Cinta Senior Galak

Cinta Senior Galak
Eps 123 - Khawatir berujung bahagia#


__ADS_3

" Kenapa sepertinya gelisah" ucap Reynal mendapati Dela yang membalikkan badannya kanan dan kiri, Dela tak menghiraukannya ia sibuk dengan memegang perutnya.


" La...sayang...hey..." ucap Reynal yang sudah duduk di ranjang, Dela seketika menoleh ke Reynal saat menyibak rambutnya.


" Kamu lagi PMS, Hem...",Bentar mas keluar beli softex okey." yang tiba-tiba khawatir.


Saat Reynal ingin pergi Dela menahannya, dan menggelengkan tangannya.


" Gak usah, Lala cuma butuh mas dengan usap-usap perut"


" Yakin?"


" Iya mas " ucap Dela agar Reynal tidak begitu khawatir, Reynal tersenyum lalu mendekat Dela dan memeluk Dela dengan hangat.


Rasa nyaman begitu terasa, begitulah dalam fikiran Dela bahkan rasa yang tak kurun sedari tadi berangsur menghilang.


"Terimakasih, mas " ucapnya sekali lagi tanpa menoleh ke Reynal, yang kemudian Reynal mencium kening Dela, menandakan jawaban dengan mengusap punggung Dela agar Dela lebih nyaman.


// Cukup seperti ini aku pun bahagia La, bersamamu, walau nantinya kita hidup pas-pasan, atau gak punya uang sekalipun asal kamu bareng aku_Reynal//


Melihat Dela tertidur kembali pun Reynal tersenyum mana kala wajah gembilnya yang buat dirinya semakin cantik.


"Kamu gemukan sepertinya La" gumamnya lalu ia dengan Diam dan pelan-pelan turun dari ranjang, matanya tak dapat terpejam kembali, usai sholat subuh, Reynal pun menyalakan R***knya dan menghisap lalu mengepulkannya.


//Daren...,gue udah buat dia tersenyum, jangan hukum gue lagi dengan ngejauhi gue dengan dia, semoga lo bahagia disana _Reynal.//


Reynal menatap pantai luas disana dengan membuka pintu dekat teras kamarnya terlihat ombak yang bergulung berlarian kepantai.


Reynal sudah habiskan R***knya dua batang lalu mengambil ponselnya membuka galeri ponselnya.


Memperlihatkan foto tiga anak kecil yang sedang bergaya lucu dengan gigi putihnya.


" Gak nyangka kita sudah menikah bersama orang yang kita cintai, dan bakal jadi orang tua nantinya" ucap Reynal lirih lqlu kembali megusap foto yang diponselnya.


Dela terbangun dan melihat ke samping sudah tidak ada Reynal, lalu mata Dela tertuju ke sebuah teras yang menghadap arah pantai ternyata Reynal berada disana.


Dela tersenyum lalu menyibak selimutnya dan turun menemui Sang suami yang berada disana.


" Hey..., kok sudah bangun " ucap Reynal yang merasa dapat pelukan hangat dari belakang.


" Karena daddynya gak ada disampingnya" jawab Dela sepontan


" Maaf, mas gak bisa tidur lagi,gimana udah enakan?tanya Reynal


" Sudah enakan mas" ucap Dela yang masih peluk Reynal dari belakang, Reynal kemudian mèmbalikan badannya lalu menarik Dela dalam pelukannya dengan menyematkan kecupan dikening Dela.


" Kamu bau r*k*k Mas?


" Iya maaf" jawabnya singkat tanpa ingin melepasksn Dela bdipelukannya.


Besok kalau selesai merokok Lala mau Mas segera mandi " ucap Dela yang mendongak Kewajah Reynal yang perlihatkan wajah teduhnya.


" Iya" jawab singkat Reynal yang masih memeluk Dela hangat. " Tunggu Deh tadi mas dengar Daddy maksudnya apa coba?" tanya Reynal yang mèrasa heran.


" Eemm- itu panggilan untuk anak kita nantinya" ucap Dela yang menggigit jari,pertanda lagi sembunyikan sesuatu atau lagi panik.


" La...?" tanya Reynal yang menangkup pipi Dela sebelah.


" Emm.... Lala... " Dela menghentikan ucapannya ia bingung mau kasih kabar bahagia itu ke Reynal, ia binggung harus mulai dari mana kata-katanya.


" Bentar..." ucap Dela yang melepaskan tangan Reynal lalu berjalan ke nakas, mengambil ponselnya lalu balik lagi.


" Emm... bisa tutup matamu mas sebentar?" titah Dela.


" Emang ada apa?" ucap Reynal yang masih gak ngerti tapi sudah menduga-duga.


