Cinta Senior Galak

Cinta Senior Galak
Eps -47 Ada Apa Dengan Dela#


__ADS_3

Entah kenapa Dela, jadi gak semangat untuk berlibur, sudah dua hari Daren gak hubunginya, bahkan ponselnya juga sulit dihubungin, ada apa sebenarnya.


Dela juga sudah hubungi teman-teman dekat Daren tapi, tidak ada hasilnya, kekewatiran yang melanda dihati Dela bermunculan, dalam versi berbeda-beda.


^ Boo, dimana sih kamu Boo, kok ponsel kamu mati aku khawatir Boo ^ gumam Dela yang berada dikolam ikan milik Neni.


Sebenarnya bukan itu aja yang saat ini ada difikirannya, Dela ingat masa lalu yang membuatnya ketakutan, dan rasa takut itu akan terulang kembali seperti lima tahun lalu walau sebatas mimpi.


Air matanya menetes, dan Dela lalu cepat menyekanya, ia tak ingin orang lain tau sisih rapuhnya.


Sementara Reynal, sudah balik ke rumah Neni, karena Neni sangat merindukannya, sama seperti Eyangnya yang menginginkan mereka segera menikah, walau harus sirih terlebih dahulu.


Reynal kembali ada tujuan lain, Reynal juga sudah hubungi kakaknya Rien dan teman kakaknya, mereka janjian di sebuah kafe milik Rayhan, tentunya Reynal sudah meminta bantuan ke Rayhan soal ini.


Reynal melihat Dela masih berada dikolam ikan, yang perhatikan kunang- kunang berada di wadah tabung yang ia letakkan di pinggir kolam.


^ Bo- , semoga kamu baik- baik aja, dan segera jemputku disini^ ucapnya sedih.


Reynal yang melihat Dela lalu berjalan mendekati Dela, yang tak disadari oleh Dela, namun sesampainya Reynal hanya perhatikan Kolam ikan yang terlihat pantulan cahaya dari sorot lampu.


" Ayo masuk, malam sudah larut, angin malam gak baik untuk seorang gadis seperti Lo" ucap Reynal.


" Lo duluan aja, gue masih ingin disini" ucap Dela yang masih ingin di tepian kolam.


" Baiklah, tapi jangan malam-malam masuk, kalau lo sakit, gue gak bisa hukum Lo" ucap Reynal yang sudah berlari dulu sebelum teriakan Dela yang akan membuat kupingnya panas.


" Tatta...!!!!!, teriak Dela yang menggema


seisi rumah, tapi itu sudah biasa bagi mereka, bahkan mereka menandakan bahwa Dela dan Reynal baik-baik aja.


Reynal sudah menjauh bahkan Reynal sudah masuk rumah dan berkumpul bareng keluarga, Tapi tidak dengan Dela yang masih nikmati malam yang begitu indah, walau tak ada bulan tapi, bintang langit bermunculan di tambah lagi, dengan hewan kunang-kunang, yang bercahaya indah dimalam hari.


Malam semakin larut, Dela masih saja ditempat itu, Rayhan pun datang menemuinya, membawakan selimut untuknya, Reynal telah memintanya agar Memberikan selimut ke Dela ketika Rayhan sampai.


" Hem gadis kecil kakak ngelamuni apa sih, serius amat " ucap Rayhan lembut dengan mengusap bahu Dela yang telah ia pasangkan selimut.


" Terima kasih kak " ucap Dela Dengan senyum manisnya.


" Dela kefikiran dengan mim-, em Daren kak , belum bisa dihubungi" ucap Dela.


" Besok ikut kakak yuk ke kafe, boleh makan apa aja, asal-"


"Asal-,"


" Gak ada muka jelek kegini " ucap Rayhan, " liburan ini non, jadi gunakan waktu untuk bersenang-senang oke" kata Rayhan lagi.


" Iih apa si lo kak-" ucap Dela malu yang ketahuan sedang tidak baik-baik aja.


" Udah kak Ray tingggal jangan lama-lama disini" ucap Rayhan.

__ADS_1


" Siap pak bos , setuju" ucap Dela dengan menunjukan gigi rapinya, Rayhan tersenyum lalu mengacak rambut Dela dan pergi meninggalkan Dela.


Reynal lega, setidaknya Rayhan bisa hiburnya walau bentar, kejadian waktu itu yang membuatnya setengah gila harus lepaskan Fia dan harus coba terima Dela membuatnya Frustasi, Atas petunjuk Aldo obat segala masalah yang datang dapat diselesaikan dengan cara sholat dan berdoa, agar dimudahkan segala masalah yang ada.


Reynal saat itu sedang ngobrol walau lewat telpon, namun itu membuat sedikit tenang, Reynal lalu pergi ambil air wudhu dan laksanakan sholat mungkin saat ini belum tau jawaban yang ia dapat tapi ia lebih sabar .


Hari menunjukan pukul sebelas lebih sepuluh menit Reynal melihat Dela masih disana, Reynal lalu pergi keluar menghampiri Dela yang masih duduk dengan dagu di letakan di siku lutut kakinya, memandangi ikan yang terlihat dari pantulan cahaya.


" Masih betah lo" ucap Reynal ke Dela membuat Dela lalu menoleh ke arahnya.


