
Usai Akad Dan kini Resepsi, semua nuansa adat jawa yang disentuh sedikit modern, Rien sangat anggun bahkan sangat cantik, Ia bersanding bersama kekasihnya yang kini menjadi suaminya dengan profesi yang sama.
Para orang tua, lagi Asik ngobrol dan terdengar gelak tawanya, terdengar samar-samar mereka sedang ngebahas tentang cucu, ya mereka berharap secepatnya mendapatkan cucu.
Dela yang sedang duduk di sudut meja memperhatikan Rien yang berada di atas pelaminan, ia tersenyum kecut, // kak Rien tampak bahagia dengan pernikahannya, bersama dengan orang yang ia cintai, sementara gue harus kehilangan orang gue cintai dan berakhir menikah dengan Tata_Dela//
//Bukan itu saja, Gue mau tidak mau harus menerimanya, mungkin ini jalannya, walau nantinya ada bahaya didepannya, ancaman gadis SMP itu membuat gue, harus mundur teratur dan rasa trauma kala dimasukin ke gudang yang gelap dan penuh Debu, bahkan disana ada dua orang laki -laki bayaran sebaya gadis itu, sejak itu gue gak ingin kenal Tata, bahkan sekalipun dirumahnya_Dela//
" Dek lamuni apa hem, serius amat sampai kakak panggil kamu gak dengar." ucap Rayhan yang sudah duduk di samping Dela.
" Em he, maaf, Dedel gak apa -apa kok kak, Dedel lagi mandangi kak Rien dia cantik" ucapnya asal.
" Kamu juga cantik, udah jangan minder buat santai aja" ucap Rayhan yang membut Dela peluk Rayhan dari samping.
" Kak selesai kuliah mau dimana?" tanya Dela yang mengalihkan pembicaraan.
" Pulang kerumah Ayah dan Bunda, biar selalu bisa bertemu dengan gadis kecil kakak setiap hari" ucap Rayhan dengan kekehnya dan membuat Dela tersenyum.
" Boleh aja, Tapi harus seizin gue kak" ucap Reynal yang tiba-tiba datang bersama Aldo, Rayhan yang mendengar ucapan sang adik hanya memcibir.
" Dulu aja nolak mentah-mentah, sekarang baru deh mengaku-ngaku" ucap Rayhan yang hanya menggelengkan kepala, Aldo pun yang mendengarkan hanya menggelengkan kepalanya, tetapi benar kata Rayhan, dulu Reynal tidak menginginkannya.
Reynal dan Aldo duduk berdekatan dan di samping Dela ada Reynal laki- laki labil menurut Aldo.
" Yank..." panggil seorang wanita yang telah berdiri diantara mereka, mereka menoleh dan ternyata itu Caca, kekasih Rayhan
" Sini, ajak Rayhan kepada Caca kekasihnya, " Nih ada adek-adek gue kenalin, yang perempuan adik gadis gue yang manja bernama Dela, yang tengah Reynal, dan yang ujung itu Aldo, ungkapnya, merekapun berkenalan sambil berjabat tangan, lalu Caca ikut gabung ngobrol bareng mereka.
" Hai boleh gabung?" tanya seorang yang baru saja menghampiri mereka.
" Tentu kemarilah Zar" ucap Reynal
Mereka ngobrol dan saling bercanda, Dela yang hanya sedikit diam dan mata menuju pelaminan, matanya berkaca- kaca namum ia tahan.
Reynal melihat Dela yang diam dan hanya mandangi Ke arah pelaminan, Reynal lalu menggengam tangananya dengan lembut.
" Tata akan buat lebih meriah dari ini, Tata akan berusaha semampu Tata" ucapnya tiba-tiba membisikkan ke telinga Dela, seakan ia paham apa yang ada dalam fikirannya, Dela menoleh ke Reynal " Gak perlu Ta, " ucapnya dan nyaris membuat Reynal tersenyum kecut lalu mengusap kepala Dela.
" Cowok labil, gue gak ingin hanya dengar janji lo, kalau lo gak bisa menuhinya" ucap Aldo membuat Reynal terdiam, benar apa yang dikatakan Aldo semua butuh pembuktian bukan omongan.
Hari sudah malam dan sedikit sepi, karena acaranya telah usai, Reynal membawa sepiring nasi dan air minum untuk Dela, " Nih makan dulu La, sedari tadi belum makan" ucapnya, Dela mengerutkan keningnya" La.. ini untuk lo juga gue " ucap Reynal lagi.
" Widih, ada yang sok romantis ini, makan aja dengan piring yang sama, bisa kenyang apa?" cibir Rayhan.
__ADS_1
Reynal hanya menajamkan matanya sedikit kesal, karena sindirannya mata elangnya bagaikan bak membunuh.
" Biarin aja kak, dia lagi ngebucin, susah kalau udah punya penyakit itu, dilarang pun ia tetap kekeh mendekat" kekeh Aldo dengan nada meledek.