Dela tersenyum lalu membuka slikon ponselnya dan mengambil benda pipih panjang persegi empat.


" Mas buka mata kamu" ucapnya, saat Reynal membuka mata sesaat dikejutkan dengan benda pipih itu.


" Apa ini sa..sayang, apa tanda ga..garis dua sayang?" tanya Reynal yang ingin mastikan sama dalam fikirannya saat ini.

__ADS_1


" Garis dua"


"A..pa, ga..garis dua i..tu tandanya aku... jadi daddy...benarkah?" ucap Reynal tebata-bata karena terharu dengan kabar yang diberikan, Dela mengsngguk dan menghapus airmata Reynal yang tak sengaja keluar.


" Disini?" usap Reynal lagi yang masih shock, menunjuk ke perut Dela,Dela yang hanya mengangguk menggambarkan rasa bahagianya,tanpa pikir panjang Reynal langsung memeluk Dela dan mengecup seluruh wajah Dela" terimakasih ya allah" ucapnya yang begitu bahagia.


" Aku janji akan menjaganya" ucap Reynal lagi.


" Iya mas, kita sama-sama menjaganya,sekarang gantilah bajumu yang sudah bau r***k itu," ucap Dela yang memaaang tidak menyukai hobby Reynal sekarang.


" Iya..." ucap Reynal dengan senyum mengembangnya.


Dibawah para keluarga sedang asik ngobrolin dua pengantin baru dan calon pengantin baru.


Eyang, Nini dan juga Neni mereka berdebat akan cucu buyut mereka, mereka berharap sebelum mèreka tiada ketiga cucunya berikan cucu buyut untuk diri mereka.


" Eyang , Nini, Neni tenang nanti Ray kasih 10 biar rame" ucap Rayhan ramah.


"Iya, Neni juga jangan khawatir ya usai selesai sekolah kita, kita beri 10 juga deh untuk Neni, " ucap Aldo yang berada kursi sebelah Sarah.


" Banyak amat honey kaya kucing aja" ucap Sarah yang mendengar ucapan Aldo.


"Kalau mereka akan , dan kita telah " ucap Reynal yang sedang berjalan ke mereka dengan menggadeng pinggang sang istri, Dela pun tersenyum renyah.


" Emang udah lo bobol si cewek setengah jadinya?" tanya Rayhan.


" Udah dong , gol langsung malahan dapat juara menang banyak gue." ucap Reynal songong,Dela yang mendengar perdebatan hanya bisa tersenyum kikuk.


" Hala... lo ketos alay bin senior Labil gak percaya gue" ucap Aldo mencibir


" Nih hasilnya" ucap Reynal memberikan benda pipih itu.


Semua mata tertuju Aldo dan begitupun Sarah yang ikut kepoin.


" Garis dua... " ucap keduanya" hebat lo berapa tendangan langsung jadi." ucap Aldo lagi seraya tak percaya.


" Iya hebat, kapan lo bobol tu gawang?"tanya Rayhan yang merampas benda pipih persegi panjang dari tangan Aldo.


" Dapat cucu buyut teriak Neni dan Nini.


" Cucuku" ucap Eyang tanpa menoleh kedua nenek disampingnya.


Mereka berdecak tak percaya hingga sampai ke Bastian benda pipih itu, mereka sudah melihat hasilnya dan semua tersenyum bahagia.


"Terimakasih sayang" ucap Mama dan papanya dan yang berada disana, Dela hanya tersenyum dan bergelut manja di dada Reynal yang sudah berada disampingnya sejak tadi.


" Jaran Tata gak main-main , ia pintar menelusup kesarangnya."


" Burung kali Itu Rey..."


" Ya pokoknya itu lah"


" Lo jaga ponakan gue ingat jangan sampai Dela menangis karena lo" ucap Bastian dengan ucapan dan candaannya.


" Pasti, cari pasangan sono, biar bisa kaya gue" ucap Reynal yang memeluk Dela yang sedikit posesif


" Nanti gue cari lebih cntik dari Dela deh biar lo gak ejek gue" jawabnya.


Candaan mereka membuat mereka tertawa dan menghangat, Aldo tersenyum renyah ternyata keluarga besarnya utuh tak adanya dendam musuh atau orang ketiga.


Semua akan lebih baik menyenangkan tanpa adanya musuh ataupun pengganggu dikeluarga besar mereka.


Sementara Bastian bernafas lega, ia bahagia bisa lihat Dela bahagia, Bastian pun dengan bahagia akan melepaskan Dela dan hidup normal seperti lainya ia iklaskan Dela bersama orang yang ia cintai.