" Bukan urusan Lo" ucapnya singkat lalu membuang wajahnya ke kolam.


" Kalo lo sakit, buat repotin seisi rumah" kata Reynal tapi tak ditanggapi Dela.


" Ayo masuk-," ajak Reynal kembali.


" Bentaran" ucap Dela.


" Lo nunggu siapa disini, nungguin ikan berubah peri atau mau nunggu Bibi Kun-" ucap Reynal, Dengan menggodanya, Dengar penuturan Reynal , Dela lalu buru-buru lari lebih dulu dan meninggalkan Reynal, Reynal hanya gelengkan kepala melihat Dela pergi dengan senyum Devilnya.


🐎🐎🐎🐎🐎🐎🐎🐎🐎🐎🐎🐎🐎


Sekitar pukul sepuluh, Mereka sudah berada dikafe, Dela bosen akhirnya menjajal melayani pelanggan yang memang belum begitu rame, Melihat Dela sibuk dengan pelanggan dan penawarannya pun bagus, jadi yang datang mau menambah menu seperti disert yang ada dikafe.


Siapa yang tak terpesona dengan kecantikan gadis yang masih duduk di bangku SMA, apalagi dengan keramahan yang ia punya.


Mendengar ada yang manggil namanya , Dela mencari sumber suaranya, tampaklah seorang yang sedang melambaikan tangannya Dela tersenyum lalu menghampirinya.


" Kak Rien.." ucap Dela lembut sambil memeluk Rien, Rien lalu membalasnya.


" Semangat amat " ucap Rien setelah melepas pelukannya.


" Hehe seru ternyata kak" kata Dela dengan lemparkan senyum manisnya.


" Oh iya dek, Ray mana?" tanya Rien.


" Disini kak" jawab Rayhan yang sudah membawa pesanan mereka.


" Ini untuk kamu dek, ini untuk kakak " kata Rayhan.


"Tanks tampan " ucap salah satu perempuan cantik itu.


" Eh iya dek, ada kelupaan kenalin nih Bella teman kakak"


" Hallo kak" ucap Dela"Hallo Dek, kamu cantik" ucap Bella. yang mengusap tangan Dela.


Entah bagaimana, tiba-tiba aja Dela lupa, yang Dela rasakan hanya takut dan hanya bisa keluarin air mata, bukan hanya air mata tapi Dela menangis sejadi-jadinya.


Kemudian Dela tertidur,di pelukan Rien, Lalu Rayhan membawa keruangannya untuk istirahat.

__ADS_1


Sementara Rien dan Bella ngobrolin keadaan Dela, " Ada kemungkinan Dela memiliki trauma tinggi namun ia simpan sendiri, Dela jadi tertutup soal pribadinya, walaupun Dela dekat dengan sahabat dan keluarga tapi Dela masih bisa tutupi semua itu"


" Gue jadi takut Bel, dengan keadaan adek gue Bel" kata Rien yang memijit keningnya.


" Lo tenang aja Rien, Dela akan baik-baik aja, nanti kita cari jalan keluar.


" Sip, gue percaya sama lo " kata Rien lagi.


Obrolan mereka mengenai Dela berlanjut, sampai solusi yang terbaik untuk Dela.


πŸ‡πŸ‡πŸ‡πŸ‡πŸ‡πŸ‡πŸ‡πŸ‡πŸ‡πŸ‡πŸ‡πŸ‡πŸ‡πŸ‡


Reynal dirumah Neni gelisah, menunggu hasilnya, Reynal berlari keliling halaman rumah dan sesekali push up, demi untuk menghilangkan rasa cemas dan paniknya.


Drreettt... Dreeettt....


Reynal langsung angkat telpon, dan dalam obrolan itu, yang menurut Reynal membuat hatinya tetasa miris sakit, mendengarkan penjelasan dari seorang diseberang sana.


Shiit...Shiiit..!!!


^ Gue bodoh, gue memang gak guna, hal seperti ini gue gak tau^ kata Reynal dengan menjambak rambut-rambutnya.


^Seandainya gue menyadari ini dari dulu pasti Lala gak akan tertekan seperti ini^ gumam nya.


"Harusnya kamu harus bersyukur karena kamu belum terlambat untuk semuanya" kata pria yang mendekatinya.


" Dan yang sudah terjadi biarlah terjadi, gak usah lama-lama menyesalinya, yang harus kamu lakukan sekarang yaitu jaga dia walau dari kejauhan" ucap pria itu ke Reynal yang memberi semangat agar tetap menjadi benteng didekat Dela.


Reynal memang lagi duduk menyesali kesalahannya karena dulu tidak perdulikan Dela sebagai tunagannya atau sebagai calon istrinya malahan ia pergi mencintai gadis lain.


πŸƒπŸƒπŸƒπŸƒπŸƒπŸƒπŸƒπŸƒπŸƒπŸƒπŸƒπŸƒπŸƒπŸƒ


.


.


Bersambung


.


.


Hai kakak Jangan lupa tinggalin jejak nya ya. terima kasih banyakπŸ€—πŸ€—πŸ€—


salam hangatπŸ’™


Reynal & DelaπŸ‘«


🐎 & πŸ‡

__ADS_1


__ADS_2