" Mereka pacaraΓ±?" tanya Caca yang sedari perhatikannya.
" Iya mereka lagi pacaran, kita pindah aja yuk" ucap Rayhan yang bawa kekasihnya kemeja lain.
" Yang ada lo kak" ucap Aldo yang menggelengkan kepala.
" Kak Ray lucu " ucap Dela dengan mengembangkan senyumnya.
Usai Reynal menyuap nasi ke Dela dan diiringi gelak tawa, Reynal mengajak semuanya untuk balik ke kamar.
" Udah ayo kita istirahat, besok pagi kita harus balik, kalian harus kesekolah" ucap Reynal
" Gue bareng kalian?" tanya Aldo
" Oke, Siap Ado Dedel"
" Its... malas gue, kenapa di iyain si La, ntar yang ada dia ganggu" cloteh Reynal.
" Lo apaan si yang sekolah gue sama Aldo, kalo gak gue yang balik sama Aldo, lo pulang sama ayah dan bunda" acam Dela yang pergi lebih dulu kekamar hotel.
" Sialan lo" ucap Reynal.
Aldo dan Azar hanya bisa tertawa melihat pasangan yang beda jiwa, beda jiwa maksudnya Dela yang terlalu bar-bar dan santai sedangkan Reynal yang tegas dan disiplin, kali ini Reynal kewalahan dibuatnya.
^ Dasar Labil^ Gumam Aldo.
πππππππππππππππ
Pukul 03.00 wib, Reynal membangunkan Aldo dan Azar untuk bangun dan segera pulang, kecuali Dela, Reynal menggendongnya sampai lobby dan tak lupa boneka kudanya.
Mereka masuk mobil dan kemudian melajukan mobilnya, mereka berhenti tiga kali untuk bergantian mengendarai karena rasa kantuk menyerang, Aldo tidur disebelah Dela karena Reynal tidak mengizinkan Azar duduk samping Dela.
Mereka hanya garuk-garuk kepala karena sebel juga lucu melihat tingkah Reynal.
Pukul 06.35 wib, mereka sampai di apartemen, Aldo enggan pulang ia memilih untuk istirahat disana, hingga pukul menunjukan pukul 07.00 pagi, Aldo dan Dela buru-buru pakai seragam, untung seragam Reynal ada, jadi ia tak perlu balik kerumah.
Reynal menyiapkan susu untuk mereka dengan cepat mereka meneguknya, Dela lari mencari wadah bekalnya, dan memasukan beberapa rotinya, ia akan makan dimobil bareng Aldo nanti.
" Ayo do buruan telat nanti" ucapnya.
__ADS_1
" Iya Del-" balas Aldo.
" La... ada yang kelupan? " Tanya Reynal yang mendekati Dela.
" Ihh apaan" ucap Dela yang menoleh ke Reynal, yang sudah mengulurkan tangannya.
" Huh..iya" ucapnya pasrah dengan mengambil tangan Reynal lalu mencium punggung tangannya.
" Udah kelamaan Rey, kita ntar telat malas banget gue dihukum" protes Aldo yang sebenarnya gak ingin melihat ke uwuuan Mereka.
" Iya-iya hati- hati bawa mobilnya" dengan mendengus kasar.
" Siap, ayo Del-" ajak Aldo
" Les' t go" ucap Dela yang keluar dengan lompat-lompat kecil sambil berjalan.
Mereka sedikit berlari menuju lift dan keparkiran, Aldo membuka pintu begitu pula Dela, Di perjalanan mereka makan bekal yang telah disiapkan tadi, sambil bercanda.
Hingga tak terasa mereka sudah sampai Sekolah, dengan buru-buru mereka keluar dari mobil, tampak beberapa siswa memandang mereka, Ratu SMA dan Pangeran SMA, telah datang dengan wajah yang tampak berseri-seri.
" Del... ikut gue bentar, ke Rooftop " ucap Aldo yang diikuti Dela, Mereka berjalan menuju rooftop, dan itu hanya bisa digunakan oleh Aldo, Dela dan Reynal, karena tempatnya berada digedung kantor Sekolah.
" Sini Del duduk" ucap Aldo meminta Dela untuk duduk, Dela paham kalau Aldo sudah membawanya ke rooftop, pasti ada hal yang serius mengenai dirinya ataupun Aldo.
Dela sedikit deg-degan dengan sikap Aldo, yang sudah mengeluarkan amplop coklat ke Dela.
" Apa ini Do" ucap Dela mengerutkan keningnya.
" Buka dan jelaskan" ucap Aldo, Dela dengan hati-hati membuka amplop coklat itu, yang sebelumnya ia bolak- balik amplop itu.
πππππππππππππππ
Bersambung.
.
.
Jangan lupa tinggalkan jejak kalian
Salam hangat
Reynal & Dela
__ADS_1