//Cinta gue ternyata buta menutup mata gue agar tak melihat apa-apa, hanya menginginkan kebahagian Dela, kini saatnya aku melepaskannya karena Dela bahagia bila bersama Reynal orang yang ia cintai._Bastian.//


//Gue akan move on dan akan lanjutkan perjalananku seperti sedia kala-Bastian.//


" Udah jangan banyak mikir lo" ucap Reynal yang memukul lengan Bastian hingga buat Bastian terkejut dan menyengirkan senyumannya tampak disana gigi ginsulnya yang sama seperti Reynal.


🐎🐎🐎🐎🐎🐎🐎🐎🐎🐎🐎🐎🐎🐎🐎

__ADS_1


Para orang tua sudah pada pulang kecuali mereka yang masih ingin menikmati pantai disana, Dela, Sarah pun duduk di kursi pantai dan menikmatinya.


Terlihat kebahagian yang terpancar keduanya mengingat Sarah dan Aldo adalah pengantin baru.


" Rah...gimana hidup yang telah halal kaku gak?"


" Jujur nih kaku banget, dan bingung mau ngapain.?"


" Hem... enak lo bisa menikah sesuai dengan orang yang bener lo cinta Rah, meraih mimpi bersama, lah gue dinikah paksa ya walau akhirnya gue sadar cinta hadir beriringan waktu.


" Del, gue tau lo, gue yakin lo sebenarnya sudah cinta sejak dulu sejak kecil tapi lo tutupi karena lo terluka hingga lo jadi benci Kak Rey." ucap Sarah membuat Dela semakin mengerucutkan bibirnya.


" Entah lah gue pun gak mengerti" ucap Dela.


" Eh kita bulan madu bareng yuk, berangkat bareng mungkin" ucap Dela lagi yang punya ide.


" Ntar deh gue tanya Aldo dulu"


"Sip..."


" Del..., lo ditunggu Rey tu disana" tunjuk AΔΊdo.


" Lha kenapa gak lo ajak sini aja sih gue mager nh."


" Udah samperin gih..., "


" Hem iya deh..." ucapnya


Dela dengan malas-malasan mendekati Reynal, sementra Aldo duduk dekat istrinya." Tenang honey semua telah berakhir, dan kita gak perlu khawatir " ucap Aldo yang mengusap kepala Sarah dengan sayang sementara Sarah hanya ngangguk mengerti.


" Bahkan kini mereka harus kendaliin ego dan emosi karena akan hadirnya anggota baru." ucap Aldo lagi.


" Iya..., aku pun turut bahagia honey."


" Yah udah kita pulanng yuk kita biarkan mereka disini berdua" ajak Aldo menarik tangan Sarah , Aldo dan Sarah berjalan ke arah hotel bersama bergandengan tangan.


πŸ‡πŸ‡πŸ‡πŸ‡πŸ‡πŸ‡πŸ‡πŸ‡πŸ‡πŸ‡πŸ‡πŸ‡πŸ‡πŸ‡πŸ‡


" Hey..."


" Kok gak ikut balik sih sama Ado?" tanya Dela.


"Sengaja.."


" Kenapa?"


" Ingin aja nikmati angin pantai bersama kelinci mas yang lincah" ucap Reynal.


Mendengar ucapannya, Dela pun mengusap pipi Reynal yang sekilas menatap wajah Dela lalu kembali melihat lautan luas yang berada di depan mereka


." Pinter gombal " ucap Dela yang mengulum senyumnya.


Reynal pun ikut tersenyum, "Saat ini mas hanya ingin berikan waktu mas untukmu, mas gak ingin kehilangan pertumbuhannya meski belum terlihat" ucap Reynal yang menarik kepala Dela agar berada di dadanya dan Reynal menggandengkan tangannya ke pinggang Dela, Miss u Kelinciku"


" Too" jawab Dela Dalam hati.


Mereka berdua benar-benar menikmati indahnya sore hari kala matahari berganti bulan terlihat begitu sempurna dilihat disisi pantai.


Disaat detik terakhir Reynal berdoa untuknya dak keluarga kecilnya, hingga tiba-tiba Dela meminta es pisang ijo kembali kepada Reynal. Reynal tersenyum kali ini ia paham ini demi malaikat kecil yang akan meramaikan keluarganya.


πŸƒπŸƒπŸƒπŸƒπŸƒπŸƒπŸƒπŸƒπŸƒπŸƒπŸƒπŸƒπŸƒπŸƒ


Bersambung


Jangan lupa tinggalkan jejaknya ya terimakasih.


β™‘ Aku minta maaf ya jika aku sering telat up , karena kesibukan ku di luar sedikit menyita waktu ku,semoga kalian sabar ya sekali lagi terima kasih missu semua.


Salam hangat


Reynal & Dela.

__ADS_1


__ADS_2