."


Aldo


Bagus, laksanakan segera pak, terimakasih pak.


Aldo langsung menutup ponselnya, dan mendekat Dela.


" Ado.. makasih" kata Dela sambil memeluknya.


" Iya Del, Ado gak akan biarin Dedel sakit"


ucapnya sambil pukul-pukul pelan kepala Dela.


" Ado sayang Dedel, dah yuk masuk yang lain sudah ninggu dikelas" kata Aldo dan dianggukin oleh Dela.


Sesampainya Dela dan Aldo sampai kelas, Dela disambut oleh ketiga sahabatnya.


" Lo gak papa Del" kata Mira yang khawatir dengan keadaan Dela.


" Dela tersenyum, gue gak papa beb" lalu memeluk mereka.


" Syukurlah"


" Tapi Alergi lo?"


" Sebentar lagi pasti sembuh, tadi gue sudah langsung minum obatnya, karena Aldo sudah sediain di uks" ucapnya


Tak lama bel masuk berbunyi, siswa/i memasuki kelas untuk mengikuti pelajaran kembali.


" Tugas kumpul kata guru bidang study"

__ADS_1


" Astaga gue lupa, kan tadi ngerjakannya" Dela buru -buru periksa bukunya.


" Kok, bisa-, siapa yang sudah selesaikan tugasnya" ucapnya.


" Lupa kali lo Del, sudah sini lama lo" kata Aldo, yang meminta buku Dela.


// Siapa yang siapin tugas gue, apa iya Tata, kan semalam-,ah bodo amat dah_Dela//


Usai kumpulkan tugas rumahnya Mereka kembali belajar, dan perhatikan guru yang lagi menerangkan dengan tenang namun terkadang sesekali bercanda karena pelajaran Biologi, Tentang sistem reproduksi pada manusia.


๐ŸŒฟ๐ŸŒฟ๐ŸŒฟ๐ŸŒฟ๐ŸŒฟ๐ŸŒฟ๐ŸŒฟ๐ŸŒฟ๐ŸŒฟ


Tak terasa bel pulang telah berbunyi, siswa/i menyambutnya dengan suka cita, Termasuk Dela Cs yang begitu Riang mendengar bel panjang itu.


" Gue duluan ya, soalnya gue ada urusan" kata Dela buru-buru.


" Kemana?" tanya Rani.


" Bunda minta temani belanja, bye Bebeb-bebeb ku sayang" kata Dela yang sudah keluar area parkir, membuat sahabatnya mengerutkan keningnya.


Sesampainya Depan gerbang ternyata bunda sudah menunggu depan gerbang, dengan melambaikan tangannya menyambut sang putri dari balik jendela mobil.


" Anak gadis bunda" kata Bunda setelah Dela masuk mobil lalu Dela langsung memeluknya.


" Rey mana sayang?" tanya Bunda.


" Dedel juga gak tau Bun, mungkin bentar lagi keluar" ucap Dela seadanya.


" Kamu telpon geh"


" Dedel bun?" tanya Bina Ragu dan sedikit menunduk.


" Yah sudah biar bunda aja ya yang telpon Rey" kata Bunda yang paham dengan hubungan Dela dan Reynal.


Dela memainkan ponselnya, dengan membuka salah satu medsosnya, lalu melihat satu postingan Daren yang menandainya dengan caption Rindu diakhiri dengan emot hati dibelakangnya , Dela tersenyum ^ Narsis^ gumannya.


Bunda yang mendengarkan hanya geleng-geleng kepalanya, Melihat anak gadisnya yang senyam-senyum sedari tadi memandangi ponselnya.


Bunda atau pun mama tidak pernah memaksa mereka jatuh cinta kepada siapa, yang penting keduanya tau jika mereka akan menikah pada akhirnya.


Bunda tidak akan menyalahi Dela atau pun Reynal, karena Bunda atau pun ayah Tomi tidak ingin keduanya merasa terbebani dengan status mereka saat ini.


" Pak.. ayo jalan, Rey nanti nyusul" kata bunda Kepada sopirnya kemudian dianggukin oleh pak Tino


Bunda tidak ingin mengganggu calon mantunya yang lagi asik mainkan ponselnya, maka Bunda hanya mandang calon mantunya itu.


Tak memakan waktu lama sekitar dua puluh menit mereka sudah sampai di Mall, termegah dikota, Setelah pak Tino memarkirkan mobilnya, Dela dan Bunda turun lalu Dela menggandeng tangan Bundanya dengan hangatnya.


Mereka langsung menuju surganya belanja khusus untuk acsesoris yang blink-blink, apa lagi kalau bukan Toko Emas, Karena bunda sudah janji akan mengganti kedua cincin mereka.


" Sayang kamu liat-liat dulu ya, sambil menunggu Rey" kata Bundadan itu dianggukin oleh Dela.


Hampir tiga puluh menit, Reynal belum juga sampai membuat Dela sedikit kesal dan manyunkan Bibirnya.


// Uuh lama amat, gabut gue_Dela// Yang masih manyunkan bibirnya.


๐ŸŒฟ๐ŸŒฟ๐ŸŒฟ๐ŸŒฟ๐ŸŒฟ๐ŸŒฟ๐ŸŒฟ๐ŸŒฟ๐ŸŒฟ


.


.


Bersambung


.


.


Tinggalkan jejak kalian sobat


terimakasih


salam hangat

__ADS_1


Reynal dan Delaโค


__ADS_2